NovelToon NovelToon
Sejuta Cinta Dari Suami

Sejuta Cinta Dari Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:102.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tinayuni

Pernikahan adalah hal yang diinginkan banyak orang, sayangnya pernikahan Aina Putri Arman tak semulus seperti yang di harapkan sebelumnya.
Calon suaminya tidak datang dan akhirnya, Davian Kin Sanjaya menggantikan posisi calon suami Aina di pelaminan.

Adakah sesuatu yang membuat calon suami Aina tidak hadir dalam pernikahannya sendiri?

Lalu bagaimana kehidupan rumah tangan Davian dan Aina selanjutnya?

Sekuel dari Takdir Janda Muda.

Ini adalah cerita hiburan semata, semoga suka😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Luapan Amarah

Pagi ini tidak terlalu cerah, bahkan mendung hitam mulai berarak menutupi sinar mentari yang hanya bersinar sekenanya.

Masih dalam kondisi yang hampir sama dengan kemarin, Alee menatap nanar pada langit yang hendak menumpahkan air yang dikandungnya. Tangannya terlipat dan tak peduli dengan sekitar.

Pikirannya terus dihiasi ucapan Aina yang telah sukses membuatnya tersentak tak berdaya. Dia berkata dengan penuh keyakinan bahwasannya ia meninggalkan dirinya dan memutuskan memilih bersama pria yang baru dikenalnya yang sekarang berstatus suaminya itu.

Seakan tersambar petir di siang hari, gemuruh di hati Alee membuat dirinya emosi dan tak bisa menahan diri untuk menumpahkan apa yang mengganjal di hati.

Ia memegang tangan Aina, memintanya untuk tidak meninggalkan dirinya barang sedetikpun, mengingatkan pada wanita itu akan kenangan yang telah lama mereka jalani berdua.

Lantas apakah Aina menerima kisah tersebut? Iya, dia menerima, namun berakhir dengan gelengan kepala, memegang teguh pilihan hatinya dan meyakinkan bahwa ia memilih Davian sebagai pendamping hidupnya.

Dalam artian kasar, Alee tersingkir saat kerinduannya memuncak hingga ubun-ubun.

"Arrrggghhh!" tangan kanannya mengepal dan meninju pilar di sebelahnya hingga mengucur cairan berwarna merah, membuat Yama tersentak dan segera berlari mendekati Alee.

"Tenanglah, please. Emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah!"

Dada Alee naik turun menahan amarah, matanya merah menahan tangis dan rasa kesal yang memuncak.

"Duduklah! Aluna akan segera kemari. Aku akan mengobati lukamu!" tangan Yama menuntun tubuh Alee ke kursi, namun belum sampai di kursi Alee sudah menepis tangan Yama dengan kasar.

"Pergilah! Aku bisa menjaga diriku sendiri!" ia menjatuhkan tubuhnya di kursi dengan kasar kemudian memegang kepalanya yang seakan berdenyut.

Yama seakan ikut merasakan apa yang dirasakan Alee saat ini, walau dirinya baru saja tahu kisah Alee Aina dari Aluna kemarin.

Aluna memintanya untuk menemani Alee hingga dirinya kembali menemui mereka. Yama tidak keberatan, karena dia juga tidak memiliki kegiatan di akhir minggu seperti ini.

Gerimis mulai berjatuhan membasahi tanah kering dan menghasilkan bau yang begitu khas.

Alee memejamkan matanya dan mengingat saat ia pernah bersama dengan Aina di suasana yang seperti ini.

Gadis itu tertawa di tengah kilatan petir yang menyambar bumi, seakan keadaan itu tak mengusiknya sama sekali. Berdampingan dengan Alee membuatnya melupakan masalah-masalah yang telah ia alami, hingga sampai detik ini, Alee masih melihat jelas tawa indah Aina yang perempuan itu suguhkan padanya. Benar-benar saat yang ia harapkan akan selalu ada di setiap kehidupannya.

Yama mendekati Alee dan membiarkan pria itu menyendiri dalam lamunannya hingga akhirnya Aluna datang dengan tubuh yang basah kuyup karena air hujan.

"Kenapa kau hujan-hujan?" kata Yama sembari berdiri menyambut kedatangan Aluna.

"Tidak apa," tatapannya jatuh pada Alee yang masih memejamkan mata tanpa melihat kedatangannya. Kemudian tak sengaja ia melihat darah yang mengalir jatuh pada jari-jari Alee membuatnya terkejut dan mendekatinya.

"Al, kenapa dengan tanganmu?"

Pria itu membuka mata dan melihat Aluna yang memasang wajah panik." Ini tak sesakit hatiku, aku tidak apa-apa!" kembali ia memejamkan mata mengabaikan Aluna.

"Luna, kau duduk saja dulu, aku akan buatkan teh hangat untukmu!"

Aluna mengangguk dan membiarkan Yama masuk ke dalam rumah.

Dengan sigap Aluna membuka resleting tasnya dan mengambil sapu tangan di dalamnya." Aku tahu, tapi izinkan aku mengobati lukamu!"

Aluna menuangkan air mineral yang ia bawa ke permukaan sapu tangan, kemudian mengelap luka di tangan Alee. Pelan, Aluna melirik wajah Alee berharap ada ekspresi kesakitan di sana.

Ia tersenyum simpul menampik harapannya yang hanya akan menjadi harapan semata. Wajah Alee datar seakan ia tak peduli luka menganga di bagian tubuhnya, menandakan bahwa luka dihatinya saat ini lebih menyakitkan dari apapun.

Aluna sudah selesai membalut luka Alee dengan sapu tangannya, kemudian ia berdiri dan duduk di sebelah Alee.

"Maaf karena aku sudah menutupi kenyataan bahwa Aina sudah menjadi istri sah kakakku sekarang. Itu karena aku tidak ingin kau menjadi seperti ini,"

"Aku tahu maksudmu!" pungkas Alee cepat.

"Hmmm, lalu apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku?"

Pertanyaan yang diajukan Aluna membuat Alee membuka mata dan menatapnya.

"Kembalikan Aina padaku!" tatapan Alee tajam menatap Aluna.

"Itu tidak mungkin Al,"

"Mungkin jika kau mau membujuk suami Aina itu untuk menceraikan Aina. Aku yakin Aina tidak bahagia bersamanya!" seru Alee dengan dada naik turun.

Mulut Aluna terbuka namun tiada kata yang keluar dari sana, hanya tatapan tidak percaya yang bisa ia perlihatkan.

"Hanya itu yang aku inginkan!" kata Alee kemudian sebelum ia melempar sapu tangan Aluna hingga ter campakkan di atas lantai.

Alee berdiri dan mendekati pilar. Tempias air hujan mengenai sebagian tubuhnya.

Tangan Aluna terulur memungut sapu tangannya di lantai.

"Siapa yang tahu jika aku dan juga kakakku akan terseret dalam kisah kalian?" langkahnya terhenti saat dirinya sudah sejajar dengan Alee. Matanya memandang hujan dan menghirup aroma Petrichor yang menari di depan hidung.

"Terutama kakakku," ucapnya lagi.

"Apa yang membuatmu kesulitan meminta kakakmu pisah dengan Aina?"

"Itu," Aluna menunduk." Mereka sudah sah menjadi suami istri, lantas apa aku dengan bodohnya meminta mereka berpisah? Itu tidak mungkin!"

"Apa mereka saling mencintai?"

Deg. Pertanyaan Alee itu membuat Aluna tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi. Posisinya saat ini adalah dia mengetahui bahwa kakaknya mencintai istrinya, walaupun rasa cinta itu baru saja muncul setelah menjalani kehidupan suami istri selama lima bulan.

Kedua tangan Alee mendarat pada bahu Aluna dan menggoyangkan nya kencang.

"Katakan! Apa kakakmu mencintai Aina?"

Dengan cepat Aluna menepis kedua tangan Alee," Mereka pantas saling mencintai karena mereka sudah sah menjadi suami istri. Pernikahan itu ikatan suci, kau tidak boleh merusaknya Al!"

"Sudah jelas jika kakakmu menginginkan Aina. Bisa jadi dialah dalang di balik pernikahanku yang gagal!"

"Itu tidak benar!" elak Aluna menepis pemikiran buruk Alee pada Davian.

"Itu memang rencananya. Kakakmu punya segalanya. Dia bisa melakukan apa saja demi mendapatkan wanita yang dia sukai,"

Aluna memicingkan mata," Itu tidak benar. Kakakku bukan pria rendah seperti yang kau tuduhkan Al. Jaga bicaramu!" ucap Aluna geram.

"Cih, lelaki kaya mana yang tidak suka menindas orang miskin!"

Dengan tegas Luna menarik lengan Alee hingga pria itu menghadapnya." Aku menyesal telah membantumu, bahkan mengenalku aku sudah tidak sudi! Ingat," Aluna menunjuk wajah Alee dengan telunjuknya." Aku percaya kakakku tak sehina itu Al, aku harap suatu saat nanti kau akan bersimpuh di bawah kaki kakakku dan menarik ucapanmu kembali!"

Akiyama yang sedari tadi melihat pertengkaran keduanya hanya bisa bersiap andaikan saja Alee melayangkan tangannya menyakiti Aluna. Dan sekarang, gadis itu telah kembali menerobos derasnya air hujan tanpa peduli tubuhnya sudah menggigil sejak tadi.

"Cari tahu dulu sebelum kau berucap bro, jaga mulutmu! Marah silakan, tapi kau jangan menuduh orang sembarangan sebelum kau memiliki bukti yang akurat!" Yama mendorong bahu sebelah Alee kemudian pergi menyusul Aluna melewati tirai air hujan yang seakan tak ada celahnya.

1
Indrayani setiadi
tokoh utama wanita Aina menyebalkan dan keras kepala
untuk penjahatnya tidak di hukum
jd kurang gereget dan kurang puas endingnya..
Nurmiati Aruan
lama-lama nyebelin si Aina ini
Jade Meamoure
author berhasil membuat tokoh wanita yg paling menyebalkan 🤣🤣🤣 kalo d dunia nyata dah d mutilasi ini 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
bodoh eh
ega cempluk
Aina ni ngeyel di bilangin
Devi Ratna Sari
penasaran
Devi Ratna Sari
suka😍😍😍😍
🔵🌼⃝⭕Tunik
kereeeeeeen
fiona azzahra
mampir.....
Rozh
💓
Onih Sumarni
mau dong punya suami kya davian
Onih Sumarni
jangan jangan nanti alle jatuh cinta sama aluna
Onih Sumarni
davian sabar banget
Bly_mput
FIKS HARUS SEASON 2 AKU GAK NGEH AGAK KURANG PAHAM
budiarti halim
ko ceritanya mikin jengkel
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
semangat mom cz 😍😍
Darah Biru (Bangsawan)
mantap kak ❤️ semongko~
Cahyaning Wulan
serius tamatnya begini doank ???
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: serius kak, kalo kepanjangan jadi ruwet nanti🤭🙏 makasih sudah setia baca Aina Davian 😊
total 1 replies
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
TAMAT KAHHH
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: iya nut
total 1 replies
Onih Sumarni
aku mampir thor
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: makasih kak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!