Badgirl? Cuek? Most famous? Iyya. Itu semua julukan dari seorang gadis cantik, Keyla Arletta Alexandria.
Namun semua sifat itu harus lenyap, ia harus relakan dan digantikan menjadi sifat pendiam dan ramah. Fake Nerd?
Keyla merubah diri nya dari gadis berandalan menjadi gadis pendiam dengan kacamata bulatnya.
Hanya karena menjalankan satu misi dari sang ayah, Keyla rela untuk merubah dirinya.
Apakah seorang gadis berandalan mampu menjadi gadis pendiam, Fake Nerd?
•••••
Write by : yovvandzzam_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unknownnnnn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap duapuluh tujuh
“Ngh..yaudah deh.” Keyla Pasrah. Keyla berjalan lesu dan didampingi oleh Aldo dibelakangnya.
Mereka menaiki motor. Dan Aldo melajukan motor nya diatas kecepatan rata-rata mengingat angin malam yang tak sehat bagi kesehatan tubuh.
“Key, lo besok sekolah gak?” tanya Aldo.
“APA?!!” Keyla berpekik karena tidak mendengar ucapan Aldo.
“Gak,”
Motor aldo melesat mulus di depan rumah Gerald. Keyla turun masih dengan tatapan sendunya.
“Lo istirahat key.” Keyla mengangguk.
“Lo besok sekolah gak?,” Keyla mengangguk lagi.
“Yaudah istirahat sana biar besok lebih vit.” Keyla mengangguk lagi dan lagi. Aldo menghela nafasnya berat.
“Yaudah sana lo masuk.” Keyla mengangguk seraya berkata, “Makasih Al.” Aldo berdeham.
Keyla melangkahkan kakinya menuju kamar dengan gontai. Ia menyalakan lampu kamarnya dan berganti baju, setelah selesai Keyla menggelar sajadah dan mengenakan mukena, ia berdoa untuk kesembuhan abangnya. Setelah selesai sholat tahajud, Keyla beranjak ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya diatas sana mencoba untuk tidur namun susah ia terus-terusan memikirkan abangnya. Akhirnya, Keyla tertidur dengan tenang setelah membaca doa sebelum tidur dan berharap esok abang nya akan sembuh dan melewati masa kritisnya.
***
Keyla melangkahkan kakinya menuju kelas dengan gontai. Ia menelengkupkan kepalanya diantara tangan nya. Masih tetap dengan pakaian ala nerd nya, mungkin setelah abangnya sembuh ia akan mengubah diri menjadi Keyla sebenarnya begitupun Fara dan Aqilla dalam waktu dekat dan memungkinkan keadaan dan pastinya setelah abangnya sembuh. Andra?ah, keadaannya makin membaik namun belum sadar dari tidur panjangnya.
Korupsi di AIS?itu sudah diselidiki diam-diam oleh polisi dan adiknya Gerald, ternyata benar, kepala sekolah AIS lah yang mengkorupsinya dan itu adalah papah nya Queen, Marvin Pitalaska.
“Key,” Aqilla menepuk bahu keyla pelan.
“Hm?,”
“Abang lo kecelakaan?.” Keyla mengangguk.
“Keadaannya gimana udah baikkan belum?”
“Udah ko, dan udah gue putusin disuruh juga sama daddy gue buat kita rubah penampilan dan unjukin identitas kita sebenarnya.” Ucap Keyla.
“Yang ngorupsi AIS udah ketauan?” keyla mengangguk.
“Siapa?,” ucapan Aqilla menjadi serius.
“Ntar juga lo tau.”
Tak lama kemudian bel masuk kelas berbunyi, semua murid duduk ditempatnya masing-masing, kali ini akan dipulangkan cepat karena adanya rapat bersama ketua yayasan yaitu Gerald.
***
Tepat pukul 09:55 semua murid diperbolehkan pulang. Keyla, Fara, Aqilla berencana akan kerumah sakit menjenguk Andra yang katanya sudah sadar dari kritisnya.
“Gimana keadaan abang, mom?,” Keyla langsung duduk disamping Viona begitupun Fara dana Aqilla.
“Andra sudah membaik. Sebentar lagi mungkin akan dipindahkan ke kamar inap.”
“Allhamdulillah.” Serempak mereka semua mengucap syukur.
Tak lama kemudian Dr. Erza keluar dari ruangan ICU. Serempak mereka semua berdiri menanti ucapan Dr. Erza.
“Viona, anakmu sudah bisa dipindahkan ke kamar inap.” Dr. Erza berucap dengan santai sembari tersenyum.
“Makasih ya, Er.” Viona mengulum senyumnya.
Andra dikeluarkan dari ruangan ICU masih terkulai lemas ia diatas ranjang rumah sakit, dengan banyaknya alat diseluruh tubuhnya ia masih bisa tersenyum ke arah Keyla dan Viona serta kedua teman keyla.
Di kamar rawat inap yang berstatus VVIP ini sangat nyaman. Andra masih ditangani dokter dan dilepas alat-alat yang berada di dada Andra. Keyla dkk serta Viona langsung masuk kedalam ruangan melihat keadaan Andra selanjutnya.