"maaf Ren, aku sudah menyembunyikan penyakit ku dari mu. aku harap, suatu hari nanti kamu mengerti maksud ku menyembunyikan penyakit ini." Luna Wijaya.
~~~~~~~~
sebelum membaca Novel ini, di saran kan untuk membaca novel sebelum nya ya. yang berjudul "Benih kakak tiri ku" agar kalian nyambung dengan cerita ini. baiklah, terimakasih banyak.
Luna Wijaya anak bungsu dari pasangan Elbra Wijaya dan Kania Azahra, awalnya ia adalah perempuan yang sehat dan aktif. Namun tak di sangka, sebuah penyakit membuat nya menjadi lemah. hingga membuat nya mudah pingsan, beruntung nya ada sang kakak yang mengetahui penyakit nya, dan sang kakak berniat ingin memberi tau orang tua nya mengenai penyakit Luna, namun Luna memohon untuk tidak memberi tahu siapapun soal penyakit nya karena sebuah alasan. bahkan Ren, teman sekaligus orang yang ia suka, tak ia beri tahu soal penyakit nya. bagaimana kah kondisi Luna kedepannya? apakah bisa sembuh? atau malah sebaliknya? yuk baca 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tanzila mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
offer? [chapter 27]
Kelas 12 MIPA 1|
Kini Alex dan Bian telah sampai di kelas Anisa. Tanpa banyak tanya dan bicara, alex langsung menarik tangan Anisa dan membawanya pergi. Hal itu banyak mengundang perhatian banyak orang, termasuk Aqila. Ia bingung melihat Alex yang membawa pergi paksa anak orang.
Saat di perjalanan, Bian bingung dengan arah langkah Alex. Karena jalan mereka tidak mengarah ke ruang BK.
"Lex, lu gak salah jalan kan. Ngapain toilet?" Tanya Bian sembari menatap bingung ke arah Alex.
"Udah lu ikut aja." Jawab Alex sembari terus menarik tangan Anisa, walaupun sedari tadi Anisa terus berontak dan terus memohon, untuk di lepaskan.
Sesampainya di toilet. Anisa langsung di dorong oleh Alex ke pojokan, tak lupa ia menyuruh Bian untuk mengunci pintu nya, agar tak ada orang lain yang masuk.
"A-pa mau Ka-kalian, a-aku mohon lepas-kan a-aku." Mohon Anisa dengan suara gemetar, karena takut di apa apakan.
"Lu butuh uang?" Tanya Alex tiba tiba, membuat ekspresi wajah Anisa menjadi bingung.
"Ti-tidak." Jawab Anisa cepat.
"Lu kira gw gak tau, bokap lu masuk rumah sakit kan?" Tanya Alex sembari mengangkat dagu Anisa menggunakan tangan kanan nya.
"Da-dari mana kamu tau?" Jawab Anisa yang tak menyangka Alex mengetahui permasalahan yang sedang terjadi di keluarga nya.
"Lu gak perlu tau, sekali lagi gw tanya. Lu butuh duit kan?" Tanya Alex lagi, sembari menatap tajam mata Anisa, membuat Anisa merasa tertekan.
"I-iya." Jawab Anisa yang terpaksa jujur karena keadaan.
"Nah gitu dong dari tadi," Ucap Alex tersenyum smirk sembari mengelus pucuk kepala Anisa, Anisa yang di perlakukan begitu semakin takut dan berhati hati.
"Kalo lu mau uang, gw bisa kasih lu berapapun itu. Tapi dengan syarat." Alex pun memberikan penawaran pada Anisa, untuk melancarkan rencananya.
"Apa syarat nya?" Tanya Anisa penasaran, karena memang sekarang ia sangat membutuhkan banyak uang, dalam waktu yang cepat.
"Lu cukup mengakui perbuatan yang gak pernah lu lakuin, Dan berprilaku seakan akan lu beneran pelakunya." Jawab Alex yang menjelaskan syarat nya.
"Apa Maksud mu, apa aku di jadikan seperti kambing hitam begitu?" Tanya Anisa yang memastikan.
"Ya gitu deh." Jawab Alex singkat dengan wajah tanpa dosa nya.
"Aku tak mau, masih banyak pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang." Jawab Anisa yang tak ingin pekerjaan yang mempermalukan dirinya sendiri.
"Lu yakin nolak tawaran gw, dan apa lu yakin bisa dapetin uang dengan cepat....cuihh, Dasar orang miskin. Hidup susah, tapi malah milih jalan yang rumit. Emang lu kira biaya rumah sakit murah ha, mau lu kerja sampe setahun, gak bakal mampu bayar biayanya. Apa lagi bokap lu harus segera dioperasi, emang bisa nungguin lu kerja dulu. Keburu mati bokap lu o'on." Ucap Alex yang mencoba memprovokator Anisa, agar ia memikirkan tawaran nya lagi.
Mendengar ucapan Alex, Anisa terdiam sejenak. Ia bingung harus bagaimana, yang di katakan Alex memang benar. Ayah nya harus segera di Operasi, tapi ia belum punya uang untuk biaya operasi sang ayah.
"oke kalo lu gak mau, gw bisa cari orang lain yang bisa gw bayar." Ucap Alex yang berpura-pura tak masalah, dan mengajak Bian pergi, hingga akhirnya Anisa membuka suara nya.
"Baiklah, aku mau."
to be continued ~
see you again 👋🏻
Revan mending ke Alex aja deh🤣✌️✌️
Khawatir keadaan Ren yang lompat dari lantai 2 kalau terlalu lama updatenya🤭
Sefrustasi itu aku🤧🤧
Revan lu bener-bener, ya🫵👊👊👊
Itu resolusi bukan sih?😅
Yang ku mau itu, walau sulit rasanya🤧🤧🤧