Seorang gadis berumur 18 tahun,bernama Wulandari.
Hanya lulusan SMA yang di tinggalkan kedua orang tua nya,lalu di titipkan di panti asuhan yang kemudian di adopsi oleh orang kaya,awal nya Wulan sangat bahagia namun setelah datang Rika anak dari orang tua angkat nya, kebahagiaan itu ber angsur hilang,hingga menjadikan nya seorang gadis mandiri.
Penasaran dengan kisah Wulan,yuk simak terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viya Khairullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 TERKUNCI DI TOILET
Pelajaran berjalan dengan lancar,Arga memberikan tugas sewajarnya dan yang sudah ia jelaskan pada mahasiswa,tak seperti kemarin asal-asalan memberikan tugas parah nya tugas itu belum di ajarkan sama sekali.
"Baik lah sampai disini dulu jangan lupa besok kerjakan tugas dari saya !''ujar Arga menutup pembelajaran tak lupa ia melirik ke Arah Wulan yang sibuk merapikan buku-buku nya.
Ia terus memperhatikan Wulan hingga Wulan menyadari nya.
"Ada apa pak,kok ngeliatin saya gitu banget?''tanya Wulan seketika Arga langsung memalingkan wajah nya .
"Gak ada apa-apa kok"jawab Arga sambil berdiri kemudian keluar dari kelas.
Sepeninggal Arga,Sella yang masih kesal akibat kejadian pagi tadi pun ingin balas dendam dan mengerjai Wulan .
"Aduh pak Arga ganteng banget ya Lan"ujar Ayu,Wulan pun langsung menatap tajam Ayu.
"Apaan biasa aja"jawab Wulan berbohong padahal dalam hati nya ingin mengatakan iya.
"Lan aku pulang duluan ya,sudah di jemput"ujar Ayu
"Iya Ay kamu duluan saja aku mau ke toilet dulu"jawab Wulan,mereka berdua pun berpisah.
Wulan berjalan menuju toilet,ia tak sadar jika Sella dan geng nya mengikuti.
"Ayu guys kita kerjain tu cewek sok cantik rasa nya sudah gak sabar ingin buat tuh cewek kapok "ujar Sella disertai seringai.
Arga bersiap ingin melakukan mobil nya,namun ia heran melihat Ayu yang keluar sendiri tanpa Wulan ia pun bertanya.
"Ayu kemana Wulan,kok tumben kamu sendiri?''tanya Arga.
"Oh Wulan ke toilet pak, kebetulan saya sudah di jemput jadi duluan"jawab Ayu jujur,Arga mengangguk dan tak bertanya lagi.
Arga sengaja tak menjalankan mobil nya menunggu hingga Wulan keluar, namun sudah setengah jam Wulan tak juga keluar.membuat perasaan Arga resah .
Sementara itu..
Brukkkk!!
Wulan kaget saat pintu di tutup kuat.
"Siapa itu"gumam Wulan.Namun tak ada sahutan.
Diluar Sella dan teman-teman nya cekikikan setelah berhasil mengunci Wulan di toilet.
"Rasain siapa suruh menantang Sella,biar tidur di toilet saja sampai besok"ujar nya bangga,setelah itu mereka keluar.Kening Arga berkerut saat melihat Sella dan teman-teman nya baru keluar dari kampus itu sambil tertawa-tawa.
"Sell..Sella!'' panggil Arga .
Sella menoleh saat Arga panggil ia tak menyangka jika laki-laki yang ia taksir dan terkenal dingin bisa memanggil nya.
"Sell kok bengong itu dipanggil pak Arga"
"Iya barang kali ia ingin menawarkan tumpangan atau apa gitu "ujar teman nya yang lain.
Mendengar itu Sella semakin semangat ia pun mendekat ke mobil Arga.
"I..iya pak ada apa?'' tanya Sella sambil senyum-senyum menatap ke Arga.
"Kamu kan habis dari dalam,apa kamu melihat Wulan ?''
Deg..
Hari yang semula berbunga-bunga pun redup begitu saja saat mendengar Arga memanggil memanggil nya hanya untuk menanyakan Wulan bukan menawarkan tumpangan pada nya seperti yang di bilang teman-teman nya.
"Eh itu pak..Wulan ya ? Ya mana saya tahu"jawab nya lagi agak gugup membuat Arga curiga.
"Beneran gak tahu?'' tanya Arga memastikan.
"Iya benar lah pak,sudah ya saya mau pulang"ujar nya dengan nada kesal membuat Arga semakin curiga.
Tak lama mobil jemputan Wulan datang,pak sopir menetap kampus yang sudah sunyi seperti nya semua sudah pulang tapi kemana Wulan?
"Duh kok perasan ku gak tenang ya"gumam Arga ia pun turun untuk memastikan keadaan Wulan ,ia sungguh khawatir dengan keadaan gadis itu,pasal nya kampus sudah sunyi dan sebentar lagi sore.Sudah satu jam ia menunggu namun Wulan tak keluar juga .
"Permisi tuan apa semua sudah pulang non Wulan nya mana ya?'' tanya supir pada Arga.
"Setahu saya semua sudah pulang pak saya juga sedari tadi gak ngeliat Wulan keluar terakhir kata teman nya ke toilet tapi hingga satu jam gak muncul-muncul.
Mereka berdua pun resah.
"Bagaimana ini tuan saya jadi khawatir sama non Wulan "ujar supir itu dengan gelisah
"Bapak tenang dulu,buat kita cari sama-sama''ujar Arga.
Sementara itu di toilet Wulan terus menggedor-gedor pintu hingga ia merasa lelah tiba-tiba.
Klik!!...
Lampu pun mati membuat Wulan menjerit ia sungguh takut dengan kegelapan.
"Aaaaaaaaa...hiks hiks"Wulan berteriak sambil terisak sambil memeluk lutut nya,sungguh ia sangat takut, terkunci di toilet dengan lampu yang mati sungguh mengerikan bagi nya.
"Ah siapa sih yang ngerjain aku mana gelap banget lagi aku gak bisa bernafas ini ujar Wulan.
Ia merogoh tas nya mencari ponsel nya agar bisa menyalakan senter ,namun kondisi tidak mendukung ponsel nya kehabisan baterai.
"Ya ampun aku lupa ngecas ponselku malam tadi" ujar Wulan ia pun pasrah ingin berteriak juga gak mungkin ada yang mendengar jadi dia hanya diam.
"Ada apa tuan Arga?'' tanya satpam yang berjaga di kampus itu saat Melihat Arga dan sang supir menuju kedalam kampus dengan wajah panik.
"Itu wulan dari tadi belum keluar pak,apa bapak melihat nya?'' tanya Arga balik.
"Bukan kah semua sudah pulang,dan sedari tadi saya gak ngeliat ada mahasiswa lagi di sini"jawab satpam itu.
"Tapi Wulan nya gak keluar dari tadi pak "ujar Arga yang semakin panik.
mereka pun masuk .
"Loh pak kok gelap apa lampu nya bapak matiin ya!'' ujar Arga
"Gak tuan,mungkin sedang mati lampu."jawab satpam itu .
Arga mengeluarkan ponsel nya lalu menyalakan senter sebagai penerang,meraka berjalan melewati lorong tak ada juga Wulan di sana.
Mereka melewati toilet..
"hiks...hiks.."terdengar Isak tangis mereka yang mendengar pun saling pandang.
"Itu suara apa ya "ujar sang supir sambil menajamkan pendengarannya.
"Iya kaya ada orang nangis gitu ya"ujar sang satpam,mereka berdua seperti ketakutan dalam kegelapan tanpa sadar mereka berdua berpelukan karena takut.
"Hiks .."
"Tuh kan,suara itu lagi,,tuan kita keluar saja Wulan gak mungkin ada di tempat gelap seperti ini siapa tahu ia sudah pulang duluan"ujar sang satpam.
Namun Arga malah mendekat ke toilet itu ia merasa jika itu suara wulan.ya tak salah lagi itu adalah Wulan.
"Pak mending kalian tunggu di luar saja, berjaga-jaga siapa tahu Wulan ada di depan biar saya yang mencari Wulan di sini"ujar Arga.
"Tapi tuan.."
"Sudah jangan khawatir semua baik-baik saja" ujar Arga dengan tenang.
"Lah kamu ngapain peluk-peluk saya"ujar sang satpam
"Kamu juga nih main peluk-peluk sudah ayo kita keluar "ujar sang supir mereka berdua pun keluar.
Setelah mereka keluar Arga pun mendekat ke arah pintu toilet.
"Astaga di kunci siapa yang menguncinya "gumam Arga.
Ia kemudian membuka pintu dan terkejut saat melihat seorang gadis meringkuk dengan memegang kutut di sana.
"Itu seperti.."Arga tak ingin menduga-duga ia pun mendekati gadis itu .
Perlahan ia menyentuh pundak gadis itu hingga Wulan menoleh.
''Aaaaaaa siapa kamu pergi-pergi jangan ganggu saya aaaa"Wulan berteriak saat melihat Arga ia mengira kalau Arga adalah menunggu di kampus itu.
"Lan Wulan ini saya Arga"ujar Arga mengguncang pundak Wulan hingga Wulan sadar.
"Pak..Arga"Wulan langsung memeluk Arga begitu erat meluap kan rasa takut nya.
Arga yang belum siap pun merasa kaget,ia mengelus pundak Wulan agar gadis itu tenang.Ada perasaan bahagia saat berdekatan dengan Wulan,senyum terbit di bibir Arga
"Pak hiks..Wulan takut"ujar Wulan di sela Isaknya.
"Kamu tenang ya gak usah takut,ayo saya bantu keluar dari sini "ujar Arga namun Wulan masih mengerat kan pelukan nya pada Arga.
"Wulan ayo kita keluar ini sudah hampir malam apa kamu ingin bermalam di sini bersama saya"ujar Arga dengan seringai nya.Seketika Wulan mengangkat wajah nya menatap Arga dan..
Puk...Wulan memukul lengan Arga.
"Eh apaan gak lah gak mau saya tidur disini apa lagi sama kamu''ujar nya membuat Arga terkekeh geli.Wulan berusaha berdiri namun karena gelap ia pun tak Melihat hingga tersandung.
Arga dengan sigap menangkap nya hingga posisi kedua seperti berpelukan .
"Ya ampun kamu ini ingin sekali ya di peluk sama saya"ujar Arga ia pun langsung menggendong Wulan untuk Beruntung lampu mati jadi Arga tak melihat wajah Wulan yang sudah memerah bak tomat itu.
"Pak turunin saya bisa jalan sendiri loh ini''ujar Wulan ingin memberontak namun Arga tak menghiraukan nya ia terus berjalan hingga sampai keluar.
"Ya ampun non kenapa ?'' tanya sang supir melihat Wulan keluar dengan di gendong Arga.
"Iya nih manja nya kumat pak"sahut Arga asal Membuat Wulan makin kesal saja.
"Enak saja manja-manja apaan disini saya korban lagian saya gak minta di gendong bapak saja yang main gendong gak jelas ,sudah turunin saya"ujar Wulan kesal sementara sang supir dan satpam mereka berdua senyum melihat kedua nya .
"Bawel banget sih yasudah nih"Arga pun menurunkan Wulan.
"Yasudah kami pulang dulu ya tuan terimakasih sudah membantu mencari non Wulan"ujar supir itu dengan sopan.
"Iya pak hati-hati bawa mobil nya"sahut Arga.
Setelah itu mobil wulan pun melaju,sepeninggal kedua nya Arga mendekati pak satpam kampus itu.
"Pak periksa cctv yang ada di kampus ini dan cari tahu siapa yang sudah mengunci Wulan di toilet!'' perintah Arga.
"Baik tuan,maaf atas kelalaian saya"ujar satpam itu yang marasa bermasalah karena tak tahu jika salah satu mahasiswa kampus itu terkunci di toilet.
"Baik pak,lain kali tolong terketat penjagaan saya gak mau ini terulang kembali!" setelah mengatakan itu Arga pun melajukan mobil nya menuju rumah nya.
Wulan sudah sampai di depan rumah nya,terlihat Purnama dengan panik menunggu nya .
"Ya ampun Wulan kamu gak apa kan nak,?tadi pak Dadang bilang kalau kamu terkunci di toilet katakan pada mama siapa yang sudah melakukan itu pada mu?"purnama bertanya penuh ke khawatiran.
"Wulan gak tahu ma,dan Wulan juga papa mama tenang saja ya,dan jangan bilang sama papa, takut nya papa juga khawatir"ujar Wulan .
"Yasudah sekarang kamu masuk bersih-bersih kemudian makan!''purnama menuntun Wulan menuju kamar nya.
Di dalam kamar Wulan tak langsung mandi,ia memikirkan siapa yang sudah mengunci nya di toilet,ia mengingat-ingat siapa yang tidak menyukai nya.Tak mungkin pula pintu tertutup tiba-tiba dan terkunci dari luar pikir nya.
"Oh iya Sella,pasti ia yang sudah mengunci ku di toilet sebenarnya apa sih mau nya lagian aku juga tak pernah mengusik nya''gumam wukan