NovelToon NovelToon
Duda Sawit Milik Ku

Duda Sawit Milik Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Duda
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: bini pond

Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....





di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafin sayang...

Zahra memandang makanan nya sesaat, dia merasa tak nyaman di tatap oleh orang di depan nya.

"Selesaikan masalah kalian habis ini ra". ucap kakek Hasan membuka obrolan meliat kedua insan itu enggan berteguran.

Ansar menghela nafas sesaat, dia tau di salah bahkan dia juga ingin minta maafan dengan Zahra, jujur saja pria itu rindu dengan bocilnya itu.

"ayo makan dulu anak anak". ucap nenek Siti.

Setelah makan, Zahra Meletakan piring kotornya di wastafel yang di susul Dengan Ansar.

"Maaf raa".ucap Ansar membilas piring yang Zahra sabunin.

Zahra diam tak bergeming sama sekali.

Dia melap tangannya sebelum mengeluarkan beberapa lembar foto dari saku baju tidur nya, dia melempar foto itu ke dada bidang Ansar.

"Aku dapat kiriman dari masa lalu mu om...".ucap Zahra,

Ansar mengambil foto yang berjatuhan ke lantai, di situ dia melihat fotonya dengan Calista dulu.

"Raa ini ga seperti yang kamu kira". ucap Ansar menahan pergelangan tangan Zahra.

Ansar menarik Zahra duduk kembali di kursi meja makan, di sana hanya ada mereka berdua, kakek dan nenek selesai makan tadi memutuskan untuk pergi ke Indomaret, mereka berharap dengan perginya mereka, masalah Zahra dan Ansar bisa selesai malam ini juga.

"Dengerin aku dulu ya ra pliss".ucap Ansar memohon, ia menahan Zahra agar Zahra mau mendengar kan semua penjelasannya.

"jelasin sekarang om cepat !!". ucap Zahra menarik tangan nya.

"Jadi gini ra-

Flashback On.

Di Kota, tempat sebelum Ansar kabur ke tempat kakek nya.

"Calista kemana ya zam".tanya Ansar kepada Azam salah satu teman nya dulu.

"yaelah mana aku tau an, dia kan cewe mu ngapain nanya nya ke aku bego".ujar azam sembari memainkan game online hp nya.

"aku gak tau dia ada di mana zam, bahkan nomor wa nya aja gak aktif".ucap Ansar yang sedari tadi membuka tutup layar hp nya, menunggu balasan dari Calista.

"Coba tanya sahabatnya aja an".ucap Azam yang melihat Ansar tak bisa diam, dia terlihat begitu gelisah sedari tadi.

"kenapa gak bilang dari tadi sih zam".ucap Ansar mencari nama kontak 'Aira'di hp nya.

"Kau aja yang gak kepikiran ke sana bodoh".ucap Azam yang di abaikan Ansar.

'nomor yang anda tujuh sedang berada di luar jangkauan'

tiga kali Ansar menelepon begitu lah yang di ucapkan operator ke diri nya.

"ckk gak aktif zam nomornya Aira".ucap Ansar yang semakin gelisah.

"Woii begoo, cewe mu mau berangkat ke Amerika cokk" Teriak Nanda dengan nafas ngos-ngosan,

dia di beri tau Aira Semalam kalau Calista akan melanjutkan kuliahnya di Amerika untuk mencapai cita-cita nya, sedang Aira sendiri adalah pacar Nanda.

"Hah!!, Sekarang dia dimana nan?".ucap Ansar yang langsung mengambil kunci motor milik Azam di dekatnya.

"dia sekarang di bandara Nusantara an".ucap Nanda.

Ansar yang mendengar itu langsung berlari ke motor milik Azam.

"pakai helm anjing, razia nanti!!".teriak Nanda yang mungkin tidak di dengar jelas oleh Ansar.

Ansar mengemudikan motor milik Azam bak orang kesetanan, dia bahkan menerobos lampu merah. Hingga dia akhirnya tiba di bandara.

"kamu Di mana tata, jangan tinggalkan aku begini tata". ucap ansar yang memanggil Calista denga sebutan tata. Dimana nama itu Ansar yang membuat nya.

Ansar berjalan di kerumunan banyak orang, namun tidak sedikitpun dia melihat Calista di Antara banyak nya orang di sana. hingga akhirnya pandang Ansar menangkap seorang perempuan yang sangat cantik itu.

'Calista'

Perempuan sangat cantik di mata Ansar dulu, dia ingin menghampiri Calista, namun Calista sudah berada di tangga pesawat. Tak mungkin dia turun dan ke tangga pesawat itu.

"CALISTA!!!".teriak Ansar yang di halangi kaca transparan, teriakan nya mengundang ribuan mata meliat ke arahnya.

Mendengar nama nya di panggil Calista tak menoleh sama sekali, dia bahkan seolah tak mengenali suara itu.

'abaikan itu ta, ingat cita-cita lebih penting dari pada cinta 'batin Calista yang berjalan masuk hingga akhirnya tangga pesawat itu tertutup sempurna.

"CALISTA!!, jangan tinggalkan aku begini TATA!!".teriak Ansar saat pesawat itu bersiap terbang.

"Calista Kamu mau kemana tata, kamu mau tinggalin aku begitu saja ta, gimana dengan impian kita selama ini Ta?".Ansar kembali berteriak saat pesawat itu benar-benar terbang.

"Calisata!!".Ansar bahkan mengejar pesawat itu di berbatasan kaca.

Ansar terduduk dan tertunduk, ia tak pernah menyangka akan di tinggalkan oleh wanita yang menjadi cinta keduanya setelah mama kandung nya sendiri.

"Aku salah apa ta?".guman Ansar yang meneteskan air mata.

Dia tidak pernah ribut sedikitpun dengan Calista, mereka selalu terlihat baik-baik saja, dan hubungan mereka pun sehat sehat aja, tak seperti remaja lain.

bahkan mereka membangun impian bersama untuk menikah setelah lulus kuliah nanti, namun impian itu harus Ansar kubur dalam dalam.

itu sangat tak mungkin, meliat Calista yang meninggalkan nya sendirian tanpa memberikan alasan atau pun pesan membuat Ansar sadar kalau calisata tak pernah serius untuk menjalani hubungan dengan nya.

Ansar berdiri, mengelap air matanya. Dia tak peduli di pandang ribuan mata di sana,dia berjalan cepat ke arah motor Azam.

"Ckk kasian sekali diri mu an".ucapnya memandang wajahnya yang terlihat kusut di kaca spion.

dia mengemudi kan motor seperti orang gila, dia bahkan menganggap jalan raya itu adalah jalan sirkus balap bagi nya.

Di tambah hujan membuat suasana hati Ansar semakin buruk, Ansar tak ada niatan berhenti berteduh sedikit pun.

Dia tetap berjalan, melawan hujan yang semakin deras.

"hahahaa Ansar gila!., baru kali ini aku di buang seperti sampah sama perempuan yang ku cintai..".teriak Ansar di jalan raya,

Ansar berjalan tak fokus di tambah hujan membuat pembatas jalan di tikungan tak terlihat begitu jelas, hingga...

BRAkkkk

"aku benci perempuan seperti mu calisata...".ucap Ansar yang telah bersimpuh darah di badannya.

Ansar menabrak pembatas jalan di tikungan itu. ia mengalami kondisi yang cukup parah...

Flashback off..

"jadi gitu sayang, semenjak itu aku tak pernah lagi membuka hati untuk siapa pun". Ungkap Ansar yang tentunya membuat Zahra kaget.

"lah terus kenapa bisa om nikah sama manta istri om itu ". tanya Zahra yang sangat kepo.

"aku nikahin dia kerna aku terpaksa raa, dia yatim-piatu, kakek juga meminta ku menikahi dia, tapi kamu harus percaya selama menikah sama dia aku bahkan tak pernah menyentuh nya sedikit pun raa".ucap Ansar.

"dan mungkin Calista meneror kamu kerna dia tau kamu calon istri aku". sambung Ansar.

"dia tau dari mana om?, aku gak pernah loh ya post foto kita berdua".jawab Zahra.

"aku yang kasih tau teman-teman lama aku, mungkin dia tau dari teman aku".jujur Ansar kerna memang dia pernah ketemu dengan Nanda dan Aira seminggu sebelum dia pergi ke Amerika.

"jadii..., maafin aku ya sayang".ucap Ansar berharap bisa berdamai dengan Zahra,

"bentar dulu om, aku masih mau tanya ".ucap Zahra yang masih sedikit kepo.

"tanya aja sayang ada apa hmm".ucap Ansar yang memandang Zahra

"gak jadi deh om, nanti aja".ucap Zahra yang merasa tak enak menanyakan kegiatan apa yang Ansar lakukan selama di Amerika kemarin.

"jadii gimana... Aku di maafin kan sayang".ucap Ansar memandang sembari tersenyum ke Zahra.

"iya om, tapi nanti Zahra mohon ya kalau om mau pergi jalan gak ajak Zahra juga gapapa, yang penting om kabari Zahra dulu ya om, jangan ninggalin Zahra kaya orang tua Zahra juga".ucap Zahra yang sedikit pelan di akhir kata. Meski begitu Ansar masih mendengarnya.

"aku minta maaf banget raa, aku takut gimana sakitnya di tinggalkan tanpa di beri kabar dan alasan Ra, tapi aku malah lakuin itu ke kamu".ucap Ansar memeluk erat tubuh Zahra.

"iya gapapa om".sahut Zahra yang mengelus helaian demi helaian rambut Ansar.

"aku rindu banget sama kamu sayang".ucap Ansar memandang wajah Zahra.

"hehe kan kamu yang ninggalin aku, bukan aku yang ninggalin kamu".ujar Zahra yang mencubit kecil hidung Ansar yang mancung itu.

"aku memang salah sayang".ucap Ansar yang terdengar pelan.

"jangan di ulangin lagi berarti".ucap Zahra.

"kamu memang Baik raa, itu yang bikin aku makin sayang sama kamu".ucap Ansar memeluk erat tubuh Zahra.

..

.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!