NovelToon NovelToon
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:97.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eys Resa

Follow IG othor @ersa_eysresa

Anasera Naraya dan Enzie Radeva, adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun tepat di hari pernikahan, sebuah tragedi terjadi. Pesta pernikahan yang meriah berubah menjadi acara pemakaman. Tapi meskipun begitu, pernikahan antara Ana dan Enzie tetap di laksanakan.

Namun, kebahagiaan pernikahan yang diimpikan oleh Ana tidak pernah terjadi. Karena bukan kebahagiaan yang dia dapatkan, tapi neraka rumah tangga yang ia terima. Cinta Enzie kepada Ana berubah menjadi benci di waktu sama.

Sebenarnya apa yang terjadi di hari pernikahan mereka?
Apakah Ana akan tetap bertahan dengan pernikahannya atau menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Kabar Tak Terduga

Pagi hari menyambut Enzi dengan sinar matahari yang cerah, tetapi suasana di rumah Radeva terasa sunyi, sepi dan sangat berbeda. Setelah bersiap Enzi segera turun ke ruang makan dengan langkah percaya diri. Dia mengharapkan Ana sudah duduk di meja, seperti biasa patuh dan diam. Meski Amel tidak ada, dia berharap Ana akan menyambutnya layaknya seperti istri pada umumnya.

Dia menyadari kalau sebenarnya dirinya masih sangat mencintai Ana. Tapi hatinya merasa gengsi, karena pikiran dan tuduhan kotor sudah meracuni hati dan pikirannya. Yang ada dia inginkan hanyalah menyiksa Ana agar dia patuh, agar dia tidak berani pergi dan meninggalkannya. Karena Enzi tau, Ana tidak memiliki tujuan dan orang yang Ana cintai adalah dirinya. Dengan begitu dia bisa melihatnya setiap hari. Ya, dia ingin terus melihat wajah Ana walau dia tidak memberinya cinta. Sebuah pemikiran yang benar-benar egois.

Saat dia sampai di ruang makan, suasana benar-benar terasa sunyi. Entah kenapa rumah itu tiba-tiba seperti kehilangan nyawanya. Tidak ada tawa dan ocehan Ana. Bahkan wajah kesal dan cemburu itu kini tidak terlihat. Dan ternyata kursi Ana kosong, tidak ada siapapun di meja makan itu.

"Bi Darmi!" panggil Enzi.

Bi Darmi bergegas menghampirinya. "Ya, mas, ada apa?"

"Di mana Ana? Kenapa dia belum turun? Amel juga, apa dia belum kembali? " tanya Enzi, nadanya sudah mulai menunjukkan kekesalan.

"Maaf, Mas. Bibi belum melihat mbak Ana sejak tadi pagi. Mungkin mbak Ana masih istirahat di kamar. Sedangkan Mbak Amel, saya belum melihatnya sejak kemarin. " kata Bi Darmi.

Enzi mendengus. "Pasti dia masih mencoba bertingkah lagi. Awas saja kalau dia bangun, aku akan memberikan pelajaran untuknya.. ."

Dia bergegas naik ke kamar yang biasa digunakan Ana. Tapi ternyata Kamar itu kosong. Tempat tidurnya pun masih terlihat rapi, semua pakaiannya di lemari masih tergantung rapi. Tidak ada tanda-tanda Ana pergi dari rumah..

Kemarahan Enzi memuncak. Dia turun kembali, melewati Bi Darmi yang menatapnya dengan heran. Kemarin saat dia ada, Enzi sudah bersikap seenaknya kepada Ana, sekarang saat Ana sudah tidak Ada, dia kelimpungan mencarinya.

"Ada apa, mas? Apa yang terjadi sama mbak Ana? " tanya Bi Darmi penasaran, karena dia sudah menganggap Ana seperti anaknya sendiri.

Enzi mengababkan pertanyaan Bi Darmi dan langsung menuju teras. Dia memanggil Toni, penjaga yang baru saja memulai giliran kerja pagi.

"Panggilkan penjaga shift malam! Sekarang!" perintah Enzi, suaranya menggelegar.

Penjaga malam, Pak Joni yang akan berganti shift dengan Pak Toni, datang bersamaan dengan wajah ketakutan.

"Pak Enzi," sapa Toni.

"Di mana Ana, Istri ku! Kenapa dia tidak ada di rumah?! Apa dia keluar lagi? Atau s tahu gertak Enzi.

Pak Joni menunduk, takut. "Maaf, Pak. Bu Ana pergi tadi malam, sekitar pukul dua belas lebih. Beliau... mengancam akan menabrak pagar jika kami tidak membuka pagar untuknya."

Kata-kata itu menghantam Enzi. Bi Darmi yang mendengar itu pun ikut ambang pintu, menutup mulutnya dengan syok.

"Pergi?!" raung Enzi, wajahnya memerah. "Setelah semua yang dia katakan?! Dia sekarang benar-benar pergi? Joni, kenapa kau membukanya?!"

"Kami tidak berani melawan, Pak. Ibu Ana terlihat sangat marah dan kesal. Dia pergi menggunakan mobilnya."

Amarah Enzi meluap menjadi rasa dikhianati. Patuh? Itu semua sandiwara! Dia sengaja menipuku untuk mencari celah kelengahanku. Sial, aku sudah tertipu."

Dia kembali masuk, tangannya mengepal. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang untuk mencari tahu dimana keberadaan Ana. Dan satu-satunya orang yang harus dia hubungi adalah Arvin. Arvin adalah orang terakhir yang bersamanya tadi malam, dan mungkin tahu sesuatu tentang keadaan Ana saat mengantarnya pulang.

Jari Enzi melayang di atas nama 'Arvin' dan hanya tinggal menyentuh nama itu sana. Namun tiba-tiba ponselnya bergetar dan menampilkan panggilan masuk. Nomor yang tertera membuat Enzi terkejut dan mengernyit kan dahinya.

"Ana? Untuk apa dia menghubungiku jika berniat untuk kabur. " gumamnya.

Rasa kesal karena ditipu dan marah karena dipermainkan membuat Enzi menggeser tombol jawab dengan kasar.

"Kau pikir kau bisa lari dariku, Ana?! Kau akan menyesal sudah berani mempermainkanku! Aku akan mencari—"

Omelan Enzi terhenti saat dia mendengar bukan suara Ana di sana melainkan suara formal seorang pria menginterupsi amarah Enzi. Nada bicaranya tenang dan terdengar sangat asing.

"Selamat pagi. Apakah benar ini dengan Bapak Enzi Radeva?"

Enzi membeku. Suara itu bukan suara Ana. "Ya, saya sendiri. Ini siapa? Kenapa Anda menggunakan ponsel istri saya?"

Terdengar jeda singkat di seberang sana. Suara pria itu menjadi lebih serius.

"Mohon maaf, Bapak. Saya Inspektur Hadi dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas. Kami menghubungi Anda sebagai kontak darurat utama dari pemilik ponsel ini."

Napas Enzi tercekat di tenggorokan. Jantungnya berdebar kencang, firasat buruk yang mengerikan menjalarinya saat mendengar kalimat Unit Kecelakaan Lalu-lintas.

"Ada apa? Apa yang terjadi dengan Ana, istri saya?" tanya Enzi, suaranya serak dan memburu.

"Bapak Enzi, kami turut berduka cita. Dini hari tadi, sebuah mobil jenis SUV berwarna hitam dengan plat nomor XXX atas nama pemilik Anasera, mengalami kecelakaan tunggal yang sangat parah di Jalan Tol KM 78. Mobil tersebut hilang kendali dan menabrak pembatas jalan, lalu terbakar."

Dunia di sekitar Enzi seolah berhenti berputar. Kata-kata itu berputar-putar di kepalanya, tidak bisa dicerna oleh akal sehatnya

"Korban yang kami temukan di dalam mobil, berdasarkan identitas yang ada dan kondisi di tempat kejadian, dipastikan adalah Nyonya Anasera Radeva," lanjut Inspektur Hadi dengan nada klinis.

Bi Darmi mendekat karena melihat wajah Enzi yang pucat pasi, setelah menerima panggilan telepon dari seseorang. Dia ikut penasaran dengan apa yang terjadi, karena dia juga mencemaskan keadaan Ana,majikan perempuan yang dia sayangi. .

"Kondisi korban, mohon maaf, ditemukan meninggal dunia di tempat, dan," Inspektur Hadi ragu sejenak— "karena api yang melahap habis badan mobil, kami belum bisa mengidentifikasi visual secara pasti. Kami butuh kedatangan Anda untuk verifikasi identitas lebih lanjut, Pak. Saat ini korban berada di kamar mayat rumah sakit Bhayangkara. Untuk di otopsi atau tidak,sesuai persetujuan dari keluarga."

Ponsel itu jatuh dari tangan Enzi, menghasilkan bunyi benturan keras di lantai marmer rumah itu. Wajahnya yang semula marah kini pucat pasi, matanya membelalak tak percaya dengan kabar yang baru saja dia dengar

"Tidak... tidak mungkin!" teriak Enzi, menyangkal kenyataan yang baru saja menghantamnya. Amarahnya berubah menjadi kepanikan yang dingin. "Ana...Ana.... tidak mungkin? Tidak mungkin kamu meninggalkan aku, kamu harus patuh padaku dan aku tidak mengijinkan kamu pergi."

1
Marina Tarigan
good very good happy ending
Marina Tarigan
kok jadi penghianat Lisa lamu ydk tahu hidup Enzi secara nyata fia hancur ke ttk terendah hidupny a enxi. sangat 2 menderita kamu nerulah demi cintamu dia sdh mati rasa yg namanya cinta
Marina Tarigan
aidan tdk akan diambil paksa oleh Enzi biarkan dia memeluk anaknya demi anakmu dan enzi walaupun dia meninghal dlm penuh pemyesalan supsya kamu juga tdk merada bersalah seumur hidupmu okuti perkayaan suamimu
Marina Tarigan
bisrkan enzi memeluk anaknya yg terachir zana enzi tdk mengambil anakmu biar enzi puas memeluk anaknya senelum hifupnya berschir kebenarsm tdk bisa ditutupi selamanys demi Aidan juga
Marina Tarigan
memang kesalahanmu sangat fstal enji biatkan anakmu bersama ibunya dan ayahnya percayalah sesdh besar nanti dia akan mencari kebenaran Sera bukan istrimu dia tdk mungkin kembali pfmu dia sdh punya kelusrga sendiri
Marina Tarigan
oo rupanya afa udang dibalik kelamnu ya kamu mencintai enji hati2 nak kupikir dari bab2 terdahulu kamu super segalanya jgn tambah masallah ikuti alurnya jgn maksa kehendak enji belum pernah melihat kamu sebagai wanita
Marina Tarigan
yg terpenting Enzi sdh tahu bahwa Aidan adalah darah dagingnya tapi jgn dipaksa merebutnya bisrkan dia dewada dan Ana itu tdk bisa kembali pd Enzi karena sdh cerai
Marina Tarigan
gimanapun Enzi berhak darah dagingnya walau bagaimanapun lama kelamaan pasti terkuak memang Ana walau bagaimanapun tdk bisa balik sm Enki ksrena putusan perceraian dari pengadilan sah
Marina Tarigan
semoga kamu akan baik dan sembuh total Enzi kita sebensrnya kasihan sm kamu perbuatanmu dulu diluar nalar sm Anna yg kamu cintai sebensrnya semuanya menyakiti nya lahir batin semoga kamu dpt wanita seperti Ana lagi bukan wsnita jalang seperti Amel
Marina Tarigan
kok ana meninggal sih
Marina Tarigan
ana patuh lah sm Drakula dgn taktik yg jitu utk apa melawan tekat sdh bulat
Marina Tarigan
begitu dong jgn mau disakiti terus pergi jsuh
Marina Tarigan
lanjut enzi suka2mu terserah kamu saja
Marina Tarigan
berkinisambungan thour jgn bolak nalik terus kekerasan yg nerulang 2 itu tdk baik
Marina Tarigan
model kaya Amel semua pelacur mau menggaet prria berduit jgn kau lampiaskan pd idtrimu biadap
Marina Tarigan
jgn mau ditindas Ana kau juga bisa hixup semdiri
Marina Tarigan
semoga Ana cepat terlepas dari psikopat dadakan itu pafuka Enzi
Marina Tarigan
jamu bekerja dari rmh biarkan saja pemasukanmu je rek eningmu ttp berjalan lihat saja apa yg dilakukan Enji perharinya ikuti dgn diam2 kalau sdh berulah kau caramu ikuti saja
Marina Tarigan
memang wanita yg sdh jatuh cinta akal warasnya sdh lenyap ke samudra sana dia bilang tdk bisa menyentuhnya sblm kecewanya kita harap sebesar2nya jgn sentuh Ana sampai dia pergi meninggalkanmu
Marina Tarigan
terserah kamu Ana bertahan atau tdk kalau pembaca tdk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!