NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:603.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Sisa air kolam yang dingin masih memerangkap suhu kulit mereka, namun panas yang menjalar dari telapak tangan Dante yang lebar seolah membakar setiap inci kulit Alana. Dante melangkah keluar dari kolam dengan keangkuhan seorang predator yang baru saja memenangkan perburuan pertama, namun masih merasa lapar. Alana, yang kini benar-benar kehilangan kekuatan ototnya, hanya bisa menyandarkan wajahnya di ceruk leher Dante. Ia menghirup aroma maskulin suaminya yang bercampur dengan bau kaporit dan uap air yang lembap.

Dante tidak berniat mengakhiri "jamuan" ini di dalam kamar yang terkungkung dinding beton. Ia ingin Alana tunduk di bawah langit yang luas, di mana udara bebas bisa menjadi saksi atas setiap rintihan yang keluar dari bibir istrinya.

Dengan langkah posesif yang tidak terbantahkan, Dante menggendong tubuh mungil Alana menuju pintu kaca besar. Alana tersentak saat merasakan angin sore yang sejuk menyentuh kµlï† polosnya.

"Dante... kumohon, para pelayan... pengawal..." bisik Alana parau. Suaranya gemetar, jemarinya mencoba menutupi dada dan pangkal pahanya dengan sia-sia di balik dekapan Dante.

"Diamlah, little girl," geram Dante. Suaranya berat, bergetar langsung di telinga Alana hingga menciptakan gelombang listrik ke tulang belakang gadis itu. "Arthur telah memastikan taman ini menjadi zona terlarang. Tidak akan ada satu napas pun yang berani mendekat dalam radius seratus meter. Seluruh ekosistem ini sekarang hanya milikku... dan kau adalah hidangan utama di atas mejanya."

Taman belakang yang luas itu kini tampak sunyi mencekam sekaligus indah. Hanya ada orkestra gesekan daun maple dan kicauan burung yang mulai kembali ke sarang. Arthur, sang kepala pelayan yang memahami insting buas tuannya, telah menarik seluruh personel keamanan ke gerbang terluar mansion.

Dante membawa Alana ke sebuah gazebo mewah yang tersembunyi di balik barisan mawar putih yang sedang mekar sempurna. Tirai-tirai tipis berwarna gading melambai ditiup angin, sesekali menyibak pemandangan daybed besar yang ditumpuk dengan bantal-bantal sutra berwarna emerald.

Saat tubuh Alana dibaringkan, cahaya matahari sore yang keemasan—golden hour—menyapu lêkµk tubuhnya. Butiran air yang masih tertinggal di atas kµlï† porselennya berkilauan seperti butiran berlian cair.

"Kau terlihat jauh lebih berbahaya di bawah sinar matahari daripada di bawah lampu kristal, Alana," bisik Dante dengan tatapan gelap. Ia berlutut di antara kedua þåhå Alana yang masih lemas terbuka, menatap inti kêwåñï†ååñ istrinya yang masih tampak bengkak dan kemerahan akibat aktivitas mereka di kolam tadi.

Dante tidak langsung melakukan þêñê†rå§ï. Ia ingin mêñɏïk§å Alana dengan antisipasi yang menyakitkan. Ia mulai mêñ¢ïµmï ujung jari kaki Alana, memberikan sensasi geli yang membuat Alana mengerutkan jemarinya. Bibir panas Dante kemudian merambat naik, memberikan gïgï†åñ-gïgï†åñ kecil yang meninggalkan bekas kemerahan di sepanjang þåhå bagian dalam yang sangat §êñ§ï†ï£.

"Ahh! Dante... j-jangan di sana... hñggh!" Alana melengkungkan punggungnya, meremas kain sutra hingga kusut dalam genggamannya.

"Aku ingin mencicipi setiap inci Ðårïmµ, hingga tidak ada satu sel pun di tubuhmu yang tidak mengenali rasaku," gêråm Dante. Ia menunduk, lïÐåhñɏå yang panas dan lihai mulai bermain di pusat gåïråh Alana yang sudah basah kembali oleh ¢åïråñ alaminya sendiri.

"AAAHHHH! Ssshh... D-Dante! Oh Tuhan... hnggh!" Alana mêñgêråñg keras, kepalanya terlempar ke belakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang berdenyut hebat. Sensasi lïÐåh Dante yang kasar namun presisi di sana membuatnya merasa seolah sarafnya sedang ditarik hingga ke puncak tertinggi.

Dante mendongak sejenak, wajahnya tampak sangat maskulin dengan rahang yang mengeras dan sisa air yang menetes dari ujung rambut hitamnya. "Lihat betapa basahnya kau untukku, Alana. Kau sangat menginginkan suamimu ini mêmå§µkïmµ lagi, bukan?"

Tanpa menunggu jawaban, Dante mêñ¢êñgkêråm þïñggµl Alana dengan kuat, mengangkatnya sedikit untuk menciptakan sudut yang sempurna. Dengan satu dorongan beringas yang tidak mengenal ampun, ia kembali mêñghµjåm masuk, mengisi kekosongan Alana hingga ke pangkalnya.

"HñGGH!" Alana †êrêñgåh, matanya membelalak menatap langit-langit gazebo yang diukir indah. Tekanan di sini terasa jauh lebih solid dan intens daripada saat di dalam air.

Dante bergerak dengan ritme yang lïår dan primitif. Setiap †µmßµkåññɏå membuat gazebo kayu itu berderit ritmis, berpadu dengan suara napas yang memburu dan Ðê§åhåñ mê§µm yang kini bebas dilepaskan ke udara terbuka tanpa rasa malu.

"Katakan namaku, Alana! Biar seluruh taman ini tahu siapa pemilikmu!" Dante menggeram, otot-otot di lengannya menegang hebat seiring dengan pacuannya yang semakin cepat.

"Dante! Ahh! Ahh! Lebih... hñggh... ssshh... lebih dalam!" Alana telah kehilangan seluruh akal sehatnya. Bau tanah yang basah, aroma mawar yang pekat, dan gåïråh gila suaminya menjadi candu yang membuatnya memohon lebih.

Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, tirai-tirai tipis itu menari tertiup angin, menyembunyikan siluet dua †µßµh yang sedang ßêrgµlå† dalam þêñɏ况åñ yang panas. Dante tidak berhenti sampai ia merasakan dinding råhïm Alana mêñjêþï†ñɏå dalam ðrgå§mê yang panjang dan hebat. Ia menyusul tak lama kemudian, mengeluarkan råµñgåñ puas yang menggema di keheningan taman saat ia menanamkan benihnya dalam-dalam, mengklaim Alana sepenuhnya di bawah langit yang mulai menggelap.

1
beybi T.Halim
sad ending terbaik bulan ini,walau ceritanya sdh berbulan2 yg lalu
beybi T.Halim
wah..ternyata sad ending kehilangan bayi dan ibunya secata bersamaaan.,berharap ada sesion 2 dimana dante bertemu dgn wanita yg spesifikasinya spt Alana,tapi jiwanya lebih bar bar dari Alana,mudah2an🤭,semangat buat penulisnya salam sehat sll💝
beybi T.Halim
hanya di dunia halu yg defenisi cinta adalah segalanya.,pdhal.klo real life nya tidak ada cinta saat perutmu lapar dan dompetmu kosong🤭cinta gak bs dimakan ,setidaknya dimansion itu perutmu tidak lapar alana walau harga dirimu diinjak2👍
Rynda Atmeilya
alur cerita dan bahasa penulisannya baguuus, g mau skip
Rynda Atmeilya
waaaaaaaa😍😍😄
Silvi Cantik
Apasii kok gini?
레이디핏
Apasih anjirrrr kenapa ending nya giniiii buat mimpi aja napa sihhhhhh author elahhh
레이디핏
Yaaa sialan tak tau diri sekali kau ini Pemaksaannnnn
Dodoi Memey
mantap aku langsung baca ..keren Thor
Rita Juwita
luar biasa.. tapi berakhir menyedihkan thor..
Evy
Astaga.. astaga.. astaga.. kenapa jadi begini...
Lucyana H
ya nama jg novel...di akhir cerita klo ga sad ending..ya happy ending🥺
Alorra?
kenapa harus sad ending sihh 😒
Hazelisnut
Adweeeeeee!!!!!😭 kenapa Alana harus mati!!??
Aila Varisa
iss.. mending sama si Dante..
klo aku jadi dia nma nya jga udh nikah,,cinta bakal tumbuh dengan sendirinya,,heran,,dripada capek sebagai pelayan
Ayu Apriliana
ceritanya bagus banget, endingnya anti mainstream, good job kakak penulis ❤️
Ning Vian
sad ending ternyata,,,gk jadi bacadeh
silvani riskasyahputri
baru kali ini ending nya tegang ,sad,bukan happy pemeran utamanya ..tapi asli cerita ini bagus bgt aku suka 😍
Hanifah 76
Luar biasa
yuni sianturi
lanjutin thor gak mungkin ceritanya bad ending
ntah apa kek, transmigrasi contohnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!