Seorang siswa yang terlambat ke sekolah berpindah ke dunia lain bersama dengan dua orang yang tak dikenalnya, setelah mereka ditabrak truk secara tidak sengaja.
Menurut suara misterius yang mereka dengar saat baru sampai di dunia itu, mereka harus menyelamatkan dunia itu dari kekacauan.
Kehidupan mereka berubah sejak mereka bertemu dengan seorang lelaki yang mengaku sebagai orang terkuat di dunia itu dan mereka belajar tentang keabadian dari orang itu.
Ikuti perjalanan mereka di dunia yang tak terduga, penuh darah, pertarungan, dan pengkhianatan itu.
[1 chapter untuk satu hari, dimohon bersabar...
Ada beberapa adegan garing, kalo gk lucu dimohon jangan ketawa...
Apabila terdapat kesamaan nama orang, lokasi, ataupun jurus, mohon maaf karena itu adalah ketidaksengajaan, beberapa disengaja ;)
Original story by Slitherio/Rio Andriana]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slitherio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Empat petir
Shirao menatap Ray. Sekarang seharusnya giliran Ray, tetapi karena Ray mengatakan ingin berlatih membuat Shirao mengambil bagian jaga Ray dan juga bagian jaga miliknya.
Shirao menatap pedang putih yang kini ada di pinggangnya itu lalu kembali menatap Ray.
Gurunya dulu pernah mengatakan, kalau pedang itu akan memilih sendiri pemiliknya. Kini Shirao sudah memahami maksudnya itu.
Ray adalah yang dipilih oleh pedang putihnya itu dan sepertinya pedang hitam miliknya sendiri juga memilihnya.
“Apa mungkin...” Shirao bergumam sebentar lalu ia kembali menatap Ray, “Tunggu...”
Shirao menyadari ada yang berbeda di tubuh Ray setelah hampir dua jam ia memegang pedang berwarna biru yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Tubuh Ray sedikit bergetar dan tak lama, tekanan yang besar keluar dari tubuh Ray. Shirao yang melihatnya terkejut bukan main.
“Apa itu?”
Saat Shirao sedang terkejut, sebuah petir berwarna emas turun dari langit dan menyambar Ray yang masih duduk bersila dengan pedang di kedua tangannya.
“Whoaa!”
Shirao melompat menjauh setelah petir itu menyambar Ray. Kuro dan Agus yang mendengar sambaran petir itu langsung bangun dan Kuro memakai Mananya untuk memeriksa Ray.
“Bagaimana?”
“Divine Root miliknya awalnya ada berapa?” tanya Kuro pada Agus.
“Hanya empat, itupun semuanya elemen yang berlawanan...” jawab Agus, “Memangnya kenapa?”
“Dia memiliki tiga Divine Root sekarang, yaitu elemen Api, Logam, dan Petir. Kombinasi semacam ini bisa memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa...” Kuro menjelaskan.
Elemen Logam bisa dipakai untuk memperkuat tubuh ataupun senjata hingga dua kali lipat atau lebih tergantung dari kemampuan praktisi itu.
Sebut saja Agus. Ia memiliki elemen Logam yang cocok untuk digabungkan dengan Golden Staff sehingga bisa memiliki kekuatan penghancur yang kuat. Itu adalah teori Agus sendiri, ia tidak tahu karena jarang bertarung lagi.
“Dan, sudah di tingkat mana Ray sekarang?” tanya Agus lagi. Kuro menggeleng.
“Aku tidak tahu...” Kuro menjawabnya lesu, “Aku tak mampu mendeteksi tingkat praktik orang di hadapanku saat ini...”
“Tapi...” Kuro menahan Shirao yang berniat berbicara, “Kemungkinan kalau Ray lebih kuat darimu itu sekitar 20%...”
“Kenapa kau berkata begitu?” tanya Shirao. Ia yakin pada kemampuan pedangnya dan juga praktiknya dan tidak ada yang bisa mengalahkannya pada tingkat praktik yang sama.
“Darahnya amat murni, Mananya juga amat murni, ototnya berwarna merah terang, dan juga ia memiliki tiga elemen penghancur, itu saja sudah cukup untuk mengalahkanmu...” jawab Kuro sambil memegangi telapak tangan Ray.
“Ditambah ia mampu berkomunikasi dengan roh penunggu pusaka membuatnya bisa mendapatkan kekuatan dari roh itu...” tambah Kuro, yang membuat Agus mengangguk.
“Ada baiknya kalau kau menyerahkan White Dragon Sword pada Ray daripada kau tidak bisa mengendalikan pedang itu...” ujar Agus lagi. Shirao menggeleng.
Saat Shirao berniat berkata lagi, sebuah petir berwarna hitam turun dari langit diikuti oleh petir berwarna putih dan terakhir adalah petir berwarna ungu turun dan menyambar tubuh Ray.
“Apa-apaan itu?!”
Tiga petir yang berbeda warnanya menyambar Ray bergantian dan tubuh Ray bergetar seperti akan meledak.
Mira langsung terbangun saat mendengar sambaran itu dan ia terkejut bukan main saat melihat cahaya terang di hadapannya itu.
Tubuh Ray bercahaya terang setelah disambar petir berwarna ungu kemudian tubuhnya kembali seperti semula. Pedang berwarna biru yang sebelumnya ia pegang jatuh ke tanah.
Tepat setelah pedang itu jatuh ke tanah, mata Ray perlahan terbuka dan dari matanya saja, terlihat kilat petir berwarna biru.
“Akhirnya...” Ray berdiri dan ia memungut kembali pedang birunya. Ia lalu melihat empat temannya, “Halo...”
Shirao menatap Ray dengan tatapan yang berbeda. Kini ia tahu alasan kenapa Kuro mengatakan kalau Ray bisa mengalahkannya.
Tubuh Ray terlihat sedikit berotot dan bertambah tinggi. Aliran Mananya semakin cepat dan Mananya bertambah.
Tepat setelah Ray membuka matanya, ia jatuh berlutut dan matanya kembali terpejam.
Shirao melesat dan menangkap tubuh Ray lalu menidurkannya di atas karpet. Ia lalu menatap Agus dan Mira yang sama-sama menggeleng.
“Aku tidak tahu...” itulah yang keluar dari mulut keduanya saat ditatap seperti itu.
Jujur saja, mereka berdua bahkan tak tahu caranya naik tingkat ke World Foundation. Hal ini mungkin diketahui oleh Shirao dan Kuro.
“Oh ya, bagaimana caranya kita menembus ke World Foundation?” tanya Agus. Shirao mengangguk dan menjelaskan dengan singkat.
Menurut Shirao, saat seorang praktisi akan naik tingkat, biasanya mereka akan bermeditasi lalu mencoba untuk naik tingkat.
Kalau mencapai World Foundation, mereka akan bermeditasi untuk masuk ke alam bawah sadar mereka dan membuka sesuatu yang disebut kunci.
Kalau berhasil membuka sekitar tiga kunci dan membentuk Earth World, maka sebuah petir bernama Black Thunder akan menyambar tubuh orang itu. Kalau berhasil, maka petir itu akan memperkuat tubuh orang itu, kalau gagal maka artinya mati.
Membuka lima kunci dan membentuk Heaven World, maka sebuah petir berwarna emas yang bernama Gold Thunder akan turun dan menyambar orang itu. Hal yang sama terjadi juga pada praktisi Heaven World.
“Ada baiknya kalau kalian tidak mengetahui lebih banyak karena ditakutkan kalian akan menemui yang lebih parah dari mencapai Heaven World kalau mengingat tingginya praktik kalian saat ini...” ujar Kuro.
“Kalau menurut guruku sendiri, saat seseorang akan menembus ke Soul Rebirth, sebuah petir berwarna putih akan menyambar dan membuat tubuh serta roh menjadi lebih kuat dari praktisi di bawahnya, sehingga menghabisi Soul Rebirth tidaklah mudah...” tambah Shirao.
Dari sini, Agus dan Mira akhirnya tahu fungsi lain petir selain dipakai menghancurkan, juga bisa membuat seseorang naik tingkat.
Di saat mereka sedang bersantai begitu, dua sekte asal Shirao dan Kuro sedang kebingungan mencari dua orang ini.
***
Di sebuah gunung yang merupakan gunung tertinggi di Benua South, yaitu White Mountain, satu orang dengan penampilan sepuh sedang menatap bulan.
Orang itu lalu duduk dan kembali menatap bulan. Tak lama, seorang pria dengan jubah berwarna hitam putih datang dan memberi hormat pada pria sepuh itu.
“Salam, Chairman Sect, kami telah mendapat laporan tentang murid anda...” ujar orang itu setelah membungkuk.
Pria itu berbalik dan menatap orang yang ada di hadapannya saat ini, “Apa hasilnya?”
“Kami dari bagian Young Mountain menemukan kalau Shirao sering keluar setiap bulan dan pada minggu pertama bulan itu. Dan sekarang adalah yang keseratus lima puluh enamnya ia keluar dari sekte dengan alasan ingin mencari pengalaman...” lapor orang itu.
Pria sepuh itu bukan lain adalah praktisi yang mendapat gelar Sword Emperor dan ia bernama Zien.
Zien menatap orang itu lebih dalam lagi, “Apa kau tahu kemana biasanya ia berkata?”
“Ia hanya mengatakan kalau ia ingin mencari pengalaman dan bertemu dengan keluarganya...” jawab orang itu.
“Bukankah ia sendiri dulu mengatakan kalau ia tidak memiliki keluarga lagi?” Zien menaikkan alisnya, “Apa ia berbohong?”
Zien adalah praktisi Soul Rebirth dan ia memiliki sebuah kemampuan untuk mendengar ataupun melihat apa yang ada dalam sebuah jarak tertentu. Ia sendiri memiliki jarak sampai 10 Km.
Nama kemampuan itu adalah Heaven Eye dan bisa dipakai untuk mencari musuh ataupun teman di sebuah tempat, dalam jarak tertentu.
Ia tentu tahu kalau Shirao sering keluar sekte sebulan sekali, tetapi ia selalu lupa karena sudah pikun.
“Dan juga, pertemuan para jenius Aliran Putih akan dimulai sebulan lagi...” tambah orang itu lalu ia menghilang.
Pertemuan para jenius Aliran Putih adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk mempertemukan enam murid jenius Aliran Putih dalam satu generasi.
Pertemuan sendiri diadakan di sebuah kota di Blue Sky Empire dan lokasinya sendiri hanya diketahui oleh enam sekte besar Aliran Putih.
Dan sialnya, Shirao menghilang saat ia diminta untuk menemani murid jenius generasi saat ini. Mungkin saja ia ingin kabur, batin Zien saat memikirkannya, tetapi ia memilih untuk melupakannya dan memilih memperhatikan murid jenius ini.
***
Di sebuah lembah yang besar, sebuah kota berdiri dengan megahnya di dalam lembah itu.
Banyak yang mengira kalau lembah itu hanyalah lokasi sebuah kota biasa, tetapi nyatanya lembah itu adalah markas dari sebuah sekte Aliran Hitam yang cukup kuat dan disegani di Aliran Hitam, yaitu Jade Poison Sect.
Chairman Sect Jade Poison Sect sendiri bernama Jiene dan memiliki gelar Jade Poison King, yang kekuatannya disebut-sebut setara dengan Xue, sang Purple Poison King sekaligus Chairman Sect Poison Valley.
Dan kini, Jiene sedang bingung mencari murid satu-satunya yang bernama Kuro. Kuro sendiri memiliki julukan Black Poison mengingat tangannya selalu diselimuti warna hitam setiap ia bertarung dan ia memiliki beberapa jurus racun yang berwarna hitam pekat.
“Apakah ia kembali berduel dengan si White Sword Shirao?” gumam Jiene.
Ia sendiri sedang duduk di sebuah ruangan yang hanya dirinya seorang yang ada di ruangan itu.
“Salam, Chairman Sect. Saya membawa sebuah kabar yang mungkin bisa membuat anda penasaran...” seorang pria masuk setelah mengetuk pintu dan memberi hormatnya.
“Apa itu?”
“Gabungan enam sekte terkuat Aliran Hitam berhasil menguasai separuh Blue Sky Empire dan juga seperempat dari Green Grass Empire...” lapor orang itu.
Bukannya senang, wajah Jiene berubah menjadi serius, “Bukankah Pulau Giok Putih ada di Blue Sky Empire?”
“Benar, darimana anda bisa tahu?”
“Tentu saja tahu karena pulau itu muncul sekitar tiga ratus tahun lalu sebelum menghilang, sampai saat ini...” jawab Jiene, “Apakah Jun sudah sangat bodoh sehingga melupakan hal itu?”
“Mau dihentikan juga tidak akan ada gunanya, Aliran Hitam bertambah kuat seiring luasnya daerah yang berhasil ditaklukkan...” tambah orang itu.
“Tapi, aku khawatir kalau Six Emperor berkumpul dan membicarakan hal yang sama dengan yang sebelumnya Six King bicarakan setahun lalu...”
Tentu saja berita tentang Six King yang berkumpul di Darkness Blood Sect sudah menyebar luas di Aliran Hitam dan banyak yang berpikir kalau enam sekte ini akhirnya memilih berdamai dan bersatu untuk menyerang Aliran Putih.
Tetapi nyatanya, pertemuan itu dimulai dengan pertarungan Black Thunder King melawan Demon King yang berujung pada kemenangan Black Thunder King. Setelah itu pertemuan dilangsungkan dan diambillah satu keputusan untuk menyerang Aliran Putih dan mengambil beberapa daerah mereka.
“Yah, aku seharusnya menghentikan Kuro yang mengatakan ingin berkelana keluar sekte saat situasi begini...”
“Tapi, Kuro sebaiknya dibiarkan berkelana untuk ia mencari pengalaman...” orang itu berpendapat.
“Pengalaman sih boleh dicari, tetapi kenapa lawannya selalu Shirao itu?”
Orang itu dan Jiene lalu terdiam setelah memikirkan hal itu dan ruangan seketika sepi.