Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Renggang
Sepanjang malam, Jevandra tidak kembali ke hotel. Dia hanya memerintahkan Richard untuk menjaga istrinya, karena kamar mereka bersebelahan.
Sedangkan dirinya sendiri, dia berada di club malam bersama dengan Remi dan Rocky yang mulai pusing, karena tuan mereka yang sejak tadi diam, lalu minum lagi, minum lagi dan lagi.
Hal itu membuat keduanya merasa pusing. Bagaimana cara menghentikan tuannya? Bukan takut mabuk, kekuatan Jevandra soal alkohol memang tidak tertandingi. Dia dan Richard yang paling jago dalam hal itu.
Tapi situasinya berbeda saat ini. Tuan mereka sudah menikah, dan ya kalian tau sendiri.
"Kirim pesan pada Roy." kata Rocky menyuruh adik bungsunya.
"Kenapa selalu menumbalkan aku? Apa karena aku yang paling muda?" ucap Remi mendengus kesal.
"Sudah, lakukan saja." titah Rocky, membuat Remi mengalah dan mengirimkan pesan pada kakaknya.
"Pergi belikan ponsel serta iPad yang sama dengan milik nyonya muda kemarin." ucap Jevandra tiba-tiba membuat kedua ajudannya menatap tidak percaya.
Bukannya ponsel itu baru ya? Bahkan baru 3 hari setelah tuan muda membelikannya bukan? Lalu kenapa sekarang beli lagi.
"Aku membayar kalian bukan untuk menatapku begitu. Jadi lakukan saja perintahku!" ucapnya dingin membuat Remi yang memilih pergi, sedangkan Rocky memilih untuk menemani Jevandra disana.
"Apa menurutmu aku ini menyeramkan?" tanya Jevandra tiba-tiba membuat Rocky terkejut.
"Hah, kau bahkan menatap aneh padaku saat ini." lanjutnya lagi.
"Tuan, apa anda mabuk?" tanya Rocky memberanikan diri.
Mabuk? Lucu sekali hanya minum wine seperti ini bisa membuatnya mabuk.
"Bahkan wanita yang ku nikahi terus menangis dan begitu tertekan. Apa aku salah jika aku menginginkan segalanya? Apa aku terlalu serakah kali ini?" Jevandra terus mengatakan sesuatu yang membuatnya pusing.
"Tuan, sebenarnya apa yang anda maksud? Apa ini berhubungan dengan nyonya?" tanya Rocky memberanikan diri.
"Kau banyak mengenal wanita di luar sana, jadi bagaimana cara memperbaiki hubungan setelah pertengkaran?" tanya Jevandra lagi.
Disini Rocky mulai paham. Telah terjadi sesuatu pada hubungan tuannya dengan sang nyonya.
"Memangnya apa yang tuan lakukan? Apa tuan menyakiti nyonya?"
"Aku menghancurkan ponsel dan iPad miliknya." terlihat Rocky juga ikut frustrasi dengan hubungan keduanya.
Benar-benar di luar kendali suami istri ini. Mereka terus bicara, sampai tanpa sadar jika Remi sudah kembali dengan benda pesanan Jevandra.
"Ayo pulang!" titahnya pada mereka, membuat Remi langsung melemparkan kunci mobil pada Rocky. Karena dia ingin duduk tenang malam ini.
Begitu sampai di kamar hotel, dia melihat pintu balkon yang masih terbuka, padahal ini sudah tengah malam.
Melihat Diara yang berdiri disana membuat Jevandra marah.
Dia menarik Diara untuk masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon.
"Apa yang kau lakukan di luar dengan pakaian tipis itu?" tanya Jevandra marah.
Diara tidak menjawab, dia langsung pergi ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya.
"Itu ponsel serta iPad yang baru." kata Jevandra pada Diara.
"Tidak perlu." tolak Diara.
Mendapatkan penolakan dari Diara membuat Jevandra kesal. Sebenarnya apa yang di inginkan wanita ini?
"Aku tidak menerima penolakan!" balas Jevandra melepas pakaiannya begitu saja sebelum masuk ke kamar mandi.
"Untuk apa beli lagi jika nanti akan di hancurkan lagi." ucapnya yang masih bisa di dengar Jevandra
"Maka jangan membuatku marah jika ingin menyelamatkan apa yang kau miliki. Tugasmu hanya patuh, dan aku akan memberikan semua yang kau inginkan." ujar Jevandra lagi.
"Kalau begitu ayo bercerai."
Jeder!
Tubuh Jevandra bagai tersambar petir saat mendengar kata-kata mengerikan itu dari bibir Diara.
Emosinya memuncak, darahnya mendidih dan siap meledak saat ini juga.
Tatapannya benar-benar mengerikan, Jevandra mencekik leher Diara tanpa rasa kasihan sedikitpun melihat wanita itu.
Diara tetap diam, walau saat ini rasanya nafasnya semakin sempit, hingga dia kehilangan kesadarannya.
Melihat itu membuat Jevandra panik. "Diara, bangun. Bu-buka matamu, Diara. Hey, ayo bangun. Jangan membuatku takut begini Diara, kau tidak boleh pergi. Ti-tidak. Jangan pergi Diara, ayo bangun." ucapnya panik.
Jevandra tidak tau harus melakukan apa saat ini, dia benar-benar tidak tau harus berbuat apa.
"Richard, Rocky, Remi!!!" teriaknya dari dalam kamar berharap ketiganya mendengarnya.
Jevandra panik, dia mengambil ponselnya dan menghubungi mereka.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣