NovelToon NovelToon
Om Bian!

Om Bian!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Icha Annisa Amanda

"Zee, kalau Zee udah besar nanti. Zee nikahnya sama Kak Bian, ya?" ucap Albian pada bayi mungil yang ada di dalam pangkuan sang Ibu. Seolah mengerti maksud Bian. Zeeviana kecil pun tersenyum, sambil menggerakkan tangganya. Mencoba untuk menyentuh wajah tampan Albian yang menatap ke arahnya.

"Janji, ya?" Bian memberikan jari kelingkingnya, dan Zeeviana menggenggamnya, dengan genggaman yang begitu erat.

× × ×

"Aku tidak menyangka, kalau aku benar-benar jatuh cinta padanya!"

- Zeeviana.

"Aku akan melakukan apapun yang membuatnya bahagia. Tidak akan memaksa jika dia tidak ingin menepati janjinya!"

- Albian Wijaya Saputra.

× × ×

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Bian

...💙 Episode - 26 💙...

Tok ... Tok ... Tok ...

Bian mengentuk pintu ruang setrika. Jam masih menunjukkan pukul empat lebih empat puluh lima menit. Jam kerja Zeeviana masih tersisa lima belas menit lagi. Bian harus memanfaatkan waktu lima belas menit ini dengan sebaik-baik mungkin!

Zeeviana membuka pintu ruangan. Wajah gadis itu bahkan langsung memerah ketika melihat Bian berdiri di depannya. Batinnya terus memberi intruksi pada sang jantung agar tidak berdebar saat melihat wajah tampan Bian.

Namun sial, pesona wajah tampan Bian terlalu kuat untuk ditolak oleh jantung Zeeviana. Dia tetap saja berdebar, seolah melihat jodohnya yang datang melamar.

"Ada yang bisa saya lakukan untuk Anda, Tuan?" tanya Zeeviana karena Bian malah bengong menatap dirinya.

"Bagaimana dengan keningmu? Apakah sudah tidak sakit lagi?" Bian malah bertanya tentang kening Zeeviana. Bukannya menjawab pertanyaan dari gadis itu!

"Sudah lebih baik, Tuan." Zeeviana tertunduk dalam. Sungguh, keningnya sudah lebih baik sekarang. Apalagi setelah mendapatkan obat tambahan spesial dari Bian. Hehehe.

"Coba kuperiksa!" Bian melangkah mendekati Zeeviana. Namun Zeeviana malah melangkah mundur menjauhi Bian.

"Sungguh, Tuan. Kening saya sudah sembuh sekarang!" Lirih Zeeviana. Jangan sampai Bian menyentuh kening Zeeviana lagi. Bisa-bisa, benteng pertahan Zeeviana yang goyah nanti.

"Aku hanya ingin memeriksa saja, Zee! Aku janji!" Bian menarik kursi lalu meminta Zeeviana untuk duduk.

"Ini perintah!" Imbuh Bian dengan mata yang melotot pada Zeeviana. Gadis itu pun mengalah dan duduk di kursi sesuai perintah sang Tuan Rumah.

"Lumayan, benjolannya sudah mengecil," ujar Bian sambil menatap kening Zeeviana cukup lama. Karena sudah berjanji, Bian pun mengurungkan niatnya untuk memberi obat tambahan lagi.

"Maafkan aku, Zee. Ini salahku, keningmu sampai benjol seperti ini karena ulahku. Maafkan aku," lirih Bian. Pria itu benar-benar lemah jika sudah menyangkut masalah Zeeviana, gadis yang amat sangat dicintainya.

"Tidak, Tuan. Ini bukan salah Anda. Apa yang terjadi tadi sudah bagian dari takdir. Dan setiap apapun yang terjadi di atas bumi ini, pasti atas kehendak dan kuasa Tuhan. Jadi, Anda tidak perlu meminta maaf lagi. Saya sudah memaafkan Anda, dan Anda juga sudah bertangung jawab dengan mengobati kening saya," jawab Zeeviana tersenyum.

'Kenapa kamu bisa berkata seperti ini, Zee. Kamu, kamu membuatku semakin jatuh cinta pada dirimu. Kamu seolah menantangku berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkanmu. Dan kamu, kamu seolah membuktikan pada diriku. Kalau kamu memang gadis yang sangat pantas untuk dicintai oleh semua pria. Kamu baik hati, kamu cantik, dan kamu juga tidak manja seperti kebanyakan wanita di luar sana. Kamu pantas untuk dicintai dan kamu pantas untuk bahagia, Zee,' Batin Bian sambil menatap wajah Zeeviana tanpa berkedip.

"Zee?" Panggil pria itu setelah puas menatap wajah Zeeviana. Sementara Zeeviana hanya bisa menahan napas dan juga mengontrol jantungnya agar tidak loncat dari tempat bertugasnya.

"Besok, aku akan pergi membeli sesuatu untuk gadis kecilku. Apakah kamu mau menemaniku, Zee?" tanya Bian dengan mata yang berbinar penuh harap pada Zeeviana. Tatapan seperti itu membuat Zeeviana teringat pada Teng. Pria itu selalu menatap Zeeviana dengan binar yang sama.

"Di luar jam kerjaku atau ...,"

"Di luar jam kerja! Aku ingin kita pergi sebagai teman. Bukan sebagai Tuan dan pekerja seperti saat ini!" Sela Bian.

'Aku benci saat seperti ini, Zee!' Imbuh batin pria itu.

"Baiklah, saya akan menemani Anda besok. Tapi setelah saya meminta izin terlebih dahulu pada Ibu saya. Baru saya bisa pergi dengan Anda. Di luar jam kerja dan sebagai teman Anda!"

"Baiklah, aku yakin, Ibu akan memberi izin padamu!" ujar Bian seolah dia tahu bahwa Ayunda sudah mengetahui siapa dirinya.

'Kenapa Anda bisa seyakin itu, Tuan Bian?' Batin Zeeviana.

Bian pun keluar dari ruang setrika, diikuti oleh Zeeviana yang hendak pulang juga.

"Apakah aku tidak boleh mengantar temanku pulang, Zee?" tanya Bian. Ia berharap bisa mengantar Zeeviana pulang dan memastikan Zeeviana aman saat di jalan.

"Jangan, Tuan. Ini demi kebaikan Anda juga. Saya tidak ingin nama baik Tuan Bian ternodai nanti," tolak Zeeviana dengan tersenyum meyakinkan.

"Memang kenapa, Zee? Aku kan hanya mengantarmu pulang? Kamu temanku, apakah ada yang salah dengan itu?" Protes Bian.

"Tidak ada yang salah, Tuan. Hanya saja pandangan orang yang salah menilai hubungan kita. Saya tidak ingin ada masalah besar nanti. Saya mohon Tuan Bian mengerti!" Tegas Zeeviana. 

Bian pun menghela napasnya. Mengalah adalah jalan satu-satunya sekarang. Demi kenyamanan Zeeviana.

"Saya pamit, Tuan!"

"Hati-hati di jalan, Zee!" Lirih Bian yang hanya bisa terdiam di saat dirinya berharap bisa selalu ada untuk Zeeviana. Melindungi dan menyayangi Zeeviana dengan segenap raga dan jiwanya. Namun untuk saat ini, semuanya hanyalah sebuah harapan yang sedang Bian perjuangan untuk mewujudkannya.

Semoga Takdir berpihak pada Bian. Semoga Takdir yang tertulis untuk Bian adalah Zeeviana. Dan semoga Bian jugalah Takdir yang Tuhan tuliskan untuk mendampingi Zeeviana seumur hidupnya. Semoga saja.

1
Atik Marwati
semoga bisa bersama
Atik Marwati
morgan
Atik Marwati
kasigan teng... semoga lekas ketemu dg jodoh terbaikmu ya teng
juhaina R💫💫
pasti mau lama lama dekat Zee kan 🤭
ChaManda: Bian : /Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
juhaina R💫💫
wkwkw enak saja nyuruh nyurih, cinta bukan karna disuruh suruh🤣
Atik Marwati
Morgan terbaik🥰🥰🥰🥰
ChaManda: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Atik Marwati
sabar ya Zee.. semua akan indah pada waktunya...
Atik Marwati
aq selalu like thor...
ChaManda: terimakasih kakak 🤍
total 1 replies
juhaina R💫💫
duuhhh beraninya y megang² 😂
juhaina R💫💫
wahhhh selisih berapa sih usia zeeviana??
jdi om Mateng inikah yg akan jdi pendamping omom.
juhaina R💫💫
wkwwkk aku lanjut penasaran ah cubit author oyh🤏🤭
ChaManda: selamat datang kakk, semoga suka yaaa💙
total 1 replies
Atik Marwati
semoga niatnya tulus
Atik Marwati
Sandra belum kena batunya jadi belum kapok ...
Atik Marwati
bian beli cicin buat kamu zee
Atik Marwati
🤔🤔🤔🤔
Atik Marwati
aamiin...
Atik Marwati
waduh... bian 😅😅
Atik Marwati
teng... semoga kamu bahagia bertemu dengan orang yg juga mencintai kamu...
Atik Marwati
kok ga beli makanan tadi Zee kasihan kan
Atik Marwati
hhhh... kamu lucu Zee
tapi benar jangan tatap matanya takutnya kena hipnotis ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!