Maaf kalau juduh sama cover berbeda karena judul ditolak untuk di ganti.
Hidupnya benar-benar hancur. Pernikahannya di rusak oleh sang adik, suaminya menikahi adik perempuannya, anak yang ia kandung meningal dunia dan keluarganya malah mengusirnya setelah di hasut oleh sang adik.
Di tengah rencana balas dendamnya. Ia dipertemukan dengan duda anak satu yang memiliki trauma tentang pernikahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musuh Baru
Makam harinya, Della pamit pergi ke markas. Ia juga berpesan pada Lily untuk menghubunginya jika ada sesuatu yang buruk terjadi.
Masih menggunakan motor milik Je. Della melaju di jalanan dengan kecepatan tinggi, dingin angin malam menusuk kulitnya. Beruntung ia menggunakan helm dan jaket sehingga tidak terlalu menusuknya.
Sesampainya di depan markas. Suasana cukup ramai, seperti semua anggota sudah berkumpul dan hanya Della yang belum. Ketika ia masuk, para anggota lama saling melemparkan lelucon. Mereka tidak seburuk yang kebanyakan orang bayangkan. Malah, Della sering terhibur akibat lelucon para anggota yang semuanya laki-laki.
"Hai adik Red! Kau sudah datang," sapa White ketika melihat kehadiran Della. Satu-satunya anggota wanita di organisasi CH.
"Maaf, aku terlambat."
"Tidak, kami memang sudah selesai bekerja sehingga bisa hadir. Bagaimana kondisi mu?" Semua anggota sudah mengetahui kalau Della melakukan dua misi kemarin malam. Walau tidak tahu siapa yang Della lukai dan untuk siapa ia melakukannya, mereka tidak pernah ingin ikut campur.
"Sudah kembali baik, dimana Je?"
"Dia sedang di kamar mandi. Oh ya, kami masih ingat bagaimana ekspresinya ketika kau memanggilnya ayah."
Mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana wajah Je ketika Della memainkan dramanya. Bahkan mereka menjadikan hal tersebut sebagai lelucon setiap kali tidak punya pekerjaan dan ada Je di sekita mereka.
"Sudah ku duga, kalian akan melecehkan ku!" Tiba-tiba Je datang dan ikut bergabung dengan semua orang.
"Tapi, menurut ku. Jika adik Red menyamar sebagai anak sekolah dan kalian berdiri berdampingan, kalian benar-benar seperti ayah dan anak sungguhan." Kali ini Black menyumbangkan suara.
"Benar, bagaimana jika kalian sesekali berjalan sebagai ayah dan anak. Mungkin saja luka Je bisa terobati." Mereka tahu betul seperti apa kisah Je. Bahkan yakin bahwa pria paruh baya tersebut masih merindukan putrinya.
"Berhenti membual. Della, ini uang yang diberikan walikota. Dia cukup puas dengan pekerjaan mu, dan aku sudah mengambil bagian ku." Je menyerahkan sebuah amplop coklat ukuran besar yang menggembung akibat banyaknya uang di dalam.
"Terima kasih, Bos. Sepertinya aku bisa membeli kendaraan pribadi dengan uang ini." Keinginan Della untuk sekarang adalan membeli motor agar bisa mempermudah tugasnya jika mendapatkan misi.
"Bukankah kau sudah memiliki kendaraan."
"Terlalu tua, lagi pula itu milik Je. Aku merasa tidak enak jika selalu menggunakan milik orang lain."
Semua orang tertawa mendengarnya. Motor milik Je memang sedikit ketinggalan zaman, wajar karena pria itu membelinya beberapa tahun yang lalu ketika organisasi CH sedang berada di masa jayanya. Lalu ketika mereka meredup, Je memutuskan menyimpan karena tidak banyak misi sehingga tidak membutuhkannya.
"Kau benar, sama seperti pemiliknya. Mereka sama-sama tua," ucap Yellow.
"Masuk akal, adik Red," sambung Blue.
Je yang mendengar ejekan dan tawa kelompoknya hanya bisa tersenyum. Ia tidak sakit hati, malah senang karena perlahan tapi pasti popularitas organisasi CH mulai membaik setelah kehadiran Della. Mereka juga beberapa kali mendapat tugas, bahkan sekarang seorang walikota membayar mereka dalam menjalankan tugas.
"Oh ya, aku dengar kau membuat tiga orang pria kehilangan benda berharga mereka dan melukai seorang wanita." Je penasaran jadi ia bertanya.
"Ya, apakah aku salah melukai orang yang buka menjadi target ku?" Jangan berpikir Della menyesal melukai tiga pria dan satu wanita menjijikkan kemarin malam.
"Tidak, itu hak mu. Lagi pula kami percaya kau punya alasan kenapa bisa melakukannya."
"Apa polisi akan menangkap ku?"
"Tentu saja tidak. Bagaimanapun tidak ada yang berani menghubungi pihak berwajib, selain mereka takut dengan ancaman mu, mereka juga tidak ingin masuk penjara jika sampai polisi tahu tempat itu menjadi lokasi porsitusi dan pengedaran barang haram seperti narkoba."
Tidak heran kenapa Della belum mendapatkan laporan atau pemanggilan polisi setelah melakukan hal kejam. Ternyata mereka masih masuk akal, dan takut diselidiki.
"Tapi, meskipun begitu. Teman ku berpesan agar kau hati-hati setelah melukai keempat orang itu. Kau pasti tahu mereka bukan orang yang akan tetap diam setelah mendapatkan kerugian."
"Tenang saja, aku tidak akan membiarkan mereka melukai ku. Bahkan ini bagus, jadi aku tidak perlu menemukan subjek untuk ku lukai. Mereka akan datang sendiri, dan aku hanya harus memperkuat bela diri serta senjata ku."
Mereka tercengang ketika mendengar pengakuan Della. Wanita itu tidak merasa takut setelah mendengar bahwa hidupnya sedang terancam bahkan bersyukur karena ada yang akan menjadi subjek tangan iblis nya.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada adik Red sehingga dia suka melumuri tangannya dengan darah?" tanya Black pada Je berbisik.
"Entahlah, tapi yang pasti masa lalunya pasti sangat mengerikan. Bahkan ketika aku pertama kali melihatnya membunuh beberapa preman dengan pisau, aku ketakutan namun tertarik padanya."
Momen itu tidak akan pernah Je lupakan, sangat mengilukan. Bahkan ia sebagai ketua Mafia tidak pernah melakukan hal yang mengerikan semacam itu. Dari sana jugalah Je bisa melihat betapa besarnya keinginan Della menjadi kuat.
"Oh ya, karena aku baru saja mendapatkan gaji pertama sebagai anggota CH. Maka mari kita buat acara barbeque, aku akan menjadi pemasok sedangkan kalian yang membakar serta membeli daging dan sosis." Della tidak pernah lupa bersyukur. Meski sudah berubah menjadi mengerikan, tetap saja hati lembutnya masih ada. Dan baginya, tidak salah kalau ia berbagi kebahagiaan setelah mendapatkan banyak uang.
"Akhirnya, setelah sekian lama. Aku bisa mendengar berita baik semacam ini." Dark melebih-lebihkan tawaran yang diberikan Della. Namun tidak ada yang menentang, sebab mereka memang sudah lama menantikan momen semacam itu.
"Terima kasih adik Red."
Della senang karena niatnya mengajak semua orang makan enak malam ini disambut sangat antusias. Bahkan Je pun bersemangat, bukan berati mereka tidak pernah makan enak, hanya saja untuk melakukannya bersama seluruh anggota organisasi. Momen itu sudah lama tidak pernah mereka dapatkan.
knp up ny lm bgt....
Jangan lupa mampir kekarya pertamaku judulnya Akhir Derita Istri Kecil CEO🤭