NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lusica Jung

Demi melindungi cintanya, dia harus membuat sebuah keputusan yang sulit untuk di mengerti orang lain. Menyembunyikan pernikahannya dan tinggal terpisah dari istrinya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Tidak ada yang mengetahui tentang pernikahan itu selain dirinya, si gadis dan asisten pribadinya. Sangat tidak masuk akal memang, namun semua itu Kevin lakukan semata-mata hanya demi melindungi gadis tercintanya tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Jerry sedang duduk di sebuah kursi sambil membaca berkas-berkas yang ada di atas mejanya. Dengan sedikit emosi Jerry melempar berkas-berkas itu lalu memijit pelipisnya yang terasa pening. Diliriknya jam yang bertengger manis di pergelangan tangan kanannya-waktu baru menunjuk angka 9 pagi.

Pria itu menghela nafas sambil mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya dan menggeram marah. "ARRKKHHH ... KEVIN ZHANG , KAU MEMANG SEORANG ********."

Tiba-tiba seorang pria memasuki ruangannya dengan tergesa-gesa. Nafasnya tersenggal-senggal dan sedikit peluh pada keningnya. "Apa kau sudah tidak memiliki sopan santun lagi, HAH!" amuk Jerry pada orang itu.

"Tuan, terjadi masalah lagi. Seorang hacker telah menyerang keamanan komputer kita."

"Apa?" Sontak Jerry memekik dan berdiri dari kursinya. Lalu melewati pria itu begitu saja dan berjalan tergesa-gesa menuju ruang kontrol. Dan pria itu mengikuti Jerry masih dengan wajah panik.

Pintu ruang kontrol terbuka dengan sendirinya setelah Jerry memasukkan beberapa dijit angka pada sebuah alat di samping pintu. Di dalam sana para teknisi tengah bekerja keras untuk melindungi sistem keamanan komputer perusahaan mereka dari serangan worm yang telah di kirim oleh seorang hacker jenius. Sedikitnya ada 30 teknisi di dalam ruangan tersebut.

"Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi? Apa saja yang sebenarnya kalian lakukan selama ini, HAH?" amuk Jerry pada semua orang di dalam ruangan tersebut.

Jerry yang sedari tadi hanya melihat pergerakan worm dari layar monitor besar, terlihat mengetikkan sesuatu pada keyboard yang terhubung dengan komputer induk milik perusahaan. Worm itu mulai masuk ke dalam komputer induk dan mengacaukannya.

Dan jika dibiarkan saja maka masalahnya akan jauh lebih besar lagi. Worm itu bisa mencuri data-data penting perusahaan dan jika itu sampai terjadi maka saham akan anjlok dan membuat perusanaan menjadi bangkrut.

"Lakukan sesuatu, bodoh! Kalian jangan menjadi orang tidak berguna yang hanya memakan gaji buta saja." Jerry kembali berteriak dan memaki para teknisi-teknisi tersebut.

BRAAAKKK.....

Seorang teknisi menggebrak meja dengan keras seraya bangkit dari duduknya. Menatap Jerry tajam dan penuh kebencian.

"Cukup, Tuan Zhang, semakin lama Anda malah semakin keterlaluan. Selama ini saya diam bukan berarti saya takut pada Anda. Jika memang Anda merasa hebat dan mampu, kenapa tidak Anda selesaikan sendiri saja? Selama ini Anda bisanya hanya berteriak, memaki dan menyalahkan kami tanpa menghargai semua kerja keras kami. Berhentilah menjadi pimpinan yang tidak berotak. Aku mengundurkan diri dari perusahaan ini." Kemudian pria itu bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.

"Kami juga." Dan satu persatu meninggalkan ruangan menyisahkan Jerry dan satu pria yang masih setia di sana bersamanya.

"Pergi saja kalian semua. Lagi pula siapa juga yang butuh orang-orang tak berguna seperti kalian. Kalian memang tidak tau terima kasih, brengsek kalian semua. Aarrrkkhh, kacau, semua jadi benar-benar kacau."

Pria itu pun akhirnya meninggalkan Jerry sendiri di dalam ruangan itu. Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah seringai tipis diwajahnya. Lalu dia merogoh saku jasnya dan menghubungi seseorang.

"Tuan, semua berjalan seperti yang Anda inginkan. Jerry Zhang , benar-benar berad di ambang kehancuranm"

'Bagus, tetap di sana dan laporkan semua perkembangannya padaku,"

"Saya mengerti , Tuan, seperti keinginan Anda."

🌹🌹🌹🌹

"Kau terlihat sangat senang , apa sesuatu telah terjadi?"

Kevin mengangkat wajahnya dan menarik Jessica untuk duduk dipangkuannya. Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk lengkungan indah di wajah tampannya. "Lebih dari itu, Sayang."

Jessica memicingkan matanya. Sangat jelas terlihat jika dia begitu penasaran dengan hal apa yang membuat suaminya ini begitu senang. "Kau tidak ingin memberitauku?" Jessica menatap Kevin kecewa.

"Bukan hal penting yang harus kau ketahui, Sayang. Dan aku jelaskan pun kau tidak akan paham," jawab Kevin sambil memainkan helaian panjang Jessica yang terurai.

"Huft , baiklah. Oya, aku sudah menemukan sebuah apartemen yang cocok untuk aku tinggali bersama, bibi , dan harganya juga cukup bagus."

"Lalu kapan kau berencana untuk pindah dari rumah lamamu dan tinggal di sana?" tanya Kevin.

"Aku masih belum tau, mungkin dalam waktu dekat. Aku juga sudah membayar uang mukanya dan sisanya bisa dibayarkan setelah aku dan bibi menempatinya."

"Kalau begitu sisanya serahkan saja padaku. Biar aku yang menyelesaikannya," ucap Kevin lalu mencium singkat bibir Jessica.

Jessica menggeleng. "Tidak usah, biar aku sendiri saja. Lagi pula semua uang yang kau berikan padaku selama satu tahun ini belum tersentuh sama sekali jadi jika hanya untuk sebuah apartement aku lebih dari mampu untuk membelinya." Ucapnya.

"Hn, terserah kau saja."

Kemudian Jessica menutup matanya saat merasakan lembutnya bibir Kevin menyapu lembut permukaan bibirnya, terasa basah dan memabukkan. Dan Kevin terus mencium bibir Jessica yang memberikan candu untuknya. Dia begitu menyukai setiap inci bibir ranum itu yang terasa lembut dan manis.

Dan sementara itu. Tao dan Lay yang baru saja datang dari membeli rokok dan camilan langsung membelalakkan matanya melihat sebuah live kiss di depan mata mereka. Lay yang memang dasarnya mesuk seketika merasakan dirinya yang lain telah berdiri dan buru-buru dia pergi kekamarnya untuk melakukan sebuah pelepasan.

Sedangkan Tao masih bergeming dengan darah yang tiba-tiba mengalir keluar dari hidungnya. Tao tak berkedip sambil sesekali menelan salivanya.

Dan kedua mata Jessica sontak membelalak saat mendapati keberadaan Tao di sana. Buru-buru dia mendorong tubuh Kevin hingga ciuman mereka terlepas. "Ta-Tao, sejak kapan kau berdiri di sana?" tanya Jessica sedikit gugup.

Tao menggaruk tengkuknya dan segera menyeka darah dari hidungnya. "Aku tidak melihat apapun kok, sungguh. Aku baru tiba dan ini mau pergi. Hahaha, sungguh aku tidak melihat apapun, aku tidak melihat apun kok, sungguh."

Kevin mendengus berat. Dia menyesali kedatangan Tao di saat yang kurang tepat. Tapi bukan salah dia juga karna mereka berdua berciuman di ruang kelarga.

🌹🌹🌹

"Nara-ssi,"

Nara menghentikan langkahnya setelah dia mendengar seseorang memanggil namanya. Sontak dia menoleh dan mendapati seorang pria berjalan menghampirinya. "Kau masih mengingatku? Ini aki Justin, pria yang tidak sengaja bertabrakkan denganmu di cafe dua minggu yang lalu." Jelas Justin menuturkan.

"Ya, aku mengingatmu. Memangnya ada apa?" tanya Nara.

Justin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tidak ada, hanya ingin mengajakmu makan siang bersama. Apa kau ada waktu?"

"Maaf, Justin-ssi, aku tidak bisa karna temanku sudah menunggu di dalam. Maaf, saya permisi dulu." Nara membungkuk dan meninggalkan Justin begitu saja.

Justin menghela nafas, padahal dia ingin sekali bisa makan siang bersama Nara tapi dia malah menolaknya dan Justin hanya bisa menerimanya dengan lapang dada.

🌹🌹🌹

DORR...

DORR...

Baku tembak antara anak buah Kevin dan para penyusup tidak dapat terhindarkan. Tempat tinggal Kevin di serbu segerombolan pria tidak di kenal saat dia tidak ada di tempat. Beruntung ada Kai dan Jimin yang bisa mengendalikan keadaan.

Mayat-mayat jatuh bergelimpangan di tanah dengan luka tembak pada kepala dan dadanya. Tidak hanya pihak lawan, dari pihak Kai dan Jimin pun ada yang meninggal.

"Kai, bawa mereka keluar dari sini, aku memiliki sebuah rencana." Ucap Jimin yang segera di balas anggukan oleh Kai.

Kai menggiring lawan yang tersisa untuk meninggalkan kediaman Kevin. Sedangkan Jimin tengah merakit sebuah senjata untuk menumpas mereka semua dalam sekali ledakan.

Bukan untuk membunuh mereka melainkan untuk membuat mereka pingsan saja. Jimin tidak ingin menimbulkan kekacauan dan kerusakan di kediaman bossnya, itulah kenapa dia meminta Kai membawa orang-orang itu untuk keluar dari sana.

"Kai, cepat menghindar dan berlindung di tempat yang aman." Seru Jimin dari kejauhan. Kai mengangguk dan segera meninggalkan lokasi. Dan setelah Kai cukup jauh, Jimin melemparkan senjata buatannya ke arah lawan dan....

DUAARRR....

Menimbulkan sebuah ledakan yang besar. Tapi anehnya ledakan itu tidak membuat mereka mati apalagi menghancurkan tubuh. Orang-orang itu hanya pingsan setelah menghirup asap yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut.

"Hahaha! Penemuanku akhirnya berguna juga. Selanjutnya tinggal kita urus mereka dan menunggu ,boss, pulang," ucap Jimin yang langsung di balas anggukan oleh Kai.

Dan Kai tidak menduga jika penemuan Jimin yang awalnya dia pikr tidak akan bisa berguna sekarang justru membantunya. Sungguh, sesuatu yang sulit di tebak dan di percaya.

🌹🌹🌹

Mereka sedang berada di kamar dan duduk saling berhadapan. Jessica tengah membantu Kevin mengganti perban pada pelipis kirinya. Lukanya masih basah dan darah juga masih keluar dari luka itu meskipun tidak sebanyak sebelumnya.

Dengan perlahan dan penuh kelembutan, Jessica mulai membersihkan keringat dan darah di sekitar lukanya. Raut wajahnya menunjukkan bila Kevin sedang menahan sakit ketika kapas yang Jessica gunakan menyentuh lukanya.

"Tahan sebentar, ini tidak akan lama kok."

"Jangan cemas, aku baik-baik saja. Jika hanya luka seperti ini saja aku masih bisa menahannya."

"Baiklah, dan aku akan melakukannya dengan lebih pelan lagi,"

Ting .... Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Kevin. Kevin segera membuka pesan tersebut dan dia menerima sebuah kabar yang tidak mengenakkan. Kediamannya di serang orang tidak di kenal tapi kekacauan itu bisa segera di atasi karna Kai dan Jimin bisa melakukan tugasnya dengan sangat baik.

"Segera bersiap-siap, kita kembali ke Seoul hari ini juga. Terjadi sedikit masalah di sana dan para anak buahku membutuhkan diriku sekarang."

Jessica menghela nafas kecewa. "Baiklah," dan dengan segera dia menyelesaikan pekerjaannya. Jessica menutup kembali luka di pelipis Kevin dengan sebuah perban dan plaster.

.

.

.

BERSAMBUNG.

1
Asyatun 1
lanjut
Gani Bambang
aku suka cerita nya
Asyatun 1
lanjut
Muliahati Ziliwu
Berarti orgtua ken tdk meninggal
Muliahati Ziliwu
Kevin garang tp istri tanpa pengawal dibiarkan dirmh hanya berdua dgn nenek yg ga bs berbuat apa"
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
berantas kejahatan ...jangan kasih kesepatan orang jahat
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
semangaat.....
Asyatun 1
lanjut
Yuli
ikut berbelasungkawa Sika 😭😭😭😭
Risa Kemala Sari
👍👍👍👌👌⚘️⚘️⚘️🌷🌷🌷🌹🌹🌹💐💐💐🌺🌺🌺🌟🌟🌟🌟🌟
Asyatun 1
lanjut
Asyatun 1
keren
Maizuki Bintang
bgs
Sarina So
autor serta teman teman semuanya mampir ya di karya perdana ku yg berjudul penyesalan sang suami Karya violetjos
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Humaira Queenza Anastasia
Buat boss mafia yakusa sadar thor...jgan dia bisa mbunu kevin thoo...lindungi kevin thoor dari boss mafia yakusa...lnjut thoor 💪💪💪
Humaira Queenza Anastasia
semoga jesica hamil thoor...lebih seru klo hamil baby kmbar...lnjut thoor 💪💪😘😘♥️♥️
Humaira Queenza Anastasia
semoga setelah jesica cepat hamil thoor buatlah kevin dan jesica bhagia thor dikasih keturunan klo hamil secepaynya dàn hamil kmbar...lnjut thoor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!