NovelToon NovelToon
Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:792.5k
Nilai: 5
Nama Author: Restviani

Tahap Revisi

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang telah terluka akan cinta, sehingga dia sudah tidak pernah percaya akan adanya cinta. Kehidupannya hancur tak bersisa atas nama cinta.

Namun di sisi lain, ada seorang pemuda tampan, kaya tapi dingin yang terus berjuang untuk memberikan keyakinan terhadap gadis tersebut akan adanya sebuah ketulusan dalam cinta.

Berbagai upaya dia lakukan untuk bisa menyembuhkan luka hati sang gadis. Dan disaat luka itu mulai mengering, tiba-tiba datang laki-laki dari masa lalunya dengan keadaan yang membuat iba hati sang gadis.

Sadar akan kuatnya cinta pertama, pemuda itu berusaha melepaskan cintanya.

Akankah sang gadis tetap bersamanya, atau kembali kepada cinta pertamanya...??

Happy reading ya...
semoga suka sama ceritanya
my first novel
salam kenal restviani...🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali untuk Melenyapkan

Assalamualaikum readers....

Mohon maaf atas keterlambatannya, karena senin sampai sabtu waktu author untuk melaksanakan tugas negara dulu...

Happy weekend, semoga cerita ini bisa menemani liburnya para readers...

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Tiba-tiba, tubuh Ajay bergetar hebat saat mencapai puncak kenikmatan surga dunianya. Ajay tersenyum puas, dia pun merebahkan dirinya di atas tubuh Kyara. Cukup lama Ajay terlentang seperti itu, hingga Kyara merasakan sesak di dadanya.

"Han....engap... bangunlah !" pinta Kyara.

Ajay mendongak. Senyuman sinis terukir di bibirnya, "Sebentar lagi sayang...." jawabnya malas.

Hening sejenak. Kyara masih mencoba untuk bersabar. Dia mengelus rambut Ajay penuh rasa cinta. "Han, aku tidak bisa bernapas... Bisa-bisa aku mati, he...he..he.." gurau Kyara sambil mencoba mendorong tubuh Ajay.

"Tenanglah Kya, kamu tidak akan mati, karena tujuanku bukanlah itu...." jawab Ajay, dingin.

Bulu kuduk Kyara merinding mendengar jawaban Ajay. Ada apa denganmu Han...? Kenapa aku merasa aneh dan takut akan ucapanmu...? batin Kyara.

Kembali dia berusaha mendorong tubuh Ajay dengan tangannya. Beban tubuh Ajay terasa berat di perutnya, dan itu membuat Kyara merasa khawatir akan keselamatan janin yang berada dalam kandungannya. "A...apa maksud kamu Han...?" tanya Kyara, mencoba untuk tidak terlihat cemas. Meskipun tak bisa dipungkiri kalau hatinya merasa takut....

Ajay bangun, kemudian salah satu kakinya menumpu pada perut Kyara. "Tujuanku ini, Kya...!" setelah itu dia menekan tumpuan kakinya dengan sangat kuat.

"Aww....sa...sakit Han...!" Kyara menahan diri untuk tidak berteriak. Dia merasa takut, jika dia berteriak, hal itu akan mengundang penghuni kost yang lainnya untuk datang kemari. Kyara merintih pelan.... dengan napas yang masih tersengal menahan rasa sakit, dia mencoba melepaskan tumpuan kaki Ajay dari perutnya dengan tangan kecilnya. "Ja...jangan Han...heh..heh...kau...heh..kau..bi..bisa..."

Ajay memotong kalimat Kyara, "Bisa apa Kya...? Membunuhnya...?! Membunuh anak kita...!!" jawab Ajay dingin tanpa ekspresi.

Kyara terkejut, "Da...dari..mana...heh...heh..kau..ta..hu..aarhh...?!" masih dengan napas tersengal-sengal, Kyara bertanya kepada Ajay. Dia semakin cemas melihat seringai jahat di wajah Ajay.

"Ah Kya....itu tidak penting ! Sekarang, aku minta kamu gugurkan anak itu Kya...!" pinta Ajay.

"Ti... tidak...aku...aku tidak mau...!" sekuat tenaga Kyara memberontak, mencoba melepaskan dirinya dari tumpuan kaki Ajay.

"Gugurkan Kya ! Atau aku yang terpaksa menggugurkannya...!" bentak Ajay.

Kyara menggelengkan kepalanya. Detik selanjutnya, Ajay memegang kedua tangan Kyara, menariknya ke atas, kemudian menekannya ke belakang dengan satu tangannya. Sementara tangan yang satunya lagi meraih botol-botol kecil yang dia sembunyikan di bawah bantal tadi. Dengan menggunakan mulutnya, dia membuka tutup-tutup botol tersebut. "Buka mulutnya Kya...!" perintah Ajay.

Kembali Kyara menggelengkan kepalanya, menutup rapat bibirnya. Dia benar-benar merasa takut dan khawatir akan keselamatan janin yang dikandungnya.

Ajay tidak kehilangan akal, dia menggigit bibir bawah Kyara dengan kuat.

"Aww...!" Kyara menjerit.

Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Ajay. Tangan yang tadinya menekan kedua tangan Kyara, kini beralih ke rahang Kyara, menekannya dengan kuat. Sehingga mulut Kyara terbuka. Dengan paksa, Ajay memasukkan cairan dari botol-botol tersebut dan memaksa Kyara untuk menelannya.

Sejenak, Kyara menahan cairan tersebut di mulutnya. Namun, lama-kelamaan dia merasa tidak kuat lagi untuk menahan cairan itu di dalam rongga mulutnya, karena Ajay terus menekan rahang Kyara sambil menengadahkan dengan paksa wajah Kyara. Dan pada akhirnya cairan itu pun menerobos bebas, masuk ke dalam tenggorokannya. Kyara benar-benar lemas, dia sudah tidak punya kekuatan lagi untuk memberontak.

Kyara menatap Ajay dengan tatapan dingin. Sungguh dia tidak pernah menyangka jika orang yang sangat dicintainya, tega berbuat keji seperti ini. Kyara hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi saat ini.

Ajay bangkit setelah merasakan tak ada lagi perlawanan dari Kyara. "Ah Kya... seandainya saja kamu mau menuruti keinginanku, aku tidak akan berbuat sekasar ini padamu...." ujar Ajay seraya mengelus wajah Kyara.

Kyara menepiskan tangan Ajay pelan, dia telah kehilangan kekuatannya..."Per...per..gi..ka..mu..!" ucap Kyara terbata-bata. Dia sudah tak sanggup lagi untuk berhadapan dengan lelaki biadab ini.

"Tenang sayang, aku pasti akan pergi....pergi jauh, jauuuh sekali darimu.... sampai kau pun tak akan pernah bisa menemuiku...!" jawab Ajay sambil kembali mengenakan pakaiannya.

Kyara hanya bisa diam terpaku, hatinya sudah dipenuhi oleh kebencian terhadap lelaki di hadapannya.

"Oh iya Kya, ini kunci kamar kost kamu !" Ajay melemparkan kunci duplikat kamar Kyara ke arah Kyara. "Kalau kamu mau, kamu bisa memberikannya pada Aaron, aku sudah tidak membutuhkannya lagi ! Ngomong-ngomong, aku lihat, sepertinya Aaron sangat mencintaimu Kya..., sampai dia tega memutuskan persahabatan kita hanya karena kamu ! Ahh.... Aaron yang malang...ha..ha..ha.." Ajay tertawa keras, kemudian beranjak pergi. Namun, sepertinya dia teringat sesuatu, "Ups... sampai lupa !" Ajay berhenti sejenak di depan pintu kamar. "Di ruang tamu ada beberapa bungkus makanan Kya...., kamu bisa memakannya, untuk memulihkan kembali tenagamu yang terkuras habis karena melayaniku... ha...ha....ha..." Ajay tertawa keras, kemudian berlalu begitu saja, meninggalkan Kyara yang masih diam tak bergeming di atas kasur.

Seperti biasa, Kyara duduk menekuk lututnya, kembali menggoyangkan tubuhnya. Kyara hanya bisa menjerit dalam hati. Merutuki kebodohannya yang begitu mudah percaya akan sikap dan tangis Ajay.... penyesalan yang ternyata hanya sebuah tipu muslihat Ajay untuk mencapai tujuannya. Ya Tuhan.... jadi dia kembali hanya untuk melenyapkan anakku...batin Kyara.

****

Tiba di pintu gerbang, Ajay kembali bertemu dengan mang Cecep yang sedang merokok sambil mendengarkan radionya.

"Loh... cep Ajay sudah mau pulang...?" tanya mang Cecep saat melihat Ajay tiba di pos penjagaan tempatnya bertugas.

"Iya mang.... sepertinya saya sudah agak fresh sekarang..." jawab Ajay, santai.

"Oh syukurlah..., memang berapa lama lagi perjalanannya, masih jauh ya...?" tanya mang Cecep.

"Ya lumayan lah mang, sekitar dua jam lagi." jawab Ajay.

"Oh... cukup jauh juga ya cep...?" kembali mang Cecep bertanya.

"Ya lumayan sih mang...!" jawab Ajay cepat, merasa tak sabar hendak pergi.

"Kalau begitu, selamat menempuh perjalanan kembali cep...! Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan...! Terima kasih atas rokok dan kuenya."

"Iya, sama-sama, makasih mang, do'anya.." jawab Ajay. Dan dia pun berlalu dengan senyum kemenangan terukir di bibirnya.

Bersambung...

Terima kasih untuk para readers yang sudah setia menunggu kelanjutan ceritanya.

Insyaallah, untuk hari ini author coba up tiga episode yaaa... sebagai penebus waktu yang lalu...🤭🤭

Jangan lupa, like, vote n komennya... author tunggu ya....bye...🙏🙏🙏

1
Pipin
astoge, Bagas. . pintunya tutup atuh ..😄
Pipin
Cerita yang sangat luar biasa. Bisa bikin emosi campur aduk
Pipin
malang sekali kyara
Pipin
Aaron baik ya, Thor. jangan-jangan suka sama kyara
Pipin
yang sabar ya kyara
Yuliana Purnomo
iiishh siapa yg ditabrak anti??? elang diculik siapa??? author bikin penasaran,,,,,
Yuliana Purnomo
hahahaha naahh looh Gas
Yuliana Purnomo
haredanggg
Yuliana Purnomo
iihh , dunia tak selebar daun kelor,, sekali ketemu dgn orang yg mencintai Kya,,Bagas bagas
Yuliana Purnomo
iiihh,,jgn dibikin meninggal dong Bagas Thor,,GK ikhlas aku
Yuliana Purnomo
emangnya Rachela meninggal? knp
Yuliana Purnomo
iihh siapa lah yg diintai bagas
Yuliana Purnomo
huuuhh kacau dehh, ditambah lagi sikap Diana yg kelewat egois
Yuliana Purnomo
salah juga Kya,, walau apapun alasannya menemui Ajay harusnya kamu ijin dgn suami mu,,huuuhh bener aja Bagas ngamuk
Yuliana Purnomo
yacch walaupun pernah disakiti sampe bgtu dalam,,tapi demi kemanusiaan tengok lah Ajay walaupun cuma sebentar
Yuliana Purnomo
hahahaha lupa nutup pintu ya tuan Bagas??
Yuliana Purnomo
kamu siih Bim,, gak tau si Ajay itu seperti apa?? jgn main salah in Bagas dong
Yuliana Purnomo
iihh,,bima gak ngikutin Mereka kah?? kalau penasaran
Yuliana Purnomo
hadeeeeh makin tebar pesona aja itu sekertaris
Yuliana Purnomo
malu malu tapi mau,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!