Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 27: Sidang Hunter
Langit Asterra tampak cerah.
Namun di dalam gedung Hunter Association—
suasana jauh dari kata tenang.
Ruang Sidang
Ruangan besar.
Dinding kaca.
Meja panjang di tengah.
Dan di sekelilingnya—
para petinggi.
Hunter Rank tinggi.
Analis.
Dan beberapa orang… yang bahkan tidak memiliki identitas publik.
Di ujung ruangan—
sebuah kursi kosong.
Untuk satu orang.
Pintu terbuka.
Klik.
Kael masuk.
Langkahnya tenang.
Meski semua mata langsung tertuju padanya.
Menilai.
Mengukur.
Menghakimi.
Raven sudah ada di dalam.
Berdiri di samping dinding.
Tidak duduk.
Hanya mengamati.
Kael duduk.
Sunyi.
Beberapa detik.
Lalu—
seorang pria tua berbicara.
“Kael Ardent.”
Suaranya berat.
“Kami ingin kejelasan.”
Interogasi Dimulai
“Insiden Gate dua hari lalu.”
Ia menunjuk layar.
Rekaman muncul.
Pertarungan.
Retakan.
Dan—
Kael.
Dalam bentuk Eclipse.
Ruangan menjadi tegang.
“Apakah itu kekuatanmu?”
Kael menatap layar.
Lalu menjawab singkat,
“…Ya.”
Tidak ada alasan untuk berbohong.
Bisik-bisik langsung terdengar.
“Dia mengakuinya…”
“Tanpa ragu…”
Pria tua itu menyipitkan mata.
“Kekuatan itu—apa namanya?”
Sunyi.
Kael berhenti sejenak.
Lalu—
“…Eclipse.”
Ruangan langsung hening.
Beberapa wajah berubah.
Kaget.
Takut.
Atau… mengenali.
Salah satu anggota meja langsung berdiri.
“Itu tidak mungkin!”
“Kekuatan itu sudah—”
Ia berhenti.
Seolah tidak ingin melanjutkan.
Pria tua itu mengangkat tangan.
Menyuruhnya diam.
Lalu kembali menatap Kael.
“Kau sadar…”
“…apa arti nama itu?”
Kael membalas tenang,
“Tidak sepenuhnya.”
“Namun aku akan mencari tahu.”
Jawaban itu—
jujur.
Namun justru membuat suasana semakin berat.
Tekanan
Seorang wanita di sisi kanan berbicara,
“Dengan kekuatan seperti itu…”
“Kau berpotensi menjadi ancaman.”
Tanpa basa-basi.
Kael tidak bergerak.
Tatapannya tetap tenang.
“Kalau aku ancaman…”
Suaranya rendah.
“…aku tidak akan menutup Gate itu.”
Sunyi.
Argumen itu—
tidak bisa dibantah.
Raven tersenyum tipis di sudut ruangan.
“Bagus.”
Pertanyaan Inti
Pria tua itu bersandar sedikit.
Matanya tidak lepas dari Kael.
“Satu pertanyaan terakhir.”
Ruangan kembali tegang.
“Apakah kau bisa mengendalikan kekuatan itu?”
Sunyi.
Pertanyaan itu—
yang paling penting.
Kael terdiam.
Beberapa detik.
Semua menunggu.
Lalu—
ia menjawab.
“…Belum sepenuhnya.”
Beberapa orang langsung terlihat tidak nyaman.
Namun Kael melanjutkan,
“Tapi aku akan.”
Tatapannya tajam.
“Dan sampai saat itu…”
“…aku tidak akan menggunakannya sembarangan.”
Ruangan kembali sunyi.
Beberapa orang berdiskusi pelan.
Beberapa masih menatap Kael dengan curiga.
Akhirnya—
pria tua itu berbicara.
“Baik.”
Semua langsung diam.
“Untuk saat ini…”
“Kau tetap sebagai Hunter aktif.”
Namun—
ia menatap Kael dalam-dalam.
“Kau akan berada di bawah pengawasan khusus.”
Tidak mengejutkan.
Tapi tetap berat.
“Dan…”
Ia melanjutkan,
“Kau akan ditempatkan dalam misi-misi tingkat tinggi.”
Beberapa orang langsung menoleh.
Terkejut.
“Itu terlalu berisiko—”
Namun pria tua itu memotong.
“Justru karena itu.”
Ia menatap Kael.
“Kita perlu melihat… batasmu.”
Setelah Sidang
Pintu terbuka.
Kael keluar dari ruangan.
Napasnya stabil.
Namun pikirannya berjalan cepat.
Raven menyusul.
“Selamat.”
Kael meliriknya.
“Selamat?”
Raven tersenyum tipis.
“Kau tidak dibunuh atau dikurung.”
“…Itu sudah bagus.”
Kael menghela napas kecil.
“…Standar yang rendah.”
Raven tertawa pelan.
“Selamat datang di dunia Hunter.”
Bayangan yang Lebih Dalam
Kael berjalan keluar gedung.
Langit terlihat tenang.
Namun—
bayangannya di tanah bergerak sedikit.
Lebih dalam.
Lebih luas.
Seolah merespon sesuatu.
Sistem muncul.
[SISTEM ECLIPSE]
Resonansi terdeteksi
Sumber: Tidak diketahui
Kael berhenti.
Menyipitkan mata.
“…Lagi?”
Di Tempat Lain
Ruang gelap.
Beberapa sosok berdiri.
Layar menampilkan sidang tadi.
Kael.
Semua jawabannya.
Salah satu dari mereka tersenyum.
“…Dia masih mentah.”
Yang lain menjawab,
“Namun potensinya…”
“…tidak bisa diabaikan.”
Sunyi sejenak.
Lalu—
perintah keluar.
“Mulai tahap berikutnya.”
“Kirim… mereka.”
Kael berdiri di luar gedung.
Angin berhembus pelan.
Namun instingnya—
tidak tenang.
Ia mengepalkan tangan.
“…Datang saja.”
Matanya dingin.
Siap.
Karena sekarang—
bukan hanya monster yang akan ia hadapi.
Tapi juga—
manusia.