Sikap dingin pengabaian yang berlangsung begitu lama dari tunangannya membuat seorang gadis bernama Iris takut dibuang hingga dirinya bersikap kasar, keji dan obsesi atas nama cinta kepada setiap wanita yang mendekati tunangannya sampai pada akhirnya itu membawanya dan keluarganya kepada kematian.
Di saat terakhir kematiannya, akhirnya terlihat jelas tatapan dingin benci dari tunangannya dan disadarinya jika cintanya adalah sepihak dan bodoh, tapi semuanya terlambat kini hanyalah penyesalan. Dewa yang kasihan dengan Iris memberikannya kehidupan ketiga untuk penebusan dosanya dan kebahagiaannya.
Di kehidupan barunya, Iris mencari tumpukan emas dan menyebarkan rumor palsu tentang kekasih palsunya di dalam pertunangannya demi pembatalan pertunangan. Anehnya bukan pembatalan diterima, tapi malah perasaan yang pasang surut dan manis pahit terikat melalui pembuktian cinta pangeran. Akankah perasaan Iris yang ditutup kembali terbuka? Akankah Iris bahagia?
Chasing Gold And Avoid The Prince
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurliza eri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Berdansa
panggung besar menanti keduanya di balik pintu besar berlapis emas. Iris tidak menyangka jika pasangan dansanya benar-benar tunangannya sendiri. Sejak Iris memulai debutnya tidak pernah berdansa dengan seorang laki-laki di saat pesta terutama tunangannya sendiri, jadi dia bingung bagaimana kalau nanti dia diajak berdansa oleh sang pangeran.
'Aku kan sangat buruk berdansa kata kakakku, karena aku bisa menginjak kakinya sampai tujuh kali saat masih kecil,'
'jadi bagaimana bisa nantinya aku berdansa di depan banyak orang dengan aset negara yang berharga?' ucap Iris di dalam hatinya dengan tangan dingin gelisah
Sang pangeran yang tidak paham situasi Iris keringat dingin menganggap kalau Iris gugup hadir menjadi pusat utama di pesta dansa. Sang pangeran sadar jika ini pertama kalinya mereka berdua masuk ke ruangan dansa atau menghadiri pesta bersamaan sebagai pasangan.
"Tidak perlu khawatir, aku ada di sebelahmu kamu bisa mengandalkan aku," ucap sang pangeran dengan pelan yang tidak lama kemudian pintu besar itu terbuka menunjukkan Iris bergenggaman tangan romantis dengan sang pangeran
Semua orang yang awalnya sedang asik masing-masing di dalam pesta langsung terdiam dan memperhatikan ke arah suara pintu besar terbuka. Semua mata menatap dari atas kebawah terkejut, jika Iris dan sang pangeran telah memperbaiki hubungan buruk yang dimiliki secara tidak terduga. Hubungan pasangan yang diramalkan tidak akan bertunangan lama atau bahkan pernikahan yang tidak layak terpatahkan hanya keduanya bergandengan tangan romantis. Semua orang yang awalnya berbicara buruk tentang Iris hanya bisa terdiam bersembunyi di balik banyaknya orang, sebab takut jika Iris mengungkit di depan banyak orang yang hadir di pesta.
Terdapat rahasia yang tidak tertulis di antara sesama bangsawan, jika pesta dansa malam adalah tempat dimana satu sama lain memangsa dengan ucapan yang tajam atau sikap yang ditunjukkan. Seseorang mampu menaikan harga diri mereka di pesta ini, begitu juga sebaliknya yang dapat dilakukan tergantung bagaimana mereka bertahan di tempat ini.
"Maafkan kami terlambat yang mulia raja,"
"Saya mengajak tunangan saya pergi ke taman sebelum ke aula pesta, karena saya ingin menghabiskan waktu berduaan lebih banyak dibandingkan dengan berada di pesta," ucap sang pangeran sambil memberikan hormat kepada sosok nomor satu di kerajaan diikuti oleh Iris
Sang raja yang melihat sikap dewasa putranya dengan tunangan pilihan yang menjanjikan merasa sedikit senang dan membiarkan keduanya untuk berdansa di tengah aula pesta. Iris dengan ragu mengulurkan tangannya kepada sang pangeran dengan sekelilingnya adalah penonton yang bersiap menyaksikan kesalahan kecil ditunjukkan untuk menjatuhkan Iris sebagai pasangan calon pewaris kerajaan.
"Pangeran biarkan aku katakan sebelumnya padamu,"
"Jika aku nanti tidak mahir berdansa tolong jangan dendam dalam padaku," ucap Iris dengan pelan dengan senyuman bersalah sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain
Sang pangeran sudah memahami ke arah mana Iris akan melakukan hanya bisa menganggukkan kepala paham. Sebelumnya dia pernah belajar berdansa jadi paham jika seorang wanita yang tidak bisa menyelaraskan pasangan saat berdansa, maka bersiaplah menjadi tusukan sepatu tinggi yang runcing.
"Tidak apa-apa, aku sudah bersiap bahkan jika kamu ingin melakukannya sampai puluhan kali,"
"Karena ini tidak ada apa-apanya dibandingkan ditusuk oleh pedang, jadi jangan ragu melakukan kesalahan,"
'Mudah mengatakannya jika aku menginjak sampai kaki itu tidak bisa berjalan, aku akan diminta untuk merawatmu,'
Chasing Gold And Avoid The Prince