NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 5 : Topeng Sang Putri dan Gema yang Tak Terdengar

​Mina berdiri mematung di ambang pintu, nampan air hangat di tangannya nyaris merosot ke lantai.

Matanya terbelalak lebar, menatap pemandangan mengerikan di depannya. esra, pelayan senior yang biasanya berkacak pinggang dan memerintah dengan angkuh, kini tersungkur di lantai kayu yang kotor. Wajahnya yang kemerahan kini dipenuhi sisa bubur basi yang menjijikkan, dan yang lebih menakutkan, esra hanya bisa mengeluarkan suara desis serak sambil mencengkeram lehernya sendiri seolah sedang dicekik oleh hantu.

​"N-Nona... apa yang terjadi?" suara Mina bergetar hebat. Ia menatap Rosalind yang terduduk lemas di pinggir ranjang, tampak pucat dan kehabisan napas.

​Rosalind menarik napas panjang, lalu seketika mengubah raut wajahnya. Aura predator yang tadi ia tunjukkan pada esra lenyap tanpa bekas, digantikan oleh tatapan kosong, sayu, dan penuh ketakutan. Ia meremas selimut tipisnya dengan tangan yang gemetar—akting yang sempurna dari seorang mantan agen rahasia yang terbiasa menyamar di sarang musuh.

​"Mina... aku tidak tahu," ucap Rosalind dengan suara cicitan yang sangat kecil, seolah-olah ia hampir menangis. "Tadi... tadi Bibi esra marah-marah. Dia ingin menyuapiku bubur itu dengan paksa, tapi tiba-tiba dia tersedak dan jatuh sendiri. Aku... aku sangat takut, Mina. Apa Bibi esra sakit parah?"

​Rosalind menundukkan kepalanya, menyembunyikan binar matanya yang tajam di balik rambut peraknya yang kusut.

​[(Rosalind):]

["Hahaha! Lihat wajahnya, Nana! Seperti babi yang baru saja menelan kelereng panas. Rasakan itu, Dasar Pelayan Busuk! Ternyata racun 'Lidah Kelu' itu bekerja lebih cepat dari dugaanku. Nikmati keheninganmu, esra. Sekarang kau tidak bisa lagi memaki atau melaporkan apa pun pada majikan ular mu itu. Aduh, aktingku tadi benar-benar 10 per 10! Mina yang polos sampai gemetar begitu."]

​Nana terbang berputar-putar di atas kepala Rosalind , perut kecilnya berguncang karena tertawa. Namun, ia tidak memberikan peringatan apa pun. Ia sengaja membiarkan Rosalind tetap dalam ketidaktahuannya.

{​"Wah, Nona! Kau benar-benar ratu drama!" }seru Nana dalam kepala Rosalind . {"Tapi biarkan aku memberitahumu satu hal kecil... Semesta sedang memberimu bonus. Selamat bersenang-senang dengan 'suara' barumu!"}

​Rosalind mengerutkan kening dalam batinnya. ["Bonus? Bonus apa? Ah, terserahlah. Yang penting si nenek sihir ini sudah tidak bisa bicara. Sekarang aku bisa makan melon dengan tenang sambil melihat kekacauan ini."]

​Mina bergegas mendekati Rosalind , mengabaikan esra yang masih menggelepar di lantai. "Nona, jangan takut! Saya di sini. Mungkin ini hukuman dari Tuhan karena dia selalu berbuat jahat pada Nona. Biarkan saja dia, saya akan mengunci pintu setelah dia keluar."

​Mina menatap Rosalind dengan rasa iba yang mendalam. Ia mengusap sisa air mata di pipi Rosalind —air mata palsu yang dipaksakan keluar oleh kelenjar mata sang agen rahasia.

[ (Rosalind):]

["Duh, Mina sayang... kamu baik sekali, tapi terlalu polos. Kalau aku tidak 'menghukumnya', dia bakal terus-terusan mengasapi paru-paru Rosalind dengan racun itu. Tapi tidak apa-apa, mulai sekarang aku yang akan menjagamu. Kita akan makan enak, pakai baju sutra, dan melihat orang-orang sombong di kediaman ini merangkak di kaki kita. Aku sudah tidak sabar melihat wajah Duke Lyon yang merasa paling benar itu. Pasti lucu sekali menghujatnya langsung di depan wajahnya!"]

​Tiba-tiba, suara deru kereta kuda dan langkah kaki yang berat terdengar dari luar paviliun. Suaranya begitu megah, menandakan bahwa orang yang datang bukanlah orang sembarangan.

​"Nona! Itu... itu kereta kuda Duke! Tuan Besar datang!" Mina panik, ia segera merapikan bantal Rosalind dan mencoba membersihkan sisa bubur di lantai dengan kain buruk seadanya.

​Rosalind kembali memposisikan dirinya. Ia berbaring miring, menarik selimut sampai ke dagu, dan membiarkan beberapa helai rambut menutupi sebagian wajahnya agar terlihat lebih sekarat.

​[ (Rosalind):]

["Oh, rombongan sirkus sudah sampai? Bagus! Mari kita lihat pertunjukan 'Keluarga Bahagia' yang penuh kepalsuan ini. Aku akan pura-pura pingsan atau lemas kalau perlu. Sambil itu, aku akan menghujat satu per satu dosa mereka dalam hatiku. Ngomong-ngomong, Duke Lyon itu di novel digambarkan sangat berwibawa, tapi bagiku dia cuma ayah gagal yang butuh tamparan realita. Hahaha, ayo masuk! Aku sudah siap tertawa di atas penderitaan batin kalian!"]

​Nana menutupi mulutnya dengan tangan kecilnya, matanya berkilat licik. Ia tahu bahwa sesaat lagi, saat Duke Lyon melangkah masuk, dia akan bisa mendengar setiap kata hinaan yang dipikirkan Rosalind . Dan Rosalind ? Dia sama sekali tidak tahu bahwa batinnya sedang 'disiarkan' secara langsung pada orang-orang tertentu.

​BRAKK!

​Pintu paviliun ditendang terbuka untuk kedua kalinya dalam satu jam ini. Duke Lyon berdiri di sana, disusul oleh Duchess Elena dan anak-anaknya. Atmosfer di dalam paviliun yang sempit itu seketika menjadi berat dan mencekam.

​Rosalind memejamkan matanya sedikit, memberikan kesan bahwa ia sedang berjuang hanya untuk sekadar bernapas.

​[ (Rosalind):]

["Wah, wah... pintu paviliun ini lama-lama hancur juga kalau semua orang hobi menendangnya. Masuklah, Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya Ber-IQ Rendah! Selamat datang di paviliun sampah tempat kalian membuang darah daging sendiri. Aku sudah tidak sabar menguliti kemunafikan kalian satu per satu!"]

​Rosalind tersenyum sangat tipis—hampir tak terlihat—di balik selimutnya. Ia merasa sangat bahagia karena merasa punya "ruang rahasia" untuk menghina mereka tanpa ketahuan. Padahal, saat itu juga, jantung Duke Lyon hampir copot mendengar suara lantang di kepalanya yang menyebutnya 'Ayah Gagal'.

1
acep maulana
hari ini author izin tidak tayang mungkin jam 9 malam tayangan nya hehe
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!