Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Hardi
Di sebuah ruangan yang begitu gelap dan sunyi, Crystal baru saja membuka matanya setelah beberapa saat dia tak sadarkan diri.
Kini dirinya sudah berganti pakaian, dan tangannya sudah terdapat infus'an. Setidaknya, habis menyiksanya, Ayahnya tidak benar-benar membunuhnya.
Tidak atau belum? ralat nya.
Crystal menghela nafasnya panjang, berusaha bangun dari tempat tidur. Namun tiba-tiba seorang perawat masuk ke dalam kamarnya dengan membawa sebuah nampan berisi makanan.
"Non, sudah sadar? silahkan di makan dulu agar energi nya segera pulih."
"Maaf, kamu siapa? dan ini sebenarnya ada dimana?" tanya Crystal bingung.
"Saya juga tidak tahu ini dimana. Saat saya di bawa kesini, mata saya di tutup dari di rumah sakit. Dan saat sampai, mata saya baru di buka." jelas Suster.
"Tua bangka sialan, bedebah! ba jingan, breng sek!" umpat Crystal begitu geram.
"Kamu dari Rumah Sakit mana?" tanya Crystal menelisik. Terlihat jelas bahwa Suster tersebut seperti orang ketakutan, apakah dia di ancam oleh Ayahnya?
"Sa—saya bekerja di—"
Brakkk!
Belum sempat Suster itu meneruskan perkataannya, tiba-tiba pintu sudah di buka dengan paksa.
Hardi,
Pria tua, yang sudah menculik dan mengurungnya di tempat seperti ini.
"Oh, rupanya kau sudah bangun!" ucap Hardi dengan seringai licik di wajahnya. "Bagaimana? apakah kau masih betah disini? atau kau sudah berubah pikiran untuk menandatangi surat itu?"
"Cuihhh!" Crystal meludah tepat di depan Hardi. Ia sudah tidak memperdulikan sopan santun atau menghargai orang tua lagi. Kini, kobaran kebencian yang sudah lama ia redam selama ini, semakin membara dan siap membakar siapapun yang berada di dekatnya.
"Sampai kapanpun, aku tidak akan sudi menandatangi surat sialan itu! itu milikku dan selamanya akan menjadi milikku! Sampah seperti mu tidak pantes mendapatkan apapun dari harta keluargaku!" Teriak Crystal menatap tajam ke arah Hardi, tatapan kecewa dan penuh kebencian. Rasa sakit yang ia rasakan dan pendam sedari kecil. Rasa sakit seorang anak yang menginginkan kasih sayang orang tua nya, namun sama sekali tidak pernah bisa ia gapai.
Ayahnya ada di depannya, mendekap erat tubuh gadis lain, namun tidak dengan nya. Saat sakit, dirinya ingin di peluk, ingin di suapi dan ingin di manja.
Jangankan seperti kebanyakan orang tua pada anaknya, hanya sekedar menanyakan 'Apa kamu baik-baik saja?' Crystal sama sekali belum pernah mendengarnya keluar dari mulut Hardi.
Senakal itukah dirinya? sampai sang Ayah tidak pernah mau menatap ke arahnya. Crystal kecil selalu beranggapan dirinya anak nakal, dan bodoh. Ia selalu berusaha menurut dan belajar dengan giat agar sang Ayah bisa menatap nya dengan tatapan bangga dan memberikannya kasih sayang.
Nyatanya ...
Semua hanyalah khayalan semu,
sampai maut menjemput pun, sang Ayah tidak akan pernah melihatnya ...
"Hahahaha, oh ya?" tanya Hardi dengan tawa mengejek. "Kita lihat saja."
"Suster, jangan pernah beri dia makan atau minum, kecuali dia mau menandatangi ini. Dan cabut infus nya, biarkan dia mati kelaparan." ucap Hardi sinis.
"Aku akan pergi selama seminggu, hubungi aku jika kau sudah berubah pikiran, dan saat aku kembali nanti, kau akan bebas," imbuhnya lalu segera pergi.
"Keluarlah," ucap Crystal dingin kepada sang suster.
Setelah semua orang keluar, Crystal membanting semua benda yang ada di kamar itu. Ia meluapkan segala emosi dan kekesalannya kepada benda di sekitarnya.
"Farel hiks hiks, Farel .. " gumam Crystal lirih di sela isak tangisnya. Tubuhnya luruh ke lantai, ia memeluk lututnya sambil menangis.
"Harusnya aku ikut denganmu hiks hiks." Kini, Crystal benar-benar menyesal karena tidak mendengarkan ucapan Farel. Dirinya tidak menuruti kemauan Farel, andai ... Andai ia ikut dengan Farel ke Jerman, mungkin ini tidak akan terjadi ..
"Bunda, bantu Crystal hiks hiks ... "
.
.
*Hallo semuanya, mommy ada pengumuman sedikit nih, mengenai Chat story Aska dan si anak curut ( Arin )
Bukan mommy gak update yah. mommy udah nulis banyak, tapi belum juga lolos review. Dan juga mommy ganti judul yah, bukan salah nikah lagi tapi Nikah dadakan*.
Itu dari tgl 17 harus nya tapi ttep masih review kan. Jadi maaf yah, kesalahan bukan sma mommy tapi pihak NT 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭