NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Karena Aku Pembawa Sial

Dipaksa Menikah Karena Aku Pembawa Sial

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: BellaBiyah

[NOVEL FIKSI yg tidak masuk akal, Banyak mengandung kata umpatan, mohon bijak memilih cerita]

Fauziah, Gadis dengan kutukan pembawa sial yang bisa mencelakai orang dengan sentuhan dan merusak apapun di sekitarnya. Hati dan pikiran yang buruk mendorong kutukan itu untuk menguasai diri gadis itu. Ia juga dipaksa oleh orang tuanya untuk menikahi Tuan Raka, putra tunggal yang kaya raya.

Raka pun terpaksa menikahi Fauziah karena sang nenek yang sakit-sakitan mendesaknya menikah sebagai syarat untuk harta warisan. Walau dia tak menginginkan harta warisan itu, pernikahan tetap terjadi.

Sentuhan berbahaya milik Fauziah harus diatasi oleh Raka dengan cara merawatnya seperti bayi. Memandikan, menyuapinya makan dan menjaga pandangan istrinya itu.

Bagaimana kehidupan mereka?
Sanggupkah Raka menghadapi kesialan Fauziah?
Mampukah Fauziah menghilangkan kesialannya itu?


NOTICE!
MEMBACA BERARTI SETUJU UNTUK MENEKAN TOMBOL LIKE DI SETIAP BAB

DMKAPS : 1-111
SI KEMBAR : 112-TAMAT

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BellaBiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu, Ayah dan Anak (1)

Entah apa yang merasuki Gio kali ini. Dia terus menangis sedari tadi. Dari awal makan malam, hingga ia menghabiskannya. Air matanya terus menerus mengalir diiringi teriakan-teriakan histeris.

Aku terbaring di kasur. Sudah kaku rasanya tubuhku. Tak ada yang bisa menghentikan tangisannya. Tuan Raka menggendongnya sambil terus mengusap wajahnya yang basah. Tapi, dia masih tetap meraung.

Kuambil bantal. Menutupi kepalaku untuk menghambat suara nyaring itu. Aku yang berada sejauh ini pun, masih merasa terganggu. Bagaimana dengan Tuan Raka yang menggendongnya?

Dia tak mengeluarkan ekspresi kesal sedikit pun. Seperti saran dari Mpok Nur. Tuan Raka mencoba menghentikan tangisan itu dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Dia akan menjadi ayah yang baik di suatu hari nanti.

“Mau apa sih dia itu?!” teriakku.

“Sepertinya dia benar-benar ingin bermain Mesin Capit Boneka. Ayo kita ke Mall.” Apa?!

“Kita?! Kau mau aku merusak dan mengacau seisi Mall?!”

“Gunakan kacamata, mereka tak kan melihatmu merusak lampu dengan tatapan sialmu itu!”

“Bagaimana dengan tanganku?! Rambutku? Badanku. Tubuhku semuanya sial Tuan Raka!”

“Apa kau ingin mendengar dia menangis seperti ini sepanjang malam?!”

“Biarkan saja! Dia pasti akan lelah menangis.”

“Dia akan menjadi demam jika terus menangis! Apa kau ingin merawatnya jika dia sakit?!”

“Aihs!” Menyusahkan saja! “Baiklah! Ayo kita pergi. Bermain mesin capit boneka. Sekalian kita masukan dia ini ke dalam mesinnya!” Tiba-tiba tangisan Gio mereda.

Ha, dia benar-benar ingin rupanya. “Tidak jadi!” ucapku. Dia kembali mengamuk sambil menangis. “Iya iya! Kita pergi!” Dia kembali terdiam dengan dadanya yang masih sesenggukan. “Tapi, besok!” Dia kembali mengamuk. Tuan Raka terkekeh melihat itu.

“Capi oka! Om!” teriaknya sambil tersedu-sedu. “Capi oka!”

“Aihs! Cipi iki im! Cipi iki!” ejekku. “Menangislah terus! Menangis! Pantas saja kau tak di ajak ke luar negeri! Bisa mati ibumu jika kau meminta ini dan itu!”

Tuan Raka mengelap wajah Gio. “Ayo kita pergi main capit boneka. Sudah, jangan menangis lagi. Nanti Ate-mu mengomel. Om juga pusing mendengar omelannya.”

Kutatap sinis wajah pria sialan itu. “Ayo kita pergi!” teriaknya menghindari tatapanku.

Ck, menyebalkan sekali.

...***...

Tuan Raka menyetir. Sementara Gio, duduk di pangkuanku dengan empeng di mulutnya. Tuan Raka mengatakan, empeng bisa membuat dia tak mengeluarkan liur lagi.

Gio terus mengoceh tak karuan. Dia tertawa saat melihat truk yang didahului oleh Tuan Raka dari jendela. Tiba-tiba truk itu terguling ke sebelah kanan dan menjatuhkan semua muatannya. Aku terbelalak melihatnya dari spion. Gio berdiri menatap truk itu dari belakang. Dia tertawa girang.

Kami terjebak macet yang sangat panjang. Gio terus mengoceh melihat mobil-mobil yang ikut terjebak macet.

“Sepertinya kita tidak bisa pergi ke Mall,” ucap Tuan Raka melirik jam di tangannya. “Sebentar lagi Mallnya akan tutup.”

Aku hanya terdiam saja. Biarkan dia melakukan semuanya.

“Kita akan ke pasar malam! Bagaimana Gio?” tanyanya. Gio hanya tertawa.

Dia tidak bertanya padaku. Ck, aku ini siapa? Baby sitter keponakannya?

...***...

Sangat ramai di sini. Ada begitu banyak balon-balon yang melayang di udara serta lampu kelap-kelip yang melingkar seperti roda raksasa. Tuan Raka mengatakan bahwa itu namanya Bianglala. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi tempat seramai ini.

Ya, aku dikurung di rumah selama 20 tahun. Ayahku selalu ketakutan jika aku terkena kesialan saat berada di luar rumah. Tempat terjauh yang pernah aku kunjungi adalah halaman belakang rumahku. Itu saja sudah membuat ibuku berteriak-teriak dan memukuli aku.

“Ramai sekaliiii!” teriakku. Bukan hanya Gio, aku pun senang datang ke tempat seperti ini.

“Apa itu kuda? Ayo naik yang itu!” tunjukku pada sebuah permainan piring besar yang berputar dengan patung berbagai jenis hewan serta kereta kencana di atasnya.

“Itu Komidi Putar. Kau ingin mencobanya?” Aku mengangguk dengan cepat.

Tuan Raka menggendong Gio dan berjalan. Aku mengikutinya di belakang. Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya. Hampir saja aku menabraknya. Ia melingkarkan tangan kiriku di lengannya. “Kau bisa hilang di tempat seramai ini.”

Ya, terserah saja. Cepat bawa aku ke tempat kuda itu!

Pertama, kami membayar tiketnya untuk 2 orang. Karena balita digratiskan untuk semua wahana permainan.

“Wah, anaknya lucu sekali seperti ibunya,” ucap abang-abang yang menjual tiket. Aku melongok melirik Gio.

Siapa yang dia maksud ibu?

“Apa ini anak pertama Anda, Tuan?” Astaga!

“Hmm.” Tuan Raka hanya tersenyum.

“Bu—bukan!” teriakku. Kenapa dia hanya tersenyum?!

“Anak kedua?” Ya ampun! Ada apa dengan orang ini. Memangnya wajahku mirip dengan anak kerdil berliur ini? “Pantas saja wajahnya mirip dengan Anda, Nona.” Dia tersenyum memberikan tiketnya pada Tuan Raka.

Dasar tidak waras! Aku saja baru menemuinya tadi siang!

Tuan Raka menarikku untuk segera memasuki Komidi Putar. “Kenapa kau tidak menjawab?!”

“Sudahlah, biarkan saja.” Dia menarikku untuk duduk di kereta kencana. Padahal aku ingin naik kuda.

Gio duduk di antara kami berdua. “Jajah,” ucapnya. Menunjuk patung gajah di hadapan kami.

“Gajah!” bentakku.

“Jajah.”

“Ga-jah!”

“Jajah.”

“Apa susahnya?! Ga! Jah!” Emosi aku dibuatnya.

“Jajah!” teriaknya, berdiri sambil melompat-lompat. Dipegangi oleh Tuan Raka agar ia tak terjatuh.

“Iya, terserah kau saja!” Kuputar pandanganku. Ada satu tempat yang menarik perhatianku. “Apa itu?” tunjukku pada sebuah kotak panjang yang di kerumuni oleh banyak orang.

Tuan Raka ikut menoleh ke tempat itu. “Itu tempat memancing.”

“Ah? Memancing di kolam?!” Kutatap wajahnya. Tuan Raka mengangguk.

Kenapa dia terlihat sangat keren malam ini? Senyum yang membuat giginya menunjukkan eksistensi dari tempat persembunyiannya itu. Kenapa membuat jantungku menjadi deg-degan. Aihs, sialan! Tidak Fauziah. Dia itu pria bejat! Kau tidak boleh melupakan bahwa dia telah melakukan hal memalukan padamu semalam!

1
Aisha Assyfa
like
Aisha Assyfa
lucuuuu
A 09 Darajatun jatun
cerita apa bosen bacanya
ira rodi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nie
Ngeri ah ….
Nie
🤣🤣🤣🤣
Nie
Ngakak …bener” halu yg sangat menghibur
sally
😂😂😂 somplak
Anonim
Sumpah jijik banget ama sifat dan sikap Fauziah ga tau diri dan ga tau sopan santun ke orangtua
Anonim
Ga suka ama Fauziah bahasanya kasar kotor ga banget
krisan
next
Marcellina Dwi Putri
nangis aku kak
Marcellina Dwi Putri
belom tau ajah gimana kelakuan rizki ma rifka🤔😒😪
Muhammad Sanafia
lanjutkan
Marcellina Dwi Putri
belom² udah rugi banyak
Indriani Rais
fau type wanita munafik gays
Indriani Rais
rasain fauzian yang sombong dan. gila
Indriani Rais
jorok banget novelnya
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
mulai bosan.... loncat ke chapter akhir2 saja kali ya?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
agresif...wkwkwk..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!