Lanjutan dari novel "Nikah Paksa Jadi Cinta"
Yang belum baca musim pertama bisa baca dulu ya, hehe...
.
.
Karena sebuah perjodohan yang diatur oleh orang tuanya membuat Diandra harus kabur dari rumah.
Diandra tak ingin dikekang. Ia ingin bebas menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Hingga suatu hari ia bertemu dengan Kevin Andrea Geraldy. Seorang pria yang ia ketahui adalah mantan dari sahabatnya sendiri. Hidupnya berubah dan benih cinta antara keduanya mulai tumbuh.
Namun, disisi lain Diandra tidak ingin menyakiti sahabatnya sendiri. Apa yang akan Diandra lakukan?
Simak yuk ceritanya🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iLmaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
"Sore Bunda..." ucap Diandra saat pulang dari kantornya. Ia menghampiri Jiana dan mengecup pipinya dengan lembut. Jiana hanya tersenyum sambil mengusap lengan Diandra.
Diandra mengernyitkan dahinya. Di meja makan ada beberapa menu tambahan. Tak seperti biasanya. Bahkan ini dalam jumlah lumayan banyak.
"Ada acara apa Bun? Kak Maura pulang?" tanya Diandra yang masih bingung dengan situasinya. Jiana menggeleng pelan sembari tersenyum kembali.
"Terus?" Diandra semakin penasaran.
"Sudah, kamu mandi terus siap-siap sana. Jangan lupa dandan yang cantik," ucap Jiana sambil menangkup wajah putrinya. Diandra masih tidak mengerti apa yang akan terjadi nanti. Ia menatap Jiana menuntut penjelasan.
"Kata Papa bakal ada tamu istimewa hari ini. Bunda juga belum tahu siapa dia," ujar Jiana sambil sibuk menyiapkan makan malam tersebut.
Diandra berjalan pelan menghampiri Jiana. Ia masih belum jelas dengan apa yang Ibunya ucapkan tadi.
"Siapa sih Bun? Jangan bikin Diandra semakin penasaran deh." Diandra menghela napasnya sejenak. Ia terlihat memanyunkan bibirnya karena Jiana tidak memberitahunya. Jiana menatap putrinya sambil mengangkat kedua bahunya. Ia juga tidak mengetahui siapa yang akan datang nanti.
Dengan malas Diandra menuju kamarnya. Ia langsung berbaring di atas ranjangnya begitu sampai di kamarnya. Menghela napasnya sejenak. Diandra masih memikirkan siapa tamu yang akan berkunjung ke rumahnya nanti.
"Haaiiss... Sudahlah, untuk apa kamu memikirkannya, Diandra," gumam Diandra sambil menutup matanya.
*
Kevin buru-buru pulang setelah mendapatkan telepon dari Ibunya yang menyuruhnya agar pulang cepat. Tidak biasanya Ayudia menyuruhnya dan bahkan mengancamnya jika pulang terlambat. Kevin hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang Ibunya inginkan.
"Bu, ada apa? Kenapa menyuruh Kevin untuk pulang cepat hari ini?" tanya Kevin sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Ayudia hanya tersenyum sembari menatapnya.
"Kenapa? Hanya kerjaan saja yang kau urusi setiap hari. Kau sama sekali tidak memikirkan Ibumu ini," ucap Ayudia dengan mendrama. Kevin memeluk Ibunya dari samping.
"Jangan bicara begitu Bu. Semua ini juga untuk Ibu," balas Kevin.
"Baiklah. Kau bersiaplah dan Ibu akan mengajakmu makan malam di tempat kenalan Ibu," ucap Ayudia lalu ia bergegas pergi dari sana. Kevin menghela napasnya sejenak. Lalu menuju kamarnya sendiri.
*
Malam pun tiba. Kevin tak tahu Ibunya akan mengajaknya ke mana. Ia tidak ingin menyinggung perasaan Ibunya. Karena itu, malam ini ia pasrah pada Ibunya.
Ayudia terlihat senang. Ia seperti punya rencananya sendiri. Hingga tanpa terasa kini mobil mereka memasuki kediaman Sanjaya. Kevin mengernyitkan dahinya ketika ia sadar di mana ia sekarang. Lalu menatap Ibunya yang hanya menampilkan senyumnya di sana.
"Sudah, nanti kamu juga tahu sendiri. Ayo turun," ucap Ayudia mengusap lengan putranya sekilas. Ia turun dari mobilnya dan diikuti oleh Kevin.
"Bu, untuk apa kita ke mari?" tanya Kevin.
"Ini kejutan untukmu sayang. Apa kamu suka berkunjung ke rumah kekasihmu?" Ayudia melangkah mendahului Kevin yang masih berdiri mematung di sana.
"Kekasih? Apa maksud Ibu?" ucap Kevin dalam hatinya. Ia menyusul Ibunya yang sudah dahulu masuk ke dalam rumah tersebut.
"Mari silakan masuk," ucap Raka dengan sopan. Raka dan Jiana menyambut kedatangan mereka.
Rencana ini hanya diketahui oleh Raka dan Ayudia. Tadi pagi, Ayudia diam-diam menemui Raka dan menceritakan jika Kevin dan Diandra menjalin kasih. Tentu saja kabar tersebut tak mengejutkan bagi Raka. Semenjak malam pesta tersebut, tersebar rumor jika Kevin dan Diandra adalah sepasang kekasih. Dan Ayudia berusaha untuk mendekatkan mereka lebih jauh lagi.
"Malam Om, Tante," ucap Kevin sambil mencium punggung tangan mereka bergantian.
"Malam Nak," balas Jiana.
Raka mempersilakan Kevin dan Ayudia untuk duduk. Lalu meminta istrinya untuk memanggil putrinya. Jiana tersenyum tipis. Ia bergegas menuju kamar Diandra.
"Sayang, apa kamu sudah siap?" ucap Jiana kala ia membuka pintu kamar putrinya. Jiana menghela napasnya dengan kasar. Bagaimana tidak, putrinya itu justru masih memakai baju tidurnya dan dengan santainya berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponselnya.
"Astaga Diandra, kenapa masih belum siap juga?" ucap Jiana dengan gemas melihat tingkah putrinya tersebut.
"Memangnya mau ke mana Bun? Hanya makan malam saja kan? Untuk apa harus berdandan?" Diandra meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidurnya. Ia beringsut untuk duduk.
Jiana menghampiri putrinya. Ia mengusap bahu Diandra dengan lembut.
"Apa kamu tidak ingin terlihat cantik di depan kekasihmu sendiri sayang? Lihatlah ini. Penampilanmu bahkan buruk sekali." Jiana memarahi putrinya tersebut. Ia beranjak menuju almari dan membukanya lebar-lebar. Jiana memilihkan baju untuk putrinya tersebut.
"Siapa yang punya kekasih Bun?" Diandra masih bingung. Jiana menoleh sejenak. Lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia menghampiri putrinya dengan membawakan baju yang telah ia pilihkan.
"Gantilah dengan cepat. Bunda tunggu di bawah ya. Ingat, jangan buang-buang waktu atau kamu akan menyesal nanti." Jiana menyerahkan bajunya kepada Diandra. Lalu bergegas keluar dari sana.
Diandra masih belum paham dengan situasinya. Ia menatap baju yang diberikan Jiana padanya.
"Apa Rizal yang datang ke sini?" gumam Diandra.
"Tapi, bukankah Papa sudah berjanji tidak akan mencampuri urusanku?" gumam Diandra lagi. Dengan malas Diandra melangkah menuju kamar mandinya. Ia bersiap dan berganti bajunya.
*
"Sayang, di mana Diandra?" tanya Raka.
"Dia masih bersiap. Kita tunggu sebentar lagi," balas Jiana. Dalam hatinya berharap semoga Diandra mengenakan pakaian yang telah ia siapkan tadi. Ia sedikit menyesal ketika meninggalkan Diandra dan tidak mendampinginya. Bagaimana jika Diandra keras kepala dan tidak turun untuk ikut makan malam juga?
"Baiklah. Kita tunggu sebentar," balas Raka.
Diandra mulai menuruni tangga. Melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Langkahnya terhenti sejenak ketika melihat Kevin duduk di sana bersama dengan orang tuanya. Diandra seketika panik. Ia menjadi gugup dan pikirannya tak tenang. Kevin diam-diam menatap Diandra tanpa mengalihkannya. Ia tersenyum begitu tipis melihat kedatangan Diandra. Ada rasa senang saat Diandra menuju ke arah mereka.
"Sayang, kenapa masih berdiri di situ?" ucap Jiana dan membuat Diandra terlihat canggung. Ia kembali melangkahkan kakinya hingga sampailah ia di depan mereka. Diandra menyalami Ayudia. Lalu duduk di samping Jiana.
"Kenapa duduk di situ? Apa kamu tidak ingin menyapa kekasihmu?" ujar Raka lalu mereka tersenyum.
"Ke-kekasih?" Diandra mengerjap sejenak. Apa maksudnya ini?
"Maklum, mereka masih malu-malu. Mungkin karena kita masih di sini," ujar Ayudia. Ia menatap putranya dan Diandra secara bergantian. Membuat Raka dan Jiana hanya mengangguk dan tersenyum.
"Benar juga. Ya sudah, kita makan malam saja dulu. Kalian bisa saling berbicara nanti," ucap Raka. Mereka menuju ruang makan.
Diandra terpaksa menuruti mereka. Orang tuanya telah salah paham padanya. Menganggap jika dirinya dan Kevin menjalin asmara.
"Ehem.. Kamu cantik," bisik Kevin yang saat itu mensejajarkan dirinya dengan Diandra. Diandra terkejut dan langsung menatap Kevin. Namun pipinya yang merona tak dapat ia sembunyikan juga. Kevin menyeringai menatap Diandra. Ia sengaja menggoda Diandra.