Lika liku kehidupan sehari-hari yang di alami sepasang suami istri antara Aji dan Mika.
Tak pernah lepas dari campur tangan atasan mereka masing-masing di tempat kerja.
Akankah Mika bisa bertahan jika ia mengetahui yang sesungguhnya terjadi pada suaminya.
Dan, apa yang akan di lakukan suami Mika jika ia tahu apa yang di lakukan bos dari istrinya itu ingin menjalin hubungan dengan sang istri.
Aji sedang merencanakan sesuatu agar istrinya bisa memenuhi keinginan orang tuanya.
Sejatinya ia pun menginginkan hal yang sama dari Mika. Sama seperti keinginan mertuanya.
Hasil apa yang akan di dapatkan setelah mereka pulang dari berlibur?
Simak kisahnya di tulisanku yang awut-awutan ini ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
"Surpise, Aji" ucap Vivi sambil mengacungkan sebuah gantungan kunci berlogo H dan menyerahkan ke telapak tangan Aji yang ia raih.
"Ini buat kamu, kamu terima ya..." ucap Vivi dengan lembut.
"Untuk apa ini, Vi" tanya Aji dengan ekspresi bingung di wajahnya.
"Itu buat kamu, dan ini.." Vivi menyerahkan kotak kecil berbungkus kertas kado warna pink di ikat pita warna ungu.
Aji semakin mengkerutkan alisnya tanda tidak mengerti. Tetapi, tetap ia terima dan ingin memasukkan kado tersebut ke dalam saku kemejanya.
"Di buka dulu dong sayang, masak maen simpen aja" cegah Vivi.
Aji pun mengurungkan niatnya untuk menyimpan kado tersebut dan ia membukanya dengan ragu. Matanya menatap Vivi penuh curiga. Namun, Vivi masih setia menampilkan senyum terindahnya.
"Ayo, buruan..." lanjut Vivi.
Akhirnya, di buka lah ikatan tali kadonya dan di robek pembungkusnya, perlahan Aji membuka kotak pelindungnya dan terpampanglah isi dari dalam kotak tersebut.
Aji nampak terkejut dan langsung menatap Vivi menuntut penjelasan. Namun, Vivi langsung menggenggam tangan Aji, kemudian meraih gantungan kunci yang tadi untuk di satukan dengan isi dari kado pemberiannya. Setelahnya, ia menyimpannya kedalam saku kemeja yang Aji kenakan.
"Aku tidak menerima penolakan. Itu untuk menunjang pekerjaan kamu. Karena kamu sekarang adalah calon Ayah dari anak kita" Vivi bergelayut manja di lengan Aji.
Aji yang masih bingung dengan semuanya melepaskan gelayutan Vivi dan ia kembali keluar untuk pulang ke rumahnya.
"Aku permisi" ucap Aji tanpa menoleh lagi. Langkahnya mantap menuju pintu keluar.
Vivi tersenyum puas dengan apa yang sudah ia lakukan saat ini, dan ia sudah tidak sabar lagi untuk segera menguasai seluruh hati dan tubuh Aji menjadi miliknya sepenuhnya. Ia akan menyingkirkan Mika dari hidup Aji.
"Akhirnya, rencanaku berjalan dengan lancar. Kita tunggu adegan selanjutnya sayang..." ucap Vivi sambil menatap kepergian Aji. Setelahnya, ia berkemas dan pulang kerumahnya.
Sementara di luar ruangan, Bagas sedang mengamati Aji yang tadi keluar dari ruangan Vivi dengan ekspresi wajah yang rumit. Dan baru saja ia hendak berlalu dari posisinya, ia melihat Vivi keluar dari ruangannya dengan wajah yang penuh kebahagiaan. Dan itu, membuat Bagas terheran. Setelahnya, ia pun menuju tempat kendaraannya, karena suasana kantor sudah mulai sepi.
Dalam perjalanan, Aji tidak langsung pulang kerumah. Tetapi, mampir dulu kesuatu tempat. Ia ingin menjernihkan otaknya yang buntu karena tidak bisa berfikir dengan baik tentang hal yang baru saja di perbuat oleh Vivi.
Aji menepikan motornya ke bawah sebuah pohon besar di sekitaran taman kota. Di sana ada dua penjual rujak buah dan juga es tebu.
Aji memesan es tebu terlebih dahulu natu setelahnya ia duduk di bangku yang sudah tersedia. Matanya menerawang menatap pucuk pohon lain yang berada di sekitaran taman kota.
Menghembuskan nafas lelah dengan kasar dan meremas rambutnya menjadi kusut sekusut wajahnya saat ini.
Beberapa saat kemudian, mamang es tebunya mengantarkan minuman pesanannya ke hadapan Aji, tetapi Aji sama sekali tidak mendengar sapaan dari sang penjual. Dan penjual es tersebut berlalu membiarkan pembelinya yang sedang galau.
**
Di rumah.
Mika baru saja terbangun dari tidur panjanganya yang ia sambung tadi siang. Mulutnya menguap dan tangannya terangkat ke atas sambil menggeliatkan tubuhnya seraya merenggangkan otot-ototnya yang terasa lemas.
Setelahnya ia beranjak dari kasur nyamannya menuju lemari pakaian. Ia membuka pintu lemari milik Aji dan berniat menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya yang sebentar lagi pulang.
Mika menarik baju kaos dan juga celana pasangan baju tersebut. Kemudian, ia meraih tangkai laci penyimpanan ****** ***** milik sang suami.
Di telitinya isi dari dalam laci tersebut, dan ia meraih ****** ***** Aji yang berwarna abu-abu agar senada dengan celana pendek yang tadi ia siapkan.
Saat ****** ******** sudah ia tarik dari tempatnya, ada sesuatu yang terjatuh dari balik celana tersebut. Bungkusan kecil yang terlihat sangat mencurigakan bagi Mika.
"Apa ini," Mika meraih bungkusan yang baru saja terjatuh dan membawanya ke ranjang. Ia duduk di sana sambil membuka bungkusan benda asing tersebut.
"Haa??" Mika terkejut melihat isi bungkusan tersebut.
-
-
-
Selamat membaca ya teman-teman. Kiss jauh dari aku