Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Huaaa.... Ini indah sekali mas." pekik Kayla ketika sedang menaiki kapal kecil di sungai Seine, melihat pemandangan kota dari atas sungai Seine itu, dia melihat kerlap kerlip lampu dari menara Eiffel, melewati lorong jembatan, membuat Kayla terpukau dengan keindahan kota Paris itu.
Udara yang lumayan dingin, tidak membuat semangat Kayla luntur, Rangga yang melihat sang istri bahagia, ikut bahagia.
Di dalam hati Rangga punya tekad akan selalu membuat istrinya terus tersenyum dan bahagia, karena kebagian sang istri adalah kebahagian dirinya juga.
Rangga memeluk pinggang sang istri dari belakang, dan menopangkan dagunya di bahu sang istri.
"Kamu bahagia sayang?" tanya Rangga lembut di telinga sang istri, membuat Kayla merinding, Kayla tersenyum menganggukan kepalanya.
"Sangat senang mas, terimakasih sudah membawaku ke sini." sahut Kayla menggenggam erat punggung tangan sang suami yang membelit erat di perutnya.
"Kemana pun kamu meminta, asal itu membuat kamu bahagia, mas akan menurutinya, sayang." ucap Rangga membalikan tubuh Kayla agar menghadap ke arahnya.
"I LOVE YOU suami ku." ucap Kayla menatap manik mata Rangga dengan tatapan penuh cinta, Rangga pun tidak mau kalah, ikut menatap balik tatapan sang istri dengan tatapan penuh Cinta juga.
"I LOVE YOU TOO istri ku." balas Rangga dan menautkan bibir mereka di atas kapal yang membawa mereka menjelajahi sungai Seine.
"Sial, kenapa anak itu susah di atur sekarang, kenapa menolak untuk mendekati Rangga lagi, padahal klau dia bisa mendapatkan hati Rangga kembali, hidupnya pasti akan lebih terjamin, dan keluarga ini semakin terpandang." nyonya Arum menggerutu kesal dengan sang anak.
"Apa yang harus ku lakukan, agar anak itu mau mengikuti keinginan ku, aku tidak ingin anak sialan itu bahagia." gumam nyonya Arum mengetuk ngetuk gelas yang berada di tangannya dengan jari telunjuk.
Sementara di tempat yang berbeda, tuan Andre mulai risau dengan posisinya saat ini, karena pertemuannya dengan tuan Ali dan tuan Ardi sahabat dari mendiang abangnya.
Dia tau cepat atau lambat, tuan Ardi akan tau siapa Kayla, dan pastinya usaha sang abang yang sedang dia jalankan itu akan di ketahui oleh keponakannya, bukan tidak mungkin usaha itu akan di ambil alih oleh Kayla, dan juga mereka akan terusir dari rumah yang mereka tempati saat ini, karena itu adalah rumah peninggalan orang tua Kayla.
"Astaga, apa sudah saatnya ini semua kembali kepada pemiliknya, tapi aku di sini juga ikut ambil membesarkan usaha ini." gumam tuan Andre prustasi.
Walau selama ini tuan Andre selalu memperlakukan Kayla baik, tapi tetap saja hasil usaha orang tuanya tidak sepenuhnya Kayla dapatkan, semua itu masuk ke dalam kantong pribadi tuan Andre, berdalih Kayla sudah dia rawat dan di penuhi semua kebutuhannya, padahal dulu Saat kuliah, Kayla sudah mulai bekerja dan membuka usaha, untuk memenuhi kebutuhannya, karena uang yang di berikan oleh omnya tidak sepenuhnya Kayla dapatkan, karena di ambil oleh nyonya Arum, nyonya Arum memotong separuh uang bulanan Kayla.
"Tidak aku akan meminta Kayla mengikhlaskan usaha ini menjadi milik ku, karena dia adalah keponakan ku, dan juga selama ini dia hidup dari jerih payah ku." gumam tuan Andre penuh tekad tidak akan melepaskan usaha yang sudah dia rintis selama ini.
"Hai.... Dre, sedang memikirkan apa kamu?! " tanya seseorang mengetuk meja.
"Astaga! kamu mengagetkan saja." kesal tuan Andre menatap kesal ke arah orang yang datang tiba tiba itu.
"Ck, kamu yang bengong, dari tadi saya mengetuk ngetuk pintu, tapi kamu tidak mendengarnya, sedang mikirin apa sih? " kepo orang itu.
"Nggak mikirin apa apa." jawab tuan Andre merubah ekspresinya ke mode santai.
Sang tamu hanya menaikan bahunya acuh dan juga tidak ingin mengetahui terlalu dalam urusan temannya itu.
"Ada angin apa kamu datang ke tempat ku? " tanya tuan Andre kepada temannya itu.
"Ohhh... Tadi saya ada urusan di dekat dekat sini, dan sekalian aja mampir ke sini, sudah lama juga kita nggak ketemu, jadi rindu saya. " kekeh laki laki paruh baya itu.
Tuan Andre menaikan bahunya dan berekspresi seolah olah jijik mendengar ucapan dari temanya itu.
"Dasar kau, oh... Iya, Kayla apa kabar, katanya sudah menikah ya, kok kamu nggak undang undang saya." omel temannya itu.
"Acaranya sedikit dadakan, jadi nggak sempat mengundang banyak orang, acaranya cuma di hadiri oleh kerabat terdekat aja, dan saat saya mau mengundang kamu, kan kamu lagi di luar kota." ujar tuan Andre.
"Ahhh... Iya saya lupa." kekeh tuan Kenan.
"Dimana anak itu sekarang, saya jadi rindu sama dia." ucap tuan Kenan lagi, yang memang sudah mengenal Kayla dari kecil.
"Tentu saja ikut suaminya." jawab singkat tuan Andre.
Tuan Kenan menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Semoga pernikahannya bahagia, dan mertuanya mencintai dengan tulus, kasian sekali anak itu, dari kecil sudah di tinggal oleh orang tuanya." ucap tuan Kenan tulus, dia sangat tau bagaimana keadaan Kayla.
"Ck, walau dia kehilangan orang tua, tapi dia tidak kehilangan kasih sayang dari kami." sela tuan Andre tidak terima.
Tuan Kenan terkekeh mendengar pembelaan dari sahabatnya itu.
"Kamu yakin sudah memberikan yang terbaik untuk Kayla? " tanya tuan Kenan yang berhasil menohok jantung tuan Andre.
"Kamu terlalu penurut sama istrimu, hingga kamu lupa janji mu sama kakakmu sebelum dia meninggal, aku harap kamu cepat sadar dengan apa yang sudah kamu perbuat kepada anak itu." ujar tuan Kenan penuh maksud.
"Apa maksud mu! " kesal tuan Andre sedikit menaikan nada bicaranya, apakah tuan Kenan tau perbuatannya selama ini entahlah.
"Tidak ada maksud apa apa, cuma mengingatkan kamu aja." ucap tuan Kenan terkekeh.
Tuan Andre mendengus kesal melihat wajah tanpa dosa temannya itu.
"Ya sudah, klau gitu lanjutkan kerja mu, saya juga mau pulang dulu, istri tercinta sudah minta di manja." kekeh tuan Kenan berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan tuan Andre, setelah berhasil membuat temannya kesal, dia kabur begitu saja.
"Dasar Kenan sialan." geram tuan Andre meremat tanganya kuat kuat.
Bersambung....