NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluhempat

Setelah Jessy dan Ocong masuk ke dalam rumah, Ziang membawa para budak masuk ke dalam guild. Mereka menuju ruang bawah tanah, di sana ada halaman berlantai granit yang mewah berwarna putih, lalu di semua sisi tembok ada pintu menuju kamar asrama para anggota.

Ada 5.000 kamar asrama yang di buat dalam 3 ruangan bawah tanah. Yang paling banyak itu asrama anggota sedangkan yang paling sedikit itu asrama orang kepercayaan Ziang, masih perlu perjalanan yang jauh.

“Pilih tempat tidur yang kalian inginkan, alasan kalian semua berada di tempat ini karena aku membutuhkan beberapa orang untuk membangun sebuah guild. Dan kalian adalah anggota pertama yang datang, kalian akan di latih dengan keras di dalam pengawasanku. Lakukan dengan baik atau nyawa kalian gantinya.” Ucap Ziang memberitahu.

“Selimut, alat mandi, pakaian ganti dan makan sudah di siapkan sesuai jadwal. Ingat baik-baik dan berusaha keraslah agar tidak mati sia-sia.” Ziang bicara dengan tegas.

Para budak hanya bisa mendengarkan dengan takut, mereka tidak berani melawan apalagi membantah. Mereka akan menuruti selagi mendapatkan tempat tidur nyaman dan makan cukup, mereka sudah sering di siksa jadi tidak masalah.

Ziang mengeluarkan ular batu spirit beast miliknya, para budak langsung mundur gemetar ketakutan. Itu respon yang sangat wajar karena psikis mereka pasti sudah terganggu sejak hidup sebagai budak.

“Ular ini yang akan mengawasi kalian selama aku pergi, dia tidak akan memakan kalian selagi kalian mengikuti jadwal dengan baik.” Setelah mengucapkan itu Ziang berbalik hendak pergi.

Setelah Ziang pergi, datang pelayan dari arah dapur bawah tanah membawa makan malam untuk para budak. Para pelayan itu adalah ciptaan dari Ocong, jadi mereka tidak takut pada ular batu.

Para budak setelah membersihkan diri dan memakai pakaian hangat dan nyaman, langsung makan dengan lahap di ruang tengah. Mereka makan seperti kesetanan, pertama kali seumur hidup mereka bisa makan dengan lahap dan kenyang seperti ini.

Sedangkan suasana makan malam Jessy terasa hampa, Zhao menolak makan bersama dan memilih makan di kamarnya. Jessy semakin kepikiran sedangkan Ziang terlihat biasa saja.

“Sebenarnya apa yang terjadi? kau memarahinya?.” Desak Jessy butuh penjelasan.

“Tidak, di pasar budak dia ingin menyelamatkan budak anak-anak karena bersimpati. Aku memberikan nasihat jika semua orang di dalam pasar budak itu penipu, mereka sengaja menarik simpati menggunakan anak-anak. Aku ingin membuang sifat naif Zhao, dia tidak memerlukan sifat itu.” Jelas Ziang.

“Jadi begitu, aku setuju dengan keputusanmu. Biar aku yang membujuknya, dia pasti hanya sedang bimbang apa keputusan nya sudah benar atau belum.” Jessy jadi lebih lega.

“Aku akan ikut.” Ujar Ziang.

“Tidak, kau harus tetap terlihat tegas dengan keputusan mu yang tidak bisa diganggu gugat. Kau bertugas menasihati dan mengarahkan Zhao, untuk masalah ketenangan batin dan teman bicara serahkan saja padaku. Sudah saatnya kita membagi tugas, lain kali jika ingin menasihati cobalah sedikit lebih halus. Mungkin dengan begitu Zhao akan jauh lebih mengerti.” Ucap Jessy.

“Aku akan berusaha lain kali.” Ziang mengangguk.

Jessy pergi ke kamar Zhao di bangunan sisi kanan, Zhao masih terlihat lesu. Jessy tersenyum melihatnya, sebagai anak yang sudah mulai tumbuh dewasa tentu saja dia sudah bisa mengambil keputusan.

Dia pasti sedang menimang apakah nasihat Ayahnya itu benar atau tidak. Karena hatinya merasa sangat kasihan pada budak anak kecil

di pasar gelap, tapi dia tidak berani membantah nasihat Ayahnya.

“Kemari.” Jessy meminta Zhao tidur di pangkuan nya.

Zhao menurut, di saat seperti ini dia memang sangat membutuhkan teman curhat. Dia sangat butuh dukungan dan saran, karena fase mencari jati diri sedang mengacak-acak pola pikirnya.

“Marah dengan Ayah?.” Tanya Jessy, dia mengelus rambut Zhao.

“Tidak.” Jawab Zhao.

“Lalu kenapa murung? apa Ayah memarahimu? bilang saja pada Ibu, Ibu akan memarahi Ayah.” Ucap Jessy, menempatkan diri sebagai pembela.

“Pftt tidak Ibu, aku hanya sedang bingung.” Akhirnya Zhao mau bercerita.

“Ada apa? Ibu siap mendengarkan jika Zhao ingin bercerita.” Ucap Jessy tidak memaksa.

“Ayah bilang aku harus membuang sifat naif, apa selama ini aku naif? apa di mata Ayah aku terlihat gampang di bodohi dan terlalu lembek sebagai laki-laki?.” Ujar Zhao.

“Bukan seperti itu, sifat naif itu bawaan manusia dan semua orang mengalami masa dimana mereka naif. Rasa ingin menolong banyak orang, bahkan rela menanggung masalah oranglain. Sifat yang baik hati dan mulia tapi membawa petaka dan kehancuran, orang naif akan selalu di khianati dan di manfaatkan orang lain. Ayahmu tidak mau kau berakhir seperti itu, sebagai anak kami kau harus memiliki sikap tegas yang tidak mudah di bujuk rayu oleh musuh, kau harus memiliki pendirian kuat.” Ucap Jessy menjelaskan dengan lembut.

“Tapi bagaimana caranya? aku merasa sesak dan ingin menangis karena tidak bisa menolong mereka. Wajah mereka yang memohon dan berteriak meminta tolong padaku terus terngiang, aku merasa sudah melakukan kesalahan besar.” Ucap Zhao.

“Pikirkan dirimu sendiri lebih dulu baru orang lain, menyelamatkan budak bukan tugasmu. Kau tidak perlu ikut campur atau merasa bersalah karena memang bukan tugasmu. Ayahmu juga hanya terlihat kejam di luar saja, di dalam dia sangat memikirkanmu.” Ucap Jessy tersenyum.

“Aku ingin menjadi seperti Ayah, tapi hatiku kesulitan melakukannya.” Jujur Zhao.

“Pasti sulit karena baru pertama kali, semua berawal dari kebiasaan hingga terbiasa. Sudah jangan terlalu banyak berpikir lagi, Ibu percaya putra Ibu ini pasti bisa melakukannya dengan baik.” Ucap Jessy.

“Apa setelah adik lahir aku akan tetap jadi anak Ayah dan Ibu?.” Tanya Zhao.

“Tentu saja, pertanyaan macam apa itu? kau akan selamanya menjadi anak kami. Meskipun adikmu akan lahir, kau tetap lah bagian dari keluarga yaitu seorang Kakak. Ayah dan Ibu masih memiliki banyak kekurangan sebagai orang tua, maafkan kami ya jika masih ada banyak hal yang terlewatkan untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang kami. Kami sudah mencoba memberikan yang terbaik tapi pasti tetap ada yang terlewat, maafkan kami.” Jessy ingin menjadi orangtua yang tidak gengsi meminta maaf.

“Ibu jangan meminta maaf, Ayah dan Ibu sudah melakukan banyak hal untukku. Aku yang seharusnya meminta maaf, karena belum bisa menjadi anak berbakti.” Ucap Zhao merasa sedih.

“Heii… tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semuanya pasti memiliki kekurangan entah itu terlihat atau tidak, jangan sungkan untuk bicara karena Ibu sangat khawatir melihatmu murung seperti ini.” Ucap Jessy tulus.

“Terimakasih Ibu.” Zhao merasa jauh lebih baik.

“Semangat ya, baru hari pertama ikut Ayah sudah seperti ini. Jangan sampai Ayah menertawakanmu ya, kau harus menjadi pria sejati yang kuat.” Ucap Jessy memberikan semangat.

Zhao tertawa senang, menggenggam tangan Jessy yang berada di pipinya. Jessy tersenyum ternyata mendidik anak di usia ini sangat sulit, harus menjalin komunikasi yang baik agar mereka mau bercerita dengan santai dan nyaman.

“Sudah makan?.” Tanya Jessy.

Zhao mengangguk, Jessy menemani Zhao sampai tertidur dan kembali ke kamarnya. Di dalam kamar Ziang sudah menunggu Jessy sambil tersenyum, sebenarnya tadi dia menguping semua pembicaraan Jessy dan Zhao lalu kabur ke kamar karena takut ketahuan menguping.

Ziang merasa semakin jatuh hati pada Jessy karena cara bicaranya yang indah, nasihat yang mudah di mengerti tanpa menyudutkan. Ziang merasa Jessy adalah wujud kesempurnaan dari seorang wanita, di zaman ini tidak akan ada wanita seindah dan sesempurna istrinya ini. Terasa berlebihan tapi bagi Ziang itu tidak sama sekali, bahkan membandingkan Jessy dengan bulan pun sudah beda level, Jessy itu sangat sempurna di mata Ziang.

“Jangan suka menguping pembicaraan orang.” Sinidir Jessy sambil tersenyum.

Deg.

1
Eka Haslinda
wo ow.. kamu ketahuaannn 🤣🤣
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!