NovelToon NovelToon
System : Unknown

System : Unknown

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / System / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:220.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rasa Ara

-TAMAT-

Arc 1 [Mayor of Lust] Completed——> Ch 0-38

Arc 2 [Fugitive's Life] Completed——> Ch 39-78

Arc 3 ???

???

???

###

Kiya seorang pemuda yang katanya memiliki hidup "sempurna" secara mengejutkan berakhir di hutan belantara. Padahal seingatnya dia tidur dengan nyaman di kamarnya.

Kiya kemudian menerima fakta mengejutkan bahwa ada di dunia yang bukan Bumi, dunia itu adalah Arias ... dunia fantasi yang ada sihir dan monster.

Bukan hanya itu, Kiya juga menerima sebuah system tanpa sebab yang jelas.

Alasan Kiya tiba di Arias tidak diketahui. Di mati lalu berinkarnasi atau berpindah?

Tidak diketahui.

###

First novel ... semoga suka.

Jangan sungkan-sungkan berkomentar jika ada yang kurang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasa Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 -Sedikit pelajaran bagi Putri-

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.

Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.

Selamat membaca, semoga terhibur.

...

100% yakin ... setelah sedikit bercakap dengan Putri Calsya, Kiya sudah sepenuhnya percaya dengan prediksinya. Selanjutnya ... dia akan pergi ke ibukota untuk membuat perhitungan pada Duke Volancy. Rasa tidak senang dan benci pada Duke itu sudah terlalu menumpuk, Kiya akan segera membalas apa yang sudah diperbuatnya.

"Hei, Tuan Putri ...! Jalanmu terlalu jauh, lebih mendekat lah!" Seru Kiya pada Putri Calsya yang berjalan agak jauh dibelakangnya.

"Ah, s-segini saja cukup! Tak apa-apa," jawab Putri Calsya tersenyum masam. Dia sungguh gugup berbicara dengan Kiya, wajahnya pun sampai dibanjiri keringat.

Reaksi yang wajar, sebelumnya Putri Calsya telah mendapatkan ancaman pembunuhan dari Kiya. Dan setelahnya mereka berpura-pura tak terjadi apa pun? Itu pasti sungguh berat.

"Hmm ...!?"

Kiya pun membiarkan Putri Calsya seperti itu, tak ada gunanya juga dia dekat-dekat dengannya.

Sesuai agenda, Kiya memang mengajak Putri Calsya berkeliling dan sedikit mencarikannya makanan. Kata mencarikan kurang tepat, faktanya Putri Calsya disuruh mencari.

Mereka berdua sedang ada di hutan sebelah barat kota, sedikit berjalan ke barat ... ada laut. Kota Xely memang terletak di pesisir.

"Nah, sudah sampai. Sekarang carilah makananmu sendiri! Aku akan menunggu di sini!" Kiya dengan santai duduk menyandarkan diri pada pohon belakangnya lalu mengeluarkan kantong berisi sedikit makanan.

Kiya tanpa merasa bersalah memakan daging kering nya dengan lahap.

"Apa maksudnya orang ini?"

Putri Calsya kesal, yah ... dia ingin protes, tapi tak berani.

"Bukannya di sini aku adalah tamu penting?"

Putri Calsya dengan perasaan kesal yang menumpuk pergi untuk mencari makanannya sendiri, entah itu buah-buah atau hewan buruan.

Beberapa menit berselang ... tak ada tanda-tanda kedatangan Putri Calsya. Kiya pun sampai bosan dibuatnya, tapi memang ini rencananya.

"Mereka berdua ...?!" Gumam Kiya mulai memejamkan mata.

...

"Cih ... bocah itu akan menerima akibatnya terhadap penghinaan ini!" Kata Putri Calsya kesal menendang apa pun yang ada di depannya.

Bukannya mencari sesuatu untuk dimakan, dari tadi Putri Calsya hanya berjalan tanpa arah sambil terus menggerutu. Dan kini ... cacing di tubuhnya mulai melakukan demonstrasi.

"Uhh ... a-ku sangat lapar!"

Rasa laparnya tak tertahankan, dia pun memutuskan untuk segera mencari sesuatu untuk dimakan. Namun sayangnya, setelah mencari lebih dari setengah jam ... Putri Calsya tak menemukan apa pun.

"Hutan macam apa ini? Hewan berlalu lalang saja tidak ada, semua tumbuhan beracun!" Putri Calsya sudah tak sanggup berjalan lagi. Alhasil dia mengistirahatkan tubuhnya.

Rasa laparnya sudah diambang batas, untuk berjalan saja sudah sangat berat.

"A-pa yang diinginkan bocah itu?" Kata Putri Calsya dengan suara yang tak bertenaga.

Beberapa saat berlalu, sebuah aroma misterius tertangkap oleh hidungnya. Aroma yang cukup sedap, pikir Putri Calsya. Menggunakan sisa tenaganya, dia memaksakan diri tuk berdiri lalu mencari sumber aroma penggugah selera itu.

Langkahnya pun agak sempoyongan dengan kedua tangannya yang terus memegangi perut yang tak bisa berhenti bersuara.

Aroma itu semakin kuat seiring Putri Calsya menyusurinya, dari kejauhan juga nampak ada asap yang membumbung ke langit.

"Ah? Sepertinya sudah dekat!"

Semangat dan tenaga seketika terisi lagi, Putri Calsya langsung berlari ke arah asap itu. Dia berharap memang ada makanan dan bukan cuma halusinasinya.

"Hei, bakar yang bener! Itu ... lihat udah hampir gosong! Balik lah!"

"Berisik! Nyuruh doang!"

Putri Calsya bersembunyi di balik pohon dan melihat dua orang pria sedang membakar ikan. Terlihat sangat lezat baginya.

"Akhirnya ...!" Gumam Putri Calsya terdengar cukup senang.

"Hei, kalian ... berikan makanan kalian!" Seru Putri Calsya mencoba meminta—lebih tepat memaksa.

Kedua orang itu menoleh ke arah Putri Calsya, mereka bingung sesaat dan saling pandang.

"Maaf, ikan ini tidak cukup!"

"Aku tidak peduli! Cepat berikan ikan itu!" Paksa Putri Calsya menodongkan tangannya. Keluar bola api yang cukup panas.

Mereka berdua tahu apa itu, mereka tak berani melawan dan hendak menyerahkan ikan yang susah payah ditangkap. Namun ...

"Eh?" Kejut Putri Calsya mengetahui bola api di tangannya lenyap. Dia hendak mencoba mengeluarkan sihir lain pun tak berguna

"Ada apa ini? Kenapa aku tak bisa menggunakan sihirku?"

"Hoi, cepat berikan ikannya!" Bentak Putri Calsya, dia berusaha agar tak terlihat panik.

Mereka berdua tak mengindahkan kata-kata Putri Calsya. Salah seorang berdiri lalu hendak menghampiri Putri.

"Hei, a-pa yang kalian mau lakukan?" Putri Calsya agak takut termundur secara perlahan seiring mendekatnya orang itu.

"J-j-jangan mendekat! K-kalian akan me-nerima akibatnya!" Putri Calsya sangat ketakutan, jalur pelariannya sudah terhalang pohon.

"Kyaaa ...!"

Orang itu menangkapnya dan menahan kedua tangannya ke belakang.

"Hei, kita apakan wanita sombong ini?"

Orang satunya yang dari tadi cuma menjadi penonton akhirnya ikut berdiri.

"Umm ... di sini sepi, kan? Orang-orang juga sedang ketakutan jika pergi keluar. Bagaimana kalau—"

"Kalian akan menyesal jika melakukan itu! Aku ini seorang Putri, Putri Calsya Arant Weder. Kepala kalian akan terpenggal jika melakukan ini padaku!" Putri Calsya berusaha menggertak.

"Ternyata sang Putri ... " Mereka berdua pura-pura terkejut.

"Cepat lepaskan aku! Bukan hanya kalian ... tapi semuanya. Ayahku akan mengirimkan pasukan yang lebih besar dan kota kecil ini akan rata—"

Tangan Putri Calsya dicengkeram dengan kuat.

"Akhhh ... s-akit!"

"Cepat lakukan!" Desak orang yang menahan Putri.

"Hehehe, baiklah!"

Dia pun mendekati ke arah mereka berdua. Putri Calsya berusaha sekuat tenaga tuk berontak, tapi usahanya sia-sia.

"Sebelum melakukanya ... apa kau masih perawan, Putri?"

Pertanyaan itu sontak membuat Putri Calsya langsung menitihkan air mata. Jaraknya dengan pria busuk ini tinggal selangkah lagi.

"Tatap mata saya, Tuan Putri!"

Putri Calsya tak berani membuka matanya, namun dia merasakan bahwa gaunnya terasa diangkat ke atas. Air matanya pun semakin deras mengetahui hal yang seharusnya di jaga oleh seorang wanita akan segera direbut oleh pria tak dikenal.

"Kau sangat cantik Putri, izinkan saya menikmati tubuh Anda?!"

Putri Calsya sudah bisa merasakan nafas pria itu, wajahnya pun dipaksa untuk menghadap ke arahnya. Tak ada yang bisa dilakukan Putri Calsya selain pasrah.

"T-t-to-long ...!"

Secara tiba-tiba, datang pihak ke 4.

"Apa yang kalian lakukan?" Terdengar suara yang tak asing bagi Putri Calsya meskipun belum terlalu mengenalinya.

"K-kau ...!" Putri Calsya terlihat lega melihat orang yang datang adalah Kiya.

Dua pria itu pun langsung melepaskan Putri Calsya dan sedikit membungkuk ke arah Kiya.

"T-t-tuan Kiya ...!?"

Dengan sedikit ketakutan kedua orang itu pun pergi begitu saja. Putri Calsya langsung lemas terduduk, matanya sudah sembab akibat air mata yang keluar dengan deras.

"Jika kau memintanya secara baik-baik ... mungkin mereka akan memberinya meski sedikit. Yang kau lakukan tadi hanya memancing amarah mereka. Apa kau tak sadar bahwa posisimu sebagai peminta?"

"T-t-terima kasih!?"

Putri Calsya berdiri dan berlari menghampiri Kiya. Tapi, dihentikan ...

"Jangan memelukku, Tuan Putri!" Kata Kiya dingin menodongkan katana miliknya.

...

Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.

Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.

aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.

Dah ... see you.

1
The Child
lah ini lagi, udah di bantu masih mau jadi beban lagi, knp tdk bisa fokus, ini perang loh, sementara perang kebanyakan ngobrol, mokat baru tau rasa
The Child
kenapa juga si celia ini terlalu cerewet? banyak tanya, kemudian tdk bisa fokus, kenapa semua wanita itu selalu bikin repot di setiap cerita?
The Child
lebih bagus rincian penggunaan poin itu harus jelas, biar pembaca bisa juga menghitung pengeluaran, kan sdh puluhan juta poin sistem di gunakan, masa masih harus berhutang 3 M lagi, jelasin thor untuk pengeluarannya, brp poin di butuhkan untuk setiap kenaikan level
Mkh 18
Luar biasa
Harman LokeST
jahat
Zead Zead
bagus
crusty
numpang tor yang yang minat baca novel game magic adventure mampuir ye. hehehe
Eko Hadi
kajol
Eko Hadi
kajo
DEX
berlebihan
Kaisar surgawi
lihat ? levelnya aja masih sedikit padahal ini udh ch 20an wkwkwkwkwkwk udh Thor mendingan lu ga usah bikin novel tentang sistem kalau MCnya di buff parah Kaya gini , apa2an seorang reinkarnasi yg mempunyai sistem tapi elemen cuman 1 ??????? kalau melawak aturan di ksh Tau di deskripsi dong
Kaisar surgawi
Hal yg Paling gw benci yaitu sistem yg tidak berguna sama sekali, Dan membuat MC seperti org tertolol , Dan yah ini first time gw baca novel sistem yg cuman bisa 1 elemen saja, padahal novel2 yg lain mereka awal itu bisa menggunakan lebih dari 1 elemen saja, berasa Kaya ampas novel ini , pantas saja yg like dikit
J.N.H
malu pasti mc nya dibing mau ngemis makanan....
pembacasetia
nanggubg
pembacasetia
inilah yg di suka polos sok nalak
pembacasetia
kejam akusuka
pembacasetia
gas..
pembacasetia
gas
Andi Bergerboy
..
Andi Bergerboy
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!