namaku siti ,aku nikah gantung di usia ku yang baru 11 th tapi dia adalah cinta pertama ku setelah ayah.
salahkah bila aku jatuh cinta pada nya sementara ia menganggapku adiknya saja padahal aku dan dia telah terikat dalam pernikahan.
Siti arora tanpa sadar melakukan Kawin gantung di usia dini
setelah sadar ia jatuh cinta pada sang kakak ia bertekad memperjuangkan cinta nya dengan jalan apapun.
Sementara Romi anggara tetap kukuh menggangap Siti hanyalah adik kecil nya.
mampukan Siti bertahan dengan cinta nya yang mendarah daging hingga waktu juga yang menjawab yang membuat ia menyerah atau kah meraih cinta pada sang kakak
mampir dan beri komen yang membangun ya guys.udah mau baca aja author udah sukur apalagi kalau mau like dan vote hehehe
Author nya masih belajar harap maklum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
denda
Mobil yang di kemudikan Romi tak menuju ke lokasi awal. Meski heran tapi Rara diam saja ketika mobul masuk ke area sebuah restourant yang berkelas.ini jelas dari pernak pernik hiasan yang serba mewah.
Setelah menyebutkan sebuah nama reservasi yang entah kapan di pesan Romi pelayan mengantarkan keduanya ke sebuah ruangan private room.sebuah ruangan menyegarkan mata karena ada sebuah aquarium berukuran besar di sana.
Suasana canggung terasa ketika pelayan yang tadi mengantar telah pergi setelah menulis sederet pesanan dari Romi. tak ada dari mereka berdua yang mencoba berbicara.
Dari masuk ke dalam restourant hingga lah pelayan datang mengantar pesanan Romi dan Rara hanya berdiam canggung tanpa kata.Rara sampai mengerutkan dahi nya heran mengapa Romi masih berdiam diri bukan kah ada hal yang ingin di sampaikannya..
"Kak ada masalah apa ?" Ucap Rara memecahkan kecanggungan yang ada .Romi masih saja berdiam diri hingga lah tiga lelaki yang familiar masuk ke ruangan yang sebelum nya telah di boking Romi.
"Papa gery?" seru Rara alias Siti yang terkejut melihat ada papa geri beserta pengacara dan notaris yang masuk.
"Apa kabar sayang" Ucapnya yang Rara tai itu sekedar basa basi
"Baik pa" di lirik nya pengacara dan notaris yang berlagak tak kenal padanya.
"Seharusnya kamu datang ke pertemuan hingga kita tak perlu bertemu dalam keadaan canggung begini tapi sudah lah saya dengar nak Siti sedang dapat musibah kemarin" kata pengacara padahal jelas jelas ia yang mengantar kan ke rumah sakit.Dari perkataan ini Rara bisa menebak isyarat bahwa mereka sedang dalam kondisi sandiwara kini ia tau harus berbuat apa.
"Iya om,maaf ya merepotkan!" kata Rara pasti ia segera menyalami ke tiga orang itu dengan ramah.
"Duduk lah sayang" ucap papa gery sembari duduk di kursi yang tersedia.
nyeees....
Hati Rara panas mendengar kata "sayang " dari mulut mertuanya ini padahal dulu ia merasa nyaman dengan panggilan penuh ke pura puraan ini.
"Kemarin ketika lagi ngurus surai cerai ada fakta baru yang kakak tak mengerti, perihal denda yang harrus pihak kami tanggung kedepannya" ini kata pertama Romi sejak mereka masuk restourant
" Kenapa nanya Siti kak siti tak tau apa apa,tapu kok bisa ya,emang ada dendanya om?" tanya Rara pura pura polos kalau mereka berpura pura kenapa tidak dia.
"Nak Siti, begini,di wasiat almarhum ada satu lagi persyaratan yang luput di baca oleh pak gery yang isi nya perihal denda yang di terima oleh pihak Tomi seandainya memutuskan pernikahan sedangkan semua tau yang berhak meminta perceraian adalah nak Siti sendiri bila berusia tujuh belas tahun" jelas notaris
" Apa benar Papa? "
" Sayang nya itu benar kami baru menyadari ini ketika kakakmu ingin mengurus perceraian seminggu ynag lalu"
"kalau boleh tau apa dendanya om?"
" pengembalian dana dua kali lipat dari poin satu dua dan tiga sedang properti bakal di sumbangkan ke panti asuhan aktiv Setelah satu bilan perceraiaterjadi.Sedang saham Romi masih bisa dimiliki"
whaaat!!!!!
Rara terkejut padahal boong hehehe.....
"Berapa duit tu om?"
"kira kira 25 M lebih karena mereka juga harus membayar kan jasa kami sejak awal pernikahan karena semua di akumulasi kan secara otomatis"
"Banyak banget om?" jujur Rara tak tau tentang denda yang Rara tau ia meminta ke dua lelaki ini mencari jalan untuk memperpanjang usia pernikahan nya.
"itulah alasan papa menemui mu sebaiknya nya kau saja yang mengajukan cerai secepatnya karena papa harus menjodoh kan kakakmu dengan anak sahabat papa" Ucap papa dengan senyum manisnya membujuk Rara sembari mengelus pundak Rara.
"Nggak mau Siti nggak mau pa,kalau kalian bersikeras bayar saja dendanya" Kata Rara bangkit dari kursinya tapi Romi menahan nya
"Dek kenapa kau keras kepala sekali sih ,ini demi kebaikan mu,setelah ini carilah lelaki yang baik untukmu kakak bukan orang yang tepat" ucap Romi . Romi tak mau menyakiti gadis itu tapi apa daya cinta adalah masalah hati sedang hatinya mengatakan tidak pada sosok Siti meski berstatus istri sah nya.
"Itu menurut kakak menurut Siti kakak lah yang terbaik.kakak adalah cinta kedua Siti setelah ayah , kakak boleh mengganggap Siti adik mu tapi bagi Siti kakak adalah suami Siti . Bagaimana mungkin Siti bisa melepas cinta ini sedangkan cinta ini telah mendarah daging kak,Bagaimana kak katakan Bagaimana mana aku melepaskan nya katakan kak!!! Rara sungguh tak bisa menahan rasa sakit di hatinya setelah beberapa tahun di simpan jauh di lubuk hati ia ingin Romi tau tentang apa yang di rasakan olehnya tapi Romi lagi lagi tak menjawab wajah nya tetap saja datar tanpa expresi apa pun hingga Rara kembali harus menelah luka
Papa gery menjadi geram atas kata kata Siti yang menurut nya tak pantas itu. Ia tak pernah menyangka gadis kecil yang dulu di asuh nya benar benar menaruh hari pada putra nya itu.ini tak bisa di biarkan jangan sampai perjodohan bernilai fantastis akan lepas dari tangan hanya karena gadis bernama Siti
" Siti kenapa kau ingin jadi batu sandungan buat kakak mu dia akan menikah dengan gadis kaya selain untuk membantu perekonomian keluarga gadis itu juga pantas bersama nya! " bentak Papa gery yang mulai menampakkan jati dirinya. Ia sudah tidak lagi berkata lembut.
"tapi pa kak Romi bukan barang yang bisa pada agih agih kan .Dulu dengan Siti tapi setelah tak ada lagi uang yang bisa papa ambil lagi dari Siti kini papa akan melakukan nya lagi dengan gadis yang berbeda kelak pada siapa lagi papa akan menjodohkan nya ketika kalian kembali kolaps ,seharusnya papa bikin saja anak yang banyak hingga mudah papa jual lagi kan?" terang saja saat ini Rara emosi
"Ekonomi? uang? hih,akhirnya kalian berhenti berpura pura juga,baik pilihan ada di tangan kalian sendiri " ia berpaling pergi tapi kata kata papa gery selanjutnya bahkan menambah emosi
"Demi mencegah usaha ku bangkrut mau tak mau Romi harus menerima perjodohan ini. Penolakan mu hanya akan jadi penyebab kehancuran kami paling tidak balas lah jasa kami menanggung hidup mu sekian tahun memberikan kasih sayang dan tempat berlindung kala hujan dan panas tidak kah kau tau berterima kasih?" jeritnya marah mata memerah laksana serigala hanya taring nya saja yang tak tampak tapi kata katanya mampu menarik Rara untuk duduk kembali ke kursinya.
Kali ini Rara lah yang menguasai emosinya terlebih dulu.
"Perjodohan atas nama uang bukan kah ini jatuh nya pada jual beli paman?" papa gery terkejut karena Rara tak lagi memanggil nya Papa tapi ia terlihat lebih mendominasi sekarang.
"Itu terserah opini mu saja" kilah nya yang jelas Romi diam seribu bahasa meski Rara jelas memandang nya dengan tatapan membunuh.