Ketika dosa, ego & cinta saling ingin unjuk diri di waktu yg sama, maka takdirlah yg akan menjadi hakimnya!!
Elleanor berkisah seorang gadis muda yang sudah mulai memasuki usia matang untuk sebuah pernikahan. Ayahnya mulai mencarikan jodoh untuk dirinya.
Namun, begitulah darah muda. Tak mau di atur, tak mau di kekang. Elleanor menolak & memilih seorang pria yg dia kenal di lapangan golf.
Tetapi, pilihannya salah, dia malah terjebak menjadi orang ketiga saat dia mengetahui jodoh pilihan ayahnya sudah kembali dari luar negeri.
Entah siapa yg akan Elleanor pilih kali ini. Terus terjebak dalam hubungan toxic yg menjanjikan kenikmatan tetapi di todong rasa bersalah atau memulai hubungan baru dengan si pria misterius yg nampak tak kenal kata ampun!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Damian Part 2
Ellea ketakutan setengah mati, dia berulang kali meminta ampun pada Damian dan berusaha melepaskan jambakan di kepalanya. Tetapi percuma, Damian sudah marah besar mana mungkin dia akan berhenti begitu saja.
Setelah masuk ke ruangan itu, Damian mengunci pintu dari dalam. Mendorong tubuh Ellea dengan keras hingga tubuh wanita itu membentur sebuah meja di pinggir ranjang.
"Aarrgg!!" Pekik Ellea sambil memegangi kepala dan perutnya.
"Kau mau jadi wanita murahan, huh!" Bentak Damian.
Ellea menggeleng pelan. Dia kembali masuk ke ruangan ini. Ingatan tentang hukuman dari Damian seakan berputar kembali. Membuatnya bergidik ngeri.
Damian mengambil borgol itu lagi dan menarik Ellea ke atas ranjang, memborgol kedua tangan wanita itu hingga tak dapat lagi berkutik.
"Damian aku mohon maafkan aku!" Pinta Ellea memelas siapa tau Damian berubah pikiran.
Namun pria itu dengan cepat mengambil sebuah cambuk panjang yang terbuat dari lateks. Melihatnya saja sudah membuat Ellea nyeri dimana-mana jika sampai cambuk itu mengenai kulitnya.
"Kau suka menjadi wanita murahan, kan? Biar aku ajarkan bagaimana wanita murahan melayani para tamunya!" Ucap Damian. Lalu..
Cetasss!! Cetassss!!!
Damian mencambuk tubuh Ellea. Membuat rasa panas menjalar ke seluruh tubuh. Namun pria itu nampak belum puas, dia merobek baju tidur Ellea dengan satu tarikan. Kini tubuh seksi itu terekspos penuh.
Damian kembali mencambuk Ellea. Ellea menangis kesakitan, menjerit dan meminta ampun. Tubuhnya kini penuh dengan luka lecet karena di cambuk.
"Damian!! Aku mohon, ampuni aku!!"
"Aarrggg!! Sakittt!!"
"Damian ampunn!!"
Jeritan-jeritan itu seakan menjadi alunan favorit bagi Damian malam ini. Pria itu juga sigap mengambil sebuah dild* berukuran panjang dan besar. Dia memasukkan benda itu ke dalam milik Ellea yang masih belum siap.
Memasukkan dengan paksa dan kasar. Membuat Ellea merasa miliknya koyak sekarang.
"Damiannn!! Aku tidak mau!!" Teriak Ellea.
Tetapi Damian semakin mempercepat gerakan maju mundur menggunakan dild* itu sampai Ellea lemas tak berdaya. Pria itu juga secepat kilat membuka celananya. Memasukkan miliknya dengan kasar membuat Ellea terperanjat.
"Beginilah para pelacur melayani para tamunya, Ellea! Kau suka kan! Bagaimana dia menyentuh mu, apa seperti ini?" Damian mendorong miliknya dengan satu hentakan.
Dia mempercepat gerakannya sambil berpegangan ke perut Ellea, bertumpu di sana hingga membuat Ellea kesulitan bernafas.
"Bagaimana rasanya, huh!! Kau masih berani pada ku?" Ucap Damian dengan rahangnya yang mengeras.
Ellea menangis sesegukan, hingga suaranya parau dan tercekat. Tenggorokannya kering karena terus berteriak sedari tadi. Sekujur tubuhnya juga terasa perih dan nyeri karena luka lecet dari cambukan itu.
Damian mendorong tubuhnya dengan keras, tangannya sekarang mencekik leher Ellea. Pria itu hampir mencapai pelepasannya hingga dia semakin mempererat cekikannya. Membuat Ellea hampir kehabisan nafas. Tubuhnya memberontak. Mulutnya terbuka lebar mencari pasokan oksigen.
"Aahhh.." Damian akhirnya mencapai pelepasannya, perlahan dia melepas cekikannya di leher Ellea.
"Hukk.. Hukk.. Hukk.." Pekik Ellea sampai matanya memerah.
Damian menatap Ellea dengan penuh amarah. Tak ada rasa bersalah di mata pria itu. Seakan mengatakan, kau pantas mendapat itu! Lalu Damian memakai celananya lagi. Sedangkan Ellea menangis tanpa suara di tempatnya. Memandang kosong suaminya yang sedang marah besar itu. Dia tak dapat bereaksi, jangankan memberontak, menarik nafas pun sekarang terasa sangat sakit.
Mata Ellea melihat Damian sedang meraih cambuk lateks nya lagi. Mengancang-ngancang bagian tubuh Ellea sebelah mana yang bisa dia cambuk lagi. Dan..
Plasss!!!
Cambuk itu mengenai perut Ellea, bukan sekali dua kali, tetapi empat kali hingga membuat banyak tanda merah disana.
Ellea tak lagi berteriak apalagi meminta ampun. Karena dia tau semua akan percuma saja, yang ada hanya akan membuat emosi Damian semakin tersulut.
Karena tak mendengar suara Ellea lagi. Damian melempar cambuk itu dan memastikan Ellea masih hidup. Mata wanita memang masih terbuka, namun tatapannya kosong.
Damian menamparnya sekali untuk memastikan wanita itu masih hidup. Melihat Ellea masih berkedip Damian terlihat lega. Dia melepas borgol di kedua tangan Ellea. Lalu keluar dari ruangan favoritnya begitu saja. Menguncinya dan berjalan menuju kamar pribadinya.
Di ujung lorong, Damian melihat Bibi Lung sedang menangis sesegukan, Maria dan Hendry berusaha menenangkan wanita paruh baya itu. Namun Damian tak perduli, dia memilih masuk ke dalam kamarnya.
Pikirannya kalut bukan main, dia duduk di tepi ranjang dan memikirkan soal mendiang adik perempuannya itu. Saat mengetahui soal hubungan Alan dan Ellea dari rekaman CCTV apartemen yang sempat di tinggali oleh Alan, Damian jadi tau jika kedua orang itu pernah memiliki hubungan spesial.
Hingga hari terjadinya kebakaran itu, Damian tau. Dia juga tau jika Alan berlagak menjadi pahlawan yang sudah menyelamatkan Ellea. Dia juga memastikan informasi itu pada Cristian.
Tetapi satu yang tidak Damian ketahui yaitu, apa saja yang terjadi di dalam apartemen itu sejak mereka berdua berada di dalam sana.
Pertanyaan itu seakan terjawab saat Alan menjelaskan bahwa dirinya lah yang pertama kali menyentuh Ellea, bahkan pria bajing*n itu berkata bahwa Damian mendapat barang sisa dari dirinya. Membuat Damian marah besar dan hilang kendali pada Ellea.
Hingga kedua matanya menangkap dua buah kotak berwarna maroon dan coklat tua yang terjatuh di lantai. Mungkin tersenggol dirinya saat menarik Ellea tadi. Damian penasaran apa isinya. Dia mengambil kotak berwarna coklat itu. Membukanya dan merasa bingung saat melihat ada satu set pakaian bayi. Dia pikir, Ellea membelinya sabagai hadiah untuk temannya. Dia melempar kotak itu ke atas ranjang.
Damian sebenarnya ingin keluar dari kamar, tetapi kotak kecil berwarna maroon itu menyita perhatiannya. Meski awalnya dia mengira itu juga hadiah yang Ellea siapkan untuk temannya, tetapi dia tetap memungutnya dan melihat apa isinya.
Alangkah terkejutnya Damian saat melihat sebuah alat tes kehamilan disana, dengan hasil yang positif. Alisnya bertaut mencoba menebak milik siapa ini. Seketika jantungnya jatuh ke dasar perut. Meski tidak yakin, dia membawa test pack itu untuk memastikan siapa pemiliknya.
Saat Damian keluar dari kamarnya, dia melihat Bibi Lung dan Maria sedang berusaha membuka ruangan pribadinya. Hendry nampak mencoba menghentikan mereka berdua. Hingga terjadi pertengkaran kecil di antara Hendry dan Maria.
"Kita harus membantunya, Hendry! Nyonya sedang hamil!" Teriak Maria dengan lantang.
Membuat Damian seakan di sambar petir dan mati di tempat. Tangannya gemetar memegang test pack itu. Menelan ludah pun terasa tercekat. Sungguh, Damian seperti di tarik ke dasar laut dan di ikat disana. Sulit bernafas sampai mati dengan paru-paru yang terasa terbakar.
Bersambung....
.
.
good luck authorrr