Seorang Gadis dengan bola mata berwarna biru yang tinggal disebuah hutan selama 20th bersama orang tua angkatnya. Dan tepat di umur 20th gadis itu akan mencari keberadaan orang tua kandungnya. Hingga ia bertemu dengan seorang lelaki yang tampan dan mempunyai reputasi tinggi. Semuanya terlihat sangat asing. Bagaimana juga gadis itu tidak tahu nyatanya dunia Luar. Apakah seindah dan semenakutkan yang dikatakan orang tua angkatnya?? Dan bagaimana kehidupan selanjutnya ?
*Selamat membaca..
Update 2 hari 1 kali
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.)
Enjoyy.... ♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Ahhhh hari ini sangat menyenangkan." Ucap Ayya.
"Kau suka?" tanya Reyhan yang dijawab anggukan oleh Ayya.
Tiba-tiba Ayya merebahkan kepalanya di bahu Reyhan, ia dibuat cukup kaget oleh tingkah laku Ayya.
"Kak, terimakasih. Dari pertama aku datang, sampai hari ini kakak selalu ada buat Ayya. Aku sangat senang karena aku mempunyai kakak sepertimu walaupun bukan saudara kandung tapi aku sudah menganggap kakak sebagai saudara kandungku." Jelas Ayya pelan.
"Ayya, apa kamu tau?"
"Hmmm ... " balas Ayya yang matanya mulai menutup.
"Sebenarnya, aku berharap tidak hanya sebagai kakakmu. Aku ingin kamu menjadi pasangan hidupku. Apa kamu mau ... " ungkap Reyhan ragu-ragu.
"Ayya?" Reyhan yang hendak berbalik namun ia menyadari Ayya telah tertidur.
Dasar anak ini. Pikir Alan lalu mengelus kepala Ayya pelan disertai senyumnya yang hangat.
Reyhan kembali pada posisi awalnya, ia bergerak dengan pelan karena takut membangunkan Ayya.
Drrrttt ... drttttt ...
Ponsel Ayya bergetar.
Reyhan mengambil ponselnya, disana tertulis mama Kura-Kura.
"Kura-kura? Siapa ?" lirih Reyhan.
Reyhan mengangkat panggilan itu,
"Hallo? Ayya kamu dimana? bukannya hari ini kamu harus menerima hukumanmu? cepatlah kemari atau hukumanmu bertambah satu." Terdengar suara di balik ponsel itu.
Hukuman? siapa? seperti suara Alan.
"Alan?"
"Reyhan? Kenapa bisa kamu?"
"Hukuman apa?"
"Bukan urusanmu." Jawab Alan dingin.
"Kenapa kamu yang angkat?" sambung Alan.
"Bukan urusanmu." Balas Reyhan lalu mematikan panggilannya.
Tutttttttt ...
Ia tersenyum kesal.
Apakah begitu spesial hingga kamu menyimpannya dengan nama kura-kura?
Reyhan meletakkan ponsel itu dan kembali menatap kosong luasnya lautan,
(Ayya, kamu harus ingat. Apapun yang terjadi aku akan selalu ada untukmu. Aku akan menjadi orang pertama yang akan melindungimu) lirih hati Reyhan.
●Perusahaan Mahendra
"Cih, apa-apaan ini." Kesal Alan dengan mengepalkan tangannya.
"Tuan bagaimana dengan rapatnya?" tanya Ramon.
"Kapan Prita akan kembali?"
"Setelah tiga hari tuan."
"Hm."
"Bagaimana tuan?"
"Rapat akan berlanjut, kamu suruh orangmu untuk mencari keberadaan Reyhan."
"Baik tuan."
Ramon pergi meninggalkan ruangan itu, lalu Alan mendekat pada jendela kaca ruangannya.
Apa dia sedekat itu dengan Reyhan? pikir Alan.
"Tuan rapatnya sudah siap."
"Hm." Balas Alan menandakan ia mengerti.
Alan berjalan menuju ruangan rapat, disana sudah banyak orang yang berdiri menyambut Alan.
Tak tak tak ...
Langkah kaki Alan yang sudah memasuki ruangan itu. Semua menundukan kepalanya untuk memberikan rasa hormat pada Alan.
"Hm."
Mendengarnya semua kembali ke posisi awal dan duduk di kursi masing-masing.
"Kenapa auranya lebih mencekam? sepertinya bos besar sedang marah."
"Kau benar."
Bincang pelan mereka yang ada disana.
"Ekhem." Deham Ramon pada mereka.
"Kita mulai rapatnya." Sambungnya.
9 like juga mendarat di karya kakak yang keren dan kece bngt 😍 🙌🏻 Semangat 🔥🔥 tetap jaga kesehatan ya 💙💙💙