Sequel DIA HANTU
Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTARUNGAN
Bianca dan Alex berkelahi. Alex lawan yang cukup kuat. "Dasar kau bocah sialan! Aku sudah membunuhmu! Kenapa kau masih mau hidup huh!! " bentak Bianca. "Seharusnya kau yang mati! " bentak Alex sarkas.
Sementara itu, Devano dan Sam masih berkelahi. Devano tidak mungkin memukul putranya sendiri. Dia hanya menahan serangan dari putranya itu. Namun dia lengah dan Sam berhasil mengalahkannya.
Sam segera meloncat melawan Alex. Alex terpundur. Bianca berlalu ke ruangan dimana Narura, Yoona dan Shiray berada.
Bianca kini berdiri di depan pintu ruangan tersebut. Dia memegang knop pintu, namun dia tersengat. Bianca terpundur.
"Sial! Seseorang membuat ruangan ini di penuhi mantra" geram Bianca kemudian dia menggunakan pengendalian apinya untuk membuka pintu itu.
Yoona yang berada di dalam terkejut. Dia menoleh kearah pintu. "Kenapa Yoona? " tanya Narura.
Pintu ruangan itu berguncang. Shiray dan Narura gemetar ketakutan. Tiba-tiba pintu itu hancur dan terlihat Bianca berdiri disana.
Yoona terbelalak. Bianca tertawa melihat ketiga wanita itu. "Ahaha, kalian terlihat siap untuk memasuki lubang pemakaman kalian" kata Bianca.
Yoona menautkan alisnya. Saat ini hanya dia yang bisa menyelamatkan Narura dan Shiray karena dia sendiri yang memiliki kekuatan druckless.
"Lebih baik kalian menyerah saja, dan aku akan membunuh kalian dengan cepat" kata Bianca.
"Tidak!! " bentak Yoona dengan kedua pupil mata sudah memerah menyala.
Bianca terkejut. Dia tidak menyangka Yoona bisa memiliki kekuatan druckless. Bianca menautkan alisnya.
"Baiklah, kurasa kita bisa bersenang- senang sebentar " kata Bianca.
"Yoona! Jangan! " Narura berlari menghalangi Yoona dari Bianca. Bianca menggerakkan tangannya dan Narura tersungkur.
"Ibu! " teriak Yoona. Shiray berlari membantu Narura. "Baiklah " kata Bianca yang tiba-tiba berada didepan Yoona dan mendorong Yoona hingga menubruk kaca jendela sampai pecah dan Yoona terlempar keluar.
"Yoona!!!!!!! " teriak Shiray dan Narura berbarengan. Bianca tersenyum. "Mudah sekali " kata Bianca kemudian berbalik menatap tajam kedua wanita di hadapannya.
Yoona berputar-putar di udara dan akan jatuh ke tanah. Yoona menggeleng. Dia ingat waktu latihan dengan Alex. Dia harus yakin.
Yoona merentangkan kedua tangannya. Sayap merah pun muncul di punggungnya dan Yoona berusaha belajar terbang. Namun dia kesulitan.
Tubuhnya menabrak tanah Yoona meringis, namun dia pun berputar dan bisa terbang. Lecet di kedua lengannya tidak dia hiraukan.
Bianca mengarahkan tangannya akan menyakiti Narura dan Shiray. Namun tiba-tiba, Yoona muncul di belakangnya kemudian menarik leher Bianca dan menyeretnya keluar lewat jendela yang sudah pecah itu dan menjatuhkannya ke tanah.
Shiray dan Narura terbelalak. "Shiray! Jaga ibuku! " kata Yoona. Shiray mengangguk.
Yoona terbang ke bawah. Narura berlari melihat lewat jendela. Shiray juga.
Yoona mendarat ke tanah dengan mulus. Dia berjalan menghampiri Bianca yang terkulai diatas tanah karena terjatuh.
Bianca segera bangkit. Dia berdiri berhadapan dengan Yoona. Bianca sangat marah dia menatap Yoona dengan tajam.
"Menyebalkan sekali kau gadis keparat! " bentak Bianca. Yoona menautkan alisnya.
Sementara itu, Angelo masih berusaha mengalahkan para chamelman yang makin banyak di bantu Gerald Refano dan raja lainnya.
Devano bergegas memasuki kamar dimana Shiray dan Narura berada, namun beberapa belut moray raksasa menghadangnya. Terpaksa Devano terhambat dan harus memusnahkan makhluk -makhluk itu dulu.
Alex dan Sam masih berkelahi. Sam berhasil memukul wajah Alex. Alex terpundur. Darah mengalir dari hidungnya.
"Sam!! Dengarkan aku!! Ibumu akan mencelakai orang -orang yang kau sayangi!! Sadarlah!! " teriak Alex. Sam berubah menjadi naga putih.
"Shit!! " umpat Alex. Alex pun berubah menjadi naga biru. Terjadi adu bentur dan adu elemen api dan angin.
Bianca mengangkat kedua tangannya dan api berkobar dari kedua telapak tangannya akan diarahkan pada Yoona.
Yoona mengangkat menggerakkan tangannya menarik air danau yang tidak jauh dari lokasi kerajaan. Bianca mengarahkan api-api itu ke arah Yoona. Namun air yang cukup besar berputar mengelilingi tubuh Yoona.
Api Bianca tidak mampu menembus air itu. Asap pun mengepal membumbung ke angkasa akibat sentuhan api dan air.
Bianca mendengus. Dia berubah menjadi naga putih. Yoona juga berubah menjadi naga merah.

Mereka terbang dan saling bentur membentur di udara. Bianca mendenguskan api dari mulutnya. Yoona mendenguskan air dari mulutnya.
Narura dan Shiray yang melihat itu terlihat cemas.
Naga putih itu mengendalikan petir yang menyambar langit untuk menjatuhkan naga merah dan berhasil. Naga merah itu pun terlempar jatuh ke danau.
"Yoona!!!! " teriak Narura. "Yo.. Yoona" gumam Shiray. Air mata nya berlinang.
Naga merah itu tak sadarkan diri. Dan dia berubah menjadi wujud Yoona. Tubuh Yoona pun menyentuh dasar danau. Tiba-tiba terdengar suara wanita tua.
"Semuanya bisa di selesaikan dengan cinta "
Yoona masih tidak bergeming. Mungkin dia pingsan.
"Tusuk jantung wanita naga putih itu dengan belati, dia akan menjadi batu dan tidak akan mengganggu lagi"
Suara itu masih terus terngiang. Yoona masih pingsan.
"Peluk adik kalian. Dia juga anaknya Devano, peluk Samuel, maka dia akan kembali sadar"
Seketika mata merah menyala milik Yoona terbuka. Dia melihat belati itu di sampingnya. Yoona mengambilnya. Dia pun berenang ke permukaan.
"Buktikan kalau kau mampu mengalahkannya! Kau putri kerajaan Diamond! " suara wanita tua itu masih terngiang.
Tiba-tiba bayangan Himeka berada di hadapan Yoona. Yoona terkejut. Himeka tersenyum kemudian menghilang.
Yoona mengerutkan dahinya. Namun dia kembali berusaha mencapai permukaan.
Bianca mengelap darah yang mengalir di tubuhnya. Dia terbang untuk mencapai ruangan dimana Narura dan Shiray berada.
"Yo.. Yoona " gumam Narura.
Tapi Bianca berhenti dan membalikkan badannya. Dia terkejut melihat Yoona berdiri di atas permukaan air dan kedua tangannya di rentangkan.
Tercipta ombak di belakang Yoona yang begitu dasyat dan ombak itu menarik Bianca hingga tenggelam. Bianca masih bisa berontak dan muncuk di permukaan. Dia menyerang Yoona dengan pedangnya.
Pedang merah itu menancap tepat di perut Yoona. Yoona tidak terlihat meringis sama sekali. Dia menatap Bianca dengan tajam.
Yoona mengangkan tinggi kedua tangannya dan tiba-tiba, muncul sulur-sulur dari bawah air dan melilit seluruh tubuh Bianca.
"Aaaaaaaaaaa!!! " teriak Yoona dengan kedua sayapnya terentang. Karena teriakan Yoona, sulur itu makin banyak melilit tubuh Bianca. Bianca berusaha berontak.
Yoona melempar belati itu tepat di jantung Bianca. "Aarrrgghhhh!!! " Bianca berteriak kencang. Dia pun berubah menjadi batu. Dan sulur itu tidak berhenti melilitnya. Hingga tubuh Bianca pun terbungkus sepenuhnya oleh sulur-sulur itu.
Yoona limbung dan dia pun tersungkur namun sepasang tangan kekar memeluk tubuhnya. Yoona terhenyak dan mendongkak.
Mata tajam itu menatap nya. "Si.. Siapa kkau? " tanya Yoona. Pria itu menutup mata Yoona.
♡♥♡♥♡♥♡
IG : ucu_irna_marhamah
By
Ucu Irna Marhamah
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪