NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta ABG

Terjerat Cinta ABG

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:76.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azya Tanre

kisah ini bercerita tentang Nindy Nugraha Pale, seorang dosen muda nan cantik jelita yang terpaksa menikahi pelajar SMA dari kelas homogen.

Awalnya mereka berdua sangat menolak, namun pernikahan itu tetap saja berlangsung karena desakan keluarga dan orang-orang sekitar yang main hakim sendiri.

Bagaimana kehidupan mereka setelah menikah? Akankah pernikahan mereka bertahan? Yuk simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azya Tanre, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa Mengikuti Kemauannya

Saat mobil sudah melaju, Nindy mencubit lengan Darco, kesal karena dengan sengaja memperlihatkan hubungan mereka didepan wali kelasnya.

“Kamu ingin menunjukkan ke semua orang kalau kita ada hubungan? Kamu siap jadi bahan gibah mereka?” Nindy menatap sinis kearah Darco.

“Tanpa mengatakan apapun Bu Ami sudah menganggap kita sepasang kekasih, aku justru senang mendengarnya,”

“Aku dengan susah payah menyembunyikannya dengan orang-orang terdekatku, tetapi tidak denganmu, benar-benar melelahkan,”

“Tidak akan ada yang mengira kalau kita adalah suami istri, jadi aku tidak perlu menyusahkan diri untuk melakukan itu,”

“Si Rebung ada benarnya juga, teman-temanku tidak aka ada yang percaya kalau aku menikah tanpa memberi kabar kepada mereka, apalagi menikahi anak SMA dan sebentar lagi juga akan bercerai. Hmm kenapa aku tidak berfikir seperti ini dari dulu,” senyum manis terukir dibibir Nindy.

“Kenapa ibu senyum? Sebahagia itukah diakui sebagai pacar untuk pertama kalinya?” Darco kembali menggoda Nindy.

“Menjadi jomblo terhormat adalah pilihan wanita terhormat, jadi berhentilah mengejekku,”

“Aku penasaran kenapa ibu bisa jomblo hingga usia mendekati 28 tahun, apa benar-benar tidak ada yang tertarik kepada ibu?"

“Apa kamu tahu? bahkan laki-laki mendekatiku seperti serpihan bijih besi yang memburu magnet,”

“Kenapa ibu tidak menerima salah satu dari mereka?”

“P-I-L-I-H-A-N, PILIHAN,” kata Nindy singkat.

“Beruntungnya aku jadi laki-laki pertama buat ibu,”

“Tidak denganku,”

“Kalau kita pacaran sepertinya akan sangat menyenangkan, mari kita lakukan mulai hari ini,” kata Darco menoleh kearah Nindy yang mulai mengemasi barang-barangnya karena sudah hampir tiba dirumah.

Pak Wardani terlihat menunggu disamping pagar, Darco langsung memasukkan mobilnya ke garasi.

“Apa Ibu setuju?”

“Tidak, Ayo kita turun,” Nindy membuka pintu mobil tetapi tidak berhasil karena masih di lock oleh Darco.

“Tolong buka pintunya Darco, jangan bercanda terus ah,”

“Kenapa Ibu tidak mau? Harusnya ibu dengan senang hati menyambut niat baikku,”

“Kamu bisa pacaran dengan buku-bukumu, sebentar lagi akan ujian akhir, aku tidak mau kamu gagal,”

“Jangan terlalu mengkhawatirkan kelulusanku, aku sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari, ini adalah minggu-minggu tenang bagiku,”

“Cepat buka pintu mobilnya,”

“Aku tidak akan membukanya,”

“Huhf, pacaran seperti apalagi yang kamu maksud Darco, kita sudah tinggal serumah, pagi-pagi berangkat bersama, makan malam bersama, apa itu tidak cukup bagimu?”

“Aku juga tidak mengerti apa yang dilakukan oleh orang yang pacaran, mari kita cari tahu dan kita praktekkan,”

“Aku tidak mau Darco, Tidak ada gunanya, Buka pintunya sekarang!”

Nindy melihat kearah pak Wardani yang menunggu mereka.

“Jangan selalu membantahku, ini demi kebaikan ibu juga,”

“Kamu mulai memaksakan kehendak ya, aku tidak mau melakukan itu denganmu,”

“Kenapa? Apa pak Wardani lebih menarik hati ibu sekarang?”

“Astaga, Apa kamu bilang? Jangan mengada-ada Darco,”

“Kita kencan akhir pekan ini, aku akan membuka pintunya jika ibu setuju,”

“Sepertinya semua laki-laki sama saja, hanya mendekati wanita untuk diajak nikah atau pacaran,”

“Aku tidak mau! Jangan bicarakan itu lagi denganku,”

“Ya sudah, kita tidur di mobil saja malam ini,”

“Oke,” kata Nindy singkat, lalu menyandarkan kepalanya kekursi.

Namun baru beberapa menit, Nindy sudah kepanasan karena Darco dengan sengaja mematikan AC mobilnya.

“Sabar Nindy, sabar, kamu harus banyak sabar menghadapi si Rebung ini, tunggu hingga dia membuka pintunya, kamu tidak boleh selalu mengalah,”

Sementara Darco hanya tersenyum melihat Nindy yang gelisah karena kepanasan,

“Sebentar lagi pasti menyerah,” kata Darco dalam hati.

Pak Wardani merasa heran karena Darco dan Nindy tidak kunjung keluar dari mobil. Ia berjalan maju mundur

Hendak mendekati mobil itu seperti dalam keraguan.

“Apa pintunya tidak bisa dibuka ya? Apakah aku harus mengetuk kaca mobilnya?”

“Tapi bagaimana jika mereka sedang bermesraan, aku tidak mungkin mengganggu mereka,”

Nindy makin tidak tahan, karena keringat mulai mengalir dipunggungnya.

“Nyalakan AC nya, aku kepanasan,”

“Jangan, Aku kedingian karena siang tadi kehujanan,”

Darco sengaja mengelabui Nindy yang menatapnya dengan wajah kesal.

“Kamu benar-benar membuatku gila,”Nindy mencubit lengan Darco yang sibuk dengan handphonenya.

Nindy dalam kebingungan, tubuhnya sudah tidak tahan karena kepanasan, namun juga gengsi untuk menarik kata-katanya, ia merasa Darco sengaja menyiksanya supaya mengikuti kemauannya dan selalu puny acara untuk memaksanya.

Nindy diam beberapa saat, lalu tersenyum karena tiba-tiba menemukan ide untuk membalas Darco.

“Oke, kita akan kencan akhir pekan, kamu buka pintunya sekarang?”

“Ibu serius?”Darco menoleh kearah Nindy lalu memeluknya.

“Terimakasih istriku,”

Darco membuka pintunya, Nindy langsung keluar dan bergegas masuk kedalam rumah, disaat bersamaan pak Wardani hendak mengetuk kaca mobilnya. tubuhnya hampir menabrak Nindy yang berwajah cemberut tanpa melihat kearahnya. Sementara Darco tersenyum bahagia sambil memberikan kunci mobil ke pak Wardani, lalu sedikit berlari menyusul Nindy.

"Apa bu Nindy lagi hamil? tidak biasanya dia bermuka masam begitu," banyak petanyaan dibenak pak Wardani namun ia lebih memilih diam melihat tingkah majikannya.

***

Setelah pak Mulyadi berangkat kerja, Bu Jeni masuk ke kamar, duduk di pinggir Kasur, lalu meraih sebuah kotak hitam yang ia simpan dibawah tempat tidurnya. Ia mengusap debu yang menempel lalu membukanya perlahan. Sebuah foto yang sering mempermainkan perasaannya. Bu Jeni menyentuh kepala anak kecil di foto itu, senyumannya seakan anak panah menusuk tajam hati Bu Jeni. Ia memeluk foto itu ke dadanya, bayangan masa lalu kembali hadir, tak peduli seberapa keras ia berusaha melupakannya, namun hatinya tetap saja berkata lain.

“Ah, bagaimanapun aku harus mengubur cerita ini hingga aku mati,”

Bu Jeni menghapus air mata yang mulai menetes, kepercayaan dirinya kembali muncul. Ia menyimpan foto itu lalu melanjutkan aktifitasnya mengantar hasil jahitan ke pasar yang tak jauh dari rumahnya.

Saat bu Jeni kembali, ia kaget melihat seseorang duduk di teras rumahnya, seseorang yang baru saja terlintas di benaknya.

“Ada perlu kau kesini?” bu Jeni menatap tajam kearah lai-laki itu.

“Jangan marah dulu, aku dengan susah payah mencari alamatmu, bayar aku dengan secangkir kopi,”

“Cepat pergi! jangan pernah menemuiku,”

“Begini caramu menyambutku? kita bisa bersenang-senang dulu sebentar,” ia mendekati bu Jeni.

“Aku akan berteriak Jika kau berani menyentuhku, cepat angkat kaki dari rumahku!” hardik bu Jeni.

Laki-laki itu bertepuk tangan sambil tertawa, ia berjalan mengelilingi bu Jeni.

“Ternyata kau jadi lebih galak dari anjingku,”

Bu Jeni tidak menjawab, ia langsung masuk ke dalam rumah dan menutup rapat pintunya. Ia mengatur nafas yang mulai berantakan, rasa takut mulai menghampirinya.

“Bagaimana dia bisa tahu alamat rumahku, ini benar-benar tidak bisa dibiarkan,”

Kemudian Bu Jeni mengintip dari balik kaca, merasa lega karena laki-laki yang berkulit sawo matang itu sudah pergi meninggalkan rumahnya.

1
Herman Rinaldi
cerita nya bagus Thor tapi jgn sampai berlarut larut, jd kurang sreg ahirnya.., jd sy nyimak dulu kelanjutannya, semangat thor
I'm Pink
udah ngak up lagi ya thor, kalo gitu mending beri tahu aja biar saya ngak terlalu berharap dapat notif dari anda.

BAGI YANG MAU BACA, MENDING JANGAN NOVELNYA GAK ADA LANJUTANNYA.
Agoeng's Yakuzha
lanjut thor
Similikii
up langung bnyak GK bisa
Azka
kenapa ngak lanjut"
Muhammad Rotib
up lah
Boh Lali
Woi ayolah upp
Fathimah Zahra
mana nih
Fathimah Zahra
lanjut donk
Fathimah Zahra
mana lagi
Bude Sumi
lanjut tp jgn bikin nindinya terus diem dgn hinaan dr org lain tanpa ada perlawanan dari dia, hanya menangis ketika dihina kurang greget jd yg baca kurang puas.
Rafif rafi'i
harusnya dr dl km cerita sama sahabat mu nin... kan jadi plong nggak terlalu berat dipikiran kamu.. ada tmn yg ngasih semangat..
Mun
Lanjut Kak...
Makin penasaran...
Boh Lali
P
Mun
Kemana nih Othornya...?
Nungguin NindyDarco bucin..😍
Semangat Up-nya Kak...
Boh Lali
Semangat nulisnya thor jangan lupa rajin rajin up ya thor
Boh Lali
Thor up tiap akhir dong plisss
Herda Lia
padahal bagus critanya tapi thormen nya males up sih
Rafif rafi'i
akhirnya up jg... hampir lupa aku thor..
duuhh mkin ruwet...
Rb Kristanto
next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!