Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Mentari memperlihatkan cahayanya yang menyilaukan, panas terik di siang itu terasa membakar seluruh badan. Dengan kesal Anna menendang-nendang kerikil di bawah kakinya.
Hari ini pun dia terpaksa pulang dengan naik taksi di karenakan Ryu yang masih sibuk, hampir sejam Anna berdiri di pinggir trotoar namun tak ada satu pun taksi yang lewat.
Aaarrrhhhh
" Menyebalkan, sepertinya aku harus minta supir pribadi kepada ayah. Sampai kapan aku akan berdiri di sini? " teriak Anna frustasi.
Satu jam telah lewat dan akhirnya ia menemukan taksi yang kosong, dengan cepat Anna naik dan mengatakan tujuannya.
Sampai di rumah ia cukup heran karena melihat ada mobil yang tak dia kenal terparkir di sana, saat masuk ke dalam ia menemukan beberapa orang yang tak ia kenal. Sebuah suara yang ia yakin adalah Jack terdengar sedang mengobrol dengan seseorang di sebuah ruangan.
Anna melongok ke dalam ruangan dan melihat...
" Tante Janet? Mina? " panggil Anna kaget.
Semua orang di ruangan itu memandang ke arahnya, termasuk Mina yang ikut kaget.
" Wah sebuah kejutan " ujar Anna menghampiri mereka.
" Sayang, kau kenal dengan Janet? " tanya Jack.
" Anna.. apa yang kau lakukan di sini? " tanya pula Mina.
" Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan di rumah ku? "
" Apa? ini rumah mu? kau... kau.. Anna Hermes? " tanya Mina tak percaya.
" Ya, dia Anna Hermes. Dia adalah putri bungsu ku " jawab Jack.
" Astag Jack, aku tidak menyangka ternyata selama ini dia putrimu " ujar pula Janet.
" Tunggu dulu, seperti nya kalian harus menceritakan apa yang tidak aku ketahui " ujar Jack.
Hmmmm
Anna tersenyum, pada akhirnya Anna menceritakan siapa Mina dan bagaimana dia bisa kenal Janet. Dan Jack pun memberitahu bahwa Janet adalah temannya yang dengan senang hati sudah membuatkan seragam sekolah Anna.
" Astaga sayang, andai kau memberitahu bahwa waktu itu saat kau membantu ibu Mina adalah Janet pasti ayah sudah tahu sejak dulu " ujar Jack di akhir cerita mereka.
" Andai aku juga tahu bahwa Anna adalah anak mu Jack, sungguh aku tidak akan berani mempekerjakan nya " ujar pula Janet.
" Seharusnya jika kalian berteman kalian tahu anak teman kalian, sehingga aku tidak salah paham " cetus Mina.
" Kau benar, aku memperkenalkan Janet pada keempat puteraku tapi aku belum sempat memperkenalkan Anna karena ia masih baru di rumah ini. Di tambah lagi kami sibuk dengan pertunangan Shigima " jawab Jack.
" Sudahlah yang penting kan kita sudah saling tahu, jadi kalian ada keperluan apa dengan ayah ku? " tanya Anna.
" Ayah meminta Janet untuk mendesain baju yang akan kita kenakan saat pesta pertunangan Shigima "
" Oh, lalu kau sendiri Mina kenapa datang ke rumah ku? "
" Ibu menyuruh ku datang ke sini, dia butuh bantuan ku untuk mencatat semua bahan yang di perlukan untuk pembuatan pakaian. Kau tahu sendiri aku yang kebagian belanja bahan jika ibu mendapat pekerjaan " jawab Mina.
" Baiklah karena kau sudah di sini ayo ngobrol di kamar ku " ajak Anna.
" Ya, pergilah sayang ibu akan memanggilmu jika butuh kau " ujar Janet.
" Baiklah ayo! ".
Kedua sahabat itu berjalan bersama, Mina yang masih kaget mengetahui siapa Anna sebenarnya tak banyak bicara bahkan saat sampai di kamar Anna.
" Maaf kamar ku berantakan dan tidak cukup besar juga seperti kamar mu " ujar Anna memasuki ruangan.
" Mengingat bagaimana sifat mu aku tidak kaget melihat kamar mu, tapi Anna. Aku benar-benar tidak percaya kau adalah keturunan Hermes " ujar Mina.
" Memang apa hebatnya menjadi Hermes? " tanya sambil merebahkan diri di ranjang.
" Astaga Anna tidakkah kau tahu tentang keluarga mu sendiri? Hermes grup sudah masuk kedalam jajaran orang terkaya dan berpengaruh, bergerak di bidang pariwisata dengan memiliki lima hotel berbintang lima, belum lagi pulau-pulau pribadi yang sebagian juga di jadikan bisnis " jelas Mina bersemangat.
" Yang ku tahu hanya ayahku memiliki tiga orang istri dimana yang satu sudah tiada dan lima orang anak hasil dari pernikahan nya. Yang ku tahu hanya Hermes memiliki peraturan aneh yang tak masuk akal seperti memisahkan anak dari ibunya mulai dari umur lima belas tahun " jawab Anna kesal.
Mina terdiam sejenak, mengingat dulu ia yang pernah salah paham tentang Anna. Dengan perlahan Mina duduk di samping Anna.
" Jadi... rumor itu benar ya? " ujarnya.
" Rumor apa? " tanya Anna bingung.
" Kalau... keturunan Hermes hanya akan di akui dan boleh tinggal di kastil saat sudah mencapai umur lima belas tahun " tanya Mina ragu.
" Begitulah, bukankah itu bodoh? memisahkan anak dengan orangtuanya dan istri dengan suami hanya karena menyandang nama terhormat dimata manusia " jawab Anna menelan ludah dengan pahit.
Mina yang prihatin, mengelus pundak Anna dengan lembut. Dia yang cukup mengerti bagaimana kehidupan para pesohor tahu Anna menangggung beban yang tidak pernah terpikirkan.
" Saat aku pertama kali mengenalmu aku pikir kau terlahir dari keluarga yang memang sederhana, lewat tingkah dan perilaku mu aku justru berfikir orangtua mu bercerai sejak kau masih bayi. Dan saat umur mu sudah lima belas tahun ku pikir ayahmu menyesal dan memaksa mu tinggal bersama. Karena penyesalan itu ayahmu menyekolahkan mu di sekolah elit " ujar Mina.
" Apa kau pikir aku orang miskin? " tanya Anna menerka.
" Kau berkata melewati banyak kesulitan dalam hidupmu, kau terpana melihat kamar ku jadi ku pikir memang begitu. Ternyata bahkan kau lebih kaya dariku " omel Mina.
fftthhh Hahaha
Anna tak bisa menahan tawa, ia tak menyangka Mina bisa berpikir seperti itu tentang dirinya.
" Satu-satunya masalah dalam hidup ku hanya terlahir sebagai Hermes " ujar Anna.
" Dasar bodoh, bahkan semua murid perempuan di sekolah kita berharap jadi puteri Hermes. Apa kau tahu donatur terbesar di sekolah kita adalah ayahmu? secara tidak langsung sebagian sekolah kita adalah milik ayahmu " ungkap Mina.
" Benarkah? aku tidak pernah mau tahu tentang urusan bisnis ayah, bagiku sangat merepotkan "
" Benar-benar kau ini ".
Sebuah bantal melayang dan tepat mendarat di kepala Anna, Mina sudah tidak tahan dengan sikap Anna yang bodoh maka perang bantal pun tak terelakkan lagi.
* * *
Ada ketakutan terbesar dalam hidup Anna saat ia tahu ia menyandang nama Hermes, saat mengerti bahwa nama itu berpengaruh besar pada orang-orang yang mengetahuinya.
Sejak saat itu ia tak memiliki teman, saat itu dunia menjauh darinya. Anna mengutuk nama keluarganya sendiri, hingga ia terpaksa harus tinggal di kastil.
Namun seiring berjalannya waktu, dunia mulai menunjukkan sifat aslinya. Sedikit demi sedikit Anna belajar dan mulai bersyukur tentang apa yang ia miliki.
Mina semakin dekat dengannya bahkan mengajarinya tentang hal-hal yang harus ia ketahui sebagai seorang yang terhormat, Persahabatan itu kian erat.
Two Worlds