Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Kai tertidur cukup lama, jam 5 sore dia baru terbangun. Sesuatu yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. Pria itu menatap sekelilingnya, dia baru sadar rupanya ia tidur di ruang tamu lantai 1. Nuansa broken white sangat menenangkan dirinya, berbeda dengan kamarnya yang didominasi warna hitam dan abu-abu. Cahaya matahari yang masuk dari jendela kamar juga menambah rasa nyaman pada dirinya.
"Apa aku harus merubah suasana kamarku?" tanyanya pada diri sendiri. Setelah bangun tidur tidak ada lagi sakit badan yang biasa ia rasakan seperti sebelumnya. Kai meraih kursi rodanya. Ia keluar kamar mencari keberadaan Alan.
"Pada kemana Bi? Kok sepi?" tanyanya pada Bi Wati yang sedang memasak di dapur untuk makan malam.
"Eh tuan sudah bangun, tuan Alan sama dokter Lynn lagi di taman belakang rumah. Tuan mau dibuatkan sesuatu?"
"Teh manis aja bi, antar ke gazebo belakang"
"Baik tuan"
Kai mengarahkan kursi rodanya ke halaman gazebo belakang rumah. Tak jauh dari sana, Lynn, Alan dan juga Rendra tampal sedang berbincang santai. Ia pun menghampiri mereka.
"Ehem..."
Ketiga nya langsung menoleh ke sumber suara. Rendra yang baru pertama kali melihat majikannya sedekat ini langsung berdiri dan menunduk hormat.
"Tuan, anda sudah bangun?" tanya Alan. Lynn langsung tertawa.
"Pertanyaan lu aneh-aneh aja, kalau belum bangun terus yang ada di sini siapa? Dedemit?" Kai menatap malas ke arah Lynn namun gadis itu tidak peduli. Alan pun memggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung harus bersikap seperti apa.
"Duduklah..!! Sampai kapan kau mau membungkuk dan berdiri seperti itu?" perintahnya kepada Rendra.
"Terima kasih tuan" jawab Rendra segan.
"Siapa namamu?"
"Saya Rendra tuan"
"Sudah berapa lama kau bekerja di sini?"
"Sudah 6 bulan tuan"
"Hmmm...cukup lama. Kau mengenal dia sebelumnya? Kelihatannya kalian sangat akrab, apa mungkin kalian punya hubungan khusus?" Tanya Kai panjang lebar. Siapa tahu dia bisa mendapat informasi secara tidak sengaja tentang dokter pribadinya tersebut.
Lynn langsung memuncratkan teh yang ia minum.tepat mengenai muka Kai saking terkejutnya mendengar pertanyaan Kai. Alan dan Rendra tidak kalah terkejutnya apalagi Alan yang tahu kalau Kai biasanya hanya berbicara 1 atau 2 patah kata. Kai sendiri frustasi karena ia tidak bisa mendapatkan informasi detail tentang Lynn. Hanya info dari mbah google yang berhasil ia dapatkan walaupun sudah menyewa hacker terkenal sekalipun.
Lynn melihat muka Kai yang sudah sangat merah padam bersiap meledak karena ulahnya tadi. Gadis itu langsung mengambil tissue dan mengelap wajah Kai. Namun pria itu menepisnya.
"Rupanya kau sudah bosan hidup?" ujar Kai dingin. Lynn tertuduk menyesali kecerobohannya.
"Maaf, tadi aku terkejut karena pertanyaanmu tidak masuk akal" ujarnya dengan tulus. Kai heran rupanya Lynn bisa juga bersikap seperti wanita normal.
"Let me tell you one thing. Rendra umurnya 5 tahun dibawah saya, jadi saya tidak mungkin punya hubungan dengar brondong karena saya sangat cintaaaaaa sekali dengan yang namanya uang, sedangkan pacaran sama brondong kebanyakan pasti ceweknya yang harus keluar duit, Its a big no" lanjut Lynn lagi.
"Tapi saya gak gitu nona, saya bukan mokondo" protes Rendra tak terima.
"Kan saya bilang juga kebanyakan gak semua"
"Saya tidak tertarik mendengar ceritamu" kata Kai datar.
"Tapi harus saya jelaskan, biar anda tidak asal tuduh, tidak suudzon yang bikin hari anda tertutup, aura gelap, dijauhin malaikat dan dicintai setan" sambung Lynn cuek. Alan tampak menahan nafas takut tuannya akan meledak. Tapi sebelum Kai membuka mulut, Lynn sudah mendahuluinya.
"Tipe saya itu minimal kaya anda, banyak duit, ganteng, tua dikit gak papa lah, yang matang emang lebih hot, emosian juga oke lah maklum faktor usia."
"Siapa yang kau bilang tua? Dan kau menjadikanku sebagai standard minimal?" tanya Kai tak percaya dirinya disebut tua.
"Sadar diri, perempuan seumuran kamu harusnya udah punya anak" Ia sangat tidak terima disebut tua.
"Itu kan mereka yang percaya cinta, jadi cuma modal cinta doang mau diajak susah, sedangkan saya cuma cinta sama duit" jawabnya cuek. Kai kehabisan kata-kata.mendengar ucapan Lynn. Bisa bisany dia ngaku kalau dia.mata duitan. Pandangan Kai teetuju kepada bungkusan putih yang berada dekat dengan kaki Lynn. Alan dan Rendra segera menutupinya namun Lynn tanpa basa basi langsung menjelaskannya.
"Oh itu 'hadiah special' untukmu dari orang yang sangat special tentunya"
"Minggir" perintah Kai kepada Alan dan juga Rendra. Mau tidak mau keduanya menyingkir. Terlihat boneka kain yang dipasangi foto dirinya dan beberapa buah paku juga rambut, ada juga beberapa benda asing yang tidak ia ketahui. Jantung Kai berdegup kencang, fikirannya tidak karuan dan melayang mengingat hal ganjil yang ia alami.
"Inii...?" tanyanya menggantung.
"Hadiah untukmu"
"Siapa yang mengirimnya?" tanyanya dengan suara bergetar.
"Yang pasti orang yang ingin kau hancur dan tau banyak tentang dirimu"
"Bagaimana ada hal kotor seperti ini di rumahku?" tanyanya tidak percaya.
"Rules number 1. Don't trust anyone. Siapapun bisa jadi musuh dalam selimut."
"Termasuk kamu?"
"Yups. Tapi aku tidak butuh kepercayaanmu, karena aku disini hanya untuk menyembuhkanmu dan dapat uang..hehehe" ujar Lynn.
"Apa tidak ada hal lain selain uang di kepalamu itu?"
"Tentu saja ada. Emas, LM, Berlian, Mutiara, Properties, saham dan semua saudara-saudaranya"
"Dasar wanita gila" maki Kai.
"Itu realistis namanya, sudah lah jangan pedulikan aku. Oya good news nya kau bisa percaya Alan dan Bi Wati serta para bodyguardmu, selain itu jangan, walaupun orang terdekatmu sekalipun" ujar Lynn serius. Kai memandang lurus ke arah gadis itu untuk mencari kebohongan di sana, namun mata tajam Lynn seolah menjelaskan kalau ia sangat serius.
"Yuhu.. seperti biasa gorengan mang Asep sudah siap" tiba-tiba mang Asep datang dengan sepiring besar makanan di tangannya. Ia tidak menyadari kalau tuan mudanya ada di sana.
"Maaf, hapunten tuan muda, saya teh tidak tahu tuan di sini, makanya saya teriak" Kai hanya melihat sejenak dan mengangguk pelan. Wangi harum sesuatu yang di piring menganggu penciumannya.
"Wah mang Asep makasih banyak, cocok banget sore-sore begini sambil ngeteh" ujar Lynn antusias.
"Sama-sama neng, sok atuh cicipin mamang tinggal dulu ya" Setelah mang Asep pergi mereka pun langsung menyerbu gorengan tersebut. Kai tergiur melihatnya tapi gengsi.
"Ayo tuan dicicipin dulu" ajak Rendra
"Aku tidak bisa makan makanan seperti itu" namun sspertinya apa yang ia katakan tidak sama dengan keinginnan perutnya. Lynn tersenyum geli, ia langsung mengambil satu buah tahu isi dan memasukannya ke mulut Kai. Pria itu ingin protes namun rasa lezat makanan itu sudah mejalar di mulutnya. Lynn tersenyum geli.
"Makan yang bener jangan di emut kaya anak kecil" tanpa mendengar perkataan Lynn ia langsung memakannya, Kai bahkan mengambil beberapa kali sehingga membuat mereka bertiga melongo tapi mereka pura-pura tidak menyadarinya.
Setelah gorengan itu habis, Lynn mengeluarkan sebuah map dan memberikannya kepada Kai.
"Ini informasi tentangku, percuma kau menyewa hacker itu tidak akan membuahkan hasil, mereka bukan tandinganku" ujar Lynn enteng. Ketiga pria itu terkejut terutama Kai.
"Kau sudah lama tidak berhubungan dengan dunia bawah sejak kecelakaanmu itu kan? Kalau kau masih berhubungan dengan dunia bawah tidak sulit mencari info tentangku karena aku aktif di sana sejak setahun yang lalu" jelas Lynn blak-blakan..
"Apa maksudmu?"
"Para penguasa dunia bawah sering memakai jasaku untuk menyembuhkan mereka terutama kalau mereka terluka dan butuh operasi tapi tidak ingin pergi ke RS, ya tentu saja mereka membayarku dengan sangat mahal" terang Lynn lagi yang membuat mereka semakin penasaran.
"Apa tidak bahaya nona?" tanya Rendra.
"Tentu saja bahaya, pernah mereka ingin membunuhku karena aku mengetahui jatidiri dan Basecamp nya mereka"
"Terus gimana nona?"
"Ya aku habisin duluan mereka lah"
"Nona ngebun bun mereka semua?" tanya Alan penasaran.
"Tentu saja kalau tidak aku yang mati" ucap Lynn enteng namun.tidak begitu dengan ketiga pria ifu yang terlihat sangat shock