NovelToon NovelToon
Pianis Di Tengah Hujan

Pianis Di Tengah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Anonimity

Kasta yang berbeda mengharuskan mereka berdua berpisah. Meski kenyataan sangat sulit di tentang. Keduanya Hidup dalam senyuman palsu. Yessica hanya anak dari seorang penjahit, sedangkan Ara adalah seorang pangeran kerajaan. Takdir memang sangat kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Anonimity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 : Rapsody

"Yessica, Wajahmu semakin pucat. Kau baik-baik saja?" Tanya Vino. Tubuh Yessica memang semakin melemah setelah menyembuhkan Mira. Besar kemungkinan kekuatannya Belum sepenuhnya pulih.

"Aku baik-baik saja." Ucap Yessica. Tapi tidak lama, Gadis pemilik Gummy smile itu terbatuk-batuk. Vino dengan telaten memapah Yessica menuju ranjangnya. "Terima kasih.." Ucap Yessica tersenyum.

"Sudah tugasku, Tuan putri." Ucap Vino sambil membungkuk hormat layaknya pelayan di hadapan Ratunya. Yessica terkekeh. Baru sebentar mengenal Vino, Iblis Tampan itu sudah membuatnya nyaman dengan tingkahnya.

"Kau tidak akan pergi? Bagaimana kalau ada yang melihatmu di sini?" Tanya yessica. Vino berpura-pura memasang wajah cemberut. Terlihat imut di mata Yessica. "Anda mengusirku?"

"Tidak, Aku hanya......" Yessica merasa bersalah. Tidak seharusnya dia mengatakan itu.

"Hahah....Aku hanya bercanda. Aku tidak tersinggung." Ucap Vino. Dia kemudian duduk di hadapan piano yang sebelumnya menjadi tempat Yessica. "Jangan khawatir, Meski ada orang yang melihatku, Bangsa iblis dan bangsa manusia menjalin hubungan yang baik." Lanjut Vino. Jari Jemarinya kemudian menekan beberapa 'Tuts' Keyboard. Menjadikan sebuah irama Yang indah.

"Boleh aku nyanyikan sebuah lagu untukmu?" Ucap Vino. Yessica mengangguk pelan menarik kedua ujung bibirnya ke atas.Vino memulai dengan intro lembut.

Kulihat ada yang bersinar

Di kedua bola matamu (oh kasihku)~

Kau buat malam gelap ini

Jadi penuh cahaya~

Terang kilau pesona~

Kasih andai anganku bersuara dia kan bernyanyi~

Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati~

Kelingking kita berjanji~

Jari manis jadi saksi~

Bahagia~

Hingga sang bumi~

Enggan berputar lagi~

Kau buat aku sempurna~

Saat kau berkata iya (oh kasihku)~

Kau izinkan ku berlaga

Mengarungi dunia (mengarungi dunia)~

Di sisimu selamanya~

Terpukau? Tentu saja! Yessica bahkan tidak berkedip memandang Vino dengan lembut. Vino menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan. Ditambah dengan setiap lirik matanya Yang memandang Yessica dengan suara lembutnya. Jari-jemari Vino Begitu lihai menari. Di setiap Lirik Yang di nyanyikan, Pandangan Mata Vino selalu tertuju Pada Yessica.

Lagu Itu sekarang menyihir Yessica. Yessica Seakan berada di sebuah altar Pernikahan dan berjalan di atas karpet merah yang membentang. Di sampingnya, Vino dengan lembut mengaitkan lengannya dengan Yessica. Berjalan dengan di taburi Bunga Cantik di kiri dan kanannya. Sebuah pernikahan Yang indah. Bibir Yessica kembali tertarik keatas. Kembali pada kenyataannya, kedua mata Dari dua sejoli itu kembali bertemu dalam alunan lirik Rapsody.

Kasih andai anganku bersuara dia kan bernyanyi~

Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati~

Kelingking kita berjanji~

Jari manis jadi saksi~

Bahagia~

Hingga sang bumi

Tak berputar lagi~

Kita saling bersandar~

Hingga bumi tak berputar~

Cinta kita takkan pudar

Selamanya~

Kasih dengar anganku bersuara di fajar hati~

Kelingking kita berjanji~

Jari manis jadi saksi~

Bahagia~

Tuk selamanya~

Kasih andai anganku bersuara dia kan bernyanyi~

Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati~

Kelingking kita berjanji~

Jari manis jadi saksi~

Bahagia~

Hingga sang bumi (tak berputar lagi)~

Kasih andai anganku bersuara dia kan bernyanyi (di sisiku)~

Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati~

Kelingking kita berjanji~

Jari manis jadi saksi~

Bahagia~

Hingga sang bumi~

Enggan berputar lagi~

Vino mengakhiri Lagunya, dan mendapat tepuk tangan Dari Yessica. Vino kemudian beranjak dan bersujud di hadapan Yessica. Terkejut, Yessica tidak tau harus bereaksi seperti apa?

"Vino.. apa yang kau lakukan?"

Vino menarik tangan kanan Yessica dan menciumnya lembut. "Yessica...Pertemuan kita mungkin bisa di bilang sangat singkat. Tapi aku tidak memungkiri, Kalau aku mencintaimu. Sejak pertama kali bertemu. Meski pertemuan pertama kita terlalu singkat. Aku sudah jatuh Cinta padamu sejak saat itu. Putri Yessica....Maukah kau menikah denganku?" Ungkapan perasaan Vino Yang sangat tiba-tiba membuat Yessica 'speaclies'. Dia tidak tau harus menjawab apa. Di sisi lain, Dia juga sangat nyaman berada di dekat Vino. Tapi mereka berdua baru mengenal sebentar.

"Vino, Aku....."

"Tidak masalah jika kau tidak ingin menjawabnya sekarang. Akan kutunggu sampai kapanpun. Tapi ijinkan aku menjagamu setiap waktu." Ucap Vino.

"Vino....Kau serius mencintai ku?" Tanya Yessica.

"Iya, aku bisa membuktikannya dengan Cara apapun yang kau mau." Ucap Vino.

"Aku...Bingung. ini semua terlalu Tiba-tiba." Ucap Yessica.

"Aku mengerti. Kapanpun kamu siap memberi jawaban, akan kutunggu." Ucap Vino. Yessica mencari kebohongan dalam tatapan Vino. Tidak ada! Tidak ada kebohongan di sana. Vino benar-benar serius melamarnya.

"Kalau kamu memang serius, Berikan aku waktu. Sebulan lagi, Tepat di malam Ulang tahunku. Akan aku berikan jawabannya." Ucap Yessica.

"Akan kutunggu waktu itu tiba, Princess..." Yessica terkekeh.

"Boleh aku memelukmu..." Pinta Vino. Yessica mengangguk pelan. Vino merengkuh tubuh Yessica dengan erat. Seakan dia tidak ingin kehilangan Gadis itu. Yessica merasakan tubuh Vino begitu kekar. Namun juga, Hangat. Dia tidak ingin mengecewakan Vino. Yessica harus benar-benar siap dengan pilihannya nanti.

Cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya Vino berucap, "sudah terlalu lama, Aku harus pulang." Ucap Vino.

"Secepat itu?" Ucap Yessica. Dia merasa tidak rela Jika Vino meninggalkannya.

"Kenapa? Tidak ingin aku pergi..." Ucap Vino sedikit menggoda.

"Bu-bukan begitu...." Yessica memalingkan wajahnya. Tidak ingin Vino tau kalau wajahnya memerah.

"Kau Bisa datang ke negeri Iblis kapan saja Untuk bertemu denganku. Atau kau bisa memanggilku dengan ini.." Vino memberikan sebuah kalung permata putih berbentuk 'Love'. "Itu bukan kalung biasa, Kalung itu milik mendiang ibuku." Yessica tercekat, Milik mendiang ibunya?

"Kenapa memberikannya padaku?" Tanya yessica.

"Ibuku pernah berpesan, agar aku memberikan kalung itu kepada Calon istriku. Dan kamulah orang yang tepat." Ucap Vino. Hati Yessica kembali menghangat. Vino benar-benar memperlakukannya dengan Baik. "Sampai Jumpa, Ratuku..." Vino mengecup Kening Yessica pelan, sebelum akhirnya berjalan menjauh. Tidak lama Portal dimensi Yang cukup besar muncul dari ruang hampa.

"Sampai jumpa.." Ucap Yessica.

Vino menghilang ketika masuk kedalam Portal tersebut. Sekarang Yessica sendirian. Kembali merenungi ucapan Vino dan melirik kalung yang di berikannya. Apa Yessica benar-benar mencintai Vino dan sudah melupakan Ara?

TOK

TOK

TOK

"Masuk!" Seru Yessica.

Tidak lama dua orang perempuan dengan Yang satu berlari menghampiri kakaknya. "Kak Chika udah bangun. Gimana keadaannya?" Tanya Christy.

"Kakak Baik-baik saja." Ucap Yessica.

"Putri Yessica, Semua orang sedang menunggu di ruang singgasana. Termasuk raja Jinan." Ucap Aya.

"Ayah di sini?" Tanya yessica penasaran. Apa Aya yang memberitahu Jinan tentang kondisinya.

"Benar putri, Saya memberitahu yang mulia tentang kondisi anda. Dan saya juga sudah menjelaskan semuanya." Ucap Aya.

"Begitu... Baiklah aku akan segera ke sana." Ucap Yessica.

"Kak Chika sejak kapan punya kalung Cantik ini?" Tanya Christy tiba-tiba. Aya juga menatap ke arah kalung Yessica.

"Itu...Ada Yang memberikannya." Ucap Yessica.

"Siapa?"

"Rahasia." Ucap Yessica.

"Ish..Kak Chika.." gadis manis itu merengek. Sedangkan sang kakak terkekeh ringan.

Setelah itu, Ketiga gadis itu beranjak dari kamar menuju ruang singgasana. Yessica kembali menoleh ke belakang, dimana dirinya dan Vino Baru saja menghabiskan waktu berdua.

1
wah..keempatnya sudah berkumpul yeyyyy
Atha Diyuta
next
wahh...bahagianya bisa berkumpul lagi dengan keluarga yg lengkap..
masalah datang bertubi2, itulah kehidupan
menarik..semakin seru...👍👍👍👍
marrydiana
hmmm gantung😌
Miss Anonimity: Sehari satu chapter kak
total 1 replies
bunda mampir pakai akun ini😁😁
semangat yaa
Remiliya
semangat thor/Good/
marrydiana
seru banget, semangat updatenya thor😄
feedback di karya aku juga ya😆
ceritanya bagus..👍👍
wah...kebenaan akan terkuak yaaa...
👍👍👍👍👍
bagus ceritanya.
imlvrc_y.•'より'•.K
sugee!!... the best banget cerita mu kak

buat author↓↓
ganbatte kudasaii
Miss Anonimity: makasih kak ☺️☺️
total 1 replies
marrydiana
🌹 buat author biar makin semangat, feedback ya thor😆
Atha Diyuta
puisinya bagus,next ka smngt
sedih /Sob//Sob//Sob/...di jaman sekarangpun masih ada koq yg seperti itu
Atha Diyuta
next
marrydiana
ihh lucu banget shanju ketahuan bohong😅
Anonim
Semangat kakak, mampir yuk ke cerita ku. Hehehe
marrydiana
🌹untuk author biar makin semangat!!
Miss Anonimity: makasih banyak kakak ☺️☺️☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!