NovelToon NovelToon
Fierce Queen

Fierce Queen

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: deby Widiastuti

kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.


SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!

jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

“ yaudah tinggal kamu aja yang sentuh saya, ngapain saya harus buru-buru nikah?” cercanya membuat key tergelonjak kaget. Key yang beberapa detik tadi terdiam langsung tersadar dan segera menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “ ba..ba..bapakk  jangan ma..macem-macem ya..” serunya gagap.

Arka menautkan kedua alisnya binggung. “ kamu kenapa jadi gagap gitu?” tanyanya tanpa melirik key dan fokus pada kemudinya.

“ wahh parahh, ini termasuk pelecehan pak !!’ seru key mulai tak terima. Arka segera melirik ke arah key dan melihat tingkah key yang sedikit ketakutan dan mencoba waspada. “ kenapa sih??” arka masih bingung dengan apa yang di lakukan key.

Key melebarkan matanya semakin tak terima. “ bapak ini sok pura-pura lupa gitu ya !! bapak nggak inget dengan apa yang bapak ucapin tadi ke saya? Itu sudah termasuk pelecehan pak !! jangan mentang-mentang bapak dosen saya jadi bapak seenak jidatnya sentuh-sentuh saya !!” cerocos key yang semakin menyudutkan tubuhnya

pada pintu mobil.

“ pelecehan apanya sih? Saya nggak ngerti !!” jawab arka tak menghiraukan key. Namun seketika ia melirik key segera saat ia teringat kalimat yang ia keluarkan beberapa menit lalu. “ yaampun !! maksud saya itu bukan sentuh yang engga-engga keysa !! kan kamu tadi nyuruh saya cepet nikah biar ada yang sentuhkan? Benerkan?” tanya

arka. “ coba kamu pahami arti kata sentuh. Nih contohnya gini..” tangan arka bergerak lancar menyentuh pipi key cepat.

Pufhhhhh

Key membeku saat jari telunjuk arka menyentuh pipi kananya cepat.

Huasyemmm kok jadi deg degan gini !!

Sialll cuman di sentuh gini donag, gue jadi pengen loncat-loncat !!

Kenapa pipi gue sih yang di sentuh !! ya allah pipi aku udah nggak perawan !!

Arka melirik pelan ke arah key yang mematung, kedua tangannya menepuk-nepuk pelan pipinya sendiri. Arka yang melihat adegan itu hanya bisa menahan tawanya saat melihat kedua pipi key bersemu merah.

“ otak kamu ngeres banget sih !!” seru arka yang hanya key anggap angin lalu.

Setelah beberapa menit hanya key habiskan dengan menepuk kedua pipinya dan menahan rasa aneh di dadanya akhirnya ia tersadar saat handphonennya berbunyi.

Kak grey

Memanggil...

Key segera melirik handponenya yang berada di pangkuannya begitu juga dengan arka. Arka melirik sinis nama yang tertera dari handpone key. Key segera mengangkatnya saat arka berpindah meliriknya.

“ halloo..”

“ hallo key, key nanti sore jadi kan?” tanya seseorang di sana.

“ iya kak jadi, nanti jemput aja ya..” sahut key yang semakin membuat arka meliriknya sadis.

Key mencoba untuk tidak perduli dengan lirikan yang arka berikan, bahkan kini ia mencoba untuk terlihat tersenyum.

“ okey okey, nanti jam setengah empat kakak sampai rumah kamu ya..” ujar grey.

“ okey okey kak..”

“ yaudah sampe ketemu sore nanti ya..”

“ iya kak..” tutup key.

Key segera melirik ke arah luar saat panggilan dari grey ia matikan. Arka kini mulai fokus kembali pada kemudinya dan terlihat sangat diam kali ini.  Lima belas menit kemudian mobil arka sudah berada di area depan rumah key. Key segera melepaskan sitbelnya saat mobil berhasil berhenti sempurna. Tangannya sudah mendaratkan pada pintu yang akan ia dorong. “ nanti sore saya jemput !!” suara arka membuat key mematung. “ hah?

Ngapain lagi pak?”

Arka tak melirik key sama sekali. “ bantuin saya ngoreksi kuis..” ujarnya.

“ ya ampun pak besok aja sih, saya mau pergi nih nanti sore !!” seru key dengan wajah yang sudah mulai kesal, ia sudah mulai merasakan aura-aura tidak enak di dalam mobil arka.

“ saya jemput nati sore !!” titahnya.

“ ih apaan sih pak, saya kan udah bilang nanti sore saya mau pergi.” Ujar key kesal.

“ kemana sih? Sama si abu-abu itukan? Saya nggak mengizinkan !!” arka terlihat sangat kesal dengan tingkah key yang kebih memilih grey di banding dirinya.

“ ih siapa juga

yang butuh izin dari bapak?”  dumal key.

Tatapan arka masih

fokus ke depan “ saya jemput jam tiga, saya nggak mau tau !!” titahnya lagi.

“ silahkan kamu boleh turun !!” usirnya pada key.

“ ini aja udah jam satu bapak !! saya juga mau istirahat !!” keluh key dengan kekesalan yang semakin memuncak.

 

“ loh kamu aja nanti mau pergi sama grey, tapi kamu nggak nolak. Terus kenapa ajakan saya kamu tolak?” tanya arka dengan posisi yang menghadap ke arah key.

“ loh beda dong pak !!” ujar key dengan pandangan lain.

“ beda apanya? Kamu sukakan sama dia?” pertanyaan arka sontak membuat key membulat.

“ apaan sih pak, mau saya suka sama grey sama afgan, iqbal cjr atau bahkan sama kaesang anak pak jokowi itu hak saya, suka – suka saya dan bukan urusan bapak  !!

“ jadi kamu nggak suka saya?" sorot mata arka memperlihatkan keseriusannya.

Deg

Key menatap arka semakin tak suka, ia segera mendorong pintu mobil  kasar tanpa berniat menutupnya kembali.

Arka berteriak. “ key tutup lagi pintunya !!” titahnya. Key tak menggubrisnya teriakan arka sama sekali, ia langsung membuka pintu gerbang rumahnya dan berjalan.

Manusia itu maunya apa sih ??

Capek saya ngehadepin dia !!

Ngapain jadi ikut campur sih !!

Ngapa makin ke sini dia makin nyebelin sih !!

Terus gue kenapa tadi di sentuh pipi doang pake jari langsung deg deg ser sih? Tombol kipas aja

di sentuh pake satu jari biasa aja ngapa gue jadi kayak cacing kepanasan !!

Key berjalan memasuki rumahnya tanpa henti berbicara pada hati dan jiwanya.

Key segera membaringkan tubuhnya pada ranjangnya, ia cukup lelah berdebat dengan arka yang memang mempunyai sifat yang sama dengannya yaitu keras kepala.

Tangan key segera merogoh sling bagnya dan mengambil handphonenya. Tangannya mulai bergerak

membuka kunci dan segera menekan aplikasi whatsappa. Ia segera menekan icon bergambar telephone.

Kak grey

Memanggil...

“ Hallo..”

“ Kak bisa engga kita pergi sekarang?”

“ kenapa key? Kamu ada acara nanti sore?”

“ nggak papa. Mau sekarang aja. Gimana?”

“ yaudah key aku siap-siap dulu ya.”

“ iya kak aku tunggu ya..”

Key memang berniat untuk menghindari arka yang akan menjemput sore nanti, setidaknya ia harus pergi lebih dulu sebelum arka datang menjemputnya. Key segera bersiap-siap, wajahnya ia bersihkan terlebih dahulu di hadapan cermin berukuran sedang di kamarnya. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya agar

terlihat lebih fresh dan menggeringkannya segera. Key menatap wajahnya di cermin, senyumnya segera mengembang saat ia teringat sentuh jari arka di pipi kanannya. “ huasyemmm ngapain lu senyum-senyum woy ..” key segera tersadar dan memukur bibirnya pelan. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali berharap bayangan arka hilang segera di telan bumi.

Tangannya sgera mengoleskan pelembab berwarna putih di beberapa titik wajahnya lalu mengoleskannya secara merata, ia bukanlah termasuk wanita yang bermakeup ia hanya bisa mengandalkan pelembab, bedak tipis dan lipstik untuk pergi kemanapun. Baginya makeup mmebuat wajahnya tak nyaman dan berat. Tidak bisa di

pungkiri bahwa key memilik wajahnya yang sangat cantik dengan hidung mungil yang tinggi, alis tebal yang sedikit abstrak dan wajah putih mulus yang ia punya. Key segera berdiri dan berjalan mendekati lemarinya untuk berganti

pakaian.

Ia segera mengambil blouse berwarna pink dengan aksesoris mutiara kecil di bagian bawahnya dan di lengkapi dengan celana jeans berwarna putih kesukaannya. Setelah di rasa sudah sangat cocok dan baik penampilannya key segera keluar kamarnya dan menuruni tangga.

“ ehh mau kemana lagi key??” suara bunda mmebuat key sedikit terkejut.

“ eh bunda, mau nganter temen bun,...” sahut key sedikit ragu.

“ siapa? Reza? Bryan? Atau naya?” tanya bunda mengintrogasi.

“ bukan mereka, kan temen key juga banyak bun...”

Mata bunda memicing. “ kamu punya pacar ya??” tanyanya menuduh.

“ ihh apaan sih bun orang engga juga..” sahut key canggung.

“ udha ah temen key udah nunggu nih..” ujar key yang segera menarik tangan bundanya pada bibirnya.

“ inget ya key, bunda dan ayah nggak mengizinkan kamu pacaran sampa-“

“ iya iya bun..” sahut key memotong dan pergi berjalan begitu saja.

“ kok itu anak makin ke sini makin kurang di tendang ya? Eh salah kurang di ajar ..” gerutu bunda.

Key terduduk di teras rumahnya menunggu kedatangan grey yang katanya sudah di jalan, sekitar lima menit key menunggu akhirnya grey datang dengan motor berwarna hitam maticnya. Key segera menghampiri grey yang tersenyum sangat manis ke arahnya.

“ maaf ya lama..” sahutnya.

“ nggak papa kok, santai..” ujar key yang segera menerima helm dari grey.

Key segera menaiki motor grey segera, mereka berencana akan menonton film horor di salah satu mall terbesar di yogyakarta ini. Perjalanan mereka cukup lancar karena tidak terlalu macet di karenakan ini bukanlah jam pulang kerja.

Sekitar lima belasmenit mereka sudah samapi dan berada di dalma mall tersebut, key mulai merasa

canggung karena harus pergi berdua saja dengan grey yang tidak lain adah senior di hmj nya.

“ kak ini kan filmnya udah pertengahan nih sambil nunggu kita makan dulu yukk..” ajak key mencoba untuk mentralisasikan kecanggungannya.

Bodo amat dengan arka, ia sudah terlalu muak mengikuti perintah dosennya itu yang bahkan kini mengatur urusan pribadinya.

*

“ key kita liat tas-tas yuk, cantik-cantik tuh..” ajak grey tiba-tiba saat mereka baru keluar

dari resto yang mereka sudah kunjungi.

Key terdia sejenak. “ buat apa kak grey liat tas begituan? Itu kan buat cewek !! apa dia udah punya pacar??” gumam key. Seketika key menjadi tidak bergairah.

Tangan key tiba-tiba ada yang menyentuh dan di situ key berubah menjadi cewek paling bego. Ia semakin terpaku pada genggaman tangan grey yang tiba-tiba pada tangannya. Sorot mata key terpaku pada tangannya yang kini sudah ada yang menggenggam setelah kurang lebih dua puluh tahun lamanya selain orang-orang terdekatnya. “

gue nggak salah liat kan?” gumamnya.

“ akhirnya tangan yang penuh dengan sarang laba-laba ini lenyap dari serangga sialan itu..” gumam key yang kini mulai senyum-senyum tidak jelas.

“ hey kanapa jadi bingung? Ayok masukk...” ujar grey sembari menarik key memasuki store tersebut.  Grey masih menggenggam tangan key, key hanya bisa diem dan mengikutinnnya saja.

“ ini bagus deh..” grey mengangkat tas sling bag berwarna hitam dan memakaikannya pada key. Key mematung sejenak lalu matanya beralih menatap ke arah grey. “ kena..kenapa aku yang harus coba?” tanyanya sedikit terbata dan key kini merasakan sedikit ketakutan akan jawaban yang akan ia dengar dari grey.

“ lohh kan ini untuk kamu key, coba yang ini deh..” ujar grey yang matanya kini beralih pada tas berwarna army. Tangannya kembali melepaskan tas yang terpasang pada tubuh key, dan memakaikan kembali tas berwarna army. “ nah ini lebih cocok, manis banget..” ujarnya yang kembali melepaskan tas berwarna army itu dan langsung

membawakannya ke kasir. Sedangkan key masih sibuk dengan pikiran yang kini mulai berputar-putar di otaknya.

Key yang masih terdiam di kejutkan dengan suara dering telfonnya yang berteriak-teriak dengan ringtone lagu bojo galak yang baru semalam ia ganti.

Sungguh keterlaluan bojo ku sing saiki..

tangan key segera menggeledah tasnya untuk menemukan benda kecil yang berteriak tak tau temapt itu. “ aihh pak arka..” gerutunya saat melihat layar ponselnya.

“ alahh pura-pura kagak tau aja dah..”gerutu key.

Key kembali menaruh handphonennya pada tasnya yang kini sudah dalam mode silent, key segera menghampiri grey yang kini sudah menjinjing plastik putih berisikan tasnya. “ nihh di pake ya..” ujarnya sembari menyodorkan plastik itu ke arah key.

 Key tersenyum sangat manis. “ makasih loh kak, padahal akukan lagi nggak ulang tahun..” sahut key yang segera menerima plastik putih itu.

“ kalo kita nggak jadi nonton gimana? Aku lebih suka jalan-jalan sambil ngobrol seperti ini. Aku bisa liat jelas muka kamu, mata kamu, bibir kamu dan senyum kamu.” Sahut grey sembari tersenyum ke arah key yang jelas membuat mata key membulat.

Wadidawwww

Ini kah yang di namakan gombalan para lelaki !!

" Tahan key tahan jangan baperr, ingat lu udah bertahan selama ini. Jangan sampai lu baper dengan

cepat cuman gara-gara kalimat sialan dari grey itu." gumam key mencoba untuk mentabahkan hatinya.

Key berdehem mencoba mengatur rasa canggungnya yang tiba-tiba datang. “ ahh yaudah kita mau kemana lagi??” tanya key dengan mata yang beralih ke sisi lain.

Tiba-tiba suara yang paling key hindari datang tanpa permisi. “ keysaa...” sapa suara itu membuat key berhasil membulatkan matanya sempurna dengan mulut yang terbuka sedikit.

Inilah yang di sebut kimat kecil permisa !!

1
Sinok Uul
👍👍👍
Ummy Hasnah
kakkkkk kapan up lagii
Mustika Wati
si rena terus gimana thor , kok key g tNya dulu perihal tunangan arka kmrn y
Iyah Chomel
lanjut thoor
Sartini Dimitri Mah
keluarga key terlalu ketara mengelu elukan Pak arka, padahal juna sama aji Tau arka udah tunangan kesannya tuh mau bikin key jadi pelakor deh
u
haaaaa???? sampai episode 45 gak ada kemajuan hubungan arka sm key muter aja disitu-siti 🤔🤔
widyartini08
bertele2 banget
hitamanis
nangis aku thor
Titi Andriyani Sudarmin
nyesel baca sampai akhir,ujung2nya key ngak SM arka
Nurjannah Inka
yah...endingnya kok melaaz banget 😔
iis
ikut kecewa 😩
Mam Idal Ardiansyah
lanjut donk
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain ini endingnya arka sama key akan bersatu kok saya jd kecewa ya endingnya gini🤔🤔🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan arka dan key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
au ah bingung komennya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
maka nya dewasa key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok jd ilfil ke key ya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan arka
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nyadarkan key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
arka cuekin aja key nya biar ngerti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!