Gadis berparas ayu itu menatap langit penuh hampa, dia bimbang bahkan jika boleh memilih dia tak ingin ada didalam keadaan seperti saat ini.
Nazia tak pernah mengeluh atas semua kesulitan nya selama ini, tapi kali ini Nazia benar-benar dilema..
"Kak..." panggil sang Ayah, Nazia menoleh ke sumber suara tapi kembali menatap langit lagi
"Ayah tidak pernah memaksa, Ayah selalu ingin yang terbaik, Ayah juga akan selalu mendukung apapun pilihan anak-anak Ayah..."
"Apakah Ayah mengenal nya? Yah.. kakak bukan ingin pilih-pilih.. tapi pernikahan itu bukan sekedar tinggal bersama, tapi hidup bersama.. Zia belum terfikir untuk itu, apalagi Zia bahkan tidak mengenal nya..."
...
Ya... Pernikahan itu bukan sekedar tinggal bersama tapi hidup bersama.. Tapi Nazia harus di hadapan oleh keadaan yang membuat nya bimbang karna ada seorang Ayah yang melamar Nazia untuk anak lelakinya, tapi bahkan mereka tidak saling mengenal.
Apakah Nazia mampu menjawab dan menjalani nya??
Siapa Lelaki itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Nazia dan Fatih benar-benar tampak bagaikan Ratu dan Raja.
Semua mata tertuju kepada pasangan baru ini. Nazia sedikit merasa tidak nyaman, bagaimana tidak semua yang hadir rata-rata bukan circle Nazia.
"Kenapa?" Tanya Fatih
"Hmm..??"
"Kalau lelah duduk aja, saya mau ke sana dulu nyapa teman-teman saya.." Ujar Fatih
Baru saja Fatih akan melangkah tapi tidak jadi karna tiba-tiba Nazia menarik pergelangan tangan Fatih.
Fatih langsung mengerutkan kening nya sembari melihat Nazia lalu beralih melihat tangan Nazia yang menggenggam pergelangan tangan nya .
"Maaf..." Lirih Nazia sembari tertunduk dan melepaskan genggamannya
"Ada apa??" tanya Fatih kali ini lebih lembut
"Zia gak berani kalau sendirian, mas bisa gak jangan pergi..?" Pinta Nazia
"Saya panggilkan Fathia, Salwa dan Astari biar menemani kamu disini.."
" Terus kalau ada yang kesini dan tanya-tanya Zia harus jawab apa?? Apalagi Zia gak kenal mereka.."
"Nazia, saya yakin papa memilih kamu bukan hanya sekedar kamu baik, tapi pasti juga karna kamu berpendidikan, kamu pasti bisa menangani mereka.."
Nazia memejamkan mata nya lalu menghembuskan napas panjang nya perlahan.
Fatih bisa melihat ketegangan dari Nazia
"Atau gini aja, biar saya panggil Mama, lagian juga udah malam, biar kamu istirahat aja.."
"Emang boleh..??"
"Makanya di tanya dulu, toh semua juga udah memberikan selamat, mereka tinggal menikmati hidangan-hidangan yang tersedia aja.." Jawab Fatih
"Ayah juga pasti udah lelah kan?? kamu disini aja dulu, saya mau bicara dengan Papa dan Mama.."
"Makasih mas.."
Fatih hanya membalas dengan anggukan. Walaupun masih terkesan dingin Fatih sudah mau berbicara dengan Nazia.
Beberapa saat kemudahan Nazia sudah berada di kamar Fatih, cukup kaget karna kamar nya sudah berubah, ada hiasan berbentuk hati dari kelopak bunga mawar.
Tapi Nazia tak berani menyentuh nya, Nazia menuju kamar mandi, mengganti pakaian.
Nazia mengenakan gamis berwarna abu-abu dengan jilbab yang senada.
Tok..tok..tok
Terdengar suara ketukan pintu dari kamar Nazia.
"Iya sebentar..." Sahut Nazia
Nazia pun bergegas membuka pintu kamar nya karna tadi memang di kunci.
Ternyata sang Ayah dan kedua adik nya yang mengetuk pintu. Nazia pun mempersilahkan Ayah dan kedua adik nya masuk, awalnya Ayah menolak, tapi karna Nazia memohon dengan sangat, Ayah pun masuk bersama kedua adik nya.
Sang ayah dan kedua adik nya masuk ke dalam kamar Nazia, semua di buat melongo dengan isi kamar Nazia.
"Ngantuk adek hilang lihat kamar kakak.." Ujar Astari sembari mengucek mata, yang tadi tinggal 5 Watt sekarang seperti baru di charger.
"Adek yang sopan.." Tegur Ayah saat Astari akan menyentuh bunga-bunga yang bertabur di ranjang.
"Kan ini kamar kakak, biasa di rumah adek boleh main di kamar kakak.." Ujar Astari sembari memanyunkan bibirnya
Nazia membawa adik kecil nya itu duduk di sofa yang ada dikamar .
"Cantik banget kalau lagi manyun.." Goda Nazia
"Dek dengarkan Ayah, ini bukan sekedar kamar kak Zia, bagaimanapun ini rumah keluarga mas Fatih, ini kamar mas Fatih. Walaupun saat sudah menikah kamar suami adalah kamar istri. Harus bisa jaga sikap, di rumah dan disini berbeda.." Nasihat Ayah
"Kak Tari boleh gak main ke sini kalau tari lagi kangen sama kakak, Tari lagi pengen makan masakan kakak yang penuh cinta??"
Nazia membawa Astari dalam pelukan nya
"Boleh dong boleh banget.." Jawab Nazia dengan mata berkaca-kaca
"In Syaa Allah kakak juga bakal sering main kerumah.."
Mendengar ucapan Nazia , ayah pun kembali mengingatnya Nazia bawa sekarang dirinya adalah seorang istri, hanya bisa keluar jika sang suami memberikan izin.
Nazia mengangguk paham, Nazia akan selalu mengingat pesan-pesan sang Ayah.
Ayah tak bisa berlama-lama, karna Pak Teguh supir dari Papa Hermawan juga sudah menunggu mereka di bawah. Nazia ingin mengantarkan sang Ayah, tapi di cegah oleh ayah. Bagaimanapun di bawah juga masih ramai tamu, lebih baik Nazia istirahat pasti lelah seharian menjalani rangkaian acara.
"Kak adek pulang ya, hmm adek sayaaang kakak..." Ujar Astari sembari merangkul sang Kakak
"Kakak juga, adek harus baik-baik, dengar nasihat Ayah dan kak Salwa. Jangan suka tarik selimut kalau udah subuh.." Ujar Nazia sembari memeluk Astari
"Kak..." Panggil Salwa
Nazia memeluk Salwa erat
"Ingat, saat kakak gak ada Salwa adalah kakak tertua di rumah, harus bisa lebih mandiri, bisa bantu ayah jaga adek, hmm.."
"Iya kak, kan Salwa udah gedek. Kakak tenang aja semua aman kok, kakak juga baik-baik dan bahagia ya. Salwa akan jadi alarm seperti kakak, suara Salwa kan lebih kencang jadi adek gak bisa macet -macem.."
Nazia tertawa kecil di balik air mata nya yang mengalir
Saat seorang anak perempuan telah menikah maka suami adalah rumah nya.
Saat sang Ayah dan kedua adik nya akan keluar dari dalam kamar ternyata ada Fatih di depan pintu, Fatih menyaksikan apa yang terjadi di dalam, namun dia memiliki diam, memberikan waktu untuk Nazia dan keluarga nya.
Nazia yang tahu Fatih ada di depan pintu pun langsung mengusap air mata nya.
"Loh nak Fatih, kenapa gak masuk..?"
"Gak papa Yah, Ayah udah mau pulang? Kenapa gak nginep aja, banyak kamar kosong kok "
"Enggak lah, kami pulang saja, lagian besok Salwa dan Astari juga sekolah.."
Fatih mencium takzim tangan ayah mertua nya. Ayah pun berpamitan dan tak lupa sebelum pergi lagi-lagi ayah kembali menitipkan putri nya kepada Fatih untuk di jaga dengan baik.
Ayah Wahyu dan kedua adik Nazia pun bersiap untuk pulang, dengan Teguh yang siap siaga untuk yang mengantarkan mereka.
Fatih masuk ke kamar nya, di lihatnya Nazia sudah berganti pakaian.
Saat berdua di kamar kembali Nazia merasa canggung, Nazia bingung harus melakukan apa.
Bahkan untuk duduk di atas ranjang pun Nazia takut, di tambah lagi ada hiasan-hiasan bunga seperti ini.
Nazia pun memilih duduk bersandar di sofa walaupun sebenarnya tubuhnya sudah sangat-sangat lelah.
Berbeda dengan Fatih, dia dengan santainya masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya .
Cukup lama Fatih berada di kamar mandi, dan saat Fatih keluar , Fatih mendapati pemandangan langka.
Nazia nampak tertidur di sofa, sepertinya dia sudah sangat lelah.
Fatih meraup bunga-bunga mawar yang ada di ranjang nya, lalu di buang nya ke dalam tong sampah.
Lalu Fatih mendekat ke arah Nazia, di bopong nya tubuh Nazia dengan penuh hati-hati, lalu di baringkan tubuh Nazia di atas ranjang, lalu di selimuti nya.
selesai menyelimuti sang istri, Fatih beralih ke sisi ranjang satu lagi, bukan untuk ikut merebahkan diri nya, Fatih malah mengambil bantal.
Fatih menuju sofa yang ada didalam kamar nya, membaringkan tubuh nya di sofa setelah sebelumnya dia sudah mengambil selimut di dalam lemari terlebih dahulu.
🌹🌹🌹
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips... Dan jangan lupa untuk rate bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟 ya
Ingat ini hanya coretan kecil yang berharap bisa bermakna besar untuk kita semua.
Karna....
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
Dan jangan lupa follow IG kak Ajeng ya @ajeng_kirana90
benar benar, tinggal di rmh ayah saja...
lanjut kak ajeng
Fatih benar tu kata papa, kamu harus tegas pada siapapun yang mau menggangu rumah tanggamu
tapi insya Allah kak ajeng mah no pelakor2 gitu si dlm karyanya😀
semoga Zia dan Fatih selalu bahagia walaupun akan ada kerikil² tajam yang datang dalam rumah tangga mereka