Kisah tentang dunia yang tiba-tiba saja diserang oleh iblis, dan tak ada cara untuk mengatasinya. Tapi, terdapat orang yang bisa mengalahkan sang iblis yang disebut Guardian.
Berfokus pada seorang remaja bernama Koujo Kotaro, yang dipilih untuk menjadi seorang penyelamat... Menyelamatkan dunia? Mungkin saja, tapi ini adalah sesuatu yang sangat berharga baginya.
Story bergaya anime
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RGC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Esoknya.
Aku sudah berada dikelas, dan tepat sebelum pelajaraan pertama dimulai. “M-maaf, saya terlambat.” Sylvi masuk kedalam kelas.
Melihat itu aku sedikit tersenyum. ‘Kali ini aku berhasil.’ Aku cukup lega melihat kebehasilan ini. Tapi…
Saat jam istirahat, diatas atap gedung sekolah.
“Kotaro, tolong bantu aku.”
“Ha, sepertinya itu akan sulit. Kau bisa mengatakan padanya saja sendiri.”
“Huh? Padahal aku belum memberitau apapun padamu.”
“Kau menyukai Angelia-san, bukan.”
“Eh? B-bagaimana kau…”
“Dari caramu melihatnya tadi, itu sudah terlihat begitu jelas. Apa kau ingin membantahnya?”
“Ahahaha, tidak diragukan lagi dari sahabat dekatku. Kau bisa mengetahuinya.”
“Kau itu. Kenapa meminta bantuan pada orang yang tak berpengalaman sepertiku. Bagaimana mungkin aku bisa membantumu sedangkan aku sendiri tidak memiliki pegalaman dalam hal itu.”
“Hmmm, benar juga. Sepertinya aku salah orang.”
“Dasar. Jika kau ingin nasihat dalam hal percintaan, konsultasi saja pada sensei. Dia mungkin bisa membantumu.”
“Sensei? Maksudmu sensei yang itu?”
“Iya, kau pikir sensei yang mana lagi?” Yang aku maksud disini adalah sensei yang bertugas di UKS, karena dia juga merima hal yang seperti ini.
“Baiklah, terimakasih atas sarannya. Aku akan segera pergi sekarang. Sampai jumpa dikelas.” Dia pergi.
“Haa, setidaknya masalah ini juga sudah selesai.” Sisanya hanya tinggal memenangkan kompetisi itu. “Baiklah.” Sembari menunggu waktunya datang, aku melatih tubuhku dan mencoba agar tubuh ini siap untuk mengikuti lomba.
21 September.
Dipagi hari, jam 08.37
Waktu perlombaan masih tersisa kurang dari 1 jam. ‘Baiklah, waktunya bersiap-siap.’ Aku segera pergi.
Setelah beberapa menit berhalan, aku sampai disebuah tempat yang sangat sepi. “Disini, ya.”
“Koujo-kun, kau sudah sampai.” Suara terdengar dari belakangku dan itu adalah Shirayuki.
“Aku datang sesuai dengan permintaanmu.”
“Itu bagus, kalau begitu.” Dia perlahan mulai mengeluarkan guardiannya. “Ini, gunakanlah untuk memenangkan pertandingan.” Dia memberikanku busur guardiannya.
“Terimakasih.”
“Aku akan pergi dan sebaiknya kau segera bergegas, kau tidak boleh terlambat atau kau akan didiskualifikasi.”
“Baik-baik, aku akan pergi.” Shirayuki pergi duluan dan setelah itu disusul olehku.
Di gedung olahraga.
Banyak sekali orang yang berkumpul disini, dan itu sudah wajar. Hal ini sama seperti sebelumnya tapi yang membedakan adalah saat ini aku sendirian dan tidak ada Yu yang menemaniku. ‘Sudahlah, saat ini dia pasti sedang mencoba untuk lebih dekat dengan Sylvi.’ Aku tak tau, tapi sepertinya Yu dan Sylvi sudah menjadi lebih dekat. “Haa, aku harus fokus sekarang.” Tujuanku adalah memenangkan pertandingan ini, tidak ada hal lain.
Dan lagi, saat pemilihan nomer undi aku mendapatkan angka yang terakhir. ‘Sepertinya ini akan memakan waktu yang lama.’
15.12
Setelah menunggu sangat lama, akhinya giliranku tiba. Aku berdiri ditempat yang sudah disediakan, dan didepanku sudah ada papan target yang berjarak 30 meter. Aku perlahan mulai menyiapkan anak panahku, perlahan aku mulai menariknya. ‘Haaa, aku harus tenang.’ Membuat diriku setenang mungkin, dan aku melepaskan tanganku yang memegang anak panah.
Swuuut.
Anak panah itu melesat begitu cepat, dan berhasil mengenai tepat ditengah-tengah sasaran. ‘Baiklah, tembakan selanjutnya.’ Aku terus mengulangi hal yang sama, sampai akhirnya 5 anak panah yang disiapkan habis. ‘Huft, akhinya selesai juga.’
Aku perlahan mulai berjalan kembali ketempat dudukku dan melihat hasilnya, tapi… “Hey bocah, ternyata kau hebat juga.” (???) Salah satu peserta yang duduk disampingku berbicara padaku.
“T-terimkasih.” Aku tak tau kenapa dia berkata seperti itu, tapi aku rasa peserta internasional itu lebih baik dariku.
Beberapa saat kemudian, sang juara internasional memanah berdiri tepat didepanku. ‘Ini cukup buruk.’
Ia perlahan mulai mendekat kearahku, dan. “Kau hebat. Aku mengakuimu.”
“Eh?”
“Jika kau ingin menjadi seorang pemanah internasional sepertiku, aku siap kapan saja untuk melatihmu. Datanglah ketempatku jika kau tertarik, aku akan menyambutmu dengan hangat.” Setelah mengatakan itu dia pergi.
“Sang juara internasional sampai memujimu seperti itu, kau pasti memiliki bakat tersembunyi.”
“Begitu.” Dengan kepergian sang juara internasional itu, yang menjadi pemenang sudah diputuskan.
Diluar area gedung olahraga.
“Kau yang menang, terimakasih atas kerja kerasmu.” (Shirayuki)
“Tidak masalah, ini hanyalah sebuah perjanjian.”
“Iya.” Dan masalah ini sudah selesai, sisanya hanya tinggal menunggu hasilnya saja. Setidaknya seperti itu, tapi…
Beberapa hari setelah itu.
Malam hari.
“Jadi, kau yang memenangkan pertandingannya, ya. Selamat atas keberhasilanmu.” (Ayah Shirayuki)
“T-terimakasih atas pujiannya.” Saat ini aku sedang dalam masalah yang cukup gawat, aku berhadapan langsung dengan kedua orang tua Shirayuki.
“Wah, ternyata dia cukup manis juga.” (Ibu Shrayuki)
“T-terimakasih.”
“Tidak usah gugup begitu, jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?”
“Huh?”
“Kau sudah memenangkan pertandingan yang sudah kami adakan, jadi apa keputusanmu?”
“Keputusanku?” Entah kenapa aku mengingat tentang pembicaraanku beberapa hari lalu dengan Shirayuki.
Kembali ke beberapa hari yang lalu sebelum kejadian hari ini.
Malam hari, diatas atap menara Tokyo.
“Lalu Shirayuki-san, apa yang ingin kau bicarakan?”
“Beberapa hari setelah ini kau akan bertemu dengan orang tuaku.”
“Huh? Untuk apa?”
“Sebelum itu, aku akan memberitahumu sesuatu.”
“Apa itu?”
“Ayahku nanti akan memberikan sebuah pertanyaan padamu, dan kau harus menjawabnya.”
“Pertanyaan?”
“Iya, semua yang kau katakana akan terjadi saat itu juga. Jadi, pikirkanlah jawaban terbaik.”
“Jawaban terbaik, ya.”
Kembali ke waktu saat ini.
‘Jadi ini yang Shirayuki maksud dengan pertanyaan itu.’
“Jadi, Kotaro-kun. Apa jawabanmu?” (Ibu Shirayuki)
“Tolong berikan waktu untukku berfikir sejenak.” Jawaban yang akan aku ucapkan akan mengubah sesuatuyang bisa diubah, jika seperti itu. Aku harus memikirkan sesuatu yang terbaik.
Beberapa menit setelah itu.
‘Baiklah, aku sudah mendapatkannya.’
“Sepertinya kau sudah menemukan jawabannya.” (Ayah Shirayuki)
“Iya, keputusan saya adalah saya ingin Shirayuki, maksud saya Amane memilih sendiri pasangannya.”
“Huh? Apa maksudmu?”
“Maksud saya, memilih seorang kekasih melalui pertandingan itu menurut saya sangat tidak berguna. Itu bahkan hanya akan menghancurkan kebahagiaannya saja, oleh karena itu biarkan dia memilih orang yang cocok untuk dirinya sendiri. Memilih laki-laki yang dia sukai, dengan begitu saya sangat yakin kalau Amane pasti akan bahagia.”
“Jika seperti itu, itu berarti kau menolak harta yang akan kami berikan padamu. Apa kau yakin dengan hal itu?” (Ibu Shirayuki)
“Iya, saya tidak memerlukan apapun. Ini memang kedengarannya begitu naif, tapi setidaknya biarkan Amane sendiri yang memilih pasangannya. Kemudian untuk saya sendiri, saya tidak memerlukan apapun.” Setelah mengatakan itu, aku perlahan beranjak pergi dari ruangan ini. “Terimakasih atas kehangatan sambutannya, saya izin untuk pergi.” Setelah kepergianku, mereka pasti sedang berdiskusi dan itu pasti diskusi antar keluarga. Ya, setidaknya itulah yang aku pikirkan.
Di taman.
Tanpa aku sadari aku berjalan hingga sampai ditaman. “Ha, ini melelahkan.” Aku duduk sebentar dan melihat kearah langit malam yang cerah. Bulan bersinar terang hari ini begitu juga bintang yang menghiasi langit malam.
“Ughhkk.” Seketika dadaku terasa sangat sakit. “K-kenapa ini. S-sakit sekali!! AAAGGGHHHHH!!!!!” Aku menekan dadaku dan mencoba untuk menahan rasa sakitnya. “AAAGGGGGGHHHH!!!”
Beberapa menit kemudian.
“Ha ha ha.” Rasa sakitnya menjadi lebih sakit, atau bahkan ini lebih menyakitkan dari yang sebelumnya. “Apa yang bisa aku lakukan setelah ini.” Rasa sakit ini membuatku merasakan yang lebih buruk dari kematian. “Ini, kutukan.”
Baca novel kakak ku ya...
Novel nya Rena (mysterious frame)
Ditunggu ya kak!
Mampir Juga Yaa di This Is My War And My Love Story ikutin kisah petualangan bisnis Ken dan Kisah cintanya sama Kiichan
semoga sukses 👍
lelaki Berkacamata 🤗🙏