NovelToon NovelToon
Pendekar Tingkat Dewa

Pendekar Tingkat Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.

Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.

Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?


(Remake)

Zhong Li -> Shi Yexian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 27 - Meresahkan

Di saat sudah mulai mendekat ke arah desanya, Zhong Li melebarkan matanya karena melihat jika ada kepulan asap dari arah desanya tersebut, dirinya langsung mempercepat kan temponya untuk sampai ke sana.

“Sial! Ada apa ini, apakah masa depan memang bisa berubah semudah ini!” Napas Zhong Li memburu, perasaan resah terus menyelimuti hatinya.

Hingga pada akhirnya dirinya sampai, dia harus di buat tersedak napasnya sendiri karena desanya masih baik-baik saja. “Apa-apaan ini! Entah kenapa aku merasa di tipu oleh warga sini.”

Zhong Li menghela napasnya dengan lega, ia melanjutkan langkahnya berjalan pelan memasuki desanya tersebut.

Tapi di depan pintu masuk dirinya harus mendapat gangguan dari beberapa anak yang lebih tua darinya. ‘Apakah mereka ingin membuat ku babak belur lagi? Apakah mereka tidak memiliki tujuan hidup selain itu?’

Zhong Li tetap melanjutkan langkahnya, tapi itu di hentikan oleh beberapa anak yang sepertinya sudah menantikan kedatangannya. “Halo Anak Iblis! Dari mana saja kau, kami sudah sangat merindukan mu loh!”

Salah satu anak itu menyapa Zhong Li dengan sikapnya yang santai, meskipun begitu dirinya tampak sangat membenci laki-laki yang sedang disapanya itu. ‘Desa ini bukanlah desa biasa. Rata-rata penduduk desa ini adalah mantan pendekar ahli di aliran putih dan netral.’

‘Mereka semua bertemu, bersatu, dan membentuk sebuah desa yang bernama desa Tao. Dan beberapa dari mereka ada yang menikah dan melahirkan anak-anak seperti mereka.’ Zhong Li belum menjawab, ia hanya memperhatikan anak-anak di depannya dengan sangat malas.

Karena barusan dirinya sudah terkena tipu daya dengan asap yang mengepul tebal dari arah desanya, dirinya sekarang menjadi sedikit malas berinteraksi dengan warga desanya tersebut.

Dari depan pintu desa sini, Zhong Li bisa melihat jika beberapa orang di desa ini, tampaknya sedang membuat olahan makanan dengan api unggun yang telah di siapkan tepat di depan rumah kepala desa. ‘Itu yang membuatku tertipu tadi ya! Dasar tetangga makhluk sialan.’

Zhong Li menghela napasnya pelan sebelum akhirnya menjawab beberapa anak kecil yang menghadangnya itu. “Jadi ada apa ini?” Zhong Li menjawabnya dengan singkat, berusaha untuk tidak membuat tubuhnya bertambah lelah.

“Apa kau ingin ku bunuh!” Anak kecil yang tampaknya menjadi pemimpin itu menjawabnya dengan tatapan yang mengerikan.

‘Niat membunuh? Ah begitu ya! hanya karena sudah pernah membunuh hewan ternak saja dia bisa menggunakannya, benar-benar sangat hebat.’ Zhong Li masih bisa tenang dengan situasinya saat ini, tidak lama setelah itu dirinya kembali membalasnya.

“Hah? Sebenarnya ada apa ini, aku tidak merasa jika pernah membuat kesalahan dengan kalian. Kenapa kalian malah ingin membunuh ku.” Zhong Li berpikir jika anak-anak yang ada di depannya lah yang membuat kesalahan, yang sudah sangat jelas menyangkutkan dirinya.

“Bukankah kemarin sudah ku bilang untuk tidak mendekatinya! Kenapa kau masih mendekatinya barusan.” Anak itu mulai mendekat ke Zhong Li, menatapnya dengan rendah berusaha untuk membuatnya takut.

Zhong Li sadar jika anak itu lebih tinggi darinya, dia juga mulai mendekat ke arahnya. ‘Anak ini? apakah dia sudah berumur 9 tahun?’ Zhong Li bisa menyimpulkan dari tinggi anak tersebut. ‘Kalau di ingat-ingat, bukan kah dia sangat mencintai kak Yueyue ya, ah jadi seperti itu ya.’

“Maaf aku tidak mendekatinya, sedari tadi kami tidak bermain bersama… dia bersama You Fan sedang aku hanya sendirian di dalam hutan.” Zhong Li melewati mereka semua dengan memutar jalan, kemudian setelah itu dirinya baru mulai masuk ke dalam desa.

“Sampai jumpa! Aku ingin makan dulu.” Zhong Li bisa melihat jika hari sudah mulai gelap, jadi dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

“Hei! kata siapa kau boleh pergi?” Anak itu sepertinya tidak menyerah untuk bisa membuat alasan agar dirinya bisa memukul Zhong Li seperti kemarin.

‘Situasi ini terasa sangat tidak asing.’ Zhong Li merasakan hal yang sama seperti saat dirinya belum terjun ke jurang neraka.

“Huh! Sebenarnya apa yang kau mau, kau tahu aku sudah sangat lelah untuk melanjutkan pembicaraan dengan mu, ini sangat tidak berguna ini.” Zhong Li sedikit melirik anak yang terus menahannya untuk pergi, dirinya melihat jika anak itu merapatkan giginya karena merasa di permalukan oleh Zhong Li.

“Benar-benar! Begitu baru benar!” You Fan tampak muncul dari arah desa dengan di temani oleh perempuan yang cantik jelita berada di sampingnya. “Hehehe! Begini baru Zhong Li temanku!”

You Fan tampak mendahului perempuan yang ada di sampingnya itu, menuju ke arah Zhong Li seperti anak anjing yang sudah tidak lama bertemu dengan majikannya. “Itu benar-benar mirip.”

You Fan menepuk berkali-kali bahu Zhong Li tapi itu terhenti karena, mendengar Zhong Li bergumam. “Apanya yang mirip?”

“Ah? Tidak! Aku hanya berpikir jika dirimu sangat mirip dengan ayahmu! Itu saja tidak lebih.” Zhong Li kembali melanjutkan berjalan ke arah rumah kepala desa, yang tidak lain adalah rumah sementaranya.

“Hei, apakah kau tidak menganggap ku ada di sini?” Xinyue merasa kesal karena di anggap tidak ada oleh Zhong Li dan You Fan.

Zhong Li sedikit merasa sedih saat melihat perempuan itu ada di depannya. ‘Di saat desa ini di serang, dia akan mati.’

Zhong Li berpikir sebentar, ia memikirkan kata-kata yang cocok untuk menyapa perempuan itu. “Kak Yueyue sampai jumpa besok, aku akan pulang dulu.”

“Oi tunggu! Kenapa sikapmu berubah menjadi seperti ini!” Xinyue merasa sangat resah saat Zhong Li sekarang sudah berubah. “Bukannya kau biasanya hanya anak pengecut yang suka menangis tapi tetap manis dan imut bisa berubah sedingin ini!”

“Aku tidak terima ini, tolong Langit kembalikan Zhong Li ku yang dulu!”

“Bukankah pemikiran mu itu sudah sangat berlebihan, lagi pula ini sudah petang jadi apa salahnya aku pulang ke rumah.” Zhong Li mengingat jika dirinya dulu memanglah anak yang seperti itu. “Tunggu apa yang membuatku terlihat manis? Bukan kah itu lebih ke arah menjijikkan.”

“Hah menjijikkan? Siapa yang berani mengatakan jika kamu adalah anak kecil yang menjijikkan, biar aku saja yang membunuhnya.” Mata Xinyue di penuhi dengan api membara.

‘Apa-apaan dia ini? aku sudah tahu soal bakatnya yang sangat cocok untuk menjadi seorang Alchemist, mengingat Unsur Jiwa Api dan Kayu. Tapi aku melupakan sifatnya yang seperti anak kecil, tidak dia memang masihlah anak kecil!’

“Sudah lah lupakan saja! apa kau tidak menyapa mereka.” Zhong Li menunjuk anak yang tadi menghalangi jalannya.

“Tunggu Zhong Li, mereka sudah lari ke arah sana! Tidak sudah di pedulikan lagi.” You Fan menyahut, membenarkan kenyataan jika mereka semua sudah menghilang.

“Oh, sepertinya itu memang benar…yah lupakan saja! aku sudah leah dengan ini semua, aku ingin segera mandi.” Zhong Li kembali berjalan, ia menyusuri jalanan desa itu dengan pelan menikmati suasana ramai untuk kedua kalinya.

You Fan dan Xinyue menyusulnya dengan cepat, mereka bertiga kini bersama-sama menyusuri jalanan dengan pelan, terkadang dalam perjalanan ada yang menyambut mereka dengan ramah, terkadang mereka lah yang ganti menyapa.

“Hei Zhong Li! Apa kau tidak ikut makan malam bersama?”

“Hmm? Makan malam bersama, mungkin aku akan ikut nanti setelah mandi.”

“Aku akan menunggu mu jadi cepatlah.”

“Hei bukan kau saja yang menunggu, aku juga menunggu! Jadi cepatlah.”

1
Jumadi 0707
yng dimaksud pria paruh baya itu umur brp ada jenggot dah putih n masa umurnya 50 an setidaknya 70 an lah Thor jelasin aja Thor peria tua
Jumadi 0707
maksud bertempur gk tau maunya dan bertele2 gk ngerti
alexander
bagus ceritanya
Muhamad Rizki
GT
Dzikir Ari
Kenapa jadi berbeli Belit kata katanya
Dzikir Ari
Alur mulai tertata dan selanjutnya jangan membosankan Tor, ini sekedar masukan...🙏
Dzikir Ari
Gimana kok Alurnya mbulet tor
Dzikir Ari
jalan ceritanya cukup menarik tapi terlalu bertele tele Tor
Dzikir Ari
Lanjutkan Tor
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Coba mampir, moga Alurnya tidak bikin bosan Tor 🙏
Haryanto Sendtot
lanjut
Haryanto Sendtot
mna up nya lgi
Abdullah
update ya
Djambar Barmo
Alur cerita tidak mengalir,beberapa bab isinya tidak berhubungan, kalau bercerita harusnya terstruktur
Ahmad Tavip
remove aja cerita ini
Ahmad Tavip
bertele tele
Suyatno Saban
lanjutkan
Idk!
bagus ceritanya, lanjutkan
de wek
baru nemu malam ini di beranda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!