NovelToon NovelToon
Kuktivasi Raja Bayangan Jilid 3

Kuktivasi Raja Bayangan Jilid 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:457.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: secrednaomi

Ini adalah lanjutan dari Kultivasi Raja Bayangan, jadi baca dulu jilid pertama dan kedua sebelum ke novel ini...

Liu Yuwen adalah seorang kultivator jenius yang pernah lahir di dunia, ia mencapai puncak beladiri sampai dijuluki sebagai kultivator tiada tanding karena hampir tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Di puncak kekuatannya, Liu Yuwen tidak menyangka ia justru akan tewas oleh sebuah racun yang diberikan adiknya.

Racun itu membuat Liu Yuwen terbunuh, dalam kematianmya rasa marah dan dendam menguasai hatinya karena pengkhianat sang adik, Liu Yuwen berjanji akan membalas kejahatan adiknya jika diberi kesempatan.

Nyatanya kesempatan itu terwujud saat Liu Yuwen terbangun di tubuh seorang anak kecil berusia sepuluh tahun.

Liu Yuwen yang mengerti dirinya hidup kembali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berencana membalaskan dendamnya pada sang adik, meski kekuatan kembali kesemula namun selama dirinya terus berlatih, Liu Yuwen yakin bisa mencapai puncak kekuatannya sepert

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secrednaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 27 — Dua Pengunjung

"Pantas saja pelayan tadi begitu percaya diri, ternyata alat musik yang dipakai mereka adalah pusaka..." Liu Yuwen menggelengkan kepalanya pelan.

Musisi Restoran Mawar Putih mulai memainkan alat musik mereka, selain keahlian mereka terhadap musik memang sangat tinggi, alat musik yang dipakai ternyata merupakan pusaka yang bisa menghasilkan teknik suara setelah dialiri qi.

Selain suaranya mengandung beragam harmoni, suara itu juga membuat semua orang yang mendengar mendapatkan sugesti yang dapat menenangkan hati dan jiwa.

Para pengunjung langsung memusatkan perhatian mereka ke arah panggung, terbius oleh permainan musiknya yang merdu.

Liu Yuwen juga termasuk diantaranya, karena terlalu menghayati musik tersebut ia tidak sadar waktu menjadi berjalan lebih cepat dan hidangan yang ia pesan sudah datang ke mejanya.

"Kau benar, aku tidak akan menyesal menggunakan jasa musisi kalian." Kata Liu Yuwen pada pelayan yang tadi.

Pelayan itu tertawa kecil sambil mengangguk, ia meletakkan makanan lalu pergi mendatangi pengunjung yang lain.

Liu Yuwen kemudian mulai menikmati masakan yang ia pesan, saat lidahnya mencicipi makanan yang berupa udang besar itu, dirinya sampai memejamkan matanya saking lezatnya masakan tersebut.

"Aku harus mengetahui resep masakan ini, kalau tidak aku akan sangat menyesalinya..." Liu Yuwen berdecak beberapa kali.

Liu Yuwen kini mengerti kenapa Restoran Mawar Putih mempunyai harga yang selangit karena rasa setiap masakan memang selaras dengan harganya.

Liu Yuwen terus mencicipi hingga potongan yang terakhir, ia bahkan sampai memesan lagi dan lagi serta mencoba menyantap menu lain untuk memanjakan lidahnya.

Ditengah Liu Yuwen menikmati hidangannya, dua pengunjung baru memasuki Restoran Mawar Putih.

Salah satu pengunjung adalah seorang pria berusia 30-an tahun, berwajah tampan dengan senyuman hangat menghiasi bibirnya sementara disampingnya adalah wanita yang terlihat berusia 20-an tahun dengan paras yang begitu cantik.

Perhatian para pengunjung restoran sempat teralihkan dari panggung ke wanita itu terutama kaum laki-laki, selain mempunyai paras yang manis, gaun si wanita itu juga cukup menarik perhatian karena terlalu terbuka dan tipis.

"Ah, aku hampir melupakan sensasi tatapan ini..." Si wanita itu bergumam pelan yang hanya terdengar oleh laki-laki disampingnya. Si wanita jelas merasa senang dirinya jadi pusat perhatian.

***

"Bukankah situasi seperti ini sudah biasa terjadi padamu?" Nu Bai mengerutkan dahinya.

"Itu dulu, tapi semenjak aku disuruh ke benua sialan ini, Ketua Yan menyuruhku agar menyembunyikan pesonaku. Padahal... Ugh, wanita sepertiku ini seharusnya memang menjadi pusat perhatian." Lan Hua mengigit bibirnya.

"Pusat perhatian? Mereka hanya tidak bisa melihat wajah aslimu."

"Apa kau ingin aku merobek mulutmu!" Lan Hua menatap Nu Bai dengan tatapan tajam serta nafsu membunuh.

Nu Bai berdecak pelan lalu mulai melangkah lebih dulu mendekati salah satu meja sementara pandangan Lan Hua sedang tertuju pada seorang pemuda yang terlihat bersemangat menyantap hidangan tanpa memperdulikan kecantikannya tidak seperti pria-pria lain.

Dari dulu Lan Hua tidak suka ada orang yang setidaknya tidak menyadari daya tarik dirinya sehingga alih-alih duduk bersama Nu Bai ia berjalan ke meja pemuda itu.

"Hei tampan... Kulihat kau sendirian?" Lan Hua duduk di meja Liu Yuwen lalu berpangku tangan. "Apa kau tidak keberatan aku menemanimu?"

Gerakan sumpit Liu Yuwen terhenti ketika menemukan Lan Hua duduk di mejanya, ia melihat perempuan itu sejenak sebelum pandangannya menyisir sekitarnya.

Terlihat banyak pengunjung terutama laki-laki memandang ke arahnya dengan perasaan iri. Jelas mereka tidak senang Lan Hua duduk semeja dengan Liu Yuwen.

Tatapan Liu Yuwen kemudian kembali ke arah Lan Hua yang masih tersenyum manis kepadanya.

Liu Yuwen akui gadis itu cukup cantik tetapi dibandingkan Sou Rou dan Aruna, kecantikannya sedikit berada dilevel dibawahnya.

Liu Yuwen kemudian mengangguk untuk menjawab pertanyaan gadis itu namun sorot matanya kali ini menunjukkan sedikit kewaspadaan.

"Wajahmu sangat tampan, usiamu juga cukup matang, dan mungkin kau juga kaya. Bagaimana kalau kita berkencan malam ini?" Lan Hua menyentuh bibirnya, mengedipkan satu matanya pada Liu Yuwen.

Nu Bai menggelengkan kepala melihat aksi Lan Hua yang sengaja menggoda Liu Yuwen, baginya ini bukan kali pertama gadis itu melakukannya.

Alis Liu Yuwen terangkat. "Maaf tapi aku sedang sibuk setelah ini."

"Yakin? Coba lihat parasku lebih baik, mungkin kau akan berpikir ulang." Lan Hua sengaja menurunkan sedikit gaun dipundaknya, memamerkan bahunya yang putih.

"Tidak, terimakasih, aku memang tengah mempunyai urusan lain." Liu Yuwen tetap menolak.

Suara tawa yang keras terdengar memenuhi ruangan restoran, suara tawa itu berasal dari Nu Bai. "Rasakan-! Kau sekarang mengerti tidak semua laki-laki bisa jatuh hati karena parasmu!" Nu Bai berkata demikian sambil menunjuk Lan Hua.

Lan Hua mengumpat dalam hati sebelum menatap Liu Yuwen kembali, "Tampan, ini penawaranku untuk terakhir kalinya. Apa kau ingin menolak tawaranku berkencan?"

Liu Yuwen tersenyum tipis lalu menjawab dengan penolakan lagi.

Tawa Nu Bai semakin keras bahkan ia menggunakan qi khawatir suaranya tidak terdengar jelas oleh Lan Hua.

Lan Hua merasa geram dan ingin sekali memukul kepala Nu Bai namun kemarahannya kali ini jauh lebih besar ke arah Liu Yuwen.

Selama ini, tidak pernah ada laki-laki yang tidak tergoda oleh kecantikannya bahkan dibandingkan kemampuan pedangnya, kecantikan Lan Hua jauh lebih terkenal.

Tidak pernah Lan Hua bayangkan akan ada suatu hari dirinya ditolak oleh laki-laki dan hal ini membuat Lan Hua sangat tersinggung.

Tanpa basa-basi Lan Hua membalikan meja Liu Yuwen sebelum ia maju dan berusaha mencekik pemuda itu.

Liu Yuwen untungnya sudah siaga sejak awal, sebelum tangan itu meraih lehernya ia sudah bergerak lebih awal dan melompat mundur menjauhi gadis tersebut.

Menyaksikan Liu Yuwen mampu menghindari serangannya membuat Lan Hua sedikit terkejut dan mengerutkan dahi. "Kau ternyata seorang kultivator?"

Liu Yuwen tidak menjawab, ia melihat sekitarnya dimana para pengunjung kini sudah waspada terhadap keduanya dan mulai bergerak menjauh.

Meski singkat, tapi kekuatan yang dikeluarkan Lan Hua saat hampir mencekik Liu Yuwen sudah menunjukkan bahwa gadis cantik itu adalah kultivator tingkat tinggi.

Satu-satunya pengunjung restoran yang masih tenang dimejanya adalah Nu Bai, bahkan ia seperti menikmati amukan Lan Hua.

"Nona bisakah anda lebih tenang, para pengunjung lain jadi terganggu karenamu-..."

Seorang pelayan mencoba menegur Lan Hua baik-baik namun sebelum ia menyelesaikan perkataannya, tangan Lan Hua bergerak cepat, mengeluarkan pedang dari cincin ruang lalu menebaskannya ke leher pelayan itu hingga kepalanya terpisah dari tempatnya.

Para pengunjung menjadi histeris melihat kepala yang tiba-tiba menggelinding di lantai, seketika pandangan mereka pada Lan Hua berubah, dipenuhi ketakutan.

Ekspresi Liu Yuwen memburuk, 'Kenapa aku tidak bisa tenang bahkan untuk sekedar menikmati makanan, apa hidupku seperti tokoh utama dalam sebuah cerita yang selalu dipenuhi masalah...' Liu Yuwen menggerutu dalam hati.

1
Asiana Tyas
cerita yg bagus....kapan lanjutannya thor
Doni Rama
cerita udh tamat
pampam
Ma Bianfu bermutasi menjadi kekeluargaan karena sering menyerap batu permata siluman, bagaimana dengan Liu Yuwen ya, dia akan menjadi apa, kan sering menyerap batu permata siluman jg
malik Kh4n
apa author nya mati ya
Tony Yulianto
kebiasaan lama author kambuh lagi
cerita yang satu demikian juga
lama tidak ada lanjutannya
entah ada apa dengan dirinya
Prajapati
authornya tidur panjang,
Prajapati
kira2 author kemana ya?
MATAHARI ☀️
Kayaknya dah pensiun
Doni Rama
lama kali update nya Thor
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
hilang lagi thor.....kapan up nya ..🤔🤔🤔
Maulana Putra
update... donggg thorrr
Rizky Adeva
mantap thor lanjutkan
Rizky Adeva
keren bgt thorr lanjutka part 4
Nazam Roni
kenapa kok tidur thor😍😍🤭
Nazam Roni
lama nungguin thor🤭🤭
Raju
1.000 bagian lah...
kalau 100 dikit kaleee....
Shi yau... kdepannya bakal jadi SHI YOU....
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 💪💪😀
Zainal Arifin
joooooooosssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!