NovelToon NovelToon
Mendapatkan Cinta Seorang Dokter Hewan

Mendapatkan Cinta Seorang Dokter Hewan

Status: tamat
Genre:Romantis / Harem / Dokter / Tamat
Popularitas:424.1k
Nilai: 5
Nama Author: chupiidd's

Mengisahkan tentang seorang PNS Muda sekaligus Pengusaha dengan gelar Playboy yang sedang berjuang meluluhkan Hati seorang wanita yang berprofesi sebagai Dokter Hewan ..

Seorang Pria yang biasa dikejar dan di idolakan banyak wanita.. sekarang malah sedang berusaha mengejar seorang wanita cuek. dingin. dan mempunyai kekasih ...

nyeseekkk oiii...

but saya hanya seorang pemula.. yang menyukai novel and I want to try .. ✌️
I hope you guys like it ...😍

selamat membaca dan tinggalkan kritik dan saran ya .. 😎👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chupiidd's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan dan Pengakuan

Setelah mengantar Fanya ke apartemennya, Adit langsung pamit dan pulang kerumah..

sesampainya dirumah ia langsung di panggil oleh Mamanya yang sedang duduk diruang keluarga bersama pak Wijaya..

"Iya ma, Mama mau tanya apa tadi soal Adisty", Tanya Adit saat masuk dan duduk diruang keluarga..

"Bukan, mama bukan ingin bertanya soal Adisty, tapi soal kamu sama Fanya, bukannya kamu menolak q dijodohkan dengan dia, bahkan kamu terlihat sangat tidak suka jika Papa atau Mama menyebut namanya", Ucap Arumi

"Mm iya ma, Aku memang menolak perjodohan dengan Fanya, Aku memang tidak suka dengan sifatnya akhir-akhir ini, tapi hubungan ku dengannya sebagai teman masih baik-baik saja, dan sekarang dia lagi ada masalah, makanya aku bantuin dia, cuma sebatas teman, gak lebih Ma", tutur Adit

"Jadi, bagaimana dengan perjodohan kamu dengan anak Pak Hendra rekan Papa, kamu menerimanya kan, karena sejauh ini dengan waktu yang Papa berikan kamu sama sekali tidak membawa atau mengenalkan siapapun ", sambung Pak Wijaya

Adit hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke layar televisi..

"Kamu cuma punya sisa waktu empat hari lagi", ucap Pak Wijaya

"Iya Pa, gak akan mudah cuma mencari pasangan dalam waktu satu bulan, Papa sendiri juga tidak akan mampu kan, mudah saja sebenarnya aku bisa membayar seseorang untuk menipu keadaan, tapi aku tau itu hanya akan menjadi beban atau masalah baru untukku..", jelas Adit

"Jadi kamu mau menerima perjodohan itu sayang", ucap Arumi

"Ntah lah Ma, aku ke kamar dulu, capek", Jawab Adit berdiri dan pergi ke kamarnya..

"Sepertinya anak itu menerima Ma", ucap Pak Wijaya

"Mama harap begitu Pa, ntah kenapa Mama yakin aja sama anak nya Hendra dan Nia,. walaupun mama belum ketemu langsung sama anaknya", ucap Nia

Sementara itu dirumah Aira juga terjadi hal yang sama..

"Bagaimana dengan calon yang ingin kamu kenalkan ke Ayah Ra, kenapa sampe sekarang tidak kelihatan batang hidungnya... ", Tanya Pak Hendra

"Bg Teo pasti akan segera datang Yah", jawab Aira

"Dari awal juga bilang nya gitu trus, Ra Ayah pengen yang terbaik untuk kamu, masa depan kamu, Ayah tidak ingin kamu mempunyai masa depan yang kelam sama pilihan kamu itu", jelas Pak Hendra

"Yah, Ayah dulu bisa menerima Bg Teo dengan baik kan, tapi kenapa sekarang Ayah sangat benci padanya", Ucap Aira menahan air matanya

"Kamu hanya belum sadar Ra, ia tidak baik untuk mu, dan kamu tidak tau apa yang ia lakukan di belakangmu, kamu hanya sedang di butakan cinta nak", Ucap Pak Hendra

"Yah, Aku mau tanya, apa Ayah menyuruh seseorang untuk melukai Bg Teo?, Tanya Aira penasaran tanpa menghiraukan ucapan Pak Hendra sebelumnya

"Menyuruh orang, Ayah tidak pernah melakukan itu, kenapa ?", Tanya Pak Hendra

"Tolong jujur sama Aira Yah, Ayah sengaja kan agar Bg Teo menjauhi Aira dan membuat Aira menerima perjodohan ini !!!!", air mata Aira lolos dari pelipis nya

"Ayah sudah jujur, Ayah tidak pernah memakai cara licik seperti itu hanya untuk kepentingan Ayah, Teo di gebukin orang mungkin karena dia melakukan kesalahan", Jelas Pak Hendra

"Bohong !!!", Teriak Aira

"Sayang, Ayah kamu benar nak, kami tidak pernah melakukan itu", Jelas Nia memegang tangan anaknya

"Ibu sama Ayah sama saja", Bentak Aira dan lari menuju kamarnya..

"Gimana ini Yah, ibu gak tega liat Aira seperti itu, kenapa gak coba bilang aja soal apa yang Teo lakuin di belakang Aira Yah", ucap Bu Nia

Pak Hendra hanya diam, ia bener-bener ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi memberitahu keburukan Teo di belakang Aira, akan semakin memperburuk keadaan saat ini..

Disisi lain, Adit yang sedang memeriksa laporan mingguan Farm nya mendapat telpon dari nomor baru ..

*Telpon terhubung*

"Halo" jawab Adit

"lepasin gue", teriak seorang perempuan

"Hei, siapa ini", tanya Adit

"Kalau lo mau cewe ****** ini selamat, lo harus datang ke gudang xxx di jln xx, Sekarang, kalau tidak perempuan ini akan kehilangan nyawa dan bayinya", Teriak laki-laki dari panggilan telpon

"Adit jangan Dit, jangan kesini" teriak perempuan dalam panggilan..

Plakkkk suara tamparan dan rintihan terdengar dari sambungan telpon ..

"Brengsek!!!", umpat Adit dan mematikan telponnya menyambar jaket dan kunci motor di meja, lalu berlari menuruni tangga dan melajukan motor sportnya menuju alamat yang di sebut orang tak di kenal tadi namun ia dengan jelas bisa mengenali suara Fanya ..

"Adit, kamu mau kemana", teriak Arumi, karena ini sudah menunjukan jam 11 malam, kemudian ia mencoba menghubungi Adit namun tidak diangkat dan langsung menghubungi Regi

Regi yang kebetulan lagi di membeli nasi goreng kesukaannya, tidak sengaja melihat Adit melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ",Setdah.. kenape tu si Adit, nyari matikah", gumam Regi, namun saat ia menghidupkan motornya tiba-tiba ponselnya berdering dan ", Halo Tante, kenapa", ucap Regi

.

.

.

.

"Apa ??????", Regi langsung melajukan motornya mengejar Adit ia masih bisa melihat karena jalanan sedikit macet sebelum perempatan lampu merah, sehingga ia masih bisa mengejar ketinggalan

Sesampai di gedung Tua yang di sebut penelpon tadi..

"Oiiii keluar lo, brengsek!!!", teriak Adit menggema di dalam gedung karena memang pintu gedung sengaja dibuka untuknya...

Plak plak plak, suara tepuk tangan terdengar, samar-samar ia bisa melihat sosok tinggi tegab berbadan kekar dan memakai topeng tersebut karena lampu penerangan yang sangat minim

"Punya nyali juga lo rupanya", ucap laki-laki itu

"Siapa lo, dan apa mau lo ", ketus Adit

Tiba-tiba lampu utama menyala dan Adit dapat melihat Fanya yang di ikat di sebuah tiang dengan luka di pelipis matanya dan baju yang sedikit robek dengan mulut di tutup kain hitam..

"Fanya" teriak Adit mendekat, namun satu tendangan mendarat di punggung Adit saat ia mencoba membuka ikatan mulut Fanya

"Argh", teriak Adit

"Adiiitt", teriak Fanya yang melihat Adit tersungkur..

Adit mencoba bangkit dan melawan dua orang sekaligus namun karena tendangan dan pukulan keras di kepalanya ia sempoyongan, dan berhasil di pegang oleh dua orang yang sama-sama memilik badan kekar..

"Ternyata lo sangat mudah di pancing bung", ucap laki-laki yang memakai topeng, kemudian melepaskan topengnya

"Teo", Teriak Fanya, ia tak menyangka dalang dari penculikan dan pengeroyokan ini adalah Teo

"Lo berani cari masalah dengan gue ha", Teo melepaskan satu pukulan di bagian mata Adit sehingga darah segar meluncur dari pelipis nya

"Teo berenti, jangan sakiti dia, dia gak salah", Teriak Fanya menangis melihat Adit yang sudah terkulai lemah

"Wah wah wah, cewe murahan ", Ucap Teo mendekati Fanya dan menamparnya dua kali

"Gue cuma mau lo gugurin anak yang ada dalam kandungan lo ini, apa susahnya sih", Umpat Teo mencengkram pipi Fanya

"Lepas !!!!", teriak Adit dan melawan sekuat tenaga hingga ia bisa lepas dan berhasil memukul Teo beberapa kali sehingga mulut dan mata Teo luka, "Lo berani keroyokan Anjing !!", teriak Adit, Namun dua laki-laki tadi berhasil menahan Adit..

"Teo berhenti, aku mohon, lepaskan dia, aku akan turutin kemauan mu untuk menggugurkan bayi ini, Tapi tolong jangan sakiti Dia", Ucap Fanya menangis

Teo yang menghajar Adit habis-habisan pun berhenti dan mendekati Fanya, "Akhirnya kau menurut juga sayang, setelah kacung mu itu aku hajar, Minum ", Ucap Teo dan menyodorkan satu botol air berisi obat penggugur kandungan ke mulut Fanya

Adit yang masih setengah sadar ", Fanya jangan Fan", Teriak Adit

Fanya gemetaran saat akan meminum air itu ..

"Oiii berhenti" teriak Regi yang baru bisa menemukan Adit dan Fanya dan 3 orang lainnya, karena lokasi gedung yang besar dan gelap..

Regi langsung dihajar oleh dua orang bayaran Teo, namun itu mudah untuknya, karena ia atlit taekwondo, bahkan untuk melawan 5 orang berbadan kekar sekalipun tidak masalah..

Saat melihat dua orang anak buahnya kewalahan melawan Regi, Teo kabur meninggalkan mereka..

Adit berusaha sekuat tenaganya berdiri dan membuka ikatan Fanya..

"Fan, lo gak kenapa-kenapa, lo gak sempat minum air tadikan", ucap Adit memeluk Fanya

Fanya menggeleng (Sebenarnya ia sempat meminum sedikit) "Maafin gue Dit, lo harus terlibat sejauh ini", ucapnya lirih dan memeluk Adit yang sudah babak belur

Saat Regi berhasil menjatuhkan dua lawannya, Vano, Alex dan beberapa polisi datang, karena Regi sempat mengshare lokasi ke mereka..

Dua pria berbadan kekar itu berhasil di amankan tapi tidak dengan Teo ia berhasil kabur, kemudian Adit dan Fanya di bawa kerumah sakit oleh Vano dan Alex, sementara Regi ikut kekantor polisi dan memberikan keterangan..Setelah memberi keterangan di kantor polisi, Regi menyusul kerumah sakit..

sesampainya di rumah sakit..

"Gimana keadaan lo Bro", tanya Regi

"Gue baik-baik aja, thanks Bro", Ucap Adit lirih

"Fanya gimana Lex", tanya Regi

"Sedang di periksa Bro, tadi ia pingsan dan mulutnya berbusa, Vano yang disana sekarang", jawab Alex

Regi mengangguk dan duduk di sebelah Adit

"Sekali lagi makasih Bro, lex, tapi gimana kalian bisa tau", tanya Adit

"Jadi tadi kebetulan gua liat lo ngebut banget di jalan, trus nyokap lo telpon, ia cemas banget lo pergi dalam keadaan panik, saat sampe lokasi gue langsung share sama anak-anak", jawab Regi menceritakan semuanya

"Jadi Mama liat gue, trus gimana sama orang-orang tadi" tanya Adit

"Mereka udah dikantor polisi, katanya mereka di bayar buat mencelakai lo dan Fanya", jawab Regi

"Mereka bertiga bro, satu lagi...", Ucapan Adit terputus saat Vano masuk ruangan

"Bro", Tatapan Vano seakan penuh tanda tanya

"Gimana Fanya, apa dia baik-baik aja", tanya Adit

"Iya, dia dan bayinya baik-baik aja", jawab Vano datar

"Bayi", Teriak Alex dan Regi bersamaan dan menatap Adit

"Jangan bilang dia hamil dan itu anak lo Dit", ucap Alex penasaran

Adit mencoba duduk dan bersandar dibantu Regi..

"Lo bisa jelasin semua Dit", ucap Regi

"Oke, tapi gue minta satu hal sama kalian bertiga, tolong bilang kejadian ini hanya kecelakaan sama bokap nyokap gue dan Adisty, dan buat polisi yang usut kasus ini lo bisa atur kan Gi, ", Ucap Adit

Vano, Alex dan Regi mengangguk bersamaan..

"Beberapa hari yang lalu, Fanya menemui gue dikantor, karena situasi tidak memungkinkan gue sama fanya pergi ke cafe Jihan, disitu dia cerita kalau dia hamil, dan itu anak dari Teo, dan kalian bertiga tau, Teo adalah pacar atau calon suaminya Aira cewe yang gue suka, yang gue ingin dia jadi istri gue, saat Fanya minta pertanggungjawaban ia menyuruh fanya menggugurkan bayi itu, sampe kejadian nya jadi seperti ini, Fanya di culik dan di paksa minum obat penggugur kandungan..", jelas Adit

Ketiga sahabatnya langsung terdiam tidak menyangka hal buruk ini menimpa Fanya, terlebih untuk Vano, selama ini ia diam-diam mencintai Fanya bahkan saat Adit masih berstatus kekasih Fanya, tubuhnya bergetar di penuhi amarah..

"Lo kenapa Van" Tanya Regi yang melihat Vano gemetaran

ia hanya diam dan keluar ruangan menuju ruangan rawat Fanya..

"Kita bakal bantu lo Dit, harusnya lo ngomong dari awal soal ini", ucap Alex

"Gue pikir gue bisa sendiri, tapi ternyata ini cukup berat", jawab Adit "Gue harap ini bisa jadi rahasia kita berempat, jangan kasih tau siapapun termasuk Aira, gue pengen liat sejauh apa si pengecut itu bisa bersembunyi dan bermain-main", ucap Adit lagi

Tidak lama kemudian Bu Arumi, Pak Wijaya sampai di rumah sakit, sesuai rencana mereka bilang Adit kecelakaan..

"Astagfirullah sayang, kamu ini", ucap Arumi cemas

"Gak papa ma, hanya lebam2 karena benturan aja sama luka sedikit", Jawab Adit

Pak Wijaya hanya diam memperhatikan luka Adit yang sepertinya bukan luka kecelakaan..

Setelah menceritakan semua kejadian dengan mengubah fakta, Mereka semua menuju ruang Fanya..

Fanya yang terlihat pucat hanya bisa tersenyum, ia harap Tante Arumi dan Pak Wijaya tidak mengetahui kehamilan dan kejadian yang menimpanya saat ini..

"Om Tante, jangan beritahu Papa sama Mama ya", pinta Fanya

"Iya sayang, tadi Adit sudah jelaskan ke Tante sama Om, maafkan Adit ya selalu bawa motor ugal-ugalan sampe kecelakaan begini" ucap Arumi memeluk Fanya, bagaimanapun marah dan kesalnya, Arumi tetap sosok ibu yang paling sempurna dimata anak-anaknya bahkan teman-teman Adit dan Adisty sekalipun..

Setelah memastikan keadaan Adit dan Fanya baik-baik saja, Arumi dan Pak Wijaya pamit pulang, sementara Vano, Alex, Adit dan Regi masih diruangan Fanya untuk menemani Fanya..

"Fan, maafin gue, gue terpaksa cerita sama anak-anak soal lo dan masalah ini", ucap Adit menunduk

Fanya hanya diam, air matanya lolos begitu saja mengingat kejadian buruk yang menimpanya..

"Lo tenang aja Fan, lo gak sendirian, kita berempat bakal jagain lo", ucap Regi

"Iya Fan, jangan khawatir kita udah atur semuanya", Ucap Alex

"Sekarang lo istirahat ya" ucap Adit

"Vano, gue mau bicara ", Adit menarik Vano keluar

Setelah memberikan pengertian kepada Vano, Adit dan Vano masuk ruangan lagi..

"Ya udah, kalian tidur aja, biar gue yang jaga ", ucap Vano

"Makasih banyak semuanya", Ucap Fanya lirih

"Tidak masalah Fan, yang penting lo dan bayi lo baik-baik saja sekarang", ucap Vano

Semua tersenyum dan memilih tempat istirahat dan melupakan sejenak kejadian tadi, bahkan Regi melupakan nasi goreng yang ia beli tadi..

Setelah semua tertidur, Vano duduk di sebelah ranjang Fanya dan mengusap lembut pipi perempuan itu, "Gue sayang elo Fan", ucap Vano, air mata Fanya mengalir karena ia hanya memejamkan mata, bukan tidur..

"Jangan nangis, gue gak akan biarin siapun nyakitin lo lagi", ucap Vano dan menyeka air mata Fanya...

.

.

bersambung

.

.

.

Jangan lupa like, komentar dan Vote yang novel ini, dan jangan lupa kritik dan saranya.. terimakasih.. happy reading...

1
Ji Chupids
Luar biasa
Tarmi Puspa
lanjut ya thor
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
semangat terus berkarya 👍
Mohammad Ja'il
tanyak nih,knp si Aira kok melihara anjing ya,katanya dia muslim
Alevia
klanaan
Alevia
critanya muter2 niii
amy
lucu aja masa kerja di dinas peternakan tp ga dokter hewan 😄
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Wedhana
drama teross kek ikan terbang
Wedhana
halah gengsi bin drama 😒
Mahendra Sony
knp gak bahasa indonesia aja gak pusing bacanya....**!
JiChupid's23: hahaha.. ini ada translate ke bahasa Indonesia nya kok... jadi baca bahasa Indonesia nya aja ...🥰🙏
total 1 replies
Nurhayati Nia
aku mamfirr thorrr
JiChupid's23: thanks ya ..🥰
total 1 replies
Dewi Sri Marlina
coba kalo mau bikin naskah ada kucing nya di kasih visual photo kucing yg imut dan lucu thor
JiChupid's23
Gina mamanya Tae yang waktu ketemu di paud ....😊
Hiro Parently
kejam lo rin
Hiro Parently
haha adit ghosting
Hiro Parently
terpaksa ngab
Hiro Parently
aira...
Danie Saja
dea x Kya jdi dewasa sma panggilan x ke rini trus kya penulisan x dialog x
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Hiro Parently
udah end aja...

huft... btw gue suka ceritanya krn foto dan ada gif nya jadi berasa beneran ya...


congratulation Thor... terus berkarya dan semoga sukses...
Hiro Parently
huaaa.... 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!