Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG
Senin pagi aku semangat untuk memberikan Surat pengunduran diri ke atasanku, Pagi ini aku seperti biasa menyiapkan makanan, memandikan Nissa anakku, memasukkan perlengkapan bayi nya ke dalam tas, camilan Asip untuk Nissa, dan bekal makan siang untukku dan Bani. Aku sudah memantapkan diri untuk berhenti kerja, semoga dengan aku berhenti kerja, bisa menenangkan diri dirumah fokus dengan membesarkan anakku.
Pagi sekali aku menghadap atasan dan memberikan surat pengunduran diriku.
"Pak, boleh saya mengganggu sebentar?" Tanya ku pada atasan ku.
"Boleh, Kenapa Sahara?" Jawab atasanku.
"Saya mau mengundurkan diri pak, ini surat pengunduran diri saya, Perakhir bulan saya sudah tidak bekerja lagi." Jawab ku sambil menyerahkan sudah risend.
"Kamu sudah yakin mau risend, Iya pak, sudah yakin." Jawab ku.
"Ngga pikir pikir dulu?" Tanya atasanku.
"Engga pak sudah mantap mau risend." Jawab ku mantab.
"Oke kalau begitu serah terima ke Mira ya." Kata atasanku
"Baik pak," Jawab ku bahagia.
Akhirnya surat risend di acc. Aku lega sebulan lagi aku sudah jadi ibu rumah tangga. Mengurus anakku, untuk urusan selanjutnya itu urusan belakangan, yang penting aku terlepas dulu dari sindiran dan makian dari mertua, menghindari berantem dengan suamiku. Semoga hidupku lebih tenang dari satu tahun belakangan ini.
🎆🎆🎆🎆
"Tadi anakmu Nangis kenceng banget lama, ngga berhenti henti." Kata mertua saat aku menjemput anakku.
"Kenapa ngga ngabari ma?, aku kan bisa ijin pulang." Kata ku
"Mama ini ngga sempet, jahitan banyak, sama ngurus anak kamu." Jawab mertua ku.
"Tapi kan aku ibu nya, Kalau ada apa apa gimana? aku juga yang di salahin." Kata ku.
"Kamu fokus kerja aja, ini kan cucu mama, urusan mama, mama bisa hendle, nanti mama ajarin bangunin bapak nya ajak ngaji biar jadi anak Sholehah, ajari nyapu ngepel cuci piring dan baju, biar ngga males kaya ibu nya ." Kata mertua ku.
otakku mendidih, rasanya aku ingin marah, dengan kata lain emang ini mertua cuma mau cuci perempuan, dan sengaja menjauhkan aku dan anakku, semoga ini cuma firasatku saja. Ki lihat suamiku yang menggendong anaknya.
"Ini masih rewel aja mi, coba susuin deh." Kata Bani dan mendekat.
"Tadi kamu nangis kenceng lama banget ya, ngga papa ya, tapi nenek seneng banget." Kata mertua ku lagi.
"Maksud nya apaan, anakku nangis kejer lama tapi mama malah seneng." Jawabku sambil menahan emosi.
"Mungkin maksud mama, mama seneng ada cucu dirumah, jangan selalu emosi kamu Sahara." ucap Bani.
Aku masih emosi, ku susui Nissa namun tetap meringkih seperti kesakitan. aku pikir dia terkilir atau kecengklak ku putuskan untuk cuti 1 hari. Aku ingin bawa ke baby message. ku ganti popok Nissa sebelum pulang, saat ku lap area bokong nya ku terasa ada seperti kasar, kukira itu hanya ganti kulit, karna ku buru buru pulang jadi aku ngga cek lagi.
besok paginya saat aku ganti popok nya, aku kaget ternyata anakku ruam popok, mungkin ini yang menyebabkan anakku nangis terus kemarin, Hatiku terasa teriris.
🎆🎆🎆🎆
"Ayah, Lihat deh apa yang di lakuin mama mu ke anakku." Kata ku ke Bani, sambil menunjukkan bagian ruam popok anakku ke Bani.
"Kenapa sih," Tanya Bani sambil melihat ruam
"Itu kenapa mi." Tanya Bani lagi
"Ini namanya ruam popok. pantes nangis mulu, semalem waktu aku ganti popok juga terasa kasar area bokongnya, masa mama bisa ngga tau." Kata ku.
"Ya mungkin ngga ngeh dia." Jawab Bani santai
"Aku sudah minta cuti ngga masuk sampai anakku sembuh." Jawab ku.
Ddrrr. .ddrrr. . dderrtt. suara hanphone Bani berdering, belum selesai aku berbicara sama Bani mertua sudah nelpon.
📲 "Mana cucuku kok belum sampai?" Kata mertua.
📲 "Dede ruam popok ma, Sahara ijin sampai Dede sembuh." Kata Bani
📲 "Ruam popok itu apa?" kata mertua
📲 "itu iritasi popok, semalem pas ganti popok Sahara pegang anaknya sudah berasa kasar katanya, ini mau di periksain." Jawab Bani.
📲 "Masa sih, mama ngga ngeh, kok bisa?" jawab mertua.
📲 "Ya ngga tau ma, udah ya ma, Bani berangkat kerja dulu." Jawab Bani seraya mematikan telpon.
Aku cuma ngelus dada, kok bisa bisanya ngga tau, tanpa rasa ada bersalah pula tanyanya. coba kalau ruam popoknya pas aku asuh sendiri, udah kayak apaan tau dah itu mulut mertua ngomporin anak lakinya biar anakku di ambil sama dia. Aku hari ini membawa Nissa ke klinik bidan langganan. Bu bidan menyarankan jangan di beri popok dulu selama sebulan. Tapi kalau malam aku kasih pas tidur, tiga hari anakku sembuh.
aku sudah masuk kerja lagi. Sebelum berangkat, ku bawakan 10 lembar popok buat Nissa untuk seharian, pagi sampai sore.
🎆🎆🎆🎆
"Cucu nenek sudah datang." kata mertua sambil merebut anak dari gendonganku, padahal aku baru turun dari motor.
"Tiga hari ngga kesini nenek kangen." Katanya
"Ruam popok anakku ma, Kata bidan nya, jangan kasih popok dulu selama sebulan." Kata ku dengan sangat halus sekali.
"Kok bisa. makanya jangan pakai popok murahan." kata mertua.
"selama aku kerja di asuh bi Sumi ngga pernah ruam. di pegang mama jadi ruam, pakai nada ngga bersalah lagi." Ucap ku dalam hati.
"Kalau ngga pakai popok, mama kan harus solat ban, nanti kena air kencing kan najis ban." jawab mertua ku ke Bani.
"Ya sudah kasih popok tapi dua tiga jam sekali di ganti ya, sabar ya, dua Minggu lagi Sahara sudah risend, ngasuh anak sendiri." Kata Bani lagi.
"Anakku lagi sakit ya Allah, jawabanya begitu, takut kena najis anakku, sabar Sahara sebentar lagi urus anak sendiri kok." Ucapku dalam batin yang terluka.
🎆🎆🎆 sore hari sepulang kerja 🎆🎆🎆
Kulihat cara mertua memandikan anakku. Diangkat dari bak mandi, langsung di kasih popok tanpa di handukin kering. Aku reflek langsung menegur.
"Ma, keringin dulu sampai kering, kalau seperti itu salah satu yang menyebabkan jadi lembab dan ruam popok, Kemarin di jelaskan sama bidan seperti itu." kata ku.
"Ini nanti dia keburu ngompol, kasur mama basah semua kalau ngga di kasih popok, kalah sudah di handukin badan di copot lagi popoknya baru di keringin." Jawab mertua membentakku.
"Jangan ma, di handukin sampai kering dulu, kasih baby oil baru kasih popok, bi Sumi mau nurut kata aku kemarin jadi ngga pernah ruam anakku." Ku jawab seperti itu.
Mertua ku langsung meninggalkan aku begitu saja. Ku peluk anakku sambil menangis, susah banget aku komunikasi sama manusia satu itu. Kalau ruam kaya kemarin yang cape juga aku. sabar ya sahara, aku menguatkan diriku sendiri. Makin hari makin ada aja aduan demi aduan yang di terima Bani dari mamanya. Aku menguatkan diri, mencoba sabar karena sebentar lagi aku akan risend dari pekerjaan dan mengasuh anakku sendiri.
~Bersambung~
jangan lupa like, vote, rate dan koment
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗