Menikah karena terjebak keadaan,
Seorang Presdir muda yang lama-lama jatuh cinta dengan asisten pribadinya yang semula menurutnya jelek dan kampungan.
Kini ia berubah menjadi seorang wanita cantik dan baik yang ada di matanya,
Dengan kebaikan hatinya membuatnya terpana,
Terlebih dengan senyuman manis lesung pipinya mebuatnya tergiur saat memandangnya.., membuatnya semakin manis dan menawan saat ia semakin di pandang.
Kepedulian wanita tersebut juga membuatnya semakin jatuh cinta,ia tega melukai dirinya sendiri hanya demi melindungi majikannya.
Tapi karena kekayaan yang begitu banyak yang di miliki oleh suaminya mebuatnya minder dan menahan rasa cintanya,
Anggara berusaha keras untuk membongkar isi hati istrinya,apa dia benar-benar mencintaiku atau tidak,
Namun dengan sisi lain Anggara mengatakan apa aku harus miskin supaya dia mencintaiku?,
Tapi apakah cintanya tetap bersatu walaupun suaminya memang sudah di takdirkan untuk kaya raya, tapi perasaan sungguh susah untuk di tahan...!
Apa kalian penasaran dengan cerita pertamaku?
Yuk tengok!, Jangan lupa dukungannya yah!..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagita chn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengetesan
Hari libur nasional, semua orang menghabiskan waktu di rumah.
Seperti biasa setiap kali libur ke kantor Anggara selalu rajin olahraga pagi.
Berbeda dengan Anisa, setiap hari libur iya selalu bingung mencari-cari pekerjaan. semua pelayan rumah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Anisa dengan senang hati membantu para pelayan bekerja.
"Rima aku saja yang menyapu halaman, kau lakukan pekerjaan yang lain"Anisa
"tapi Anisa ini bukan pekerjaanmu"Rima
"aku mohon aku saja yang melakukannya, aku lelah jika aku menganggur!"Anisa
"lelah, bukannya menganggur itu istirahat"Rima
"ya sudah, aku tanya kepadamu, pekerjaanmu banyak bukan?"Anisa
"ya tentu saja"Rima
"makanya,ini biar aku saja yang melakukannya"Anisa
"oke baiklah jika itu maumu"Rima meninggalkan Anisa dan melakukan pekerjaan yang lain.
Tuan Mahendra yang biasa duduk di depan teras atas, sambil menikmati kopi dan sarapan pagi dengan roti, iya selalu memperhatikan tingkah laku Anisa.
(dia sangat baik aku tertarik dengan gadis itu, apa aku nikahkan saja dia dengan Anggara,lagian dia yang setiap hari melayani Anggara kan, dia pasti sudah terbiasa dan akan menjadi istri yang terbaik buat Anggara,dia juga rela terluka demi Anggara, lagian aku tidak membutuhkan wanita yang banyak tingkah ataupun dari kalangan atas,aku hanya membutuhkan wanita yang baik dan pantas untuk Anggara) gerutu Mahendra
"Dila tolong panggilkan Anisa kemari"perintah Mahendra
"ya baik Tuan akan saya panggilkan Anisa sekarang"Dila langsung turun ke bawah untuk memanggil Anisa.
"Nis kamu dipanggil Tuhan Mahendra disuruh naik ke atas"Dila
"aku dipanggil Tuhan Mahendra naik ke atas,tumben kenapa ya?"Anisa
"entahlah aku juga tidak tahu nis,Dila
Anisa langsung naik ke atas menemui Tuan Mahendra.
"permisi tuan, apa Tuhan memanggil saya?"Anisa
"iya, apa kau sedang sibuk?" Mahendra
"oh tidak tuan, apakah anda memerlukan sesuatu"Anisa
"apa kau bisa memasak?"Mahendra
"ya tentu saja Tuan, insya Allah saya bisa memasak"Anisa
"oke baiklah, aku ingin kau memasak semua yang aku tulis di kertas ini!" Mahendra memberikan selembar kertas kepada Anisa.
Anisa lalu membacanya.
"baik Tuan,saya akan memasak semua yang anda tulis di kertas ini"Anisa
"baiklah Anisa, kamu boleh pergi sekarang!"Mahendra
"ya Tuan saya permisi"Anisa
(Tuan Mahendra kenapa ya, tumben menyuruhku memasak sebanyak ini, apa ada tamu yang akan datang) gerutu Anisa sambil menuruni tangga menuju dapur.
"pagi semua,apakah kalian sudah mulai memasak?" Anisa
"belum Anisa,baru saja kita mau mulai memasak"salah satu pelayan
"hari ini biar aku saja yang memasak semuanya"Anisa
"loh kenapa nis, ini kan bukan pekerjaanmu"Rima
"tapi Tuan Mahendra yang menyuruhku untuk memasak semua yang ada di sini" Anisa memperlihatkan kertas yang ada di tangannya.
"jadi tugas kalian membantuku membereskan peralatan nanti"Anisa
"tapi Anisa apakah sebanyak itu"Rima yang melihatnya.
"aku juga tidak tahu ini perintahnya, kalian cukup membantuku membereskan peralatan nanti!"Anisa
"iya Anisa baiklah, tapi jika kau capek bilang saja kepadaku"Rima
"iya Rima tenang saja"Anisa
Annisa langsung mengeluarkan semua sayur yang ada di dalam kulkas, kemudian mulai memasak sambel meracik masakan yang lain.
Anggara berlari pagi mengelilingi komplek,walaupun wajahnya yang penuh dengan keringat dia tetap terlihat sangat tampan, badannya yang ideal dan balutan jam tangan di lengan tangannya membuatnya semakin cool saat mengusap keringat di keningnya.
Siapa sih wanita yang tidak terpesona melihatnya, semua wanita yang berolahraga pun terus memandanginya, ditambah lagi sikap Anggara yang cuek dan diam membuat semua wanita semakin penasaran kepadanya.
"dia itu tampan sekali lah,aku dengar-dengar dia Presdir muda di perusahaan terbesar Denusa Aryan Putra, yang merupakan gabungan dari Denusa utama group" wanita yang memandanginya tadi.
"benarkah, wah seandainya saja aku bisa berkenalan dengannya, pasti hatiku sangat senang" teman wanita tadi.
"dia seperti aktor papan atas yah,dia benar-benar sangat tampan dan keren" Wanita tadi
"iya tentu saja aku sampai tidak bosan memandanginya"teman wanita tadi.
setelah berolahraga Anggara langsung duduk berselonjor menghilangkan rasa lelahnya di teras depan rumah.kemudian ia langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan badan.Luka panas yang ada di perutnya sudah lumayan membaik dan mengering.
semua masakan sudah dimasak oleh Anisa, kini tinggal membawanya naik ke lantai atas dibantu beberapa pelayan lainnya menaruhnya di meja makan.
Annisa langsung masuk ke kamar Tuan Mahendra untuk memberitahunya bahwa semua masakan sudah siap untuk dimakan.
Mengetuk pintu
"permisi nyonya,tuan, sarapan yang anda minta sudah saya taruh di meja makan"Anisa
"oke baiklah Anisa, panggilkan Anggara dan Irene untuk segera sarapan!"Mahendra
"iya baik Tuan" Anisa langsung pergi meninggalkan ruangan.
"pah, maksudnya papah menyuruh Annisa memasak sarapan hari ini"Almira
"iya mah aku hanya ingin mencoba masakannya" Mahendra
"loh begitu"Almira
Anisa menuju ke kamar Irena terlebih dahulu.
"nona Irena, anda disuruh Tuan Mahendra untuk segera sarapan!"Anisa
"ya baiklah, saya akan segera keluar sarapan nanti"Irena
"iya baik nona"Anisa
ia langsung melanjutkan langkah kakinya ke kamar Anggara.
"permisi tuan muda, Anda disuruh Tuan Mahendra untuk segera sarapan"Anisa
"Hmm"Anggara sambil menyisir rambutnya.
(dia itu nggak punya mulut apa ya, ham Hem ham Hem doank) Batinya.
"kalau begitu saya permisi tuan muda"Anisa
"Hem," jawab Anggara
semua mulai berdatangan ke meja makan,tentunya semua makanan yang ada di meja makan adalah makanan kesukaan Anggara, Anggara yang melihatnya langsung tersenyum dan ingin segera sarapan.
semua mengambil makanan sesuai porsi dan selera masing-masing. Anggara pun mulai mencicipinya.
(rasanya enak juga dan agak lumayan berbeda dari biasanya,siapa yang masak semua ini) pikirnya.
"bagaimana semua masakan ini apakah enak?" Mahendra
"ya tentu saja ini sangat enak pah"Irena
"ternyata dia pandai juga memasak ya Pah"Almira
"memangnya siapa yang memasak mah?"Irena
"Anisa sayang" Almira
"oohh Anisa" Irena
(Anisa, pandai juga dia memasak)
tanpa sadar Anggara tersenyum dari lamunannya.
"oh iya mah, besok pagi papah akan pergi keluar kota"Mahendra
"iya pah, apakah ada urusan kantor? Almira
" semua urusan kantor sudah selesai kan Pah?"Anggara
"ya Angga, tapi papah harus tetap mengeceknya"Mahendra
"iya baiklah Pah"Anggara
"berapa hari Pah di luar kota?"Irena
"cuma dua hari sayang"Mahendra
"ohh gitu"Irena
Semua urusan dapur sudah beres, waktunya Anisa dan para pelayan istirahat.
Dila yang sedang sibuk membereskan lantai atas tuan Mahendra mendekat menghampirinya.
"Dil tolong panggilkan Anisa!"Mahendra
"ya baik Tuan,sebentar.." dia langsung turun ke bawah memanggil Anisa.
"Nis dicariin tuan Mahendra tuh!"Dila
"aku,kenapa lagi?"Anisa
"entah,aku juga nggak tahu"Dila
"oke baiklah"Anisa langsung naik ke atas.
"siang tuan, apakah anda mencari saya"Anisa
"ya Anisa, apa kamu sedang sibuk"Mahendra
"tidak Tuan, saya lagi nggak ngapa-ngapain"Anisa
"saya minta tolong kepada mu, tolong cuci baju dan jas ini, besok mau aku pakai keluar kota, tapi jangan pakai mesin ya"Mahendra
"ya baik tuan"Anisa langsung pergi
"e.. Anisa apa kau keberatan?"Mahendra
"saya,sama sekali tidak Tuan, saya akan mencucinya dengan senang hati" Anisa
"oke baiklah Anisa terima kasih"Mahendra
(tuan Mahendra aneh sekali, kenapa dari tadi terus menyuruhku, perasaan tidak pernah seperti ini sebelumnya) pikir Anisa sambil menuruni tangga.
Ia pun langsung menuju ke tempat cucian.Sebelum mencuci ia mengecek seluruh kantong jas maupun kantong celana,takut ada barang yang terbawa.
betapa kagetnya Anisa melihat sebuah kalung berlian yang ada di saku jas tuan Mahendra.
( wah kalung ini cantik sekali, apakah tuan lupa menaruhnya, bagaimana bisa kalung emas secantik ini ada di saku jasnya, apa dia akan memberikan kejutan kepada Nyonya Almira,tapi dia lupa kalau kalung berliannya ada di saku jasnya) pikir Anisa.
(ini asli nggak sih, kok taruhnya di kantong nggak ada tempatnya lagi, tapi mana mungkin orang sekaya ini memiliki barang-barang yang palsu.) pikirnya lagi.
Annisa langsung menaruh kalungnya di saku bajunya dan ia akan mengembalikan setelah ia kelar mencuci.
(kita lihat saja nanti,apakah dia akan tergoda terhadap kalung itu,apa dia akan mengambilnya atau mengembalikan kepada ku) gerutu Mahendra.
(aku sudah sering, sengaja menaruh barang berharga di saku baju maupun saku celanaku, baik uang maupun perhiasan, tapi semua pelayan yang aku suruh mencucinya, malah mengambilnya dan bahkan tidak ada yang mengembalikannya padaku) gerutunya lagi.
Annisa langsung segera menemui Nyonya Almira.
"permisi Nyonya di mana tuan Mahendra"Anisa
"Tuan Mahendra sedang pergi keluar sebentar, ada apa Anisa?"Almira
"tadi saya disuruh mencuci baju tuan Mahendra, tapi saya menemukan sebuah kalung ini di saku jasnya, mungkin ini hadiah untuk nyonya tapi Tuhan Mahendra lupa memberikannya"Anisa
"benarkah,wah indah sekali kalung ini"Nyonya Almira
"kalau begitu saya permisi Nyonya"Anisa
"iya makasih ya Anisa"Almira
"iya sama-sama nyonya" Anisa
Beberapa saat kemudian Mahendra pun pulang ke rumah, Nyonya Almira yang senang dengan kedatangannya, langsung memeluknya erat penuh bahagia.
"papah syukurlah papah sudah pulang, aku menunggu papah dari tadi"sambil memeluknya erat dengan rona bahagia.
"Ada apa mah, kenapa mamah seperti ini"Mahendra bingung
" makasih ya pah atas hadiahnya Mama suka banget deh"Almira
"hadiah, hadiah apa mah?"Mahendra masih bingung.
" lihat kalung ini pah,cocok banget kan di mamah, kenapa papa tidak memberikannya langsung, kenapa malah Anisa yang memberikannya"Almira
"kalung" Mahendra
(kalung itu kan hanya untuk menjebak Anisa, kenapa mamah bisa bilang ini sebuah hadiah untuknya, iya syukur deh jika dia mengembalikannya, istriku yang manis ini jadi tambah bahagia) Mahendra tersenyum.
"oh iya mah papah lupa, itu memang hadiah untuk mamah" Mahendra
"iya makasih ya pah,mama senang banget"Almira
"apa sih yang nggak buat mamah"Mahendra
Nyonyah Almira tersenyum senang.
jadi males bacanya
mana ada orang berumah tangga bego banget begitu
gantung banget ceritanya