Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 terima Lala kerja ya Om
" Aku akan klarifikasi sekarang kalau kita sudah menikah sejak 2 Minggu yang lalu " pernyataan Alex akan menghubungi Pengacara nya .
" Lah jangan Om , malu ihhh" larang Lala sampai memegang tangan Alex .
" Apa , jadi kamu malu jadi istriku?" pertanyaan Alex dengan suara meninggi ketika Lala benar-benar menyentil ego nya.
" Bukan begitu Om masa tiba-tiba klarifikasi kalau udah nikah 2 Minggu secara rahasia , nanti yang ada orang-orang mikir Lala hamil diluar nikah lagi " kata Lala yang ada benarnya juga.
" Kita nikahnya nanti aja sesuai instruksi orang tua kita Om , jadi sekarang orang-orang tidak perlu tau " sambung Lala yang sedikit menurunkan emosi Alex .
" Okey Om?" pertanyaan Lala yang diangguki Alex .
" Jadi mau ya Om terima Lala kerja?" kata Lala rada membujuk-bujuk Alex sampai Rey yang melihatnya hanya bisa menahan tawa .
" Ajukan surat lamaran pekerjaan pada HRD bukan padaku , karena grup Alexander Graham tidak menerima seorang pun karyawan lewat orang dalam melainkan harus lulus kualifikasi" pernyataan Alex sebagai atasan .
" Dihhhhh, sombong banget " ilfeel Lala dengan cemberut.
" Dalam bekerja itu seorang pemimpin mencari kualitas, jadi standarisasi dalam pencarian karyawan penting " jelas Alex .
" Aku tidak bisa menerima karyawan begitu saja tanpa keahlian yang jelas " pernyataan Alex walaupun Lala adalah istrinya .
" Dihhh yaudah, aku juga nggak mau kerja ditempat bos yang sombong dan suka merendahkan kemampuan orang lain " kata Lala berdiri memeluk berkas lamaran nya menatap Alex sebelah mata .
" Ehhhh, mau kemana kamu ?" ucap Alex menatap Lala yang berjalan meninggalkan ruangan nya .
" Masukin lamaran di perusahaan Kak Fu" kata Lala berjalan lebih cepat lagi dan membuka pintu ruangan Alex .
" Lala, kamu saya terima " ucap Alex tiba-tiba yang membuat Rey sampai kaget .
Rey menyaksikan perdebatan yang menguras emosi dan Alex yang sangat profesional namun tiba-tiba merubah keputusan dalam sekejap saja .
" Wahhhhh, beneran Om " kata Lala berlonjak senang dan kembali menghampiri Alex dengan excited.
" Rey periksa CV nya " perintah Alex yang dengan cepat Lala berikan .
Lala kembali duduk dan menyerahkan CV nya pada Rey untuk interview kerja.
" Hahhhh" melek Rey yang belum 4 detik membaca matanya sudah melotot .
" Kenapa?" pertanyaan Alex yang sejenak fokus dengan laptopnya menoleh menatap Rey, melihat wajah terkejutnya.
" Nyonya kecil, ehhh, maksudku Lala melamar di divisi Teknik bos" kata Rey yang membuat Alex langsung batuk seketika.
" Divisi Teknik?" Alex langsung mengangkat sebelah alisnya menatap Lala .
" Iya , Lala ingin bekerja disana Om " kata Lala karena itu sesuai dengan keahlian nya disana .
" Apasih , kalian menatap Lala begitu " merungut Lala melihat tatapan mereka yang sangat meragukan Lala .
" Lala , kamu bisa bekerja divisi manapun tapi jangan divisi teknik informatika, kamu bisa mengacaukan sistem operasi dan aplikasi perusahaanku " pernyataan Alex .
" Mengacaukan? Bahkan aku belum bekerja Om udah memprediksi aja aku bakal mengacaukan sistem perusahaan " emosi Lala ketika Alex memandang serendah itu .
" Lala bukan begitu maksudku, namun orang-orang yang bekerja didivisi teknik adalah orang yang memiliki keahlian khusus dalam dunia informatika artinya tidak bisa sembarang orang, ini menyangkut data dan keamanan perusahaan" jelas Alex .
" Ya makanya Om baca CV dan berkas-berkas yang aku lampirkan, ini belum juga membaca sudah memandang orang sebelah mata saja" ketus Lala memangku kedua tangannya.
Alex dan Rey memeriksa berkas Lala semakin kaget ketika menemukan sertifikat penghargaan internasional bahkan Lala memang kuliah di bagian informatika .
" Mmmmh, baiklah tunjukkan satu keahlian kamu?" pertanyaan Alex yang walaupun sudah ada bukti valid namun sangat ragu jika Lala memang memiliki keahlian itu .
" Baiklah" kata Lala mengambil laptop di hadapan Alex dan meretas satu sistem .
Tok
Tok
" Masuklah " kata Alex ketika seseorang mengetuk pintu ruangan nya .
" Presdir seseorang telah meretas sistem aplikasi perusahaan sehingga semua karyawan tidak bisa bekerja karena aplikasi error' dan yang kami takutkan kehilangan data perusahaan " laporan seorang dari divisi teknik yang datang dengan terburu-buru.
setelah beberapa saat terdengar keributan karena sistem operasi perusahaan rusak hingga Karyawan benar-benar tidak bisa bekerja .
Alex dan Rey menatap Lala yang belum 2 menit menunjukkan keahlian nya sudah bikin panik satu perusahaan.
" Keluarlah aku akan memikirkan solusinya" ucap Alex menyisir rambut nya dengan tangan .
" Om mau beli tas branded" kata Lala dengan senyum manisnya begitu Alex kembali duduk disebelahnya.
" Gadis nakal kembalikan sistem perusahaan ku seperti semula " ucap Alex menatap tajam Lala yang malah minta tas branded setelah mengacaukan sistem perusahaan nya dalam sekejap .
" Gamau beliin dulu Lala tas ini untuk berangkat kerja besok" kata Lala dengan tampang tengil nya .
Alex sangat paham bahwa sistem perusahaan jika diretas akan melumpuhkan seluruh kegiatan perusahaan walaupun perusahaan Alex mempunyai teknisi komputer yang hebat tetap saja mereka butuh beberapa waktu dan selama itu kegiatan operasional perusahaan terhenti yang akan mengakibatkan kerugian .
" Lala jangan menguras emosiku " pernyataan Alex berdiri dari duduknya .
" Tidak, Lala hanya menguras isi dompet Om, aku lah Om beliin tas ini sangat bagus " kata Lala menunjukkan fotonya.
" Gadis sialan " umpat Alex mengambil ponselnya dan mentransfer uang ke rekening Lala .
" Hwaaaa, terimakasih Om" senyum manis Lala melihat notifikasi di ponselnya.
" Pulihkan cepat " ucap Alex yang dengan cepat Lala lakukan.
" Udah, Daaa Om , Lala mau beli tas dulu dan besok masuk kerja " kata Lala dengan wajah ceria nya .
" Keluar dari ruangan ku " usir Alex yang benar-benar kelabakan menghadapi Lala yang diluar nalar itu, ada saja gebrakan nya .
" Salam dulu " senyum menyebalkan Lala tetap mengambil tangan kanan Alex dan bersalam sebelum pergi .
" Cepat pergi dari hadapanku" usir Alex yang benar-benar tidak punya kata-kata menghadapi Lala .
" Baik , Daaa Om, ehhh , pak Alex " kata Lala melambaikan tangannya.
Hahahaha
Rey langsung tertawa memegang perutnya begitu Lala pergi, istri Alex benar-benar nakal sampai pria setenang Alex bisa kelabakan dibuatnya.
" Apa yang kau tertawakan" ketus Alex melempar Rey dengan berkas diatas meja .
" Alex aku pikir Lala itu hanya bisa mengacaukan kamu , ternyata juga bisa mengacaukan sistem perusahaan" tawa Rey yang benar-benar tidak menyangka .
" Kalau aku tau di sehebat itu , aku tidak akan menyuruhnya menunjukkan keahlian" kata Alex yang jadi menyesal meremehkan Lala .
" Aku ingin tau perusahaan mana yang berani menolaknya?" ucap Alex yang tiba-tiba kepikiran.
" Baiklah " kata Rey menghubungi bodyguard rahasianya.
Tiba-tiba pintu ruangan Alex kembali terbuka dan Lala masuk dengan langkah cerianya.
" Kenapa balik lagi?" pertanyaan Alex.
Muachhh.
" Aku pikir 50 juta, ternyata 500juta " kata Lala kesenangan dan mengecup pipi Alex sebagai ucapan terimakasih, tadi Lala hanya melihat angka 5 nya saja.
" Apa pantas kamu mengecup pipi suami dihadapan jomblo sepertiku?" tatapan julit Rey yang tidak expect akan melihat adegan itu didepan mata .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄