Lika adalah seorang guru SD baru di sebuah sekolah swasta di Bandung, pengalaman sebagai guru sejak ia lulus kuliah membawanya masuk ke sekolah favorit yang cukup bergengsi.
Namun kehidupannya berubah setelah dia bertemu dengan Kezia dan Nando, murid luar biasa yang tak beribu yang selalu membutuhkannya setiap saat.
Melalui Kezia dan Nando, akhirnya Lika menemukan pelabuhan terakhir cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan
Lika membereskan mejanya cepat-cepat, siang ini akan ada rapat dengan semua staf, para guru dan kepala sekolah, berkaitan dengan ujian akhir kelas 6.
Tiba-tiba Miss Bella sang guru bahasa Inggris yang akhir-akhir ini jarang menampakan wajahnya, masuk keruangan itu dan menghampiri Lika yang akan bersiap mengikuti rapat.
"Halo Bu Lika...masih betah aja ngajar disini..." Sapa Bella sambil duduk di kursi depan meja Lika.
"Hai Miss Bella...Pak Johan belum memecatku...jadi ya aku masih bertahanlah disini, selama sekolah masih membutuhkanku aku akan tetap mengajar disini kok Miss..." Jawab Lika santai.
"Kalau aku jadi Bu Lika sih...aku malu dengan semua gosip yang beredar...apalagi dunia pendidikan akan tercoreng melihat kelakuan guru di luaran sana..." Cetus Bella dengan cueknya, entah sejak kapan Bella menjadi sangat tidak menyukai Lika.
"Oh...gitu ya Miss...maksudnya Miss Bella apa ya...gosip juga tidak akan beredar begitu saja kalau tidak ada yang memulainya...lagipula aku tidak melakukan apapun yang memalukan masyarakat...." Jelas Lika. Bella menatapnya tajam.
"Dengar Bu Lika, kepala sekolah sampai memberikan surat peringatan, apakah itu masih biasa saja? Terbukti kalo Bu Lika suka menggoda para pria...pertama pak Alan, kemudian pak Ricky orang tua murid, lalu siapa lagi yang akan jadi korban berikutnya Bu...apa itu bukan mencoreng nama sekolah?" Bella mulai berdiri dari duduknya. Lika mundur beberapa langkah.
"Maaf Miss Bella....aku kira Miss Bella sudah melenceng jauh, waktu itu aku sudah bantu mencari informasi mengenai pak Alan, setelah itu sikap Miss Bella tiba-tiba berubah padaku, sebenarnya ada apa dengan Miss Bella?" Tanya Lika hati-hati, karena wajah Bella sudah merah padam menahan kemarahan.
"Terus terang aku kecewa pada Bu Lika, bukankah Bu Lika tau aku menyukai pak Alan? tapi pak Alan bilang padaku kalau dihatinya cuma ada Bu Lika, bahkan Bu Lika malah dekat dengan pak Ricky...itu sangat menyakitkanku Bu...terus terang aku sangat iri padamu...kau guru baru tapi banyak pria yang memperhatikanmu...!" Pekik Bella tak tertahan.
"Miss Bella...semua orang tau Miss Bella cantik, pintar dan kaya...mengapa iri padaku yang hanya seorang guru lulusan lokal dan minim pengalaman? Aku tak pernah meminta pria manapun yang memperhatikanku, semua ku jalani karena takdir...mengenai pak Alan... aku cuma berteman dengannya tidak lebih...dan akupun tak ada niat sedikitpun untuk merebut dia karena aku tidak ada perasaan apapun padanya...aku harap Miss Bella mengerti, dan satu hal lagi...kalau Miss Bella bisa sedikit merubah sifat mungkin pak Alan akan berpaling padamu..." Kemudian Lika langsung melangkah pergi meninggalkan Bella yang terdiam dan tanpa menoleh lagi.
Diruang rapat, sudah terkumpul beberapa guru dan pak Johan, Lika duduk di kursinya dengan napas yang masih kembang kempis karena berjalan cepat-cepat. Pak Alan yang sudah terlebih dahulu sampai tampak mendekati Lika.
"Dari mana Bu kok ngos-ngosan?" Tanyanya pelan.
"Sudah pak, jangan dekat-dekat aku...tolong urusi Miss Bella tuh yang masih ada di ruang guru...dia lagi butuh pak Alan..." Sergah Lika sambil mendorong tubuh Alan menjauh.
"Biar saja...aku tak peduli..." Ujarnya ketus.
"Tapi karena itu dia jadi tak menyukaiku pak...sudahlah...rapat sudah mau dimulai..."
Sepanjang rapat itu pikiran Lika tidak tenang karena perkataan Bella tadi, selama ini Bella selalu menutup diri terhadap rekan-rekan sesama guru, seolah dirinya begitu eksklusif dan berbeda dengan mereka.
Mulanya Bella bersikap baik terhadap Lika, namun setelah Bella tau Alan menyukai Lika, sikap Bella berubah drastis. Bahkan Alan pernah mengatakan foto Lika dengan pak Ricky yang waktu itu pernah sempat viral beredar dikalangan guru, semuanya itu adalah ulah Bella. Namun sekali lagi Lika tidak mempermasalahkan itu, bertanya pun tidak dengan Bella, Lika mencoba berdamai dengan situasi.
Setelah rapat selesai, Bella bergegas akan pulang, dari tadi kepalanya sempat pusing, dia rencana akan mampir ke apotik untuk membeli vitamin. Tiba-tiba tasnya bergetar, getaran itu berasal dari ponselnya yang berbunyi. Lika mengusap layar ponsel dan melihat siapa yang meneleponnya, rupanya Ricky.
"Halo pak Ricky...ada yang bisa ku bantu?" Kata Lika setelah mengangkat teleponnya.
"Bu guru, besok aku akan berangkat ke Kalimantan...karena ada proyek baru perumahan disana, mungkin sekitar 3 hari...aku titip Kezia dan Nando padamu ya...karena aku hanya percaya padamu..." Jelas Ricky.
"Oh begitu pak...bagaimana ya...masa aku harus menginap lagi di tempat bapak...nanti akan ada gosip apalagi..." Ungkap Lika gusar.
"Jangan kuatir Bu guru...mereka yang akan menginap di rumah ibu..."
"Apa? Dirumah saya pak? apa mereka akan betah...kan mereka terbiasa tinggal dirumah yang besar dengan fasilitas lengkap...dirumahku tidak ada apa-apa pak...apalagi aku baru pindah..." Sergah Lika. Ricky terdengar menghembuskan napas dengan berat.
"Yah...kalau ibu guru tidak mau...terpaksa aku meninggalkan mereka di rumah sendirian...seperti dulu...kebetulan pengasuh mereka lagi pulang kampung...tidak ada yang bisa diandalkan..." Ucap Ricky dengan nada sedih. Sesaat kemudian Lika terhenyak, mengingat dulu saat Nando sakit dan tidak ada orang dewasa yang mendampingi.
"Hmm....baiklah kalo begitu pak...besok bawa anak-anak menginap di tempatku...jangan lupa bawakan seragam dan buku-buku lengkap untuk sekolah mereka..." Ujar Lika akhirnya. Ricky tertawa senang.
"Trimakasih Bu guru...aku masih menunggu jawabanmu untuk menjadi ibu dari anak-anakku..." Kata Ricky Lika terperangah.
"A...aku belum bisa jawab sekarang pak...banyak yang harus aku bereskan..." Kilah Lika.
"Aku tidak memaksamu Bu guru...aku sadar dirimu masih muda dan cantik...ada begitu banyak pilihan...sedangkan aku hanyalah duda beranak dua yang sudah tak perjaka lagi...kalaupun kamu menolakku, aku sudah siap mental kok..." Ujar Ricky pasrah.
"Sudah pak jangan bicara begitu...aku masih berharap bapak bisa rujuk dengan mamanya anak-anak...mereka membutuhkan sosok Mama...kasihan juga mereka sering di bully karena tak punya Mama..." Sahut Lika.
"Aku hanya mau Bu guru jadi pengganti mama mereka...jadi ku mohon jangan kau sebut-sebut lagi wanita itu di depanku...aku sudah melupakannya..."
"Bohong! Bahkan dalam tidurpun bapak masih menyebut namanya...aku tau dalam hati bapak masih mencintai dia bukan? Dia itu Sarah kan mantan istri bapak...namanya Sarah kan?" Ungkap Lika dengan nada tinggi seolah meluapkan perasaannya.
Entah perasaan apa namanya. Apakah Lika cemburu terhadap Sarah, mantan istri Ricky itu?
"Bu guru...jangan seperti ini..."
"Maafkan aku pak...gak usah dipikirkan kata-kataku barusan...sudah ya pak...ponselku sudah panas dan aku juga mau pulang...selamat siang." Lika menutup ponselnya dan melangkah menuju parkiran tempat motornya terparkir.
*********