NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Retakan di Dinding Benteng ​

​Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa Cha Corporation berakhir dengan kemenangan mutlak bagi kubu Cha Jin-wook. Pengadilan Distrik Pusat Seoul tidak hanya membatalkan gugatan Nyonya Besar Kang secara instan, tetapi juga membekukan seluruh aset operasional miliknya di Pulau Jeju atas dugaan konspirasi dan pemerasan korporasi. Dengan kepemilikan saham gabungan antara Jin-wook dan Han Ji-an, posisi mereka sebagai penguasa tertinggi Cha Group kini terkunci tanpa celah.

​Sore itu, suasana di penthouse Hannam-dong tampak begitu tenang, bertolak belakang dengan kegemparan yang terjadi di lantai bursa saham Seoul.

​Cha Jin-wook melangkah masuk ke kamar tidur utama dengan langkah kaki yang sengaja diperlambat. Ia mendapati Ji-an sedang tertidur lelap di atas ranjang king-size, berselimut sutra putih dengan posisi miring yang nyaman. Sinar matahari senja menembus tirai tipis, memberikan rona keemasan pada wajah cantiknya yang kini tampak lebih segar dan berisi akibat kehamilannya yang mulai memasuki minggu-minggu krusial.

​Jin-wook tersenyum tipis, sebuah ekspresi kelembutan murni yang hanya ia simpan untuk wanita ini. Ia melonggarkan kemeja putihnya, lalu merangkak naik ke atas ranjang dengan sangat hati-hati agar tidak mengejutkan sang istri. Pria bertubuh tegap itu memosisikan dirinya di belakang punggung Ji-an, melingkarkan lengan kekonnya di pinggang Ji-an, dan menarik tubuh ramping istrinya merapat ke dalam dekapan posesifnya.

​Jemari besar Jin-wook meraba lembut di bawah gaun tidur sutra Ji-an, mengusap perut rata yang kini terasa sedikit lebih hangat dari biasanya. Ia membenamkan wajahnya di tengkuk harum Ji-an, menghirup aroma esensial lavender yang menenangkan.

​"Hmm... sayang?" Ji-an melenguh pelan, kelopak matanya bergerak membuka saat merasakan sentuhan intim yang sangat ia kenali. Ia berbalik di dalam pelukan Jin-wook, menatap sepasang mata elang suaminya yang menatapnya dengan binar cinta yang pekat.

​"Apakah aku membangunkanmu, Ji-an?" bisik Jin-wook parau, mengecup ujung hidung Ji-an dengan penuh kasih sayang.

​Ji-an menggeleng, menyunggingkan senyuman manis sembari mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh Jin-wook. "Tidak. Aku justru sedang memimpikanmu. Bagaimana rapatnya?"

​"Semuanya sudah selesai. Tikus-tikus itu sudah dibersihkan dari papan catur," ujar Jin-wook dingin saat membahas musuh-musuhnya, namun suaranya langsung berubah melembut saat ia menunduk dan mengecup bibir Ji-an dalam sebuah ciuman sore yang hangat, lambat, dan sarat akan gairah yang menuntut. Ji-an mendesah lembut di dalam tautan mereka, membiarkan dominasi suaminya menghalau sisa rasa lelah dari tubuhnya.

​Setelah tautan bibir mereka terlepas, Jin-wook mengecup kening Ji-an lama. "Mulai malam ini, tim keamanan berlapis dari komando pusat akan berjaga dua puluh empat jam di perimeter luar kompleks. Aku tidak ingin ada satu pun celah yang bisa mengganggu ketenanganmu lagi."

​Sementara itu, di sebuah area pergudangan terbengkalai di distrik industri dekat Pelabuhan Incheon.

​Malam telah larut, dan hujan deras mulai mengguyur atap seng gudang yang berkarat, menciptakan suara bising yang memekakkan telinga. Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh sebatang lilin, Kang Min-woo duduk di atas peti kayu dengan pakaian yang kotor dan rambut yang acak-acakan. Matanya merah, dikelilingi lingkaran hitam—refleksi dari seorang pria yang jiwanya telah digerogoti oleh kegilaan dan racun dendam.

​Di hadapannya, berdiri dua orang pria berwajah bopeng dengan tato ular di sepanjang lengan mereka. Mereka adalah penyelundup dan preman bayaran kelas teri yang biasa menyewakan jasa pembersihan tanpa jejak di pelabuhan.

​"Uang muka dari sisa rekening ibuku sudah ditransfer ke akun kalian," suara Min-woo terdengar serak, bergetar menahan luapan emosi yang tidak stabil. "Tugas kalian sederhana. Besok pagi, mobil boks logistik yang biasa mengantarkan pasokan makanan organik ke kompleks Hannam-dong akan melintas di pos pemeriksaan belakang. Kalian hanya perlu mengganti supirnya."

​Salah satu pria bertato itu meludah ke lantai, menatap Min-woo dengan pandangan meremehkan. "Kompleks Hannam-dong itu memiliki sistem keamanan tingkat tinggi, Tuan Kang. Jika kami tertangkap, taruhannya adalah nyawa kami di tangan pengawal Cha Group."

​"Kalian tidak akan tertangkap jika kalian mengikuti jadwal penggantian sif penjaga pukul sembilan pagi!" bentak Min-woo, matanya melotot tajam membuat kedua preman itu sedikit terkejut. Min-woo mengeluarkan sebuah peta cetak cetakan digital berisi denah dalam penthouse milik Jin-wook yang ia dapatkan dari mantan mata-mata Cha Tae-sung.

​"Aku tidak butuh kalian membunuh siapa pun di dalam sana," Min-woo menyunggingkan senyum miring yang sangat mengerikan, sebuah seringai psikopat yang telah kehilangan nurani. "Bawa racun cair ini. Masukkan ke dalam tangki dispenser air utama atau bahan makanan yang akan dimasak untuk Han Ji-an. Aku ingin wanita itu merasakan bayinya mati di dalam perutnya sendiri sebelum dia sempat melihat dunia."

​Min-woo melemparkan sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening tanpa aroma ke atas meja kayu. Cairan itu adalah senyawa arsenik dosis rendah yang jika dikonsumsi oleh wanita hamil, akan memicu keguguran spontan tanpa meninggalkan jejak toksikologis yang jelas dalam pemeriksaan darah standar.

​"Han Ji-an... kau menghancurkan keluargaku, kau merebut martabatku, dan kau hidup mewah dengan pria lain saat aku membusuk di selokan ini," desis Min-woo sembari meremas peta di tangannya hingga hancur. "Mari kita lihat... apakah suamimu yang agung itu bisa menyelamatkan anakmu dari racun ini."

​Keesokan paginya, pukul 08.30 KST.

​Sinar matahari pagi menyinari dapur bersih penthouse Hannam-dong yang bernuansa marmer putih. Koki pribadi keluarga Cha sedang sibuk menyiapkan menu sarapan khusus untuk Ji-an: bubur abalon hangat dan jus delima segar yang kaya akan antioksidan.

​Di ruang makan, Hyun-woo dan Seo-ah sudah duduk rapi dengan seragam sekolah mereka, sementara Jin-wook sedang membacakan tablet bisnisnya sembari sesekali menyuapi Seo-ah yang sibuk bercerita tentang mainan barunya.

​Ji-an melangkah turun dari tangga dengan penampilannya yang anggun, mengenakan gaun rumahan berwarna putih gading. Wajahnya tampak merona bahagia melihat pemandangan keluarga kecilnya yang begitu utuh dan harmonis.

​"Selamat pagi, Ibu!" seru Hyun-woo dan Seo-ah bersamaan.

​"Selamat pagi, sayang," Ji-an mengecup pipi kedua anaknya bergantian, lalu duduk di kursi yang langsung digeserkan oleh Jin-wook dengan penuh perhatian drakor yang manis. Jin-wook mencondongkan tubuhnya, memberikan kecupan hangat di bibir Ji-an sebelum mengusap perut istrinya.

​"Bagaimana tidurmu semalam, sayang?" tanya Jin-wook lembut.

​"Sangat nyenyak karena ada pelukanmu," goda Ji-an dengan kedipan mata yang membuat Jin-wook terkekeh rendah, sebuah pemandangan langka yang hanya bisa disaksikan oleh penghuni rumah ini.

​Di area koridor belakang dekat lift barang, suara bel berdenting pelan. Seorang petugas pengantar barang dengan seragam logistik biru standar melangkah masuk membawa boks berisi sayuran dan buah-buahan organik segar. Topi pet yang dikenakannya ditarik agak rendah, menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera pengawas koridor dalam secara langsung.

​Koki pribadi menerima boks tersebut tanpa curiga, karena wajah pengantar itu sekilas mirip dengan petugas regular yang biasa datang. Namun, saat koki berbalik untuk mengambil slip tanda terima di meja seberang, tangan petugas logistik gadungan itu bergerak dengan kecepatan kilat.

​Ia membuka botol kaca kecil dari saku bajunya, lalu meneteskan cairan bening itu ke dalam teko kaca berisi jus delima segar yang baru saja diperas dan siap disajikan ke meja makan Han Ji-an.

​Hanya butuh waktu tiga detik bagi racun itu untuk larut sempurna tanpa mengubah warna atau aroma jus tersebut. Petugas itu segera menyimpan kembali botolnya, menerima slip tanda terima yang ditandatangani koki, lalu berbalik pergi dengan senyuman miring yang penuh kepuasan jahat.

​Di ruang makan, koki berjalan keluar membawa nampan berisi bubur abalon dan teko jus delima yang telah ternoda itu. Ia meletakkannya tepat di hadapan Han Ji-an.

​"Silakan dinikmati, Nyonya Besar. Jus delima ini baru saja diperas dari pasokan buah segar pagi ini," ujar koki dengan membungkuk hormat.

​Ji-an tersenyum, meraih gelas kaca yang telah dituangkan jus merah pekat tersebut. Ia mengangkat gelas itu mendekati bibirnya, siap untuk meminum cairan yang membawa maut bagi janin di dalam perutnya.

​Maut mengintai di dalam gelas Nyonya Cha! Akankah naluri ibu Ji-an atau ketajaman mata Jin-wook berhasil menggagalkan rencana kejam Kang Min-woo di detik-detik terakhir?

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!