[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
*A**yo kita lanjutkan drama ini lagi, semoga waktu bersambung nya udah selesai nikah ya,!😂😂😂*
" Saya mohon bu, kita bisa membicarakan ini secara kekeluargaan" ucap Abah.
" Apa bapak bilang menyelesaikan ini secara kekeluargaan, itu tidak mungkin, Putri bapak ini sudah masuk ke apartemen anak saya merayu dan menggoda anak saya, bahkan dengan teganya, iya memberi obat peran**ang untuk anak saya, dan mengikatnya di kamar apartemennya, apa bapak masih perlu mengambil jalur kekeluargaan" tanya Mama Aisya
" Ma tenang dulu, Mama cuma salah paham, bukan begitu ceritanya" ucap Gilang mencoba menenangkan Mama Aisya,
" Kenapa kamu membelanya, apa karena dia saudari calon istrimu yang gagal itu" ucap Mama Aisya membuat Gilang bungkam seketika.
Gilang pun kembali duduk di tempatnya, " Ada apa sih ma, kenapa ribut sekali" tanya Aksel, Aksel berjalan keruangan tamu karena mendengar suara Mamanya.
Mata Aksel menatap satu per satu orang yang ada di ruangan itu dan alangkah terkejut, ia melihat Devi, Lee , Dede dan seorang pria paruh bayah yang duduk diantara mereka.
Hatinya begitu bergejolak ketika melihat wajah wanita yang di rindukan selama seminggu ini," Jika kau mau menjadi istri aku akan melalukan apa pun asal kau bahagia, dan tetap berada di sisiku Devina Aldira, mengapa aku sangat mencintaimu seperti ini?" batin Aksel.
" Maafkan sikap putriku yang sudah berbuat kurang ajar kepada Putra kalian" ucap Abah berdiri dari duduknya, melangkah dengan perlahan mendekat kearah Mama Aisya hendak bersujud di depan Mama Aisya, dengan cepat Aksel menahan tubuhnya. sembari menggeleng kepalanya kepada Abah.
" Om jangan melakukan itu, ini semua bukan sepenuhnya salah devi, Aksel lah yang salah karena terlalu terobsesi untuk memiliknya.
" Kenapa kamu menyalahkan dirimu sendiri nak?, Mama tidak menyangka anak Mama ini sudah di buta kan oleh cintanya.! ucap Mama Aisya menatap Aksel geram, dan menitihkan air matanya.
" Ma___"
Saat Aksel ingin berbicara Mama Aisya langsung memotong ucapannya." Diam Aks, pendapat dan pembelaan mu tidak di terima untuk saat ini, Mama lah yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah" ucap Mama Aisya tegas.
" Tapi ma"
" Tidak ada tapi tapi, cukup lihat dan dengarkan saja" ucapan Mama Aisya.
" Tante Devi akui Devi salah, tetapi sekali lagi Maaf Tante, jangan membatalkan pernikahan Nana dan Gilang, mereka tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini! " ucap Devi memohon kepada Mama Aisya.
" Jadi kamu mengakui semua kesalahanmu, baguslah kalau begitu" ucap Mama! menatap Lee seolah, pandanganya itu, mengucapkan beribu terima kasih untuk Lee.
Disaat Devi sedang memohon , datang lah 2 orang Polisi, dengan seragam lengkapnya, salah satu diantaranya begitu familiar di mata Lee, tetapi Lee Soo cuek dan tak menghiraukan lelaki itu.
"Selamat pagi menjelang siang, Ibu bapak ada yang bisa kami bantu ucap salah seorang polisi dan tersenyum ke arah Lee sembari mengedipkan mata kanannya. Lee yang melihat itu langsung membuang mukanya ke samping.
Berbeda dengan Lee, Aksel justru mengerutkan dahinya menatap 2 orang polisi yang baru datang itu." apa Mamanya tidak salah melakukan pengaduan, kenapa yang datang 2 orang bre**sek ini, kayanya ada yang tidak beres disini" batin Aksel mulai menyadari drama keluarga nya itu, Aksel memilih diam dan duduk di samping Papa Bastian dan ikut menyaksikan drama kolosal itu.
Melihat aksel yang terdiam dan tidak melanjutkan pembelaannya, Mama Aisya semakin senang karena dia yakin rencana hari ini pasti berhasil.
" Tolong tahan dia pak, dia dengan sengaja telah mencelakai anak saya, bahkan dia telah melakukan kekerasan fisik kepada anak saya bahkan dia sendiri sudah mengakui perbuatanya! ucap Mama Aisya.
Gibran dan Ferdy tak mau berlama lama dalam sketsa yang di buat Mama Aisya, mereka langsung memborgol tangan Devi.
Abah yang melihat itu langsung menahan dan memeluk Putrinya itu, " jangan bawah Putriku, ini semua kesalahanku , karena aku yang telah mengajarkan ilmu beladiri dan terlalu memanjakannya, biar aku yang menanggung hukumannya,!" ucap Abah memeluk tubuh Devi
" Jangan abah biar Devi aja yang di penjara Devi ikhlas bah" ucap Devi, di ikuti butiran bening dari kedua matanya.
" Ibu, bapak bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka, sebagai bentuk pertanggung jawaban putri saya atas perbuatanya." ucap Abah memberi saran.
" Saya setuju dengan keputusan bapak" ucap Papa Bastian
" Tidak Devi tidak mau" ucap Devi, Aksel yang mendengarkan itu sedikit kecewa, ia berjalan meminta kunci kepada Gibran dan membuka borgol pada tangan Devi dan memasangkan kepada Abah nya Devi.
" Apa kamu lakukan kenapa kamu memborgol tangan Abah" ucap devi menatap tajam kepada Aksel.
" Jika kamu tidak mau Abah kamu ini di penjara, berikan keputusanmu, menikah atau orang tua kamu yang di penjara?" ucap Aksel. Mama Aisya nampak tersenyum ketika anaknya sudah menyadari pemainan mereka,.
" Kamu mengancam ku" tanya Devi.
" Iya katakanlah begitu" jawab Aksel santai.
" Aku lebih baik mati, dari pada aku harus mejadi istri lelaki bre**sek sepertimu" ucap Devi.
" Sayang, aku tak menyangka selain kamu yang licik, kamu juga tidak berperasaan kepada orang tua mu sendiri" ucap Aksel menghapus butiran bening di wajah devi.
Plakk
Devi memukul tangan Aksel yang mengelus pipinya. iya menatap Abah nya, " Abah apa abah nggak akan nyesel nikahin Devi sama dia! ini tidak sebanding abah, aku segel an kenapa harus sama yang second Abah! " ucap Devi membuat semua orang hampir tertawa tetapi mereka memilih untuk menahannya, mengingat kondisi sekarang ini tidak tepat untuk melakukan itu.
" Itu karena kesalahanmu sendiri nak, karena kamu yang menanam maka kamu nikmatilah hasilnya" ucap Abah membuat Devi terdiam sejenak.
" Jika kamu mau menikah dengan Aksel maka persiapkan dirimu, karena seminggu lagi Tante akan menikahkan kalian bersamaan dengan Gilang dan Nana, itu kau masih menginginkan pernikahan untuk saudarimu itu." ucap mama Aisya mengelus kepala Devi.
" Sebaiknya aku iyakan permintaan mereka, setelah ini aku akan mencari cara untuk membatalkan atau kabur sebelum pernikahan ini terjadi" batin Devi dengan senyum penuh makna.
" Jika kamu sampai mengatakan ya maka, hari ini juga akan aku pastikan kamu mejadi istriku" batin Aksel saat membaca senyum di wajah Devi.
" Tapi ada syaratnya" ucap Devi
" Apa syaratnya" tanya Abah
"1 Devi mau menikah sama dia, asalkan Devi tetap tinggal di kontrakan dan bekerja seperti biasanya" ucap Devi.
" Aku terima syarat mu, tetapi jumat, sabtu dan minggu kamu pulang kesini! dan kamu tetap berkerja tetapi sebagai sekertaris aku" ucap Aksel
" Oke aku setuju" ucap Devi," hmmmffh bersenang-senang lah dengan syarat mu itu, dan akan aku pastikan itu hanya sekedar mimpimu saja" batin Devi menatap wajah Aksel
" 2 aku tidak suka di paksa, dan aku tidak mau kau memaksaku, termasuk di atas ranjang" ucap Devi.
" Oke aku terima, tetapi aku minta kamu jangan melupakan statusmu dan tanggung jawab mu" ucap Aksel., Devi pun mengangguk
" Terakhir aku ingin kita menikah hanya di KUA" ucap Devi
" Apa , itu tidak mungkin " ucap Mama Aisya dan Aksel kompak.
" Ya udah kalau begitu kita tidak usaha menikah" ucap Devi santai.
" Oke baiklah kita mau kamu, apa masih ada syarat lainnya?" tanya Aksel, di balas gelengan oleh Devi.
" Apa jawaban kamu," tanya Aksel, sambil mengambil ponselnya, mengarahkan kepada Devi untuk membuat video pernyataan Devi.
" Aku Devina Aldira bersedia menjadi istrimu" ucap Devi. Membuat Aksel tersenyum, mengembalikan ponsel kedalam sakunya.
" Oke, kita nikahnya sekarang!."
.
.
.
.
Bersambung.
Maaf ya dramanya sedikit membosankan🙏🙏🙏😘😘
🍁Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka👍.
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina