NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: JihanAnjani

Kisah Cinta Zahra dan Si Dosen tampan Arsyad yang berusaha membuat Zahra melupakan cinta Pertamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JihanAnjani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

BAB 27 : SEBUAH KEMENANGAN YANG INDAH!

*******************

Zahra tersenyum manis, "Mau memandikanmu!"

"APA!" pekik Arsyad kaget.

"Kenapa?" tanya Zahra menatap heran wajah Arsyad yang tampak sangat terkejut.

"Mas, enggak mau badannya aku bersihin ya? Atau lebih suka dokter itu yang mandiin kamu? Gitu?!" tanya Zahra sinis serta tekanan di setiap katanya.

"Bu-bukan gitu," Arsyad terbata salah tingkah. "Aku bisa sendiri!" ucapnya pelan sambil memalingkan wajahnya tak berani menatap Zahra. Dia takut dia akan luluh jika berlama-lama menatap wanita itu. Hatinya sangat lemah pada Zahra.

Zahra memicingkan matanya, lalu bibirnya berkedut geli. Ntah apa yang kini dipikirkan Zahra tapi dia menampakan senyuman mengerikannya. Dengan langkah anggunnya dia berjalan kearah brankar Arsyad dengan membawa sebuah ember berisikan air dan sebuah handuk kecil.

Zahra duduk di pinggir ranjang Arsyad secara tiba-tiba dan tanganya terulur membuka kerah baju Arsyad membuat Arsyad memekik kaget.

"Apa yang kamu lakukan!" pekiknya kaget. Jantungnya berdegup kencang saat dia dan Zahra berada sedekat ini. Di mana Zahra tepat berada di hadapannya menatapnya dengan lembut. Membuat rona merah tercetak di pipi Arsyad.

Zahra menggigit bibir bawahnya untuk menahan tawanya agar tak pecah melihat tingkah menggemaskan suaminya itu. Di tambah kini Arsyad memalingkan wajahnya ke arah lain sambil menutup sebagian wajahnya dengan tangan guna menutupi wajahnya yang memerah menahan malu.

Zahra tersenyum geli, "Kalau mas tidak mandi, nanti badan mas gerah lohh," rayu Zahra dengan lembut. Tanganya kembali ingin membuka kancing baju Arsyad.

Tapi lagi-lagi pria itu menahan tangannya, "Bi-biar aku saja! Aku bisa sendiri!" ucap Arsyad terbata menahan rasa gugupnya setengah mati.

"Sudahlah, mas suamiku dan aku istrimu! Ini kewajibanku merawatmu! Tidak ada bantahan!" ucap Zahra tegas membuat bibir Arsyad bungkam.

Namun, dia tetap saja bertahan dengan posisi wajah yang menghadap ke arah kanan tak mau melihat Zahra yang ada di sisi kirinya.

Satu persatu kancing baju Arsyad di buka oleh tangan lembut Zahra. Jantung Arsyad berdegup kencang nafasnya terengah, "Jantungku, tenang sedikit! Kalau kau berisik nanti dia bisa dengar!" rutuk dewa batin Arsyad mengingatkan, namun sayang Zahra sudah mendengarnya. Karena degup jantung itu begitu keras membuatnya bahkan bisa merasakan dan mendengarnya bahkan tanpa alat bantu sekalipun.

Zahra terseyum senang, "Sepertinya dia gugup! Sekarang aku tahu di mana kelemahanmu mas! Ahhahahahha!" batin Zahra berteriak girang.

"Mas," panggil Zahra lembut, namun Arsyad tetap bungkam. Tangan Zahra perlahan mendorong baju Arsyad kebelakang untuk terlepas membuat jaraknya lebih dekat dengan Arsyad.

"Mas....!" panggil Zahra lagi, saat ini dia berada di sisi leher Arsyad membantu melepaskan baju agar terlepas dari leher.

"Aku memanggilmu, kenapa tidak menyahut!" bisik Zahra membuat Arsyad meremang.

Arsyad menelan salivanya gugup, rona merah kini sudah merambat ke telinganya membuat Zahra tersenyum puas, ternyata dia berhasil menggoda Arsyad.

Zahra tak berhenti, dia kembali melanjutkan aksinya menggoda Arsyad, "Lihat kemari mas, kenapa dari tadi terus saja mengalihkan pandangan!"bisik Zahra lagi membuat tubuh Arsyad bergetar menahan sesuatu dari dirinya yang terus berontak.

"Jangan menoleh! Jangan menoleh! Jangan menoleh!" batin Aryad mengalami peperangan membuatnya memejamkan mata menahan rasa yang menggebu dalam dirinya untuk melihat ke arah Zahra.

"Mas, kenapa_,"

Deggg...

Ucapan Zahra terhenti ketika wajah Arsyad kini berada tepat di hadapannya. Arsyad menoleh ke arahnya bertepatan dengan Zahra yang berada di sisi leher Arsyad membuat jarak mereka sangat dekat.

Bukan hanya jantung Arsyad yang kini berdetak hebat. Tapi Zahra juga! Tatapan mata coklat Arsyad yang begitu indah seolah menusuk dalam ke relung hatinya membuat nya hanyut dalam tatapan Arsyad.

Arsyad menatap Zahra dengan rasa yang berkecambuk, antara malu, gugup, pandangan cinta dan juga hasrat yang menggebu.

"A-apa?" tanya Arsyad dengan nafas terputus menahan gejolak dirinya untuk tak segera memeluk Zahra.

Dia bersumpah dia merindukan wanita yang ada dihadapnnya ini!

Sangat!

Rindu itu bahkan hampir saja membunuhnya!

"Lanjutkan..." perintah Arsyad dengan pandangan sayu.

Zahra menatap dalam mata Arsyad, "Melanjutkan apa?" tanya Zahra pelan tanpa melepaskan pandangannya dari Arsyad.

Arsyad menutup sejenak matanya, menahan segala hasrat dirinya untuk memeluk Zahra atau melakukan hal lain pada istrinya itu. "Bersihkan tubuhku!" pinta Arsyad dengan suara bergetar.

Zahra tersenyum, "Baiklah, suamiku," dengan perlahan Zahra mengusap tubuh Arsyad. Kini justru jantung Zahra yang berdebar tak karuan saat tanganya mengusap setiap inci tubuh Arsyad yang ternyata membunyai badan atletis, berotot serta sangat menakjubkan membuat Zahra hanya beristigfar dalam hati.

Zahra menelan salivanya gugup. "Astagfirullah! Tahan Zahra, tahan!" ingatkan Zahra pada dirinya sendiri.

Lain halnya dengan Arsyad tubuh pria itu meremang. Sentuhan Zahra pada tubuhnya walau hanya melalui handuk dia tetap bisa merasakan sengatan aneh dari kelembutan yang Zahra lakukan.

"Wanita ini, dia benar-benar ingin membuatku mati karena menahan diri kah!" tubuh Arsyad menegang saat usapan Zahra kini beralih ke rahang kokoh Arsyad.

Degg...

Degg...

Degg...

Lagi dan lagi pandangan mata mereka bertemu. Wajah teduh Zahra membuat Arsyad lagi-lagi jatuh cinta padanya ntah untuk yang kesekian kalinya. Zahra yang lebih dulu memutuskan pandangan mereka. Kini Zahra beralih membasuh leher Arsyad.

"Cukup!" akhirnya Arsyad menyerah. Dia tak lagi bisa menahan dirinya.

Zahra tersentak kaget, saat Arsyad menarik tanganya cukup keras membuat Zahra justru lebih dekat dengan Arsyad. Tubuh Zahra menempel dengan dada bidang Arsyad. "Apa yang kamu lakukan?" bisik Arsyad dengan suara parau.

Zahra hanya bisa tersenyum kikuk, menelan salivanya gugup. Saat kini jaraknya dan Arsyad hanya berbatas satu jengkal. "A-aku tidak melakukan apapun!" sahut Zahra dengan gugup dan mulai salah tingkah.

"Kamu ingin menyiksaku lagi?" tanya Arsyad menatap dalam mata Zahra membuat Zahra lemas.

"Tentu saja tidak!"

"Lalu apa ini? Kenapa tiba-tiba kamu begitu manis?" bisik Arsyad serak. Nafasnya memburu ntah marah atau apalah itu..

Zahra tersenyum lembut, disini Zahra paling pandai mengontrol emosinya hingga dia bisa menyembunyikan rasa gugup dan malunya. Tangan Zahra terulur mengusap rahang koko Arsyad lembut. Membuat Arsyad memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Zahra.

"Mas tidak suka, Zahra seperti ini?" mata coklat Arsyad kembali terbuka.

Tangan kanannya melingkari pinggang Zahra membuat Zahra tersentak saat Arsyad merapatkan tubuh Zahra hingga jarak mereka semakin dekat. Mata indah itu menatap Zahra sayu, tanganya kirinya membelai lembut pipi Zahra. Kini tergantikan Zahra yang merinding dengan sentuhan Arsyad.

Arsyad mengikis jarak antara mereka hingga hidung mereka saling bersentuhan. "Kamu tahu Zahra, aku sangat... Sangat mencintaimu! Hidupku hampa tanpamu!" bisik Arsyad di depan wajah Zahra. Mata mereka tertutup menikmati momen yang hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

"Mungkin ini sudah saatnya!" batin Zahra, ya! “Mungkin sudah saatnya aku mengakui perassanku yang sesunguhnya.”lanjutnya dalam hati.

Zahra ingin berucap namun Arsyad lebih dahulu berucap membuatnya kembali terkatup."Tak apa jika cintamu belum ada untukku! Aku akan terus menunggu, selama sepuluh, dua puluh tahun, bahkan hingga ajal menjemputku aku akan terus menunggu dan terus mencintaimu!" hati Zahra meringis mendengar ucapan Arsyad.

Seberapa dalam cinta pria ini untuknya. Pikir Zahra.

"Mas... Aku- ak-aku... Men_,"

Arsyad sedikit menjauhkan wajahnya agar ia bisa menatap Zahra, "Kamu apa?" tanya Arsyad lembut. "Katakanlah!" lanjut Arsyad yang semakin penasaran saat melihat Zahra tertunduk dengan gelisah.

"Ak-aku..."

"Katakan saja, bicaralah.. Aku mendengarkanmu!" pinta Arsyad dengan lembut.

Zahra ingin kembali buka suara hingga...

Arsyadd....!!!

Zahra.....!!!!

Buka pintunya!!!!!!

Mereka terlonjak kaget hingga jarak mereka menjauh. Zahra terlebih dahulu bangkit dan berdiri. Sedang Arsyad mengeram kesal. Zahra hendak beranjak pergi namun Arsyad lebih dulu mencekal tanganya. "Selesaikan dulu ucapanmu!" ucapnya tegas.

Zahra menunduk malu dengan posisi membelakangi Arsyad serta tanganya yang masih di cekal Arsyad, "Ada mama, mas! Zahra buka pintunya dulu!" ucap Zahra pelan.

"Tidak perlu... Bia_" Arsyad mengeram kesal saat pintu tak henti-hentinya di gedor dari luar.

Arsyad...!!!

Zahraaa....!!!!

Buka pintunya!!!!!!

"Sial!" umpat Arsyad kesal. "Pergilah...!" kata Arsyad melepaskan tangan Zahra dengan wajah kesalnya.

Zahra bernafas lega saat tanganya sudah terlepas. Zahra berjalan cepat hingga sampai di depan pintu.Namun, Zahra berbalik ke arah Arsyad yang masih memalingan wajah kesalnya.

Secepat kilat Zahra berlari kearah Arsyad kemudian berbisik ketelinganya.

"Aku mencintaimu Arsyad Malik Al-Mubarak!" Bisik Zahra di telinga Arsyad membuat Arsyad seketika tertegun dengan matanya yang membulat kaget.

Cupp...

Tubuhnya menegang saat merasakan sebuah benda kenyal yang basah mencium pipi kirinya. Saat dia menoleh Zahra sudah berlari membuka pintu dengan wajah memerahnya.

Clekkk.....

Jantung Arsyad berdegup kencang. Apa ini mimpi?! Pikirnya.

"Lohh, Zahra! Mau kemana, nak?" tanya maya ketika melihat menantunya itu terburu-buru keluar dengan wajah memerah.

"Ma-mau beli makanan mah!" sela Zahra cepat lalu berlari secepat mungkin menghilang dari sana.

Maya menatap bingung menantunya itu, "Arsyad, ini mama bawa_" ucapanya terhenti ketika melihat putranya itu sudah seperti patung dengan semburat merah di pipi serta telinganya sambil tangannya memegang sebelah pipinya.

Mendadak maya menjadi panik. Dia bahkan menjatuhkan bukusan buah kelantai. "Nak, kamu kenapa!" pekik Maya panik. Dia menggoncang tubuh Arsyad.

Pandangan mata Arsyad kosong menghadap kepintu. "Ya Allah, nak! Kamu kenapa? Pipinya kenapa? Zahra nampar kamu, huh?" Maya sudah terisak melihat keadaan anaknya.

Arsyad justru bereaksi dengan meneteskan air matanya. Tubuhnya bergetar hebat. "Ma.. Mama! Aku menang mah! Cintaku telah menang!" jeritnya girang bercampur air mata bahagia.

"Apa maksudmu?" tanya Maya bingung.

Arsyad menatap mamanya dan langsung memeluk mamanya erat. Arsyad menangis dalam pelukan mamanya.

"Dia mencintaiku, mah! Zahra mencintaiku!" tangis Arsyad pecah, "Hiks.. Arsyad menang mah..! Cinta Arsyad menang!" isaknya lagi dengan senyum gembira.

Maya juga terisak haru sambil membelai punggung Arsyad yang bergetar hebat. "Ya Arsyad! Selamat...! Cinta kamu sudah menang!"

************

1
A&R
/Smile/
Intan Ummi Ihsan
Kecewa
arfan
up
Limo Enam
mengapa ceritanya lebih seru yg S2
Rinjani
Zara kisah nya gimana nasib nya lanjut
Rinjani
lo Ayla sakit apa kan aduhh Yusuf kenapa pingin kawin apa u sumsu ya kan Zara bisa hamil lg
Rinjani
Ummi ma Haikal.kemana yaa kok gak ada ceritanya malah Ani anak bibi nya yg nemani Zahra
Rinjani
aduh Arsyad dah marah mana bisa dak bogem
Rinjani
buka topeng ya Zahra tahu deh Rey dulu padahal benci Zahra tau kenapa hanya Jefri yg baik
Rinjani
Rey semoga cepat sadar
Rinjani
Zara ma Jefri nikah deh biar tinggal Yusuf yg nikah ma adik nya edan
Rinjani
Rey sinting krn Zahra kok bisa yaaa
Rinjani
Rey kenapa gila jd suka ma Zahra seh dan nyulik waah Thor ada aja seh
Rinjani
perdarahan aduh 🙈🙈🙈😢
Rinjani
Zara minggat krn suaminya Poligami dan anaknya mengizinkan anak kecil kok bisa yaaa
Rinjani
aduh jeahh ketemu suami Zara
Rinjani
anak sahabatnya yg suaminya tau aah
Rinjani
aduh Dr Zara kok nasib mu ngini😢🤲
Rinjani
aduh jahat sekali Suami dan anak Zara nikah lg eee gila lo
Rinjani
ops Zara Anjani aduh ibunya buka tabir nih ..loo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!