SILAHKAN UNTUK MENCARI LAPAK LAIN TERLEBIH DAHULU!!!!!!
SEBAB KARYA INI SEDANG DALAM TAHAP PERBAIKAN!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia*yve, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
" kalung ini..bukankah kalung ini...? " hanza mengelus lembut kalung permata dilahirkan hanza
matanya terbelalak saat merasakan aura kalung yang akrab dan nyaman
" jadi...anakku adalah pemuda ini? " hans berkata lirih dan air mata lolos dari matanya
" ayah bukankah kalung ini persis seperti milik adik? " nita anak sulung membuka suara melihat kalung digenggaman hans
" tidak jadi....dia anakku! " alize wijaya berteriak saat tahu kalau hanza adalah anak yang selama ini dicari
>>>>>>>>>>>
disebuah tempat yang gelap dan hampa sebuah jiwa melayang dan diam tanpa bergerak sama sekali
" hmmm takdir memang suka mempermainkan ku." jiwa putih berkata lirih sebuah hasrat hidup hilang dari matanya
" aku sudah lelah sangat lelah." jiwa putih bergumam sendiri menatap ruang hitam yang hampa disertai hawa dingin yang menusuk
<
jiwa putih tertegun dengan suara akrab dalam benaknya,suaranya terdengar marah dan kecewa
" aku sudah lelah sistem,takdir selalu mempermainkan aku dan entah kapan aku akan keluar dalam roda permainan ini? " hanza menanggapi perkataan system dengan tenang
<
hanza tertegun dengan perkataan system yang begitu marah
tidak pernah hanza dengar system se marah ini dan sekarang. ..
" maaf..." hanza menunduk dan menyesal atas keputusasaan nya yang terlalu cepat dalam hidup
<
" hmmm " hanza mengangguk dan berjalan menuju sebuah lubang putih di sana
didalam lubang putih begitu terang dan entah sudah berapa lama hanza didalamnya yang pasti dia sendiri pun tidak tahu
diruangan rumah sakit tangan seorang pemuda yang pucat mulai bergerak dengan perlahan dan tanda sadar sudah mulai menunjukkan reaksi
seorang wanita yang berada didekat nya bergegas teriak memanggil dokter diikuti oleh anggota lain
" dimana? " hanza menilik sekitar yang terasa asing dan bangkit dari tempat tidur
Arrrgghh
saat bangun kepala hanza terasa mau pecah karena sakit yang menusuk dan akhirnya lunglai jatuh ke lantai dalam keadaan bertumpu dengan satu tangan dilantai
" astaga! tubuhmu masih belum pulih anakku..." seorang wanita dan beberapa orang bergegas menghampiri hanza yang terjatuh untuk bangkit dan duduk di ranjang
" tubuhnya sudah mulai membaik dan hanya perlu istirahat saja setelah koma 4 bulan." dokter yang memeriksa menerangkan dengan perlahan
" baik! terima kasih dok! " hans mengangguk dan dokter segera keluar
" siapa kalian? " hanza mencoba tenang saat tahu dirinya sudah koma selama 4 bulan
" kami semua adalah keluargamu..." hans berkata sambil tersenyum membuat hanza mengerutkan kening
" maaf tuan,sepertinya anda sudah salah duga." hanza berkata pelan
" tidak,kau memang anak kami! " alize menyela dan bersih keras
" maaf tuan dan nyonya,kalian pasti salah paham padaku, aku hanyalah anak miskin yang hidup dijalanan karena dibuang orang tua dan aku tidak punya keluarga jadi jangan mengada Ngada! " hanza berkata datar
" dek kami memang keluargamu! " nita berkata menjelaskan pada hanza
" maaf aku punya urusan lain, jadi sebaiknya aku minta izin untuk pamit." hanza berkata datar
entah kenapa mendengar kata keluarga membuat hanza menjadi marah dan kecewa yang dalam
" nak! apa maksudmu? kami keluargamu! " hans berkata lantang dan mencoba menjelaskan
hans sendiri sudah melakukan tes dna dan hasilnya positif kalau hanza adalah anaknya
" apa kurang jelas? hehehe berhenti menyebut kata keluarga padaku, dan jika aku anakmu,kemana saja kau saat aku harus hidup dijalanan sewaktu kecil yang bahkan untuk hidup saja aku harus bekerja dan dimana kalian saat aku membutuhkan yang namanya kasih sayang keluarga? " hanza berkata lirih dan tetap tenang
" maafkan kami,kami sudah mencarimu tapi tetap tidak ada hasil." hans menjawab dengan suara bergetar
" hehehe bahkan keluarga terpandang tidak bisa menemukan anak sendiri...sungguh miris,jika dulu mungkin aku akan luluh tapi kau terlambat karna hati ini sudah beku dan takut untuk yang namanya kasih sayang..." hanza berjalan pergi meninggalkan hans dan yang lain
mereka tak kuasa harus berbuat apa mendengar perkataan hanza yang begitu menusuk
'hahh lagi lagi takdir mempermainkan hidupku! sial.' hanza mengumpat dan berjalan sempoyongan
hanza lupa kalau saat ini masih belum pulih total dan alhasil pingsan di lorong rumah sakit
'huh kenapa luka kecil ini menyakitkan? bukankah aku adalah tahapan master?' hanza bingung kenapa bisa dia merasa pusing dan akhirnya pingsan
<
soalnya banyak novel mata uang logo dolar malah rupiah🗿