Silvia adalah seorang gadis baik hati dan polos yang masih duduk di bangku SMA. Gadis kurus dengan rambut panjang dan kulit putih itu tak jarang menjadi rebutan dikalangan pria disekolah nya dan itu membuatnya merasa percaya diri.
Namun semuanya sirna ketika mendengar bahwa dia akan di jodohkan dengan seorang CEO yang tidak dia cintai. Tidak percaya bahwa dizaman modern seperti ini masih ada yang namanya perjodohan. Namun semua itu mungkin terjadi melihat kondisi keluarga nya yang krisis keuangan.
Dia pun harus siap meninggalkan kekasih nya bahkan impiannya di masa depan demi keinginan orang tuanya. Diawal semua terlihat baik baik saja sampai ketika dia mengetahui sifat asli suaminya yang membuatnya tersiksa batin setiap harinya. Oleh karena itulah dia akhirnya memutuskan untuk memilih jalan hidup nya sendiri bahkan nekat untuk menikah lagi.
"Inilah kehidupan Silvia dengan kehidupan pernikahan yang tak dia harapkan"...
[Cerita ini telah berhenti, tidak disarankan membaca] -Author-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wira Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27. Hevin Kurang Asem
Setelah pintu terbuka dia melihat Hevin yang berbaring di atas ranjang dan Laura yang terikat di kursi.
"Aku tahu kau akan kesini... Bagaimana adikku? Apa kah kau lelah?" ucap Hevin benar benar sombong.
"Sialan kau Hevin!" Berteriak keras lalu tiba tiba Zaiden pun pingsan di tempat. Setelah itu Hevin segera mengambil obat bius dan menyuntikkan nya ke Laura. Hevin lalu menggendong Laura dan menidurkan nya di ranjang setelah nya dia pun menempatkan Zaiden di samping Laura. Lalu Hevin pun menebar tissue robek yang bau di lantai, dia melepas pakaian Zaiden dan membuka satu kancing baju Laura lalu Hevin pun pergi dengan menutup pintu dan memberi sedikit celah. Namun sebelum dia pergi dia menelepon pelayan dan memesan makanan untuk di antar ke kamar tempat Zaiden dan Lara berada barulah dia meninggalkan hotel tersebut.
Setelah 15 menit, pelaya wanita datang mengantarkan makanan ke kamar yang memesan, namun melihat pintu tidak tertutup rapat pelayan itu pun mengintip, dia begitu terkejut dengan kondisi kamar itu yang membuat nya berfikiran negatif lalu melapor kan apa yang dia lihat kepada kepala pelayan dan pengurus hotel lain bahwa ada yang berzina di kamar hotel itu dan melapor kan nya ke polisi karena di kawasan itu adalah kawasan yang dilarang untuk melakukan hal seperti itu sebelum menikah dan polisi pun sampai di tempat itu lalu Zaiden pun terbangun dari pingsan nya.
"Apa? Pak polisi?" dengan sigap Zaiden menutupi tubuh nya saat tahu bahwa dia sedang tidak memakai baju.
"Ada apa pak?" tanya Zaiden.
"Ini kawasan dilarang berzina!" ucap polisi.
Alangkah terkejut nya Zaiden melihat kondisi kamar dan Laura yang tertidur dengan satu kancing baju yang terbuka.
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" lantang Zaiden tidak terima di fitnah. Lalu tidak berselang sama Laura pun terbangun dengan terkejut.. Dia menangis dengan rasa malu.
"Kalian harus menikah!" ucap salah seorang polisi perempuan.
"Tidak pak! Aku punya seorang istri! Istri ku diluar kota kumohon jangan seperti ini, ini salah paham!" ucap Zaiden menangis lagi.
"Benarkah? Kalau begitu apakah kau menerima? Tidak apa apa jika dia tidak bertanggung jawab padamu?" ucap seorang polisi ingin cepat cepat mengakhiri permasalahan.
"Saya punya suami jadi saya tidak rugi, dan lebih baik kami tidak menikah, kami janji tidak akan melakukan hal ini lagi" ucap Laura yang sadar kalau ini hanyalah pura pura dan pasti ulah nya Hevin Sehingga mereka pun bisa pulang.
"Ra maafin kelakuan kakak ku ya?" ucap Zaiden merasa bersalah.
"Iya nggak apa apa kok Zai." ucap Laura memaafkan Hevin demi Zaiden.
Zaiden pun menemui Silvia dan melihat kondisi Silvia yang terlihat berubah menjadi lebih baik. Dia sudah mau berbicara dengan Zaiden sehingga akhir nya Zaiden pun memeluk Silvia dengan gembira.
"Aku begitu senang dengan kondisi mu saat ini Sil." ucap Zaiden dengan ekspresi gembira sambil terharu.
"Zai.. Boleh aku minta sesuatu padamu" tanya Silvia tiba tiba.
"Apa itu?" tanya Zaiden.
"Aku ingin bertemu dengan suami ku.. Aku rindu" ucap Silvia yang membuat Zaiden terkejut mendengar nya.
"Setelah apa yang telah terjadi kau masih ingin menemui nya?" ucap Zaiden tidak menyangka dengan pernyataan Zaiden.
"Ya.. Pertemukan aku dengan suamiku Zai!.. Sungguh aku sangat merindukan nya" ucap Silvia memohon.
"Kamu udah kelewatan Sil! Aku nggak akan pernah mempertemukan mu dengan dia!" ucap Zaiden kesal.
"Mana suami ku Zai!" ucap Silvia marah.
"Kamu udah gila Sil masih mau sama dia" ucap Zaiden.
"Zaiden kau keterlaluan! pertemukan aku dengan suami ku!" ucap Silvia membentak. Zaiden pun mendekat dan mencium bibir Silvia dengan agresif sehingga membuat Silvia terdiam lalu Zaiden dengan kesal pergi meninggalkan kamar Silvia begitu saja.
Zaiden pun akhrinya ke kamar Laura.
"Bagaimana, apa kau sudah menghubungi Kevin atau Alex?" tanya Zaiden.
"Sudah.. Sekarang mereka sedang mencari keberadaan Hevin" jawab Laura.
"Kau tau, tadi Silvia membentakku, memintaku agar mempertemukan nya dengan suami nya" ucap Zaiden dengan kesal.
"Ha? Apa dia gila? Benar benar otak udang" ucap Laura ikut kesal.
"Apa yang harus aku lakukan? Dia terus memelas padaku bahkan berani membentakku demi bertemu dengan pria itu" ucap Zaiden.
"Kamu harus kuat Zai! Jangan pernah biarin Silvia kembali ke Hevin!" tegas Laura.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih" ucap Zaiden lalu pergi. Ternyata Zaiden berencana untuk pergi ke bar.
Namun sebelum dia sampai di tempat itu tiba tiba mobil yang digunakan Zaiden di hadang oleh mobil lain. Zaiden yang kesal memutuskan untuk untuk turun dari mobil dan menghampiri mobil yang menghadang nya itu. Saat kaca mobil hendak diketuk tiba tiba pemilik mobil menurunkan kaca mobil nya yang membuat Zaiden terkejut mengetahui bahwa itu adalah kakak nya (Hevin).
"Hevin! Kurang Asem kamu!" bentak Zaiden dan Hevin pun langsung turun dari mobil nya.
"Bagaimana rasanya di tuduh dan di fitnah oleh polisi?" tanya Hevin dengan bangga karena telah memfitnah Zaiden.
"Kenapa kau tega melakukan ini kak!?" Zaiden begitu kecewa sekaligus sangat marah.
"Karena kau tidak ingin memberi tahu tempat tinggal Silvia." ucap Hevin dengan santai.
"Untuk apa kau bertemu dengan Silvia Ha!? Agar kau dapat menyakiti dia lagi?" bentak Zaiden sangat marah.
"Hei aku hanya akan minta maaf dengan nya dan tidak akan kembali menyakiti nya nya" ucap Hevin dengan tenang.
"Kau tidak akan pernah mendapat kan maaf dari nya!" ucap Zaiden membentak.
"Berani kau!" Hevin pun langsung menendang perut Zaiden hingga terjadi lah pertengkaran yang hebat di antara mereka berdua.
tiba tiba datang sekelompok orang dan ikut menghajar Zaiden hingga Zaiden pingsan dan babak belur. Zaiden pun di buang ke tempat pembuangan sampah oleh Hevin dan kelompok nya. Hingga pagi pun telah tiba, Zaiden terbangun dengan bau nya yang menyengat.
"Hevin bajingan! Dia membuangku disini! Uhh tubuh ku terasa sangat sakit" ucap Zaiden dan mencoba untuk bangun.
* * *
Di apartemen.
Hevin sedang duduk bersama seorang wanita.
"Sial, bagaimana cara menemukan Silvia!" ucap Hevin sangat kesal saat ini.
"Sabar sayang" ucap seorang wanita.
"Baiklah, buat aku tenang" ucap Hevin.
"Bagaimana cara nya?" tanya wanita itu.
"cara nya ayo kita bermain beberapa ronde saja" ucap Hevin tersenyum licik kepada wanita itu.
"Baiklah sayangku aku siap untuk melayani kamu" ucap wanita itu.
Wanita itu bernama Yumi, Yumi adalah orang yang mencintai Hevin, Yumi rela melakukan apa saja demi Hevin. Namun Hevin hanya mau se apartemen dengan Yumi karena Hevin memanfaat kan Yumi sebagai alat p*muas n*fsu nya saja. Hevin sudah lama bersama Yumi bahkan sebelum dia berpacaran bersama Frey dulu. Setelah dia mengenal Frey dan mencintai Frey dia pun menjauhi Yumi walau pun sudah beberapa kali Yumi terus menggoda namun itu tidak pernah berhasil.
Apalagi waktu itu Hevin di jodohkan dengan Silvia membuat mereka semakin jarang bertemu bahkan tidak sama sekali. Tapi setelah ada nya permasalahan dengan rumah tangga nya juga Frey yang telah menyelingkuhi nya membuat Hevin kembali mendatangi Yumi untuk k*puasan. Tetapi hal itu tidak bertahan lama setelah Hevin mulai mencintai Silvia hingga Silvia koma dan dia ke Amerika. Mengetahui hal itu Yumi begitu sedih karena merasa semua yang dia lakukan tidak satupun dapat memikat hati nya Hevin.
Ditambah ketika mengetahui dia membawa dua wanita bersama nya membuat dia sangat sedih. Dia terus mengirim pesan kepada Hevin tapi Hevin tidak membalas atau merespon pesan dari Yumi menganggap nya hanya lalat sampai ketika Hevin kembali ke Indonesia. Yumi langsung kembali menggoda Hevin agar mau bersama nya lagi. Hevin pun setuju tinggal se apartemen dengan Yumi namun bukan karena rindu atau cinta tapi hanya sebagai p*muas n*fsu nya saja.