NovelToon NovelToon
Tabib Terhebat Sepanjang Masa

Tabib Terhebat Sepanjang Masa

Status: tamat
Genre:Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Identitas Tersembunyi / Budidaya dan Peningkatan / Dokter Ajaib / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:608.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: To Raja

Linda adalah seorang pengembara dengan ilmu medis dan keterampilan beladiri yang sangat hebat.

Mengalami hilang ingatan membuatnya diperbudak oleh sebuah keluarga yang membutuhkan seorang perawat gratis untuk putra mereka yang sedang sakit.

Sebuah kecelakaan membuat Linda kembali mengingat ingatannya dan kemudian bertemu seorang pria bernama Alaska yang memberinya sebidang tanah.

Dari tanah itu Linda mendapat kesuksesan sebagai seorang perempuan pengusaha tanaman herbal terbaik di desa tersebut.

Kalau kamu sakit, jangan lupa datang ke kebunnya meminta obat herbal, dijamin sembuh!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Sangat direndahkan

Melihat pelayan hanya pergi dan mengabaikan mereka, Emiralda tidak tahan untuk mengambil batu dan hendak melempari pelayan itu ketika ibunya dengan cepat menahan tangan Emiralda. 

"Bisakah kau diam saja?" Gerutu Kartika pada putrinya. 

Emiralda menggerakkan giginya, kemarahan terpancar jelas di matanya dan nafas perempuan itu memburu dengan cepat sambil melemaskan jari-jari tangannya membuat batu yang ia pegang terjatuh ke tanah. 

Lerina menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya, memang adiknya itu sangat sulit mengontrol emosi, "inilah alasan aku tidak mengijinkan mu keluar rumah!" Gerutu Lerina. 

Emiralda berbalik melototi kakaknya, "jadi kau menyuruhku diam saja ketika ditindas oleh orang lain?! Apalagi oleh seorang pelayan?!" Teriak Emiralda pada kakaknya. 

"Sial! Percuma bicara dengan batu!" Gerutu Lerina berbalik memberi kode pada pelayannya agar membantunya menjauh dari Emiralda. 

Emiralda mengerutkan bibirnya melihat kelakuan kakaknya yang begitu sok tahu. Meski begitu, dia tidak mengatakan apapun dan hanya berdiri di tempatnya memandang paviliun yang tidak menyambut kedatangan mereka. 

Kartika juga merasa pusing dengan putrinya sehingga dia memilih untuk berdiri sambil bersandar ke batang pohon yang tumbuh besar di dekat paviliun. 

Mereka menunggu sampai embun-embun yang menutupi dataran tinggi desa Konoha mulai menghilang digantikan dengan terik matahari yang mulai menyinari desa hingga suhu udara perlahan-lahan naik. 

Pada saat itu, Emiralda sudah lelah berdiri, kakinya terasa begitu sakit sehingga dia berbalik menatap Kakak dan ibunya yang telah duduk di bawah pohon besar. 

"Apa kita masih harus tetap diam? Ini sudah keterlaluan sekali! Sudah sangat lama kita menunggu di sini dan mereka sama sekali tidak memperlihatkan niat untuk menemui kita!" Keluh Emiralda yang tidak bisa menahan emosinya lebih lama lagi. 

Lerina kembali menghela nafas melihat kelakuan adiknya, masih bagus mereka diberi kesempatan untuk berdiri di depan paviliun, daripada diusir di tempat itu dan benar-benar mendapat masalah gara-gara apa yang telah terjadi. 

Namun dia tidak mau berdebat dengan adiknya hingga dia hanya menggeleng tenang saja dan memilih memejamkan mata seraya menahan rasa sakit pada kakinya yang sebelumnya terbentur gara-gara dorongan keras dari para pengawal paviliun. 

Kartika juga melakukan hal yang sama, karena tidak ingin membuang energinya yang harus ia simpan untuk masalah yang akan mereka lalui nanti. 

Melihat dua orang itu sama sekali tidak menanggapinya, maka Emiralda menjadi lebih emosi, "Kalian benar-benar diam saja setelah di injak-injak seperti ini? Ini benar-benar penghinaan bagi keluarga kita dan kalian hanya diam saja?!!" Teriak Emiralda dengan sangat keras membuat Kartika akhirnya membuka matanya dan menatap putrinya dengan emosi yang berusaha ditahan. 

"Bisakah kau diam? Akan lebih buruk bagi kita jika kita mengganggu ketenangan pria yang pemilik tempat ini! Bahkan menunggu sampai sore pun itu sudah menjadi tanggung jawab kita! Atau kau memilih kita diperlakukan seperti para pejabat pemerintahan itu?" gerutu Kartika yang benar-benar tidak mengerti Bagaimana pikiran putrinya. 

Masih bagus mereka diberi kesempatan untuk membuktikan ucapan mereka daripada para pejabat pemerintahan yang sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun namun mereka dan keluarga mereka malah mendapat hukum cambukan. 

Emiralda pun tidak mengerti dengan pikiran ibu dan kakaknya, jelas-jelas mereka sedang direndahkan namun kedua orang itu malah bersikap acuh tak acuh. 

Jadi sambil menggerakkan giginya, Emiralda berteriak keras, "Tapi Bu! Kita--"

"Beraninya kalian membuat keributan di sini?!" Suara yang berat dan mengandung amarah membuat Emiralda menghentikan ucapannya dan berbalik menatap seorang pelayan yang terakhir kali dilihat Emiralda sebagai pelayan pribadi alasan. 

Pelayan itu berdiri dengan wajah yang begitu masam, sangat tidak senang dengan keributan di depan pavilium. 

Emiralda melototi pelayan itu dan hendak berbicara, namun dari belakangnya ada sebuah tangan meraih lengannya membuat Emiralda menoleh dan mendapati ibunya buru-buru menariknya ke belakang. 

Bagaimanapun, Kartika harus menahan putrinya itu tidak membuat lebih banyak keributan dari mulutnya yang tidak bisa dikontrol itu. 

Kartika lalu menatap pelayan di hadapannya dengan wajah yang begitu penuh dengan penyesalan, "kami minta maaf, kami tidak akan membuat keributan lagi. Kami datang kemari untuk membuktikan ucapan putriku tentang perempuan bernama Linda yang sempat menjadi menantu kami. Jika tidak keberatan, Bisakah anda menyampaikan pada tuan muda untuk menemui kami di sini? Keadaan saya dan putri saya sedang tidak terlalu sehat sehingga menunggu terlalu lama akan--"

"Apa kau sedang mengeluh pada tuan muda kami? Apa kau pikir kesakitanmu layak untuk dilihat oleh tuan muda kami?! Aku kemari hanya untuk memperingatkan kalian supaya tidak membuat keributan yang berlebihan!" Tegas pelayan pribadi Alaska sebelum berbalik kembali masuk ke dalam rumah. 

Emiralda menggertakkan giginya melihat apa yang terjadi, Dia hendak berteriak memarahi pelayan pribadi itu ketika sebuah tetapan melotot dilemparkan Kartika padanya. 

Pada akhirnya Emiralda hanya bisa menggigit Bibir bawahnya, menahan rasa kesalnya menatap ke arah paviliun. 

'Ini pasti semua rencana Linda, dia mencegah kami untuk membuktikan kebusukannya,' geram Emiralda dalam hati.

Mereka menunggu sekitar 1 jam lamanya sampai akhirnya mereka melihat pintu depan paviliun akhirnya terbuka dan terlihat seorang pria duduk di atas kursi roda dan seorang perempuan yang tak lain adalah Linda mendorong kursi roda itu dari belakang. 

Tampak keduanya berbincang-bincang dengan hangat, bahkan sama-sama tersenyum. Terlihat begitu serasi dan bahagia bersama-sama seperti sepasang kekasih atau suami istri. 

Yang mengejutkan ialah kebahagiaan kedua orang itu terlihat begitu santai sementara keluarga sini adalah menunggu sedari pagi dan harus duduk di tanah. 

"Mereka,,," Lerina tidak tahan untuk tetap diam, perempuan itu akhirnya berdiri, namun dia menghentikan langkahnya saat melihat ibunya memberi kode padanya untuk tetap diam. 

Mereka pun tidak bergerak dari tempat mereka, hanya bisa menunggu sampai mereka dipanggil ke sana. 

Tetapi yang membuat kesal ialah ketika kedua orang itu duduk di kursi di depan paviliun lalu seorang pelayan mengikuti mereka dan menyeduhkan teh. 

Keduanya malah duduk santai sambil minum teh mengabaikan orang-orang yang berdiri memandangi mereka. 

"Ha ha..."

"Pffft!" 

"Itu lucu sekali!, ha ha ha..."

Linda dan Alaska saling berbincang-bincang dan tertawa bersama, tampak begitu santai seolah-olah tidak ada sesuatu yang penting untuk dikerjakan. 

Hal itu semakin memancing emosi ketiga perempuan yang ada di sana. Namun mereka tetap diam sambil menahan emosi dalam hati bahkan saat ini Emiralda mengepal kuat tangannya sampai kuku-kukunya menancap ke dalam telapak tangan. 

Namun tidak ada tanda-tanda dari kedua orang itu untuk berhenti minum teh sambil bercerita, sementara kaki Emiralda sudah begitu lelah berdiri sepanjang waktu. 

Pada saat Emiralda akan meledak dalam amarahnya, saat itulah alaskan memberi kode pada pelayan untuk memanggil orang-orang yang dari tadi menunggu. 

Maka seorang pelayan langsung berjalan mendekati rombongan keluarga dan menyampaikan untuk mendekat. 

Tidak ada rasa lega dari wajah ketiga perempuan di sana, namun kekesalan mereka semakin bertambah ketika mereka melangkah mendekat dan berpikir akan dibiarkan naik ke atas beranda depan, namun ternyata mereka hanya bisa sampai di depan tangga saja. 

Perlakuan yang mereka terima ini seolah-olah seperti menghadapi seseorang yang begitu hina dan kotor sehingga naik ke atas tangga saja tidak layak. 

"Ini,,," muka Emiralda memerah menahan amarahnya, matanya penuh genangan air mata, ini pertama kalinya dia dipandang begitu rendah!

1
Ika Yanti Unyil
ceritanya bagus.cm tentang tabibnya hanya fokus di awal selanjutnya masalah keluarga dan kehidupan sehari2 yang diungkapkan.jadi tentang tabib hebatnya masih kurang thor....
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Enna
suka
Bunda Cica
Luar biasa
Memyr 67
𝖺𝗑𝖾𝗅 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖾𝗌𝖾𝗅 𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆? 𝗆𝖾𝗅𝖾𝗉𝖺𝗌 𝖻𝖾𝗋𝗅𝗂𝖺𝗇 𝖽𝖾𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗋𝗂𝗄𝗂𝗅
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺 𝗌𝗂𝖺 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗃𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝗉𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗀𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗐𝖺𝗋𝗂𝗌𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗀𝗂𝗇𝗍𝖺𝗋𝖺, 𝖻𝗎𝗇𝗀𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌𝗂𝗋 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗀𝗂𝗇𝗍𝖺𝗋𝖺.
Memyr 67
𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇? 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗅𝗂𝗇𝖽𝖺, 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗇 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗇𝗀𝗀𝖺𝗋𝖺, 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗀𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺. 𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗅𝗂𝗇𝖽𝖺 𝗄𝖺𝖽𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖽𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝖽𝗂𝗇𝖽𝖺 𝗁𝖺𝖽𝗎𝗁 𝗁𝖺𝖽𝗎𝗁
Memyr 67
𝗍𝗒𝗉𝗈 𝖻𝖾𝗋𝗍𝖾𝖻𝖺𝗋𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝗅𝗂𝗇𝖽𝖺 𝗄𝖺𝖻𝗎𝗋 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝖽𝗂𝗄 𝗍𝗂𝗋𝗂 𝗅𝗂𝖼𝗂𝗄 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗎 𝗍𝗂𝗋𝗂. 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗍𝗎 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺 𝗂𝗇𝖽𝗂𝗋𝖺 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇𝗅𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗍𝗂. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖾𝗆𝗂𝗋𝖺𝗅𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗇𝗀𝖺 𝖺𝖽𝖺𝗅𝖺𝗁 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁.
Memyr 67
o𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗌𝖺 𝗄𝗈𝗇𝗈𝗁𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗎𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗄𝗁𝖺𝗌𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗍𝗈 𝗋𝖺𝗃𝖺. 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄 𝖻𝖾𝗋𝗍𝖺𝖻𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗍𝗒𝗉𝗈
Memyr 67
𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇 𝖾𝗆𝗂𝗋𝖺𝗅𝖽𝖺 𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝗎 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇 𝗉𝗆 𝗇𝖾𝗀𝗋𝗂 𝗍𝖾𝗍𝖺𝗇𝗀𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗇𝖾𝗀𝖺𝗋𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗁𝗂𝗇𝖺 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁 𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗐𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗌𝖾𝖺𝗇. 𝖾𝗆𝗂𝗋𝖺𝗅𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗄𝖾𝗅 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖻𝖺𝗐𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺 𝗌𝖾𝗅𝗎𝗋𝗎𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗈𝗅𝖺𝗁 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗄𝖾𝗅𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖽𝗂𝖺.
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂? 𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗉𝖾𝗅𝖺𝗒𝖺𝗇 𝗉𝖺𝗄𝖾 𝖺𝗉𝖺? 𝖽𝗎𝗂𝗍𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗁 𝗁𝖺𝖻𝗂𝗌 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗄𝖾 𝖻𝖾𝗅𝖺𝗇𝗃𝖺
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒. 𝖽𝗂𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗃𝖺𝖻𝖺𝗍𝖺𝗇, 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝖽𝖺𝗌. 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽i 𝗒𝗀 𝗍𝖾𝗋𝗍𝗂𝗇𝖽𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗅𝗂𝗇𝖽𝖺? 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝖺𝗍𝗎𝗋 𝖾𝗆𝗂𝗋𝖺𝗅𝖽𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺
Memyr 67
𝗉𝖾𝗇𝗀𝖾𝗇 𝗍𝖺𝗎, 𝖺𝗉𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗂𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖾𝗆𝗂𝗋𝖺𝗅𝖽𝖺 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗂𝗍𝗎 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀?
Memyr 67
𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖺𝗋𝗍𝗂𝗄𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇, 𝖾𝗌𝗆𝗂𝗋𝖺𝗅𝖽𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗅𝖺𝗄𝗂 𝗅𝖺𝗄𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖻𝖺𝗍𝗋𝗇𝗀? 𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂 𝗆𝖺𝗎 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺.
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄
Efa Arfa
sedih dan bahagia jd satu... 😍
Nana Nana
ngolok banget kamu thor🤣🤣 pake kata Konoha. Konoha gak tuhh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!