NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:259k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Intimidasi di Depan Pintu

Kembali ke halaman kecilnya yang sunyi, Lin Feng menutup pintu kayu yang reyot itu. Suara langkah kaki dan bisikan mengejek dari luar perlahan memudar, meninggalkan dunia yang hanya berisi dirinya sendiri.

Kontras antara lingkungan yang bobrok dan ketenangan agung di matanya sangatlah mencolok. Di kehidupan sebelumnya, satu tarikan napasnya saja menghirup energi spiritual yang cukup untuk membuat seorang ahli fana meledak. Sekarang, ia harus puas dengan udara keruh yang nyaris tidak memiliki energi.

"Langkah demi langkah," bisiknya, nadanya tidak terpengaruh.

Dia meletakkan Rumput Darah Besi dan Bunga Roh Embun di atas meja kayu yang lapuk. Jari-jarinya, meskipun masih lemah, bergerak dengan ketangkasan dan presisi yang tidak sesuai dengan usianya. Dia memisahkan daun Rumput Darah Besi, yang berwarna merah gelap seperti darah beku, dan menghancurkannya dengan lembut hingga menjadi pasta. Kemudian, dia memetik kelopak Bunga Roh Embun yang sebening kristal.

Tanpa ragu, Lin Feng memasukkan pasta Rumput Darah Besi ke dalam mulutnya.

Rasa pahit dan metalik yang kuat langsung menyebar. Sesaat kemudian, gelombang panas yang membara meledak dari perutnya, mengalir deras ke setiap pembuluh darah di tubuhnya. Rasanya seolah-olah darahnya mendidih, mencoba membakar semua kotoran dan kelemahan dari dalam. Rasa sakit yang hebat, yang akan membuat orang biasa pingsan, hanya membuat alis Lin Feng sedikit berkerut.

"Hmph, hanya rasa sakit tingkat ini?"

Dia pernah menahan sengatan Petir Pemusnah Ilahi selama sembilan hari sembilan malam untuk menempa tubuh abadinya. Dibandingkan dengan itu, sensasi ini tidak lebih dari gigitan nyamuk.

Dia segera menjalankan bagian pertama dari Teknik Penempaan Tulang Naga dalam pikirannya. Bukan untuk mengolah energi, tetapi untuk memandu aliran panas dari Rumput Darah Besi. Dia tidak memperbaikinya, hanya memperkuatnya, mempersiapkan fondasi darah yang kuat untuk penempaan tulang yang akan datang.

Setelah sekitar satu jam, panas yang membara perlahan mereda, meninggalkan perasaan hangat yang nyaman. Darahnya terasa lebih kental dan kuat. Wajahnya yang pucat kini memiliki sedikit rona kemerahan.

Selanjutnya, ia mengambil kelopak Bunga Roh Embun dan menelannya.

Berbeda dengan Rumput Darah Besi yang berapi-api, energi dari Bunga Roh Embun terasa sejuk dan menyegarkan. Energi itu tidak mengalir ke pembuluh darahnya, melainkan langsung menuju lautan kesadarannya, menyehatkan jiwanya yang telah tegang karena proses reinkarnasi dan rasa sakit. Jiwa ilahinya yang agung menjadi lebih stabil di dalam wadah baru yang rapuh ini.

Kombinasi panas dan dingin, fisik dan mental, adalah fondasi dasar dari Teknik Penempaan Tulang Naga.

Tepat ketika Lin Feng sedang memantapkan kondisinya, suara tendangan keras menghantam pintu reyotnya.

"BANG!"

Pintu kayu itu langsung hancur berkeping-keping.

"Lin Feng, sampah! Kudengar kau belum mati! Keluar kau!"

Sebuah suara arogan dan penuh kebencian terdengar. Tiga pemuda melangkah masuk ke halaman. Yang memimpin adalah seorang pemuda jangkung dan berotot dengan wajah sombong. Dialah Lin Wei, sepupu yang telah menghancurkan meridian Lin Feng tiga hari lalu.

Di belakangnya, dua pengikutnya tersenyum mengejek, siap menikmati pertunjukan yang bagus.

Lin Wei melirik ke dalam ruangan dan melihat Lin Feng duduk bersila di tempat tidur. Dia terkejut melihat Lin Feng tampak lebih baik dari yang diharapkannya. Seharusnya dia terbaring tak berdaya, bukan duduk dengan punggung tegak.

"Oh? Kau masih bisa duduk, ya? Sepertinya pukulan tempo hari kurang keras," kata Lin Wei dengan nada mengejek, sambil berjalan mendekat. "Aku datang untuk memberimu pelajaran lagi, agar kau tahu di mana tempatmu."

Lin Feng perlahan membuka matanya.

Saat tatapan mereka bertemu, Lin Wei tanpa sadar berhenti melangkah. Dia melihat sepasang mata yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Bukan lagi mata yang penuh ketakutan dan keputusasaan. Mata itu tenang, sedalam samudra di malam hari, tanpa dasar dan tanpa riak. Ketenangan itulah yang membuatnya merasa ngeri. Seolah-olah dia bukan sedang melihat seorang sampah, melainkan seorang raja yang sedang menatap seekor serangga.

"Apa yang kau lihat, sampah?!" Perasaan tidak nyaman itu membuat Lin Wei marah. Dia merasa martabatnya dilukai. "Kau pikir dengan menatapku seperti itu kau bisa membuatku takut?"

Lin Feng tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatap Lin Wei dengan tenang.

"Diam?! Kau berani mengabaikanku?!" Lin Wei menjadi semakin murka. Dia mengangkat tangannya, energi spiritual tingkat tiga Alam Penempaan Tubuh berkumpul di tinjunya. "Hari ini aku akan benar-benar melumpuhkanmu!"

Tinju yang diselimuti cahaya redup itu melesat lurus ke arah wajah Lin Feng. Para pengikut di belakangnya tersenyum sinis, sudah membayangkan adegan Lin Feng terlempar dan batuk darah.

Namun, tepat saat tinju itu hampir mengenai sasaran, tubuh Lin Feng yang sedang duduk bersila sedikit miring ke samping. Itu adalah gerakan yang sangat kecil, hampir tak terlihat.

Tinju Lin Wei meleset tipis, hanya mengenai udara di samping wajah Lin Feng. Karena menggunakan kekuatan penuh, Lin Wei kehilangan keseimbangan dan tersandung ke depan.

"Woah!"

Dia buru-buru menstabilkan tubuhnya, menatap Lin Feng dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin? Bagaimana sampah yang meridiannya hancur ini bisa menghindari pukulannya? Pasti hanya kebetulan!

"Kau berani menghindar?!" teriak Lin Wei, menyembunyikan keterkejutannya dengan kemarahan. Dia berbalik dan melancarkan tendangan sapuan ke arah Lin Feng yang masih duduk.

Sekali lagi, pemandangan aneh terjadi. Lin Feng hanya menarik kakinya sedikit, dan tendangan Lin Wei yang kuat kembali menyapu udara kosong. Gerakannya sangat efisien, seolah-olah dia sudah tahu persis ke mana tendangan itu akan mendarat.

Lin Wei tertegun. Dua kali berturut-turut. Ini bukan lagi kebetulan.

Saat itulah, Lin Feng akhirnya berbicara. Suaranya tidak keras, tetapi membawa beban yang tak terlukiskan, dingin dan menusuk.

"Sudah selesai bermain?"

1
Erni andi arifuddin
banyak amburadul
Erni andi arifuddin
kok ceritanya lari ke bab yg lain🤭
Alga Kabur
ngalur ngidul cerita nya....lompat bab terlalu jauh...antar bab ngak nyambung cerita nya
Erni andi arifuddin
kapan habis 49 harinya Thor jgnkan Lin Feng aku saja yg baca mulai jenuh menunggu 🤭🙏
Erni andi arifuddin
Thor perasaan yg jadi tunangan Lin Feng adalah Liu xio'er bukan xio mei kenapa jadi berubah lagi😇
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
mantappp
Erni andi arifuddin
aku kira lagi Liu xia'er😂🤭
Erni andi arifuddin
ngak malu tuh mantan tunangannya mau berharap lagi atau apa outhornya lupa lagi bab awal yg kl tidak salah Lin Feng akan membalas semua yg menghianatinya termasuk mantan tunangannya 😂😂😂
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma perlu lebih fokus lagi ke bab bab sebelumnya jgn di lupakan supaya tidak membangunkanbolak balik begitu pula dgn tokoh di dalamnya jadi pusing sendiri
Erni andi arifuddin
kok tiba tiba klan Lin di bangun kembali ada apakah dgn klan Lin setau yg saya baca klan Lin baik baik saja sebelum Lin Feng mengikuti turnamen 3 klan??????
Dao Biru: Mampir gan ke novelku "Penguasa Agung"
total 1 replies
Erni andi arifuddin
saran Thor pedang guntur saja kayaknya lebih bagus di banding pedang guntur berat😄
Erni andi arifuddin
lalu kemana klan Lin SDH tidak naik lagi namanya selama Ling Feng tinggal di klan mantan tunangannya atau klan Liu,dan pertamanya cuma ada 3 klan,Lin,Wang,shu kenapa sekarang klan Lin hilang justru yg muncul klan liu😇😇😇
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma yg jadi pertanyaan masalah pedang hitam yang dari klan Lin dan masal mantan tunangannya kayaknya Thor lupa kl Ling Feng itu mau balas dendam dengan semua orang yg menghinanya termasuk mantan tunangannya tp kayaknya malah sebaliknya makin ke sini makin Ling Feng lupa akan dendamnya 😂🤭
Erni andi arifuddin
kayaknya Lin Feng punya pedang yg berat juga
Erni andi arifuddin
apakah itu Golem???
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
pembantaian klan Lin... kelewat kayaknya
Alga Kabur
lumayan menarik ceritanya, tapi ada sedikit kekurangan, itu biasa
Alga Kabur
iya... bingung bacanya....ketua 3 klan lin...Lin Bao..hilang dr cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!