NovelToon NovelToon
Where Are You?

Where Are You?

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Teen School/College / Persahabatan / Bullying dan Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agnettasybilla

Kalea Ludovica—murid paling keras kepala seantro SMA Bintang dan salah satu murid yang masuk dalam daftar jajaran murid paling disegani disekolah. Masa lalunya yang buruk karena sering dikucilkan keluarga sampai kematian sang adik membuatnya diusir dari rumah ketika masih berusia tujuh tahun.
Tuduhan yang ia terima membuat dirinya begitu sangat dibenci ibunya sendiri. Hingga suatu ketika, seseorang yang menjadi pemimpin sebuah geng terkenal di sekolahnya mendadak menyatakan perasaan padanya, namun tidak berlangsung lama ia justru kembali dikecewakan.

Pahitnya hidup dan selalu bertarung dengan sebuah rasa sakit membuat sebuah dendam tumbuh dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnettasybilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

...- happy reading, dear -...

...***...

Zion langsung duduk tegak menatap Gabriel yang bersidekap dada seraya menatap ponselnya.

"Lo hutang cerita sama gue," kata Zion membuat Gabriel menarik napas pelan.

"Kemarin itu adik lo ketemu Samuel di Halte sekolah. Memang gak sengaja karena—" Perkataan Bobby disela oleh Gabriel dengan cepat.

"Sorry karena gue buat Kalea dalam bahaya. Gue ngga ada maksud sama sekali."

Zion berdehem. "Kalau gitu sekarang gimana?"

"Apanya?" sahut Gabriel.

"Sampai kapan lo nutupin ini semua? Kalea perlu tau siapa itu Grace," kata Zion.

"Kalau gue gak ingin kasih tau kebenarannya lo semua mau apa? Gue ngga akan bisa bahas Grace pada siapapun." Terdengar egois tapi ini demi kebaikan Kalea sendiri sebagai adiknya sendiri.

"Jauhi adek gue kalau gitu..." Zion berkata dengan ekspresi datar membuat Gabriel langsung mengerutkan dahi.

"Gue tau banyak tentang Grace. Bila perlu gue sendiri yang akan kasih tau siapa dia." Kali ini Zion yang angkat bicara. Bobby memilih diam dan yang lain menyibukkan diri dengan ponsel masing-masing.

"Lo mau dengar yang mana dulu? Grace—perempuan yang udah buat hati lo—Gabriel Sagara mengenal arti cinta sampai akhirnya karena kebodohannya perempuan itu menjadi pemicu permasalahan dan lo sampai sekarang masih anggap Sam sebagai musuh terbesar lo. See .. gue tau banyak tentang lo dan Grace."

Grace—orang pertama yang membuat cowok itu merasa bodoh dengan perasaannya bahkan rela harga dirinya diinjak demi gadis yang tidak pernah membalas perasaannya. Sebelum kedatangan perempuan itu, ia tidak pernah sekalipun melirik murid perempuan lain dan hanya seorang Grace yang mampu mencairkan bongkahan es dalam hati Ketua Vesarius selama dua tahun terakhir.

Hingga suatu kejadian tidak terduga, Grace berniat mencari makan diluar, tidak tahu sama sekali kalau hidupnya akan berakhir seperti ini. Perempuan itu terkapar ditengah jalan dengan keadaan mengenaskan. Kejadian mengerikan itu masih diusut sampai sekarang. Namun Gabriel memperkirakan kalau semua ini karena ulah musuh bebuyutannya. Bendera perang pun berkibar sampai detik ini antara Vesarius dan Attrock.

"Ada baiknya lo jujur..." ujar Adit

"Gue gak bisa. Dia gak berhak tau masa lalu gue," balas Gabriel sedikit tegas.

"Jangan keras kepala!!" hardik Bobby jengkel karena sikap Gabriel barusan.

"Samuel udah kenal Kalea dan gue khawatir dengan dia. Kalea disini udah kita anggap adik kita juga dan Zion sahabat lo juga. Kalau bukan karena adiknya ini anak, gue ogah nolongin Kalea asal lo tahu. Lo tahu gue gimana, selagi bukan teman gue akan mau libatkan diri gue..."

"Tenang. Kita pikirkan semuanya dengan baik. Semua masalah bisa diatasi dengan kepala dingin," timpal Haris.

"Apa yang udah terjadi kedepannya gak bakalan bisa lo ulang lagi Gabriel. Kalau lo tetap keras kepala buat nutupin semua kebenaran ini lo bakalan kehilangan kepercayaan Kalea. Ingat, Kalea bukan Grace."

"Mungkin Grace perempuan yang suka disayang-sayang, tapi Kalea dia bukan Grace... Lo bisa lihat perbedaan keduanya saat Lea bertengkar dengan Zion."

"Sejak awal ini yang gue takuti. Kalea sebenarnya gak ada mirip-miripnya dengan Grace, tapi mungkin sebagian orang lihat adik gue kayak orang yang sama," tutur Zion.

***

Didepan sebuah kelas 11 IPS satu, Kalea, Letta dan Ana sedang menikmati es krim yang Lea bawa dari kantin dan ia berikan pada kedua sahabatnya. Ketiga gadis itu sedang menatap kakak kelasnya yang sedang bermain basket di tengah lapangan.

"Lo benaran gak mau?" tanya Letta menyodorkan eskrim kedua yang hendak ia makan.

"Gue alergi, jangan bercanda. Ini ketiga kalinya lo tawarin gue..."

"Iya, iya serius bangat sih."

"Ngomong-ngomong gue boleh nanya gak sih?" ucapnya membuat Letta dan Ana mengangguk kompak.

"Lo berdua kenal Grace Wulandari?"

Hening. Kedua gadis itu terdiam dan saling tatap sejenak sebelum akhirnya mata mereka melirik lapangan. Menit berikutnya, Letta melempar asal steak es krimnya ketempat sampah lalu menyentuh kedua pundak Kalea menghadap dirinya.

"Jangan keras-keras ngomongnya," kata Letta. "Kita gak tau banyak tentang gadis itu tapi jujur satu hal yang perlu lo tau, sebenarnya wajah lo ini mirip dengan Grace."

"Kita memang sahabatan udah lama, lihat wajah lo mirip dengan murid baru sekolah kita ini dulu buat kita hampir keceplosan sebut nama lo. Maafin kita juga gak pernah cerita kejadian ini sama lo."

"Grace itu murid berprestasi dan disukai semua orang di sekolah ini bahkan tetangga sekolah kita mengenal Grace sama seperti lo sekarang ini. Kepopulerannya dia dapat karena semua prestasinya. Sama seperti kak Hanna. Persis kayak lo juga. Kak Hanna akrab dengan Grace dua tahun lalu."

"Iya terus kenapa pak satpam yang jaga depan gerbang sekolah ngomong kalau gadis itu udah meninggal tiga tahun lalu? Apa dia--"

"Ya, pak oji benar. Grace udah meninggal tiga tahun lalu karena kecelakaan dan banyak pihak bilang kalau kecelakaan itu disengaja."

"Sengaja? Apa kecelakaannya disabotase?"

"Kita gak tau banyak. Info yang kita dapat hanya segitu aja dan masalah Grace meninggal pihak sekolah benar-benar menutup rapat masalah ini. Intinya masalah itu berhubungan dengan kak Gabriel. Lo boleh tanya dia sebanyak yang lo mau, itu pun kalau dia mau."

"Kak Gabriel? Mereka punya hubungan apa? Terus ibunya Grace ini gimana?" tanya Kalea lagi.

"Kita gak tau juga tapi kita bakalan bantu lo dapatin informasi tentang Grace atau keluarganya."

***

Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia masuk dengan membawa materi puisi. Satu persatu murid dipanggil ke depan membacakan puisi yang sudah beliau siapkan dalam selembar kertas. Namun, dua orang murid yang duduk dibelakang sedang berbisik-bisik, mereka Kalea dan Ono. Kali kedua mereka berbicara saat pelajaran sedang berlangsung.

"Lo yakin gak kenal Grace no?" lirih Kalea pelan.

Ono mendengar hal itu tersentak lalu menggeleng. Refleks Kalea menepuk punggung Ono begitu keras membuat guru didepan menegur keduanya, namun hanya teguran kecil sebelum akhirnya Kalea kembali berbisik.

"Jujur sama gue!" Kalea ngotot.

"Gila lo! ngapain sih lo mukul punggung gue," ucap Ono dengan mata melebar memandang Kalea.

"Ribut bangat sih lo berdua," timpal Rama yang duduk dimeja sebelah dekat Kalea.

Kalea menoleh kepada Rama. "Eh lo tau gak namanya Grace, dia itu murid baru—dulunya sih, sekarang gak lagi. Dia siapa di sekolah ini sebelumnya?" lirih Kalea pelan. Namun pandangan Rama bukan menatap Kalea melainkan Ono yang sedang menggeleng pelan kearahnya. Sontak Kalea menoleh cepat mengikuti arah pandang Rama.

"Kalea, Rama dan kamu Ono, keluar dari kelas saya, sekarang!!" bentak guru wanita tersebut dengan penuh tekanan di setiap kata.

"KELUAR!!" bentak nya sekali lagi membuat Kalea menekuk sudut bibirnya panik. Ia bangkit dari kursinya. Mau tidak mau ketiganya angkat kaki dari ruangan dengan rusuh—saling mendorong hinga ambang pintu.

Disuruh berdiri diluar, ketiganya malah nangkring di kantin. Rama dan Ono duduk di depan Kalea--mengintrogasi keduanya sampai mereka benar-benar mengatakan sesuatu tentang rasa penasarannya.

"Buat apa sih lo tahu tentang gadis itu?" tanya Rama to the point.

"Pokoknya penting. Lo berdua gak mungkin gak kenal siapa Grace, secara kalian kan anggota Vesarius."

"Maksa bangat jadi orang," tukas Ono membuat Kalea memasang wajah sangarnya.

Ting! Sebuah notifikasi masuk pada ponselnya dengan nama yang tertera Letta. Cepat-cepat gadis itu membuka chat nya.

Letta 💬 : Kita tau alamat ibunya Grace. Ini alamatnya, jln. Cempaka No. 65

Kalea termangu menatap alamat rumah tersebut. "Cempaka no 56? Bukannya itu alamat rumah nenek.."

"Apaan? Lo bilang apa?"

"Engga. Lo salah dengar," kata Kalea pada Ono.

Segera Kalea bangkit dari duduknya membuat Rama dan Ono mengerutkan kening.

"Mau kemana lo? Kita lagi dihukum, woi!" Rama berteriak menatap kepergian gadis itu dari hadapan mereka.

"Napa sih tuh anak bentar-bentar diam mendadak, heboh dan sekarang malah pergi gak jelas gitu," ujar Ono masih menatap kepergiannya.

"Biarin ajah. Mungkin ada urusan penting. Lagian gue ngga niat cerita sama dia. Kalau Gabriel tau kita bisa kena masalah."

***

Sepulang sekolah Letta dan Ana pergi ke alamat yang Letta kirim tadi siang. Mereka menggunakan mobil milik Letta agar lebih cepat sampai tujuan.

"Bukannya ini jalan ke rumah nenek lo?" tanya Ana mengamati jalanan yang mereka lewati.

"Lihat kesana tuh Le..." Letta menunjuk pada alamat rumah yang tertulis di tiang dekat gerbang berwarna merah maroon disana.

"Ini rumah nenek lo kan, benaran deh. Masa sih nenek lo itu punya hubungan sama Grace. Selama ini kita kemana ajah kalau lo punya saudara kembar," kelakar Letta.

"Kita masuk ajah. Mungkin nenek gue tahu siapa perempuan itu dan apa yang terjadi sebenarnya sampai ia meninggal dalam kecelakaan itu," kata Kalea membuka pintu mobil disusul Letta dan Ana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!