Suara musik berdentum dengan keras mengiringi orang-orang yang sedang asik berjoget di lantai sebuah bar.
sementara itu dari kejuhan tampak seorang perempuan yang sedang berdesakan di antara mereka,matanya tidak lepas dari sesosok pria yang tengah merangkul seorang wanita muda yang tak lain adalah sahabat dekatnya sendiri.
Tak lama kemudian dia melihat orang yang di ikutinya itu masuk kesalah satu room VIP yang tertutup,karena sangat penasaran wanita itu pun memberanikan diri untuk mengintip di sana,dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang terjadi didalam room itu.
Dengan perasaan hancur dan terpukul diapun berlari keluar menabrak orang-orang yang ada di depannya.mata wanita itu sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas karena sudah berembun menahan tangis dan sakit hati yang teramat sangat.
Dia menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang selalu menimpanya,hatinya sudah hancur berkeping-keping.
Apakah pernikahan kali ini akan gagal lagi,??
Apakah memang tidak ada orang yang mencintainya dengan tulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjaga Raffa
..." mbak Rachel, di cari Bu Joana tu di kantornya !! ucap salah satu staf pengajar....
...Rachel pun segera merapikan meja kerjanya dan menuju ruangan Bu Joana, dan ternyata di sana Rachel melihat Bu Siska tengah menyirami koleksi tanaman hiasnya di teras ruangannya....
..." ibu manggil saya...
..." kamu udah datang, sebentar ya !! saya mandiin anak saya dulu, ucap Bu Joana sambil melanjutkan menyirami tanamannya....
..." mari masuk ! ajak Bu Joana mempersilahkan Rachel untuk masuk ke ruangannya....
..." begini Rachel, saya punya tawaran kerja untuk kamu ?? ucap Bu Joana memulai percakapan....
..." saya kan sudah kerja disini Bu !! jawab Rachel belum mengerti....
..." saya mau menawari kamu untuk bekerja sebagai pengasuh pribadinya Raffa ! berapa pun gaji yang kamu minta akan saya kabulkan, hal ini juga sudah di setujui oleh papanya Raffa....
...seperti yang kamu tau, setelah mamanya meninggal dia menjadi anak yang sangat tertutup dan pendiam, tidak hanya di sekolah dirumah pun keadaannya begitu, malah dirumah bisa di bilang lebih parah....
...jadi saya meminta kamu secara pribadi untuk mengasuh Raffa. saya sangat mengharapkan bantuan mu nak Rachel !! saya khawatir kalau terus begini dia akan kembali di bawa ke rumah sakit, jelas Bu Joana lagi....
...setelah mengutarakan niatnya Rachel pun di persilahkan untuk kembali ke ruang kerjanya dan sebelum itu Bu Joana lagi-lagi mengatakan bahwa dia sangat membutuhkan Rachel untuk kesembuhan Raffa....
...di ruang kerjanya, rachel pun terus memikirkan tawaran yang Bu Joana lontarkan tadi, sejujurnya dia senang jika memikirkan akan terus menghabiskan waktu dengan Raffa, namun dia juga masih ingin mengejar kembali karirnya yang sempat ia tinggalkan semenjak pernikahannya waktu itu....
...saat sedang memikirkan tawaran Bu Joana, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah luar kelas, Rachel pun keluar untuk melihat hal yang terjadi, disana dia melihat Raffa dan salah satu murid yang sedang menangis ?di bawa keruangan Bu Joana, karena penasaran Rachel pun mengikuti mereka....
..." ada apa ini ?? tanya Bu Joana yang terkejut...
..." begini Bu !!...
...Raffa tadi mukul Akmal, ucap nindi,...
...saya sih yakin Raffa ga sengaja, tapi Akmal dari tadi nangis terus, jadi pengasuhnya nelepon mama Akmal dan sebentar lagi akan datang kesini ??...
...memang sedari tadi anak yang bernama Akmal itu terus menangis tidak berhenti, sedangkan Raffa tampak acuh tak acuh, dia tidak perduli bahkan di wajahnya sama sekali tidak tampak raut ketakutan selayaknya anak-anak yang kepergok berantem....
...Rachel pun berinisiatif mendekati Raffa dan menenangkan anak itu, karena Rachel dapat melihat jika Raffa sedang memendam rasa marahnya pada temannya yang sedang menangis itu....
..." memang awalnya gimana Bu, sampai Raffa dan Akmal bisa kelahi ?? tanya Rachel pada Nindi....
..." biasalah Bu... namanya juga anak-anak, mereka suka kelahi karena masalah yang ga jelas, ucap nindi yang tidak suka melihat Rachel yang ikut campur....
..." tapi saya bisa jamin kalo Raffa sama sekali ga buat masalah apa-apa........
..." bukan perkara siapa yang salah dan benar, tapi sebagai pendidik kita harus bisa memecahkan masalah dan mengajarkan anak untuk minta maaf, ucap Rachel yang juga di beri anggukan tanda setuju oleh Bu Joana....
...tak lama orang tua Akmal pun datang, dan dengan wajah panik dia langsung menghampiri anaknya. Dia juga meminta penjelasan dari Nindi selaku guru mereka mengenai apa yang terjadi, tapi lagi-lagi Nindi tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan....
...Bu Joana pun meminta orang tua Akmal untuk tenang, dia mulai menanyakan anak-anak itu tentang apa yang terjadi sebenarnya, namun Akmal sedari tadi hanya bersembunyi di balik baju ibunya sedangkan Raffa terus diam dan tidak mau bicara sama sekali....
..." Raffa , panggil Rachel pelan....
...Raffa ingatkan kalo Tante pernah bilang klo Raffa adalah anak yang paling baik dan manis yang pernah Tante temui......
...kalau anak baik itu tidak boleh bohong, semua perkataan harus jujur, jadi sekarang Tante mau tanya boleh ??...
..." boleh Tante........
..." jawab yang jujur ya....!!! Raffa pun mengangguk tanda setuju....
..." Raffa tadi mukul Akmal ?? kenapa ?? tanya Rachel lembut saat Raffa mengakui perbuatannya....
..." Akmal robek buku gambar kesayangan aku, Tante.... ucap Raffa yang bicara sambil menahan tangisnya....
...Raffa udah ngelarang, tapi dia masih aja tetap gangguin Raffa.......
mendengar penjelasan Raffa, Bu Joana pun sepertinya paham buku apa yang di maksud, karena buku itu selalu di bawa oleh Raffa bahkan saat ia tertidur, jadi dia paham jika keponakannya itu marah saat mendapati bukunya di robek.
secara perlahan Bu Joana juga menjelaskan masalah yang terjadi kepada orang tua Akmal, hingga masalah pun selesai dengan damai dan Akmal juga sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya kepada Raffa hingga akhirnya mereka pun kembali ke kelas sambil berpegangan tangan seolah tidak pernah ada pertengkaran di antara mereka.
setelah jam kerjanya usai, Rachel pun ingin segera pulang dan beristirahat di rumah, sore ini dia terpaksa pulang sendiri karena Raka ada jam pelajaran tambahan, jadi Rachel memutuskan untuk memesan ojek agar ia cepat sampai di rumah.
sesampainya di rumah ia langsung membersihkan diri dan duduk di teras depan sambil menikmati angin sore yang sejuk.
Dia juga mulai mengingat kejadian tadi siang, hal itu membuat Rachel semakin memikirkan tawaran yang diberikan oleh Bu Joana. keputusannya yang tadi hendak menolak kembali Rachel pertimbangkan, dia juga merasa harus bercerita dengan seseorang untuk membantunya mengambil keputusan.
..." kamu udah mandi nak ?? tanya ibunya saat yang ikut duduk di teras depan Rachel....
..." udah Bu..... ibu mau kemana ?? tanya Rachel yang melihat ibunya sudah berpakaian rapi....
..." bapak mu ngajak kondangan ke rumah salah satu temannya, ucap ibunda Rachel sambil membenarkan letak Bros bunga pada bajunya....
..." kamu lagi mikirin apa ?? dari tadi ibu dengar helaan napas mu berat banget....
" sebenarnya ada yang mau Rachel ceritakan sama ibu ?? minta saran tepatnya..
" ada apa ?? saran apa ??
Rachel pun mulai menceritakan mengenai tawaran yang di ajukan oleh Bu Joana pada ibunya, Rachel menceritakan sebab kekhawatiran dari Bu Joana pada keponakannya yang semakin hari sikapnya semakin tertutup pada setiap orang.
ibunya yang mendengar cerita Rachel pun mengerti mengapa Bu Joana bisa sangat khawatiran pada keponakannya, karena diusianya yang masih sangat kecil, anak itu sudah melihat sesuatu yang sangat mengguncang jiwanya.
..." jadi keputusan apa yang akan kamu ambil nak ??...
..." Rachel memutuskan untuk menerima tawaran Bu Joana, Bu !! di samping itu Rachel juga akan mencoba cari kerja sampingan yang tidak mengganggu kerjaan utama Rachel....
..." ibu akan selalu mendukung apapun keputusannya,...